MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 06 Juni 2018 11:34
ISH BAHAYANYA..!! Ternyata Banyak Speedboat yang Jaket Pelampungnya Tak Layak
TAK LAIK: Petugas KSOP Kelas III Tarakan melakukan pemeriksaan jaket pelampung salah satu speedboat reguler di Pelabuhan SDF Tarakan, kemarin (5/6). JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,  TARAKAN - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan kembali menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kapal cepat atau akrab di lidah warga dengan sebutan speedboat di Pelabuhan Tengkayu I SDF Tarakan. Sidak dari pagi hingga siang menemukan 91 jaket pelampung sudah tak laik.

Sidak dilakukan KSOP dalam rangka memeriksa kelengkapan alat keselamatan penumpang, terutama jaket pelampung.  “Semua kami ambil tanpa terkecuali karena pemeriksaan ini sebagai antisipasi untuk senantiasa mengingatkan kepada nakhoda akan jaminan keselamatan penumpang dalam pelayaran,” ungkap Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Partroli Syaharuddin yang turun langsung melakukan inspeksi.

Ditegaskan Syaharuddin, pemilik atau nahkoda wajib menyiapkan jaket pelampung yang memenuhi standar pelayaran sesuai kapasitas kapal. Jika tidak layak, maka harus diganti.

Menurut Syaharuddin, jaket pelampung yang baik dapat digunakan saat keadaan darurat. Jaket yang tidak layak ditandai dengan kondisi gabus yang keras, tahan terhadap air dan api. “Jadi yang kami amankan itu yang gabusnya sudah tidak karuan dan tidak bisa terpakai lagi. Kegiatan ini akan terus berlanjut hingga tidak didapatkan lagi jaket pelampung yang tak layak pakai. Karena itu, diimbau pemilik dan nakhoda speedboat agar melengkapi kapalnya dengan dengan yang berstandar,” urainya.

KESADARAN KESELAMATAN MINIM

Sementara Dinas Perhubungan Kalimantan Utara (Kaltara) terus melakukan pengawasan terhadap angkutan laut yang menjadi transportasi utama warga Bumi Benuanta untuk bisa terhubung dengan daerah lainnya. Namun hal itu harus didukung dengan kesadaran pengelola yang masih minim.

Berdasarkan pantauan media ini di lapangan, suasana Dermaga Kayan II masih seperti hari biasa. Lonjakan penumpang angkutan laut belum terlihat. Namun, aktivitas speedboat yang mengangkut penumpang dinilai masih belum mengikuti aturan yang ada.

Salah seorang penumpang speedboat  Tanjung Selor-Tarakan Anthon menuturkan, kapal cepat yang membawanya mengangkut penumpang melebihi kapasitas yang seharusnya. Sebab, beberapa penumpang harus duduk di tangga pintu masuk speedboat. Selain itu, kesadaran para penumpang dinilai minim. Padahal sudah seharusnya saat berada di dalam wajibmengenakan pelampung.

Speedboat ini benar-benar tidak aman. Sebab, tidak ada pemeriksaan dari petugas di dermaga. Bahkan, penumpang harus duduk di tangga masuk,” ucapnya.

Padahal sebelumnya, Dishub Kaltara telah menerbitkan imbauan kepada semua angkutan laut di Kaltara. Berdasarkan UU Nomor 17/2008 tentang Pelayaran, PP Nomor 22/2011 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 20/2010 tentang Angkutan Perairan dan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 20/2015 tentang Standar Keselamatan Pelayaran.

 “Diharapkan Dishub kabupaten/kota selaku operator pelabuhan dapat melaksanakan pengawasan rutin keberangkatan dan ketibaan speedboat dengan berkoordinasi dengan KSOP dan UPP,” harapnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Kepelabuhan pada Dishub Kaltara Hentong menyampaikan, pihaknya terus melakukan pemeriksaan. Mulai dari dokumen izin trayek hingga izin operasi. Sebab, kewenangan Dishub Kaltara melakukan pemeriksaan izin.

“Setiap tahun kami lakukan pemeriksaan izin. Untuk izin trayek berlaku selama setahun. Sedangkan untuk izin operasional berlaku selama lima tahun,” Hentong, Selasa (5/6).

Lanjutnya, hal itu sesuai dengan Udang-Undang (UU) Nomor 17/2008 tentang Pelayaran. Tentunya, jika ditemukan speedboat yang tidak memiliki izin trayek dan izin operasi tentunya bakal mendapatkan sanksi tegas berupa kurungan dan denda.

“Kewenangan kami melakukan pemeriksaan soal izin. Sedangkan kelayakan itu di KSOP,” ungkapnya.

AGENDAKAN TES URINE NAKHODA

Guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang serta dalam rangka menjaga keselamatan berlayar pada arus mudik lebaran ini, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Bulungan akan melakukan tes urine terhadap nakhoda yang ada di Bulungan.

Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry mengungkapkan untuk deteksi dini penyalahgunaan narkotika, tentu akan dilakukan. “Tentu dalam hal ini kami tidak akan sampaikan secara terbuka, nanti justru pecandunya melakukan antisipasi, yang ada malah tidak tepat sasaran nanti, ucapnya saat memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan Operasi Ketupat Kayan 2018, di Mapolres Bulungan, Selasa (5/6).

Hal tersebut akan dilaksanakan, tentu atas petunjuk Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit. Apalagi dalam arus mudik nanti Kapolda menegaskan harus zero accident.

“Artinya harus ada langkah antisipasi yang juga harus dilakukan sejak dini, namun dalam hal ini tentu tidak menjadi kerja kami semata, kami akan menjalin kemitraan dengan Dinkes ataupihak BNK maupun dinas-dinas terkait,” sebutnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kegiatan tersebut nantinya tentu untuk mengetahui kondisi nakhoda yang akan mengemudikan kapal apakah dalam kondisi yang wajar atau tidak.

“Untuk mengemudi tentu harus dalam kondisi yang benar-benar prima tanpa ada pengaruh dari zat-zat yang bisa membuat fokus berkurang, sehingga akan mengakibatkan sesuatu yang tidak diinginkan terjadi,” sebutnya.

“Dengan pemeriksaan itu nantinya bisa ditentukan apakah dapat dinyatakan sehat dan stabil atau tidak, sebab ini berkaitan dengan keselamatan seseorang atau lebih,” timpalnya.

Disinggung bagaimana jika ternyata dalam tes urine itu didapati nakhoda yang terbukti menggunakan narkotika. Dikatakan Fachry tentu tidak diperbolehkan berlayar.

Pasalnya, kata dia, jika dengan kondisi nakhoda mengemudikan speedboat tidak stabil tentunya dapat memicu terjadinya kecelakaan dalam berlayar. “Selain itu akan diberikan penindakan sesuai UU yang berlaku. Itu semua merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan,” sebutnya.

Sementara Tenaga Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), Syamsul Banri mengatakan berbagai rekomendasi telah dijalankan pemerintah menyusul sejumlah kecelakaan laut beberapa waktu lalu. Termasuk sertifikasi keahlian pada masing-masing nakhoda. Menata transportasi laut di Kaltara membutuhkan waktu, sebab menyangkut mental dan kebiasaan penggunanya. “Regulasi, sumber daya, semuanya sudah cukup. Hanya bagaimana kita menjalankan itu. Ada banyak catatan, sejak insiden Juli 2017 lalu. Namun ini semua memerlukan sinergitas di semua lini, ada pemerintah, operator, pemilik usaha selaku penyedia jasa dan masyarakat luas selaku pengguna jasa,” urainya.

Menurutnya, semua elemen tersebut harus memahami, bahwa keselamatan menjadi hal yang nomor satu. “Mau selamat, tetapi mengabaikan kaidah-kaidah keselamatan. Misalnya, ada barang di atas speedboat, jual tiket di dermaga, tidak memakai pelampung, di luar manifes. Ini terjadi karena sikap acuh di antara yang menggunakan jasa dan menyediakan. Pemerintah selaku regulator sudah cukup banyak memberi rekomendasi terhadap moda utama ini,” sebutnya.

Sehingga, kata dia, setiap kejadian tidak lantas mencari pihak yang salah. Dalam penyelenggaraan layanan transportasi yang baik menjadi tugas semua pihak. “Yang patut dicontoh adalah Nunukan soal tata kelola pelabuhan speedboat-nya. Kalau saya pribadi malah berkeinginan agar manajemen di pelabuhan itu seperti di bandara. Misalnya ada ruang tunggu khusus, penumpang baru berada di speedboat ketika dipanggil. Dermaga itu juga harus steril dari pedagang kaki lima. Manajemennya akan lebih baik seperti itu,” sarannya.

Pria yang pernah menjabat Kepala Bandara Internasional Juwata Tarakan ini menyambut baik alih kelola aset pelabuhan dari kabupaten/kota ke Pemerintah Provinsi Kaltara. “Mungkin itu lebih baik (pengalihan),” imbuhnya. (eru/akz/sny/nri/lim)


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 09:56

PPPK Menanti Kebijakan Pemimpin Baru

TARAKAN - Pemerintah pusat kembali mengeluarkan pernyataan bakal membuka lagi…

Senin, 10 Desember 2018 09:55

Dari Sepeda Mengenal Negara Lain dan Banyak Komunitas

Olahraga dapat menjadi hobi yang sehat bagi penikmatnya. Selain sehat…

Senin, 10 Desember 2018 09:53

Saling Susul di Rute Sepanjang 26 Km

TARAKAN - Sebanyak 180 goweser ikut berpartisipasi dalam Jambore Sepeda,…

Senin, 10 Desember 2018 09:52

Masih Ada Pengundian Sekali Lagi

TARAKAN - Surat kabar harian (SKH) Radar Tarakan dan Sinar…

Senin, 10 Desember 2018 09:50

Pengusaha Bertarung dengan Upah Tinggi

BESARNYA ketentuan upah di Kota Tarakan membuat para pengusaha harus…

Senin, 10 Desember 2018 09:30

Ada Sekolah, Tak Ada Jalan Utama

TARAKAN - Ketua RT 66, Kelurahan Karang Anyar, Saimun mengatakan,…

Senin, 10 Desember 2018 09:04

Barat dan Utara Rawan Longsor

TARAKAN – Masyarakat patut waspada seiring intensitas hujan yang tinggi.…

Senin, 10 Desember 2018 09:01

HUT, Tetap Mengundang Artis

TARAKAN – Hari Ulang Tahun ke-21 Kota Tarakan yang jatuh…

Senin, 10 Desember 2018 08:59

Jarak Pandang Terbatas, Speedboat Kandas

CUACA buruk juga berdampak pada pelayaran, kemarin (7/12). Sebuah speedboat…

Senin, 10 Desember 2018 08:57

Tidak Melapor atau Terlambat Bayar, Sanksi Menanti

TARAKAN – Pencapaian Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tarakan per…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .