MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 05 Juni 2018 14:30
Masa Kerja Sebulan Berhak Terima
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Sementara tunjangan hari raya (THR) bagi karyawan perusahaan hukumnya wajib. Bila tidak dibayarkan, maka perusahaan siap-siap dikenakan sanksi. Bagi pekerja/buruh yang baru bekerja selama sebulan secara terus menerus berhak menerima THR.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan pada Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnaker) Tarakan Hanto Bismoko menerangkan, berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR, perusahaan wajib membayar THR kepada pekerja/buruh selambat-lambatnya H-7 atau seminggu sebelum hari raya.

Disnaker sudah mengedarkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pembayaran THR Keagamaan di beberapa perusahaan.

“Minggu lalu kami sudah edarkan meski tidak semua perusahaan, kami lakukan secara bertahap,” tuturnya kepada Radar Tarakan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (4/6).

Disnaker pun membuka pos komando satuan tugas (posko satgas) ketenagakerjaan. Di mana melalui posko ini, menerima pengaduan dari pekerja/buruh yang merasa tidak mendapatkan THR terhitung satu minggu sebelum hari raya.

“Jumat (8/6) mendatang kan sudah harus dibayar. Jadi kalau H-7 hari raya, bisa mengadu ke posko. Posko dibuka setiap hari jam kerja,” lanjutnya.

Bagi pekerja/buruh berhak mengadukan, sebab THR wajib dipenuhi oleh perusahaan. Ia menjelaskan pekerja dengan masa kerja minimal satu bulan secara terus menerus juga berhak mendapatkan THR yang besarannya dihitung secara proporsional sesuai dengan masa kerja. Sementara bagi pekerja/buruh yang bermasa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih maka mendapat THR sebesar sebulan upah.

Jika suatu perusahaan tidak memenuhi pembayaran THR, maka dapat diberikan tiga sanksi. Adapun sanksi tersebut, perusahaan akan dikenakan denda sebesar 5 persen dari total THR yang wajib dibayarkan pada karyawan/pekerja. Kemudian, diberikan teguran tertulis dan ketiga adalah pembatasan kegiatan usaha.

“Lapor saja, karena itu wajib dipenuhi oleh perusahaan,” tegasnya.

Berkaca dari tahun sebelumnya, sebenarnya perusahaan membayar THR kepada pekerja/buruh. Hanya beberapa perusahaan yang terlambat memberikan THR, bahkan satu hari sebelum hari raya keagamaan baru terbayarkan.

“Sebenarnya dibayar tapi terlambat, makanya mereka mengadu ke posko karena takut tidak dibayar,” bebernya.

Ia mengatakan, yang memberikan sanksi adalah pengawas. Disnaker sendiri sebatas menerima pengaduan. Apabila Disnaker menerima pengaduan dari pekerja/buruh, tak serta merta langsung dilaporkan ke pengawas ketenagakerjaan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Melainkan melakukan pendekatan terhadap perusahaan tersebut.

“Kami menerima pengaduan setelah itu ditindaklanjuti ke provinsi. Tapi biasanya kami lakukan pendekatan, sosialisasi permasalahannya langsung selesai. Jadi tidak sampai ke pengawas,” katanya.

Ia pun mengimbau kepada perusahaan yang ada di Tarakan, sekiranya dapat melaksanakan kewajibannya untuk membayarkan THR kepada pekerjanya dengan tepat waktu. “Kami tentunya berharap, tolonglah perusahaan bayar THR dengan tepat waktu. Karena biasanya ada karyawan yang takut kalau terlambat, jadi langsung mengadu,” tutupnya. (*/one/lim)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 23:59

H-1 Idul Adha, Harga Daging Tetap Stabil

  TARAKAN -  Menjelang hari raya Idul Adha yang jatuh Rabu (22/8), harga pangan seperti daging…

Selasa, 21 Agustus 2018 23:55

Pedagang Pakaian Sepi Pembeli

  TARAKAN - Jika biasanya saat memasuki perayaan Idul Adha banyak masyarakat yang berbondong-bondong…

Selasa, 21 Agustus 2018 23:55

Pedagang Pakaian Sepi Pembeli

  TARAKAN - Jika biasanya saat memasuki perayaan Idul Adha banyak masyarakat yang berbondong-bondong…

Selasa, 21 Agustus 2018 21:09

Pawai Takbir, Momentum Doakan Korban Gempa di Lombok

TARAKAN - Menyambut Idul Adha 1439 Hijriah, Pemerintah Kota Tarakan akhirnya melepaskan puluhan rombongan…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:54

Kuota Angkutan Online Se-Kaltara 191 Unit

TARAKAN- Pengoperasian kendaraan online atau angkutan sewa khusus belum dibuka, kendati diketahui kuota…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:12

Optimis PAD Sampai Target

TARAKAN - Meski jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) saat ini baru mencapai 30 persen, namun pihak pemerintah…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:09

Inginkan Wilayah Pesisir Diperhatikan

TARAKAN—Hingga 2018, wilayah RT 2 Kelurahan Karang Anyar Pantai, belum mendapat bantuan perbaikan…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:00

Predikat SAKIP Tarakan Masih C

TARAKAN - Predikat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang diperoleh Bumi Paguntaka…

Selasa, 21 Agustus 2018 14:28

Dua Pelaku Penerima Sabu 1 Kg Berhasil Dibekuk di Makassar

  TARAKAN - Polres Tarakan bekerja sama dengan Polda Sulsel, Kamis (16/8) berhasil membekuk dua…

Senin, 20 Agustus 2018 23:59

RASAKAN..!! Kapal Illegal Fishing Ditenggelamkan

TARAKAN – Penenggelaman kapal ikan asing (KIA) yang melakukan illegal fishing digelar serentak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .