MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 24 Mei 2018 11:52
Keluarga Korban Terima Santunan

Jasad Nandira dan Stefanus Dibawa ke Malinau

KORBAN LAKALAUT: korban meninggal dunia diberi santunan oleh Jasa Raharja yang diterima langsung oleh pihak keluarga korban. RURY JAMIANTO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, LIMA korban meninggal dunia atas kecelakaan kapal cepat Harapan Baru Express akhirnya diberi santunan oleh Jasa Raharja yang diterima langsung oleh pihak keluarga korban, Kamis (23/5). Masing-masing diberi santunan Rp 50 juta.

Tak hanya bagi korban meninggal. Sebanyak 30 Korban yang mengalami luka-luka berat juga diberikan santunan Rp 20 juta yang diterima langsung keluarga.

Kepala Cabang Jasa Raharja Kalimantan Timur, Dasrul Aswad SH, MH mengatakan pemerintah dalam hal ini Jasa Raharja memberikan santunan kepada korban kecelakaan speedboat yang dilindungi asuransi.

“Untuk korban yang meninggal dunia dibayarkan kepada ahli warisnya masing-masing Rp 50 juta. Dan hari ini sudah kita bayarkan semuanya untuk lima korban yang meninggal dunia,” ungkap Dasrul.

Sedangkan untuk penumpang yang luka-luka, Jasa Raharja pun telah menyiapkan biaya maksimal sebesar Rp 20 juta. Dia mengatakan, biaya bagi korban luka-luka diberikan bukan dalam bentuk uang tunai. Tetapi, uang tersebut dipersiapkan untuk biaya perawatan penumpang yang dirawat di rumah sakit.

“Ada surat jaminan biaya perawatan bagi penumpang luka-luka. Biaya penagihan yang dikeluarkan rumah sakit akan dibayarkan. Jadi, korban yang selamat ini tidak diberikan uang tunai Rp 20 juta,” jelasnya.

Apabila biaya perawatan itu masih ada sisa, maka bisa dipergunakan untuk korban dalam masa penyembuhan.

“Kami sudah memberikan bantuan dengan cepat dan tanggap bagi korban tanpa berbelit-belit. Kemarin kecelakaan besoknya juga sudah harus kami berikan bantuan dan ini sudah merupakan kebijakan dari manajemen untuk ditugaskan untuk fast respons ketika ada musibah kecelakaan,” jelasnya.

Menurut Dasrul, sepanjang itu pasien harus dirujuk tetap akan ditanggung Jasa Raharja, namun kalau melebihi batas maksimum pembiayaan mereka bekerja sama, dengan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, dan Asabri, tergantung dari profesi dari korban.

Salah seorang keluarga korban yang menerima bantuan itu, yakni Suyatno, Paman Almarhum dari korban Eko Prasetyo yang merupakan salah satu korban Meninggal dunia saat berada di dalam speedboat. Dia menceritakan, Eko merupakan tulang punggung keluarga yang mana juga bertanggung jawab, mengkuliahkan adiknya di Universitas Muhammadiya Surakarta, sehingga uang bantuan nantinya akan dialokasikan untuk biaya kulaih adik Almarhum Eko.

“Kalau ditanya uang santunan ini untuk apa, saya belum tahu karena masih berduka. Tetapi, karena Eko ini punya Adik mungkin untuk bisa membiayai adiknya untuk kuliah nantinya,” ungkap Suyatno.

Adapun soal untuk kebutuhan sehari-hari, lanjut Suyatno tetap berupaya mencarinya sendiri. “Sebenarnya Almarhum dari Malinau ingin ke Tarakan bertemu ibunya karena puasa pertama, lalu tidak sempat pulang, dan sekaligus juga ingin musyawarah terkait kuliah adiknya. Di samping itu juga almarhum ini baru saja kerja di KPUC Malinau,” katanya

Dengan adanya santunan itu, Suyatno pun mengaku, banyak berterimakasih kepada pemerintah melalui Jasa Raharja, yang langsung  turun menemui keluarga korban terkena musibah.

“Semoga ke depannya Jasa Raharja tetap mengutamakan kemanusiaan, selain itu bisa mengoptimalisasikan sebagai jembatan pemerintah dengan masyarakat, dan bisa lebih mengayomi, melindungi, dan memperhatikan masyarakat,” pungkasnya.

KORBAN DIRUJUK KE RSUD MALINAU

Setelah sempat mendapat perawatan di Puskesmas Sesayap Hilir, akhirnya 8 korban kecelakaan tunggal lalulintas laut yang terjadi di daerah Tanjung Urong, Sungai Sesayap, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tanah Tidung , Selasa (22/5) sudah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah  (RSUD) Malinau. 

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Malinau mengungkapkan, semua masih dalam perawatan medis. Satu pasien berada di ruang IGD dan lainnya berada di ruang teratai. Namun demikian, setelah dilihat dan diperiksa oleh dokter, ada kemungkinan 5 orang bisa pulang dan sambil menunggu perkembangan selanjutnya.

Tiga hari ke depan diwajibkan untuk melakukan kontrol kesehatan kembali. Sedangkan yang masih dalam proses perawatan intens medis ada tiga pasien.  Karena kondisinya ada yang mengalami patah tulang, luka berat bagian kaki dan harus mendapat pemantauan khusus oleh dokter spesialis bedah.”Sebagian sudah ditindak (secara medis) di Puskesmas KTT, terus di rujuk ke RSUD Malinau ini untuk pemeriksaan lanjutan,” terang Eltonjon.

Hingga kemarin, sambung Eltonjon, sudah dilakukan evaluasi oleh dokter bedah terhadap 3 pasien yang mengalami patah tulang dan luka tersebut. “Tindakan medisnya kita belum tahu, apakah ditindaklanjuti di Malinau atau di rujuk ke rumah sakit Tarakan,” ujarnya.

Sementara itu, dua korban meninggal anak-anak bernama Nandira Nayara Putri yang dibawa ke kediaman Sukiran, Tanjung Belimbing dan korban dewasa bernama Stefanus Lie yang di bawa langsung ke Desa Tanjung Keranjang tiba di Malinau sekitar pukul 11.30 dengan menggunakan speedboat.

Masyarakat, keluarga dan sanak saudara memenuhi pelabuhan speedboat ingin menyakisikan langsung jenazah korban yang sudah berada dalam peti dan langsung diangkut dengan mobil jenazah. Jenazah  diserahkan langsung oleh utusan RSUD Tarakan kepada pihak keluarga korban secara simbolis. (eru/ida/nri)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:37

ITCC Kirim 34 Pelajar Kaltara ke Tiongkok

TARAKAN - Kejarlah ilmu sampai ke Negeri Cina. Ya, pepatah ini kerap kali menjadi tolok ukur seorang…

Jumat, 21 September 2018 11:35

Minim Anggaran, Cuma Periksa Kotoran

TARAKAN - Tiga ekor beruang madu di dua kandang besi di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 11:33

Dorong Peningkatan Vokasi

PENYEDIAAN lapangan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang dimiliki masih menimbulkan pertanyaan,…

Jumat, 21 September 2018 11:32

Hujan Lebat, Distribusi PDAM Belum Normal

TARAKAN – Meski beberapa hari ini hujan lebat, pendistribusian air Perusahaan Daerah Air Minum…

Jumat, 21 September 2018 10:52

200 Orang Asing Kerja di Kaltara

TARAKAN - Pengawasan orang asing atau warga negara asing (WNA) di Kota Tarakan saat ini melibatkan berbagai…

Jumat, 21 September 2018 10:51

Penantian Bertahun-tahun Akhirnya Terjawab

TARAKAN – Bertahun-tahun menantikan perbaikan, akhirnya jembatan di Gang Tudai RT 17, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 10:46

Desember, XC Race dan Jambore Sepeda

TARAKAN – Persiapan pelaksanaan XC race dan jambore sepeda terus berjalan, yang terbaru kini sudah…

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .