MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA
Minggu, 03 Juni 2018 16:21
Hubungan NATO dan Uni Eropa
Anandam Hayundaka. FOTO: DOKUMENTASI PRIBADI

PROKAL.CO, Oleh: Anandam Hayundaka

Mahasiswa Hubungan Internasional UMY

BERAKHIRNYA perang dunia II bukan berarti keamanan, perdamaian dan ketertiban dunia internasional langsung tercipta begitu saja. Keterlibatan dua negara besar yaitu Uni Soviet dan Amerika Serika dalam dan pasca perang dunia II membuat negara superpower tersebut mendominasi arena politik internasional yang dengan cepat menyebarkan paham-paham dan ideologinya masing-masing. Amerika dengan ideologil, dan Uni Soviet dengan komunisnya.

Dengan adanya kedua negara superpower yang mendominasi peta perpolitikan dunia pada saat itu, muncul fenomena perang yang terjadi yaitu perang dingin yang dilakukan antara Uni Soviet dan Amerika Serikat. Untuk mengenal lebih jauh mengenai NATO dan hubungannya terhadap negara-negara di Eropa, di dalam artikel ini, penulis akan memaparkan sejarah dan tujuan NATO, dan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan hubungan NATO-Uni Eropa sebagai inti pembahasan artikel ini, dan kemudian akan diakhiri dengan kesimpulan.

Sebagai pendahuluan dalam tulisan ini, alangkah lebih baik penulis sedikit memaparkan mengenai NATO agar pembaca mengetahui secara umum mengenai NATO. NATO secara resmi dibentuk pada 4 April 1949 melalui Perjanjian Washington dan terdapat 12 negara penggagas berdirinya organisasi tersebut dengan Amerika sebagai ‘panglima’. Tujuan dibentuknya NATO pada awalnya yaitu untuk menangkal persebaran kekuatan dan faham komunis dari Uni Soviet serta menjalin hubungan yang kuat antara Amerika dengan negara Eropa Barat. Namun setelah perang dingin berakhir yang ditandai runtuhnya Uni Soviet, NATO memperluas tujuannya yaitu untuk menciptakan kedamaian dan keamanan dunia.

Setelah berakhirnya perang dingin, NATO berfokus pada keamanan regional Eropa terhadap munculnya ancaman baru seperti terorisme dan perang. Dengan adanya kerja sama tersebut, diharapkan NATO dan Uni Eropa dapat bersama-sama menanggulangi dam memecahkan masalah isu-isu yang berkaitan dengan keamanan. Hal tersebut menjadikan alasan mengapa NATO masih dibutuhkan oleh Eropa. Keduanya ‘disatukan’ dalam suatu deklarasi kebijakan antara dua organisasi regional tersebut. EU-NATO Declaration on European Security and Defence Policy yang ditandatangani di Brussel, 16 Desember 2002, disebutkan bahwa terdapat tiga tujuan kerja sama antara Uni Eropa dengan NATO yaitu, pertama Uni Eropa akan memastikan kemungkinan keterlibatan penuh dari para anggota non-Uni Eropa dalam ESDP. Kedua, NATO akan mendukung ESDP. Ketiga, kedua organisasi saling memperkuat hubungan kerja sama mereka.

Selain itu, dukungan secara moril dan meteril dari Amerika Serikat terhadap NATO membuat Uni Eropa masih membutuhkan kerja sama dengan NATO dalam bidang keamanan. Terdapat 3 fungsi utama Amerika Serikat beraliansi dengan NATO. Pertama, anggota NATO bukan hanya aliansi sementara saja. Namun aliansi yang dapat bertahan di dalam segala macam situasi. Kedua, NATO berperan penting dalam mengukuhkan legitimasi kebijakan luar negeri Amerika Serikat dalam melakukan serangkaian intervensi militer pada negara-negara yang sedang konflik pada kawasan manapun di dunia. Ketiga, adalah NATO yang mana negara-negaranya merupakan penyumbang besar Gross Domestic Product (GDP).

Di sisi lain, persenjataan dan militer Amerika Serikat yang kuat dan memadai menjadi salah satu faktor yang membuat Uni Eropa masih membutuhkan NATO. Pada akhirnya, Uni Eropa masih membutuhkan NATO atau lebih tepatnya peran Amerika Serikat untuk membantu menjaga pertahanan dan keamanan wilayah Uni Eropa.

Kesimpulan dalam tulisan ini adalah, dalam bidang keamanan dan militer, Uni Eropa tidak bisa lepas dari pengaruh NATO, karena dengan adanya faktor sejarah yang mengikat keduanya. Eropa sendiri walaupun memiliki perkembangan ekonomi yang baik, dan militer-keamanan yang didominasi oleh Inggris dan Perancis, namun hal tersebut masih belum sebanding dengan Amerika Serikat yang mana dalam bidang perekonomian dan militer jauh lebih maju daripada Uni Eropa. Bergantunganya Uni Eropa dengan NATO dalam bidang militer-keamanan pada saat ini tidak lain untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan perdamaian antar negara anggota NATO yang khususnya berada di wilayah Atlantik-Eropa. Hal itu diperkuat dengan ditandatangainya perjanjian EU-NATO Declaration on European Security and Defence Policy, di Brussel, 16 Desember 2002. (*/eza)

 


BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .