MANAGED BY:
SELASA
18 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 08 Juni 2018 09:54
Dilarang Menyambung Cuti Lebaran
Serfi anus, S.Ip. IST

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pemerintah akhirnya memastikan jumlah hari cuti bersama dan libur lebaran 2018, tetap berlangsung selama 10 hari, yakni mulai tanggal 11 hingga 20 Juni 2018. Informasi cuti ini berdasarkan surat edaran nomor: B/21/M.KT.02/2018 tentang Penegakan Disiplin dalam Pelaksanaan Cuti Bersama yang dikeluarkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur.

“Iya, cuti mulai 11 Juni. Nanti, 21 Juni kembali masuk bekerja lagi. Informasi ini akan disampaikan ke semua OPD agar diketahui seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN),” kata Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan Serfianus, S.Ip kepada media ini kemarin.

Menurutnya, imbauan cuti bersama ini tak berbeda dengan tahun sebelumnya. Pelaksanaan cuti bersama ini sudah menjadi keharusan agar menjadi acuan pemerintah daerah terhadap setiap ASN dalam melaksanakan cuti. “Untuk sanksi itu sudah jelas di Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010. Kalau terlambat masuk TTP dipotong,” ungkapnya.

Kendati tak berbeda jauh dengan tahun lalu, lanjutnya, namun ada poin penting dalam surat edaran tentang pelaksanaan cuti bersama kali ini. Jumlah hari cuti bersama ini dinilai cukup banyak, sehingga diimbau kepada para pimpinan instansi pemerintah, dalam hal ini Bupati Nunukan, tidak memberikan cuti tahunan sebelum dan sesudah pelaksanaan cuti bersama kepada ASN, kecuali dengan alasan penting. “Jadi, tidak ada istilah sambung cuti seperti sebelumnya. Biasanya begitu, ada ASN yang mengajukan cuti lanjutannya setelah cuti bersama. Nah, sekarang tidak dibenarkan,” ungkap Serfianus.  

Mengenai pelayanan publik, ASN tidak dibenarkan mengikuti cuti bersama lebaran. Sebab, pelayanan publik ini tidak boleh terhenti. Khususnya pelayanan untuk kesehatan. Seperti di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). “Tetap bertugas. Mengenai jadwal bertugasnya diserahkan OPD yang menanganinya. Mereka yang mengaturnya,” kata Serfianus.

Bagi ASN yang bertugas di pelayanan publik ini, ada diberikan konpensasi untuk mendapat libur. Hanya saja, diberikan setelah pelaksanaan cuti bersama lebaran. Setelah arus balik selesai dan ditutup. Dalam surat edaran Kemenpan RB tersebut, pada poin ketiga disebutkan bagi ASN yang pada saat cuti bersama, karena tugasnya harus memberikan pelayanan kepada masyarakat, misalnya pegawai rumah sakit, petugas imigrasi, bea cukai, lembaga permasyarakatan dan lain-lain, sehingga tidak dapat melaksanakan cuti bersama, dapat diberikan tambahan cuti tahunan sejumlah cuti bersama tersebut sebagaimana diatur dalam pasal 333 ayat (3) Peraturan Pemerintah nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. “Ada dispensasi cuti diberikan. Jadi, saya rasa tidak maslah juga,” beber Serfianus.

Sementara itu, dilema ASN yang melalukan mudik di luar provinsi yang setiap tahun terjadi. Karena jaraknya yang cukup jauh dari daerah tujuan, maka ASN diminta dapat mengatur waktu perjalanan agar dapat sampai di tujuan sesuai waktunya. Khususnya saat arus mudik untuk kembali bekerja. “Makanya, ASN harus pintar-pintar mengatur waktu keberangkatan mereka dari kampung halaman, agar tepat waktu sampai di Nunukan dan bekerja. Berbeda jika tempatnya dekat. Seperti hanya di Kota Tarakan saja,” jelasnya. (oya/ash)


BACA JUGA

Kamis, 10 Sep