MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 31 Mei 2018 13:29
Kapal Cepat yang Karam
Kerangka Rusak Berat, Sulit Dibawa ke Darat
TAK LAYAK: Petugas KSOP Tarakan mengamankan 6 buah life jacket tak layak pakai dari hasil pengawasan speedboat di Pelabuhan Tengkayu 1 Tarakan, Selasa (29/5). JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli pada Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan Syaharuddin mengungkapkan jika kerangka kapal cepat Harapan Baru Express sangat sulit dan tidak memungkinkan untuk dibawa ke darat demi kepentingan pemeriksaan.

“Kerangka speedboat memang tidak bisa ditarik, karena sudah rusak parah. Sehingga hanya mesin kapal saja yang dibawa agar tidak hilang karena dijadikan barang bukti (BB),” ungkap Syaharuddin.

Selain pemeriksaan terhadap kapal, Syaharuddin juga menegaskan jika pihaknya masih mencari keterangan saksi-saksi. Terutama terhadap keterangan penumpang yang selamat dari kecelakaan. Hanya, terkendala dengan alamat penumpang dan beberapa penumpang luka masih belum sembuh total.

“Dua awak kapalnya masih dalam kondisi sakit. Sementara kami hanya baru periksa satu ABK saja. Saya sudah perintahkan juga untuk mencari satu penumpang yang memang bisa dimintai keterangan. Namun kami belum menemui alamatnya. Dan kami secepatnya akan bekerja sama dengan agen. Penumpang yang bias kami mintai saksi yang memang mengetahui kronologis pada waktu itu,” bebernya.

Seiring berjalannya pemeriksaan, Syaharuddin juga mengungkapkan juka KSOP terus berupaya untuk meminimalisir kecelakaan-kecelakaan di laut dengan melakukan pelatihan dan pemeriksaan terhadap kapal, nakhoda, ABK serta alat keselamatan. “Ada sepuluh speedboat yang kami periksa. terkait dengan alat pengamanan penumpang yakni life buoy. Yang digunakan untuk ketika ada orang jatuh ke laut maupun dengan life jacket yang digunakan oleh penumpang ketika berangkat,” jelasnya.

Dalam pemeriksaannya itu, Syaharuddin menguji satu per satu nahkoda maupun ABK.

“Ternyata mereka membutuhkan waktu itu lima menit untuk bisa membuka ikatan. Tapi, saya meminta mereka untuk membuka tali ikatan itu hanya dalam waktu satu menit. Dan itu sudah paling lama untuk bisa menolong orang yang jatuh,” bebernya.

Dengan begitu, Syaharuddin pun mengimbau kepada pemilik kapal untuk tidak mengikat mati life buoy dengan alasan takut terbang atau hilang.

“Makanya difungsikan awak kapal untuk menjaga kapal dan peralatan. Sehingga nanti kalau ada emergency dapat digunakan sesegera mungkin,” ujarnya.

Bahkan Syahruddin juga tak segan-segan untuk mengingatkan kepada nahkoda soal tata cara penyusunan muatan yang baik. Untuk selalu mengontrol nahkoda agar bisa menata barang penumpang dengan baik. “Yang mengetahui kondisi kapal baik kemiringan itu adalah si nahkoda. Karena dia yang mengetahui karakteristik kapal. Dan itu yang selalu saya tekankan ke mereka karena di tangan nakhoda, nyawa-nyawa para penumpang dipertaruhkan,” terangnya. (eru/lim)


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 12:57

Nakhoda TB Fortunsius Diduga Lalai

TARAKAN – Kasus tenggelamnya Tugboat (TB) Fortunsius pada 12 November…

Senin, 10 Desember 2018 12:55

Herdiansyah Sempat Pinjam Uang Rp 100 Juta

TARAKAN – Sidang lanjutan dugaan korupsi pengadaan bahan ajar di…

Senin, 10 Desember 2018 09:56

PPPK Menanti Kebijakan Pemimpin Baru

TARAKAN - Pemerintah pusat kembali mengeluarkan pernyataan bakal membuka lagi…

Senin, 10 Desember 2018 09:55

Dari Sepeda Mengenal Negara Lain dan Banyak Komunitas

Olahraga dapat menjadi hobi yang sehat bagi penikmatnya. Selain sehat…

Senin, 10 Desember 2018 09:53

Saling Susul di Rute Sepanjang 26 Km

TARAKAN - Sebanyak 180 goweser ikut berpartisipasi dalam Jambore Sepeda,…

Senin, 10 Desember 2018 09:52

Masih Ada Pengundian Sekali Lagi

TARAKAN - Surat kabar harian (SKH) Radar Tarakan dan Sinar…

Senin, 10 Desember 2018 09:50

Pengusaha Bertarung dengan Upah Tinggi

BESARNYA ketentuan upah di Kota Tarakan membuat para pengusaha harus…

Senin, 10 Desember 2018 09:30

Ada Sekolah, Tak Ada Jalan Utama

TARAKAN - Ketua RT 66, Kelurahan Karang Anyar, Saimun mengatakan,…

Senin, 10 Desember 2018 09:04

Barat dan Utara Rawan Longsor

TARAKAN – Masyarakat patut waspada seiring intensitas hujan yang tinggi.…

Senin, 10 Desember 2018 09:01

HUT, Tetap Mengundang Artis

TARAKAN – Hari Ulang Tahun ke-21 Kota Tarakan yang jatuh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .