MANAGED BY:
SELASA
26 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 31 Mei 2018 13:29
Kapal Cepat yang Karam
Kerangka Rusak Berat, Sulit Dibawa ke Darat
TAK LAYAK: Petugas KSOP Tarakan mengamankan 6 buah life jacket tak layak pakai dari hasil pengawasan speedboat di Pelabuhan Tengkayu 1 Tarakan, Selasa (29/5). JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli pada Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan Syaharuddin mengungkapkan jika kerangka kapal cepat Harapan Baru Express sangat sulit dan tidak memungkinkan untuk dibawa ke darat demi kepentingan pemeriksaan.

“Kerangka speedboat memang tidak bisa ditarik, karena sudah rusak parah. Sehingga hanya mesin kapal saja yang dibawa agar tidak hilang karena dijadikan barang bukti (BB),” ungkap Syaharuddin.

Selain pemeriksaan terhadap kapal, Syaharuddin juga menegaskan jika pihaknya masih mencari keterangan saksi-saksi. Terutama terhadap keterangan penumpang yang selamat dari kecelakaan. Hanya, terkendala dengan alamat penumpang dan beberapa penumpang luka masih belum sembuh total.

“Dua awak kapalnya masih dalam kondisi sakit. Sementara kami hanya baru periksa satu ABK saja. Saya sudah perintahkan juga untuk mencari satu penumpang yang memang bisa dimintai keterangan. Namun kami belum menemui alamatnya. Dan kami secepatnya akan bekerja sama dengan agen. Penumpang yang bias kami mintai saksi yang memang mengetahui kronologis pada waktu itu,” bebernya.

Seiring berjalannya pemeriksaan, Syaharuddin juga mengungkapkan juka KSOP terus berupaya untuk meminimalisir kecelakaan-kecelakaan di laut dengan melakukan pelatihan dan pemeriksaan terhadap kapal, nakhoda, ABK serta alat keselamatan. “Ada sepuluh speedboat yang kami periksa. terkait dengan alat pengamanan penumpang yakni life buoy. Yang digunakan untuk ketika ada orang jatuh ke laut maupun dengan life jacket yang digunakan oleh penumpang ketika berangkat,” jelasnya.

Dalam pemeriksaannya itu, Syaharuddin menguji satu per satu nahkoda maupun ABK.

“Ternyata mereka membutuhkan waktu itu lima menit untuk bisa membuka ikatan. Tapi, saya meminta mereka untuk membuka tali ikatan itu hanya dalam waktu satu menit. Dan itu sudah paling lama untuk bisa menolong orang yang jatuh,” bebernya.

Dengan begitu, Syaharuddin pun mengimbau kepada pemilik kapal untuk tidak mengikat mati life buoy dengan alasan takut terbang atau hilang.

“Makanya difungsikan awak kapal untuk menjaga kapal dan peralatan. Sehingga nanti kalau ada emergency dapat digunakan sesegera mungkin,” ujarnya.

Bahkan Syahruddin juga tak segan-segan untuk mengingatkan kepada nahkoda soal tata cara penyusunan muatan yang baik. Untuk selalu mengontrol nahkoda agar bisa menata barang penumpang dengan baik. “Yang mengetahui kondisi kapal baik kemiringan itu adalah si nahkoda. Karena dia yang mengetahui karakteristik kapal. Dan itu yang selalu saya tekankan ke mereka karena di tangan nakhoda, nyawa-nyawa para penumpang dipertaruhkan,” terangnya. (eru/lim)


BACA JUGA

Senin, 25 Juni 2018 23:04

Ringgit di Teras Utara

Ringgit tak bisa dilepaskan dari masyarakat Pulau Sebatik, di ujung Utara Provinsi Kalimantan Utara.…

Senin, 25 Juni 2018 14:52

Jangan Menggadai Harga Dirimu!

Kontestasi Pilkada seharusnya menjadi ajang dan kompetisi yang sehat. Pemimpin yang bersih tak menghalalkan…

Senin, 25 Juni 2018 14:42

Dugaan Money Politic Harus Dibuktikan

KEPADA Radar Tarakan, tim pemenangan pasangan calon nomor urut 1 Herman mengatakan, bahwa pihaknya berkomitmen…

Senin, 25 Juni 2018 14:28

Sofian Raga Kembali Bertugas

USAI pelaksanaan masa kampanye ini, Ir. Sofian Raga harus kembali menjalankan tugasnya sebagai Wali…

Senin, 25 Juni 2018 14:24

Animo Tinggi, Buka Pelayanan Tambahan Dua Hari

TARAKAN – Tingginya animo masyarakat yang melakukan perekaman KTP elektronik dan legalisir kartu…

Senin, 25 Juni 2018 13:38

Nikmati Indahnya Air Terjun Setinggi 17 Meter

PENAT sama sibuknya suasana perkotaan serta tugas yang menumpuk yuk refreshing ke Air Terjun Sulok.…

Senin, 25 Juni 2018 13:36

Kuota Keluarga Miskin Cenderung Sepi

TARAKAN - Memasuki hari kedua atau hari terakhir penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk jalur prestasi…

Minggu, 24 Juni 2018 00:19

Masing-Masing TPS Diawasi Bawaslu

TARAKAN – Sebanyak 300 pengawas tempat pemungutan suara (TPS) akan disebar di Kota Tarakan. Untuk…

Sabtu, 23 Juni 2018 12:47

Gowes Santai Usai Ramadan

TARAKAN - Goweser Bumi Paguntaka diharapkan kehadirannya dalam kegiatan gowes yang dilaksanakan pada…

Sabtu, 23 Juni 2018 12:39

Gowes Santai Usai Ramadan

TARAKAN - Goweser Bumi Paguntaka diharapkan kehadirannya dalam kegiatan gowes yang dilaksanakan pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .