MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 07 Juni 2018 15:07
Uji Tera, Antisipasi Kesalahan Dispenser
AWASI TAKARAN: Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Tarakan melakukan sidak ukuran BBM di SPBU Mulawarman Tarakan, Rabu (6/6). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Guna mengantisipasi kesalahan ukuran dan takaran saat pengisian bahan bakar, Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdgakop-UKM) Tarakan melakukan pemeriksaan ke SPBU dan APMS yang ada di Bumi Paguntaka.

Pemeriksaan ini dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Pengawasan ini juga dilaksanakan setiap saat untuk menjamin konsumen agar tidak ada tempat pengisian yang tidak bagus.

“Kalau ada tempat pengisian yang tidak normal, maka akan dinormalkan. Karena itu harus di periksa,” ujar Tajuddin Tuwo, Kadisdagkop-UKM Tarakan.

Pemeriksaan yang dilakukan yakni dengan uji tera takaran pom bensin menggunakan alat ukur. Pemeriksaan dilakukan disemua dispenser SPBU, termasuk yang banyak digunakan masyarakat. Karena dalam penggunaan dispenser, ada ambang batas yang diberikan Pertamina.

“Karena itu nanti kami analisa setelah dilakukan pemeriksaan secara keseluruhan. Setelah itu nanti akan dikembalikan ke pemilik SPBU analisa tersebut untuk diketahui hasilnya,” jelasnya.

Dari pemeriksaan ini, ada juga yang didapatkan yang lebih tetapi sedikit yang lebih banyak didapatkan kurang. Tetapi memang dari pertamina sudah menetapkan ambang batasnya yakni 60 ml per 20 liter. Karena jika lebih, maka SPBU akan mengalami kerugian, dan jika kurang maka tidak diperbolehkan melebihi dari ambang batas.

“Memang belum dilakukan analisa, karena belum semuanya di periksa. Jadi belum diketahui hasil pastinya,” ungkapnya.

Untuk dispenser sendiri tidak didapati adanya kerusakan, karena itu pihaknya melakukan pemeriksaan di semua dispenser yang ada termasuk yang banyak digunakan masyarakat.

Lebih lanjut dia menjelaskan, jika tidak sesuai baik kekurangan maupun kelebihan maka akan merugikan konsumen. Sehingga jika didapati hal ini maka SPBU akan dikenakan sanksi sesuai dengan Undang-Undang nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Itu bisa dapat denda dana dan juga hukuman penjara karena merugikan masyarakat, karena itu memang tidak boleh main-main,” pungkasnya. (*/naa/nri)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 26 Mei 2019 13:00

Masih Rugi, Bagaimana PDAM Mau Sumbang PAD..?

  TARAKAN - Rencana pemerintah untuk mengubah status Perusahaan Daerah…

Minggu, 26 Mei 2019 12:57

Tujuan Zonasi Baik Adanya, Tapi...

  TARAKAN- Pengamat pendidikan Kota Tarakan, Tajuddin Noor mengatakan bahwa…

Minggu, 26 Mei 2019 12:56

Sistem Zonasi Dikeluhkan Orang Tua Murid

TARAKAN - Sistem zonasi yang diterapkan dalam dunia pendidikan, masih…

Jumat, 24 Mei 2019 10:48

Ditolak Negeri, Menyerah di Swasta

TARAKAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan pada Selasa…

Jumat, 24 Mei 2019 10:46

Koalisi Diprediksi Berubah Total

TARAKAN – Peta koalisi dari Pilgub 2015 diprediksi bakal berubah…

Jumat, 24 Mei 2019 10:46

Nuansa Berbagi Hangatkan Buka Puasa Bersama

Marhaban ya Ramadan. Suasana syahdu dan penuh keceriaan mewarnai buka…

Jumat, 24 Mei 2019 10:45

MMT Berbagi dan Beri Promo Ramadan

Kebersamaan karyawan dan para pimpinan PT Motor Mega Tano (MMT)…

Jumat, 24 Mei 2019 10:44

Hindari Calo Uang Kecil, BI Siapkan Kas Keliling

SELASA (21/5) pukul 16.00 WITA, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia…

Jumat, 24 Mei 2019 10:29

PH Minta Tersangka Dibebaskan

TARAKAN – Sidang praperadilan perkara sabu tangkapan Badan Narkotika Nasional…

Jumat, 24 Mei 2019 10:28

Wanita Pemilik H5 Dituntut Satu Tahun Penjara

TARAKAN – Wanita pemilik dua butir pil Happy Five (H5)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*