MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 31 Mei 2018 13:29
Kapal Cepat yang Karam
Kerangka Rusak Berat, Sulit Dibawa ke Darat
TAK LAYAK: Petugas KSOP Tarakan mengamankan 6 buah life jacket tak layak pakai dari hasil pengawasan speedboat di Pelabuhan Tengkayu 1 Tarakan, Selasa (29/5). JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli pada Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan Syaharuddin mengungkapkan jika kerangka kapal cepat Harapan Baru Express sangat sulit dan tidak memungkinkan untuk dibawa ke darat demi kepentingan pemeriksaan.

“Kerangka speedboat memang tidak bisa ditarik, karena sudah rusak parah. Sehingga hanya mesin kapal saja yang dibawa agar tidak hilang karena dijadikan barang bukti (BB),” ungkap Syaharuddin.

Selain pemeriksaan terhadap kapal, Syaharuddin juga menegaskan jika pihaknya masih mencari keterangan saksi-saksi. Terutama terhadap keterangan penumpang yang selamat dari kecelakaan. Hanya, terkendala dengan alamat penumpang dan beberapa penumpang luka masih belum sembuh total.

“Dua awak kapalnya masih dalam kondisi sakit. Sementara kami hanya baru periksa satu ABK saja. Saya sudah perintahkan juga untuk mencari satu penumpang yang memang bisa dimintai keterangan. Namun kami belum menemui alamatnya. Dan kami secepatnya akan bekerja sama dengan agen. Penumpang yang bias kami mintai saksi yang memang mengetahui kronologis pada waktu itu,” bebernya.

Seiring berjalannya pemeriksaan, Syaharuddin juga mengungkapkan juka KSOP terus berupaya untuk meminimalisir kecelakaan-kecelakaan di laut dengan melakukan pelatihan dan pemeriksaan terhadap kapal, nakhoda, ABK serta alat keselamatan. “Ada sepuluh speedboat yang kami periksa. terkait dengan alat pengamanan penumpang yakni life buoy. Yang digunakan untuk ketika ada orang jatuh ke laut maupun dengan life jacket yang digunakan oleh penumpang ketika berangkat,” jelasnya.

Dalam pemeriksaannya itu, Syaharuddin menguji satu per satu nahkoda maupun ABK.

“Ternyata mereka membutuhkan waktu itu lima menit untuk bisa membuka ikatan. Tapi, saya meminta mereka untuk membuka tali ikatan itu hanya dalam waktu satu menit. Dan itu sudah paling lama untuk bisa menolong orang yang jatuh,” bebernya.

Dengan begitu, Syaharuddin pun mengimbau kepada pemilik kapal untuk tidak mengikat mati life buoy dengan alasan takut terbang atau hilang.

“Makanya difungsikan awak kapal untuk menjaga kapal dan peralatan. Sehingga nanti kalau ada emergency dapat digunakan sesegera mungkin,” ujarnya.

Bahkan Syahruddin juga tak segan-segan untuk mengingatkan kepada nahkoda soal tata cara penyusunan muatan yang baik. Untuk selalu mengontrol nahkoda agar bisa menata barang penumpang dengan baik. “Yang mengetahui kondisi kapal baik kemiringan itu adalah si nahkoda. Karena dia yang mengetahui karakteristik kapal. Dan itu yang selalu saya tekankan ke mereka karena di tangan nakhoda, nyawa-nyawa para penumpang dipertaruhkan,” terangnya. (eru/lim)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:37

ITCC Kirim 34 Pelajar Kaltara ke Tiongkok

TARAKAN - Kejarlah ilmu sampai ke Negeri Cina. Ya, pepatah ini kerap kali menjadi tolok ukur seorang…

Jumat, 21 September 2018 11:35

Minim Anggaran, Cuma Periksa Kotoran

TARAKAN - Tiga ekor beruang madu di dua kandang besi di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 11:33

Dorong Peningkatan Vokasi

PENYEDIAAN lapangan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang dimiliki masih menimbulkan pertanyaan,…

Jumat, 21 September 2018 11:32

Hujan Lebat, Distribusi PDAM Belum Normal

TARAKAN – Meski beberapa hari ini hujan lebat, pendistribusian air Perusahaan Daerah Air Minum…

Jumat, 21 September 2018 10:52

200 Orang Asing Kerja di Kaltara

TARAKAN - Pengawasan orang asing atau warga negara asing (WNA) di Kota Tarakan saat ini melibatkan berbagai…

Jumat, 21 September 2018 10:51

Penantian Bertahun-tahun Akhirnya Terjawab

TARAKAN – Bertahun-tahun menantikan perbaikan, akhirnya jembatan di Gang Tudai RT 17, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 10:46

Desember, XC Race dan Jambore Sepeda

TARAKAN – Persiapan pelaksanaan XC race dan jambore sepeda terus berjalan, yang terbaru kini sudah…

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .