MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 01 Juni 2018 21:25
Mesin Kapal Penumpang Akan Diganti

KNKT Garap Permen Khusus

MULAI PADAT: Arus penumpang di Pelabuhan SDF Tarakan, dua hari lalu. FOTO: JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, JAKARTA – Kecelakaan laut di Indonesia hingga kini masih kerap terjadi. Khusus di Kalimantan Utara (Kaltara), sedikitnya ada tiga kejadian besar yang merenggut banyak korban jiwa sejak 2017.

sepekan terakhir ini, sedikitnya ada sembilan laka laut yang ditangani Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), itu terjadi di Banjarmasin, Palembang, dan beberapa daerah lainnya. Ketua KNKT Dr. Ir. Soerjanto Tjahjono mengatakan, untuk mengatur masalah pelayaran itu, saat ini pihaknya sedang menggodok atau mendiskusikan regulasi baru. Tentunya penetapan regulasi itu akan disesuaikan dengan evaluasi yang dilakukan selama ini. 

“Sekarang ini kami sedang mereview aturan-aturan untuk speedboat. Nanti akan ada dikeluarkan peraturan menteri baru, khusus speedboat. Baik yang beroperasi di sungai maupun di laut,” ungkap Soerjanto kepada Radar Tarakan, Kamis (31/5).

Dalam aturan itu nanti, kata Soerjanto, akan lebih ditegaskan masalah pengawasan dan sistem pengoperasiannya, baik yang di laut maupun di sungai. Termasuk juga penggunaan mesin peralatan yang ada di mesin harus ditetapkan seperti apa.

Khusus regulasi pelayaran di Kaltara, Soerjanto mengatakan jika bercermin dari kejadian di Sungai Kayan, Tanjung Selor pada 1 Januari 2018, tidak ada bodi kapal cepat yang pecah. Artinya, jika berbicara masalah bahan yang digunakan untuk bodi armada itu tidak ada masalah. Menggunakan fiber atau aluminium sama saja.

“Yang diperlukan kebersihan sungai. Jika sungainya kotor, mau menggunakan bodi dari bahan apa saja, potensi speedboat terbalik itu tetap ada. Karena limbah kayu juga susah dilihat,” sebutnya.

Permen yang rencananya ingin dibentuk dalam waktu dekat ini tidak hanya mengatur lalu lintas perairan di provinsi termuda Indonesia ini, melainkan sebagai regulasi serta solusi untuk mengatasi persoalan laka laut di seluruh Indonesia.

Tindakan yang dilakukan khusus untuk kejadian di Kaltara, Soerjanto mengatakan, sejauh ini pihaknya belum berkomunikasi lebih jauh dengan pihak terkait di daerah. Sementara ini pihaknya masih melakukan diskusi di Banjarmasin, karena ada kejadian yang ditangani di sana. Termasuk juga menangani masalah angkutan Lebaran.

“Fokus kami sekarang ini masih terbagi. Kemungkinan setelah lebaran baru kembali fokus mengurusi masalah ini (pembentukan permen khusus speedboat),” sebutnya.

Ada beberapa hal yang diatur dalam permen baru itu, di antaranya masalah kecepatan. Pada angkutan di sungai berbeda dengan di laut. Selain itu, juga mengenai penggunaan mesin, pihaknya menyarankan untuk menggunakan mesin diesel.

“Speedboat yang memuat penumpang 12 orang ke atas akan kami sarankan menggunakan mesin diesel. Karena jika menggunakan mesin tempel takut terbakar kalau beberapa kali bolak-balik. Karena dia menggunakan bahan bakan bensin,” katanya.

Pastinya untuk kepastiannya lebih detail akan dilihat setelah Lebaran ini. Untuk sekarang belum dapat dipastikan lebih jauh seperti apa bayangan lebih spesifik dari payung hukum yang akan ditetapkan khusus untuk speedboat tersebut.

“Nanti kami konfirmasi lagi setelah Lebaran. Karena kami baru akan fokus membahas itu setelah Lebaran,” urainya.

Sementara itu Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Partroli Syaharuddin pada Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan enggan berkomentar ketika  ditanyakan terkait Permen khusus speedboat. Yang nantinya akan mengatur speedboat mulai dari mesin yang digunakan sampai soal kebersihan sungai.

No comment,” singkatnya.

Selain itu juga, adapun pemeriksaan kapal usai musibah kecelakaan speedboat Harapan Baru Express hingga saat ini masih dalam tahap pemeriksaan. “Saat ini saya lagi di Jakarta, Minggu baru balik. Kami akan cek untuk saat ini belum ada,” imbuhnya. (iwk/lim) 


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:37

ITCC Kirim 34 Pelajar Kaltara ke Tiongkok

TARAKAN - Kejarlah ilmu sampai ke Negeri Cina. Ya, pepatah ini kerap kali menjadi tolok ukur seorang…

Jumat, 21 September 2018 11:35

Minim Anggaran, Cuma Periksa Kotoran

TARAKAN - Tiga ekor beruang madu di dua kandang besi di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 11:33

Dorong Peningkatan Vokasi

PENYEDIAAN lapangan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang dimiliki masih menimbulkan pertanyaan,…

Jumat, 21 September 2018 10:52

200 Orang Asing Kerja di Kaltara

TARAKAN - Pengawasan orang asing atau warga negara asing (WNA) di Kota Tarakan saat ini melibatkan berbagai…

Jumat, 21 September 2018 10:51

Penantian Bertahun-tahun Akhirnya Terjawab

TARAKAN – Bertahun-tahun menantikan perbaikan, akhirnya jembatan di Gang Tudai RT 17, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 10:46

Desember, XC Race dan Jambore Sepeda

TARAKAN – Persiapan pelaksanaan XC race dan jambore sepeda terus berjalan, yang terbaru kini sudah…

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…

Kamis, 20 September 2018 12:56

SK Pemberhentian Sudah Ditandatangani

TARAKAN — Upaya  Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat untuk bisa lolos sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .