MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 26 Mei 2018 11:15
Hukuman Nakhoda Tergantung Kelalaian
IST.

PROKAL.CO, KASUS kecelakaan tunggal kapal cepat Harapan Baru Express yang terjadi di perairan Kaltara, membawa sang nakhoda menjadi tersangka. Lantas hukuman seperti apa yang akan dikenakan nakhoda tersebut?

Dosen Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan Syafruddin mengatakan, bahwa hukuman yang akan menimpa sang nakhoda tergantung pada tingkat kelalaiannya.

“Lihat saja nanti, apakah human error atau enggak? Apakah itu masuk kategori kelalaian atau tidak?” tuturnya kepada Radar Tarakan, Jumat (25/5).

Nah, jika masuk dalam kategori kelalaian, maka sang nakhoda harus mempertanggungjawabkan kesalahannya. Dengan menjalankan setiap hukuman kepadanya.

Syafruddin menjelaskan, dalam KUHP pasal 395 tentang kelalaian terdiri dari dua macam yakni kelalaian culva lata dan culva levis. Seseorang dapat dikatakan masuk dalam kelalaian culva lata apabila telah kelalaian tersebut dikatakan cukup tinggi.

Sementara itu, seseorang dapat dinyatakan masuk dalam kategori culva levis apabila tingkat kelalaiannya dinyatakan rendah. Untuk itu, Syafruddin menyatakan agar bisa melihat lebih jernih posisi nakhoda bersalah atau tidak, akan dinilai pada kelaikan kapal salah satunya. Sehingga dapat diputuskan apakah masuk dalam culva lata atau culva levis. “Apakah speedboat-nya laik atau tidak,” singkatnya.

 

DIDUGA MAKHLUK GAIB, TERNYATA ORANG LEWAT

Musibah kecelakaan kapal cepat yang meninggalkan lima penumpang di Sungai Sesayap, Tana Tidung juga meninggalkan cerita lain. Sebuah foto yang dicitrakan melalui video kamera viral di media sosial sejak Kamis (24/5). Adalah akun Facebook milik Haidir Ali.

Haidir mengunggah beberapa foto dari evekuasi para korban kecelakaan di lokasi kejadian. Namun siapa sangka, di antara foto tersebut juga menimbulkan debat panjang. Itu setelah munculnya dua sosok yang awalnya tidak teridentifikasi di dalam foto.

Bahkan ramai yang menilai sosok itu mirip pasangan kakek nenek. Berdiri di depan moncong kapal yang mengalami kecelakaan.

Foto yang memperlihatkan dua sosok itu pun viral. Hingga dibagikan sebanyak 813 kali sejak diunggah pada Selsa 22 Mei, sekira pukul 16 .22 Wita.

"Aku juga baru perhatikan. Aku pernah dengar dari orang. Di situ memang angker ada penunggunya. Mungkin yang aneh itu sosok gaib. Penunggu di situ dan mungkin di situ rumah mereka," tulis Haidir menjawab pertanyaan netizen yang terus berkomentar di kolomnya itu.

Sejak viral itu, banyak yang mencari tahu siapa sosok tersebut Hingga akhirnya muncul akun Facebook bernama Rita Achmad yang memberikan klarifikasi jika sosok yang bekopiah itu merupakan pamannya yang hendak pergi melaut menggunakan kapal ketinting.

"Sekadar klarifikasi, itu paman aku dia baru datang pakai ketinting jadi lewat depan speedboat dia," tulis Rita.

Bahkan Rita juga mengatakan jika penampakan mirip nenek berkerudung hitam tidaklah benar. Melainkan laki-laki yang saat itu sedng menggunakan jaket hitam menutup  kepalanya.

"Itu yang di sebelah paman saya bukan perempuan tapi laki laki pakai jaket yang ada topinya, jadi seperti orang berhijab," tulisnya lagi.

Mengetahui jawaban tersebut, netizen juha mengaitkan beberapa foto yang ada di samping kapal. Yang dapat dikatakan ukurannya serupa dengan foto dua sosok yang ada di depan kapal.

"Setelah ditelusuri, ternyata itu bukan penampakan. Intinya semoga korban yg meninggal diterima di sisi Allah. Dan ditempatkan yang layak di sisinya. Korban yang luka-luka semoga lekas sembuh," tulis Abjan dengan harapan netizen tak memberikan dugaan bermacam-macam.

Hingga berita ini turunkan, Radar Tarakan pun telah mencoba mengonfirmasi hal ini ke akun Facebook Rita Achmad. Namun sang pemilik akun belum memberi jawaban. (*/shy/lim)


BACA JUGA

Jumat, 16 November 2018 14:25

Jasad Roni Diangkat di Hari Keempat Pencarian

TARAKAN - Kedua korban tenggelam tugboat atau kapal tunda (TB) Fortunesius 101 akhirnya berhasil dievakuasi…

Jumat, 16 November 2018 14:21

Jargas Lebih Hemat bagi Rumah Tangga

TARAKAN - Target pemasangan jaringan gas (jargas) di Bumi Paguntaka wajib terselesaikan sampai akhir…

Jumat, 16 November 2018 14:16

Multifungsi bagi Penyandang Tunanetra dan Lansia

Berbagai macam ide dan kreativitas anak dapat dikembangkan. Seperti yang dilakukan oleh dua siswa berprestasi…

Jumat, 16 November 2018 14:12

Harga Mengikuti Pasar Dunia

TARAKAN - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai persoalan anjloknya harga udang windu di Kalimantan…

Jumat, 16 November 2018 13:54

Hanya Malinau yang Surplus Beras

TARAKAN – Tingkat kebutuhan akan beras di Kalimantan Utara, khususnya di Tarakan cukup tinggi.…

Jumat, 16 November 2018 13:41

PDAM Masih Was-Was

TARAKAN – Meski pendistribusian air oleh PDAM Tirta Alam Tarakan saat ini sudah kembali normal…

Jumat, 16 November 2018 13:40

Pengawasan Diperketat, Hasil Perikanan Wajib Lewat Tengkayu II

TARAKAN – Setelah diserahkan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov)…

Jumat, 16 November 2018 13:39

Ada Lubang di Tikungan Jalan

TARAKAN – Demi keselamatan pengguna jalan, kualitas infrastruktur jalan perlu diperhatikan. Apalagi…

Jumat, 16 November 2018 09:55

Longsor Hantui Warga, Tiga RT Jadi 'Korban'

TARAKAN - Bencana tanah longsor kerap menghantui warga Kelurahan Sebengkok. Antisipasi sebelum bencana…

Kamis, 15 November 2018 12:50

Tahun Ini, PGN Wajib Selesaikan 4.695 SR

TARAKAN - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mendapatkan penugasan dari pemerintah melalui Kementerian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .