MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 01 Juni 2018 21:25
Mesin Kapal Penumpang Akan Diganti

KNKT Garap Permen Khusus

MULAI PADAT: Arus penumpang di Pelabuhan SDF Tarakan, dua hari lalu. FOTO: JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, JAKARTA – Kecelakaan laut di Indonesia hingga kini masih kerap terjadi. Khusus di Kalimantan Utara (Kaltara), sedikitnya ada tiga kejadian besar yang merenggut banyak korban jiwa sejak 2017.

sepekan terakhir ini, sedikitnya ada sembilan laka laut yang ditangani Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), itu terjadi di Banjarmasin, Palembang, dan beberapa daerah lainnya. Ketua KNKT Dr. Ir. Soerjanto Tjahjono mengatakan, untuk mengatur masalah pelayaran itu, saat ini pihaknya sedang menggodok atau mendiskusikan regulasi baru. Tentunya penetapan regulasi itu akan disesuaikan dengan evaluasi yang dilakukan selama ini. 

“Sekarang ini kami sedang mereview aturan-aturan untuk speedboat. Nanti akan ada dikeluarkan peraturan menteri baru, khusus speedboat. Baik yang beroperasi di sungai maupun di laut,” ungkap Soerjanto kepada Radar Tarakan, Kamis (31/5).

Dalam aturan itu nanti, kata Soerjanto, akan lebih ditegaskan masalah pengawasan dan sistem pengoperasiannya, baik yang di laut maupun di sungai. Termasuk juga penggunaan mesin peralatan yang ada di mesin harus ditetapkan seperti apa.

Khusus regulasi pelayaran di Kaltara, Soerjanto mengatakan jika bercermin dari kejadian di Sungai Kayan, Tanjung Selor pada 1 Januari 2018, tidak ada bodi kapal cepat yang pecah. Artinya, jika berbicara masalah bahan yang digunakan untuk bodi armada itu tidak ada masalah. Menggunakan fiber atau aluminium sama saja.

“Yang diperlukan kebersihan sungai. Jika sungainya kotor, mau menggunakan bodi dari bahan apa saja, potensi speedboat terbalik itu tetap ada. Karena limbah kayu juga susah dilihat,” sebutnya.

Permen yang rencananya ingin dibentuk dalam waktu dekat ini tidak hanya mengatur lalu lintas perairan di provinsi termuda Indonesia ini, melainkan sebagai regulasi serta solusi untuk mengatasi persoalan laka laut di seluruh Indonesia.

Tindakan yang dilakukan khusus untuk kejadian di Kaltara, Soerjanto mengatakan, sejauh ini pihaknya belum berkomunikasi lebih jauh dengan pihak terkait di daerah. Sementara ini pihaknya masih melakukan diskusi di Banjarmasin, karena ada kejadian yang ditangani di sana. Termasuk juga menangani masalah angkutan Lebaran.

“Fokus kami sekarang ini masih terbagi. Kemungkinan setelah lebaran baru kembali fokus mengurusi masalah ini (pembentukan permen khusus speedboat),” sebutnya.

Ada beberapa hal yang diatur dalam permen baru itu, di antaranya masalah kecepatan. Pada angkutan di sungai berbeda dengan di laut. Selain itu, juga mengenai penggunaan mesin, pihaknya menyarankan untuk menggunakan mesin diesel.

“Speedboat yang memuat penumpang 12 orang ke atas akan kami sarankan menggunakan mesin diesel. Karena jika menggunakan mesin tempel takut terbakar kalau beberapa kali bolak-balik. Karena dia menggunakan bahan bakan bensin,” katanya.

Pastinya untuk kepastiannya lebih detail akan dilihat setelah Lebaran ini. Untuk sekarang belum dapat dipastikan lebih jauh seperti apa bayangan lebih spesifik dari payung hukum yang akan ditetapkan khusus untuk speedboat tersebut.

“Nanti kami konfirmasi lagi setelah Lebaran. Karena kami baru akan fokus membahas itu setelah Lebaran,” urainya.

Sementara itu Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Partroli Syaharuddin pada Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan enggan berkomentar ketika  ditanyakan terkait Permen khusus speedboat. Yang nantinya akan mengatur speedboat mulai dari mesin yang digunakan sampai soal kebersihan sungai.

No comment,” singkatnya.

Selain itu juga, adapun pemeriksaan kapal usai musibah kecelakaan speedboat Harapan Baru Express hingga saat ini masih dalam tahap pemeriksaan. “Saat ini saya lagi di Jakarta, Minggu baru balik. Kami akan cek untuk saat ini belum ada,” imbuhnya. (iwk/lim) 


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 09:56

PPPK Menanti Kebijakan Pemimpin Baru

TARAKAN - Pemerintah pusat kembali mengeluarkan pernyataan bakal membuka lagi…

Senin, 10 Desember 2018 09:55

Dari Sepeda Mengenal Negara Lain dan Banyak Komunitas

Olahraga dapat menjadi hobi yang sehat bagi penikmatnya. Selain sehat…

Senin, 10 Desember 2018 09:53

Saling Susul di Rute Sepanjang 26 Km

TARAKAN - Sebanyak 180 goweser ikut berpartisipasi dalam Jambore Sepeda,…

Senin, 10 Desember 2018 09:52

Masih Ada Pengundian Sekali Lagi

TARAKAN - Surat kabar harian (SKH) Radar Tarakan dan Sinar…

Senin, 10 Desember 2018 09:50

Pengusaha Bertarung dengan Upah Tinggi

BESARNYA ketentuan upah di Kota Tarakan membuat para pengusaha harus…

Senin, 10 Desember 2018 09:30

Ada Sekolah, Tak Ada Jalan Utama

TARAKAN - Ketua RT 66, Kelurahan Karang Anyar, Saimun mengatakan,…

Senin, 10 Desember 2018 09:04

Barat dan Utara Rawan Longsor

TARAKAN – Masyarakat patut waspada seiring intensitas hujan yang tinggi.…

Senin, 10 Desember 2018 09:01

HUT, Tetap Mengundang Artis

TARAKAN – Hari Ulang Tahun ke-21 Kota Tarakan yang jatuh…

Senin, 10 Desember 2018 08:59

Jarak Pandang Terbatas, Speedboat Kandas

CUACA buruk juga berdampak pada pelayaran, kemarin (7/12). Sebuah speedboat…

Senin, 10 Desember 2018 08:57

Tidak Melapor atau Terlambat Bayar, Sanksi Menanti

TARAKAN – Pencapaian Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tarakan per…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .