MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 04 Juni 2018 14:55
Profesionalisme Harga Mati!

DARURAT TRANSPORTASI LAUT!

DR. H. IRIANTO LAMBRIE Gubernur Kaltara

PROKAL.CO, Jalur transportasi laut menjadi andalan warga Kaltara. Namun, belum dapat lepas dari berbagai insiden. Menelan puluhan korban jiwa. Teranyar, kecelakaan di perairan Tana Tidung, Selasa 22 Mei lalu.

TERDIRI dari beberapa pulau-pulau kecil, transportasi laut yang paling ekonomis. Peran nakhoda kapal vital. Tapi dia tidak sendiri, ada pemerintah selaku regulator dan pengendali. Adapula para pengusaha. Lantas, sampai kapan kita dibuntuti kekhawatiran di laut? Dihinggapi cemas setiap kali menggunakan jalur itu? Tanggung jawab siapa?

Kecelakaan kapal cepat Harapan Baru Express VII menambah catatan hitam transportasi Kaltara. Sudah 24 nyawa melayang sejak insiden Juli tahun lalu. Kejadian-kejadian itu menambah catatan, jika transportasi laut di Kaltara sudah tak ramah.

Ada empat pokok yang harus dibenahi di Kaltara. Seperti pembenahan pelabuhan, standarisasi kapal cepat, nakhoda andal, serta memperketat aturan dan pengawasan.

Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan Asnawi Arbain mengatakan dua pelabuhan utama di Kaltara harus segera dibenahi, SDF Tarakan dan Pelabuhan Tanjung Selor.

Pelabuhan Tanjung Selor misalnya, ternyata tidak dikelola unit pelaksana teknis daerah (UPTD). “Itu berbahaya (dermaga rusak), kenapa tidak peka? Padahal pelabuhan itu standar keselamatan pelayaran,” ujarnya.

Menurut Asnawi lagi, hanya Nunukan yang memiliki kondisi pelabuhan yang baik, sedang kawasan lain masih kacau sehingga perlu dibenahi.

“Pelabuhan Nunukan itu paling bagus. Jadi paradigma pengelolaan pelabuhan laut dan udara Kaltara itu harusnya sudah menuju paradigma mental culture dan budaya bandar udara,” ucapnya.

Selain soal pelabuhan, pemerintah dan masyarakat pun harus memperhatikan standarisasi kapal, standarisasi nakhoda seperti penerbitan surat kecakapan, serta pembenahan penegakan aturan dan pengawasan pelayaran.

“Kami tahu bahwa sudah banyak aturan yang mengatur tentang pelayaran, tapi kerap diabaikan. Penegakan aturan dan pengawasannya, padahal itu dampaknya kepada keselamatan. Jadi semuanya harus dibenahi kalau mau melihat penataan yang komprehensif,” jelasnya.

“Jadi semuanya harus serius mengurusi transportasi laut karena salah satu transportasi utama,” tegasnya.

Disinggung soal kehadiran Jembatan Bulan, Asnawi berpendapat bahwa pembangunan jembatan bulan baru dapat terealisasi dalam waktu 10 hingga 20 tahun yang akan datang. Sebab hal ini tergantung dari pihak pemerintah pusat dan ketersediaan anggaran.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Partroli Syaharuddin mengungkapkan jika kecelakaan yang terjadi di luar dugaan. Namun pihaknya sudah berupaya untuk mencegah hal itu. Berbagai kegiatan dan pelatihan terus digiatkan. Namun, kejadian tak juga bisa diindarkan.

“KSOP Tarakan khususnya petugas di lapangan sudah berupaya untuk melakukan pengawasan. Karena kami tidak mau lagi tragedi kecelakaan itu terulang kembali,” kata Syaharuddin meneruskan arahan Kepala KSOP Tarakan Letkol Marinir Abdul Rahman.

Syaharuddin menegaskan, khususnya juragan atau nakhoda speedboat untuk menjaga kesehatan dan pastikan kondisi fit dan baik sebelum membawa kapal berlayar. Dan juga pastikan kapal selalu dalam keadaan laik laut.

“Nakhoda maupun ABK kapal harus memastikan jumlah penumpang harus sesuai kapasitas angkut dan terdaftar dalam manifes muatan. Apabila saya mengetahui ada dari awal kapal mengkonsumsi narkoba dan sejenis lainnya maka dapat saya pastikan surat kecakapannya akan saya cabut, sehingga tidak akan bekerja lagi di atas kapal dan akan saya teruskan untuk diproses hukum,” tegasnya.

Adapun persoalan, segala pembenahan khususnya di dermaga Pelabuhan Tengkayu I Tarakan terus dilakukan. “Sebelumnya ada rekomendasi KNKT sejak tragedi terbaliknya dua speedboat itu. Dan sudah sebagian dijalankan. Dan semuanya membutuhkan waktu, bukan hanya di Tarakan tapi di wilayah Kaltara lainnya,” ungkap Syaharuddin.

Adapun upaya yang dilakukan, seperti melakukan pelatihan untuk meningkatkan keselamatan yang dilakukan bersama dengan Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar  dan Dinas  Perhubungan Provinsi.

“Kami bersama Dishub Tarakan sudah merekrut kurang lebih 200 orang untuk dididik di PIP Makassar guna mendapatkan sertifikat keterampilan laut. Itu upaya-upaya kami yang sudah kami lakukan di Tarakan. Bahkan itu sudah dilakukan penambahan lagi 200 orang,” bebernya.

“Kami meminta kepada nakhoda apabila merasa tidak sehat mending untuk tidak berlayar. Karena, nakhoda memiliki tanggung jawab yang besar bagi penumpangnya,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kaltara Norhayati Andris mengatakan tragedi kecelakaan speedboat  di perairan Desa Sengkong, Kecamatan Sesayap Ilir, Tana Tidung membuktikan lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Enam korban jiwa menambah catatan buruk transportasi kita. Padahal belum lama speedboat terbalik di Tanjung Selor, juga menelan korban jiwa,” ungkapnya.

Menurutnya kecelakaan yang baru saja terjadi itu harus ditetapkan sebagai kejadian luar biasa. Sehingga pemerintah lebih serius dalam melakukan pembenahan transportasi air.

“Sepertinya ada sistem keselamatan transportasi angkutan sungai dan laut ini yang belum maksimal pembenahannya. Menurut saya ini harus dipikirkan secara serius, jangan sampai ini dianggap kecelakaan biasa, atau sebuah kekhilafan dari pihak nakhoda,” ujarnya.

Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie meminta kepada seluruh jajaran pemerintahan, melalui Dinas Perhubungan (Dishub) agar dibuat edaran kepada semua pengelola pelabuhan.

“Intinya, harus semakin profesional dalam pengawasan. Apa saja yang menjadi poin penting untuk keselamatan penumpang,” kata Irianto.

Untuk kesekian kalinya, Irianto kembali menekankan soal pentingnya kedisiplinan. Termasuk dalam hal mematuhi aturan-aturan keselamatan transportasi. “Tak hanya pemerintah atau petugas, kedisplinan juga harus dijalankan oleh para pekerja yang mengendalikan speedboat. Termasuk oleh masyarakat atau penumpangnya sendiri,” jelasnya.

Dikatakan, kedisiplinan diawali oleh profesionalisme dalam pengelolaan. Baik pengelolaan di pelabuhan, maupun pengelolaan kapal cepat. “Sekali lagi, saya minta kepada Dishub sebagai motor dalam pengelolaan pelabuhan untuk menjadikan peristiwa ini menjadi perhatian penuh,” imbuhnya.

Sempat muncul wacana pemerintah, sebagai alternatif lain, jalur darat dengan rencana membangun jembatan Bulungan-Tarakan (Bulan). Namun realisasi jembatan itu bakal lama. Belum lagi kondisi anggaran pemerintah saat ini.

 

Ketua RT 13 Kelurahan Karang Harapan Syamsuddin mendukung wacana itu. Warganya turut mengawal rencana itu.

“Apa-apa susah. Kami di sini harus menyeberang lagi ke Tarakan. Dan itu membutuhkan waktu yang cukup lama juga,” ujarnya.

Jika Jembatan Bulan dibangun, maka akses bagi warganya menjadi terbuka. Menempuh perjalanan darat untuk keperluan seperti membeli peralatan atau sembako. Pun dengan mobilitas anak-anak mereka menempuh pendidikan.

Karena banyak yang membeli kendaraan roda dua tetapi hanya bisa dititipkan saja, dan tetap menggunakan perahu kecil untuk sampai kembali ke Pulau Sadau.

“Jadi kalau sudah ada Jembatan Bulan, kami bisa sudah membawa kendaraan. Semuanya jadi tidak perlu repot-repot lagi,” ungkapnya.

Novia, warga Kelurahan Karang Anyar sering berpergian ke luar Kota Tarakan menempuh jalur laut.

“Saya sering ke luar kota terkait pekerjaan, jadi selalu naik speedboat. Syukur tidak pernah tertimpa musibah,” ungkapnya.

Walau begitu, mendengar kabar kecelakaan laut yang kembali terulang membuatnya khawatir. Apalagi kejadian itu bukan yang pertama dan terus terulang dan menelan korban jiwa.

“Waktu dengar ada kecelakaan speed saja sudah takut, apalagi ini terulang kembali. Kalau naik pesawat, sulit untuk dapat tiket. Karena selalu penuh,” ucapnya.

“Ini memang sudah seharusnya dievaluasi, apalagi kejadiannya berulang. Jangan sampai terjadi lagilah,” urainya. (eru/*/naa/*/shy/lim)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 12:13

DPRD Sebut Oke Telah Diakomodir

TARAKAN - Setelah ditetapkan dan disetujui anggaran pendapatan belanja daerah…

Jumat, 07 Desember 2018 12:12

Ditabrak Tongkang, Dermaga Polair Putus

TARAKAN– Dermaga milik Direktorat Polisi Perairan (Polair) Polda Kaltara putus…

Jumat, 07 Desember 2018 12:10

Ratusan Goweser Ikut Ambil Bagian

TARAKAN – Mendekati hari pelaksanaan Jambore Sepeda dan XC Race…

Jumat, 07 Desember 2018 12:10

Belum Ada Pengajuan Penangguhan

TARAKAN – Setelah penetapan akhir upah minimum kota (UMK) Tarakan…

Jumat, 07 Desember 2018 12:08

Penuhi Kebutuhan Dokter dengan Beasiswa

TARAKAN – Upaya untuk memenuhi kebutuhan akan dokter di Kalimantan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:50

Bukti SMS Silaban Bertransaksi

TARAKAN - Oknum polisi yang duduk di kursi pesakitan yaitu…

Jumat, 07 Desember 2018 11:48

Tes Urine, Personel Polres Tarakan Negatif

TARAKAN - Sejumlah personel dari Satreskrim, Satreskoba dan Satintelkam Polres…

Jumat, 07 Desember 2018 11:07

Pembangunan Mangkrak Delapan Tahun

TARAKAN – Pembangunan pos pelayanan terpadu (posyandu) yang dirancang dua…

Jumat, 07 Desember 2018 11:05

Sebelum Kerja Sempatkan Baca Koran

Selain mendapatkan informasi terbaru pembaca juga diberi kesempatan berbelanja sepuasnya.…

Jumat, 07 Desember 2018 10:35

BBREAKING NEWS! Tembok Ambruk Saat Hujan Deras

TARAKAN- Hujan yang mengguyur Kota Tarakan sejak dini hari, menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .