MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 07 Juni 2018 15:07
Uji Tera, Antisipasi Kesalahan Dispenser
AWASI TAKARAN: Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Tarakan melakukan sidak ukuran BBM di SPBU Mulawarman Tarakan, Rabu (6/6). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Guna mengantisipasi kesalahan ukuran dan takaran saat pengisian bahan bakar, Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdgakop-UKM) Tarakan melakukan pemeriksaan ke SPBU dan APMS yang ada di Bumi Paguntaka.

Pemeriksaan ini dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Pengawasan ini juga dilaksanakan setiap saat untuk menjamin konsumen agar tidak ada tempat pengisian yang tidak bagus.

“Kalau ada tempat pengisian yang tidak normal, maka akan dinormalkan. Karena itu harus di periksa,” ujar Tajuddin Tuwo, Kadisdagkop-UKM Tarakan.

Pemeriksaan yang dilakukan yakni dengan uji tera takaran pom bensin menggunakan alat ukur. Pemeriksaan dilakukan disemua dispenser SPBU, termasuk yang banyak digunakan masyarakat. Karena dalam penggunaan dispenser, ada ambang batas yang diberikan Pertamina.

“Karena itu nanti kami analisa setelah dilakukan pemeriksaan secara keseluruhan. Setelah itu nanti akan dikembalikan ke pemilik SPBU analisa tersebut untuk diketahui hasilnya,” jelasnya.

Dari pemeriksaan ini, ada juga yang didapatkan yang lebih tetapi sedikit yang lebih banyak didapatkan kurang. Tetapi memang dari pertamina sudah menetapkan ambang batasnya yakni 60 ml per 20 liter. Karena jika lebih, maka SPBU akan mengalami kerugian, dan jika kurang maka tidak diperbolehkan melebihi dari ambang batas.

“Memang belum dilakukan analisa, karena belum semuanya di periksa. Jadi belum diketahui hasil pastinya,” ungkapnya.

Untuk dispenser sendiri tidak didapati adanya kerusakan, karena itu pihaknya melakukan pemeriksaan di semua dispenser yang ada termasuk yang banyak digunakan masyarakat.

Lebih lanjut dia menjelaskan, jika tidak sesuai baik kekurangan maupun kelebihan maka akan merugikan konsumen. Sehingga jika didapati hal ini maka SPBU akan dikenakan sanksi sesuai dengan Undang-Undang nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Itu bisa dapat denda dana dan juga hukuman penjara karena merugikan masyarakat, karena itu memang tidak boleh main-main,” pungkasnya. (*/naa/nri)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 21:02

Selumit Membara, Dua Rumah Warga Diamuk Si Jago Merah

 TARAKAN - Kebakaran hebat terjadi di Kelurahan Selumit  perbatasan RT…

Jumat, 18 Januari 2019 12:23

Hasil Debat Pengaruhi Pilihan

TARAKAN – Aksi saling sindir mewarnai debat perdana pasangan calon…

Jumat, 18 Januari 2019 12:20

Lima Bulan Terakhir, Produksi Sampah Berkurang

TARAKAN - Meski Tempat Pembuangan Sampah (TPA) saat ini sangat…

Jumat, 18 Januari 2019 12:17

Ditemukan Dompeng, Diduga Milik Rustan

TARAKAN - Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian terhadap warga…

Jumat, 18 Januari 2019 12:15

Dahlan Iskan: Pers Itu Lembaga Perjuangan

SAMARINDA - Pers tak hanya sekadar pekerjaan yang dapat dijadikan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:13

Sembilan ASN Melanggar, Diberikan Pembinaan

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan telah melakukan pengawasan dan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:12

Jadwal Ujian Nasional Dimajukan

TARAKAN - Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang akan diselenggarakan pada…

Jumat, 18 Januari 2019 11:43

Terdakwa Mengaku Hanya Iseng Membuat Video

TARAKAN – Terdakwa terduga terorisme yaitu Agus Salim mengungkapkan alasan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:24

Beli Sabu, Petani Rumput Laut Diamankan Anggota Marinir

TARAKAN – Dua pria yang diketahui merupakan petani rumput laut…

Jumat, 18 Januari 2019 10:32

Ilmu Kepemimpinan Harus Dimiliki Kepala Sekolah

TARAKAN - Panggilan menjadi seorang pemimpin di sekolah bukanlah hal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*