MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 26 Mei 2018 10:56
Jembatan Miring, Warga Lebih Waspada
MIRING: Jembatan sepanjang 10 meter tampak miring, untuk itu warga diminta harus waspada ketika melintas. MEGA RETNO WULANDARI/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Tarakan—Kondisi semenisasi jalan yang berlubang,dan jembatan yang miring turut mengganggu kenyamanan para pengguna jalan terlebih semenisasi jalan dilalui setiap hari khususnya masyarakat RT 9, Kelurahan Mamburungan. Hal itu diungkapkan Ketua RT setempat, Muhammad Syafarullah.

Jembatan miring dengan panjang kurang lebih 10 meter, merupakan akses jalan satu-satunya sejumlah masyarakat di RT 9. Akibat belum adanya bantuan perbaikan jembatan, semakin lama kondisinya semakin memperihatinkan. Terlebih terdapat patahan di tengah jembatan, sehingga untuk warga yang melintas perlu kewaspadaan ekstra.

“Semenisasi jalan kita juga ada yang berlubang. Tapi yang parah ini jembatannya miring. Itu menghubungkan kerumah warga yang ada di belakang. Karena belum ada perbaikan jadi warga yang melintas harus hati-hati,” akunya.

Selama ini pihaknya mengaku telah banyak mengajukan bantuan kepada pemerintah, dengan menyebar proposal, hingga ke dewan legislatif. Namun sampai sekarang belum ada tanggapan pasti terkait realisasinya bantuan yang diajukannya.

“Selama ini saya sudah coba menyebar proposal bantuan untuk perbaikan, tapi belum ada yang realisasi. Untuk swadaya sendiri saya tidak ingin memaksa warga, karena di sini juga semua warganya sibuk,” tambahnya.

Selain, semenisasi jalan yang berlubang, dan jembatan yang miring. Drainase di wilayah RT 9 juga butuh peremajaan. Sebab selama ini, drainasenya dipenuhi pasir dan rumput. Sehingga saat hujan deras, air yang mengalir tidak dapat tertampung sehingga meluber ke semenisasi jalan. Akibatnya, banjir dan becek sepanjang jalan.

“Sudah lebih dari lima tahun drainase yang ada ini belum pernah tersentuh bantuan padahal ini sudah pernah ditinjau siring paritnya pada saat saya belum menjabat jadi RT, tapi sampai sekarang belum ada kelanjutannya,” ungkapnya.

“Harusnya dasar drainase ini di keruk, lalu disemen dasarnya agar tidak ditumbuhi rumput. Karena kalau kita mau kerja bakti juga cukup sulit ya. Jadi sebulan maksimal dua kali kerja bakti,” tambahnya.

Untuk itu, dirinya turut berharap agar Pemerintah Kota dapat lebih memperhatikan pembangunan diwilayah RT. (ega/udn)


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:18

Pasokan Listrik Segera Pulih Bertahap

TARAKAN – Proses pigging atau pembersihan pipa akhirnya rampung dilakukan…

Kamis, 21 Maret 2019 11:14

ADA APA INI..?? Empat Sukhoi Mengudara di Perbatasan Kaltara

TARAKAN – Empat pesawat Sukhoi jenis SU-27 dan SU-30 dari…

Kamis, 21 Maret 2019 11:13

CIHUYY ..!! Ngga Lama Lagi di Tarakan Ada Cinema XXI

TARAKAN – Pertengahan tahun ini, Cinema XXI di lantai empat…

Kamis, 21 Maret 2019 11:11

4 ASN Mangkir Kerja, 2 Kampanye di Medsos

TARAKAN - Menjadi anggota aparatur sipil negara (ASN) diwajibkan untuk…

Kamis, 21 Maret 2019 10:37

Cabuli Anak di Bawah Umur, CK Diringkus Polisi

TARAKAN – Perbuatan yang dilakukan oleh pria berinsial CK (37)…

Kamis, 21 Maret 2019 10:31

Besi Bermunculan di Badan Jalan

TARAKAN – Minimnya perawatan jalan lingkungan, kerusakan semenisasi jalan pun…

Rabu, 20 Maret 2019 11:17

Pigging Klir, Listrik Berangsur Pulih

TARAKAN – PT Medco E&P Tarakan tengah berusaha merampungkan proses…

Rabu, 20 Maret 2019 11:15

Kelalaian Warga, Lahan Kembali Terbakar

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 05 Kelurahan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:13

“WTP Bukanlah Tanda Kelulusan, tapi Kewajiban”

Dalam kaitan membangun Indonesia, masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:12

Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia

JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*