MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 24 Mei 2018 11:52
Keluarga Korban Terima Santunan

Jasad Nandira dan Stefanus Dibawa ke Malinau

KORBAN LAKALAUT: korban meninggal dunia diberi santunan oleh Jasa Raharja yang diterima langsung oleh pihak keluarga korban. RURY JAMIANTO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, LIMA korban meninggal dunia atas kecelakaan kapal cepat Harapan Baru Express akhirnya diberi santunan oleh Jasa Raharja yang diterima langsung oleh pihak keluarga korban, Kamis (23/5). Masing-masing diberi santunan Rp 50 juta.

Tak hanya bagi korban meninggal. Sebanyak 30 Korban yang mengalami luka-luka berat juga diberikan santunan Rp 20 juta yang diterima langsung keluarga.

Kepala Cabang Jasa Raharja Kalimantan Timur, Dasrul Aswad SH, MH mengatakan pemerintah dalam hal ini Jasa Raharja memberikan santunan kepada korban kecelakaan speedboat yang dilindungi asuransi.

“Untuk korban yang meninggal dunia dibayarkan kepada ahli warisnya masing-masing Rp 50 juta. Dan hari ini sudah kita bayarkan semuanya untuk lima korban yang meninggal dunia,” ungkap Dasrul.

Sedangkan untuk penumpang yang luka-luka, Jasa Raharja pun telah menyiapkan biaya maksimal sebesar Rp 20 juta. Dia mengatakan, biaya bagi korban luka-luka diberikan bukan dalam bentuk uang tunai. Tetapi, uang tersebut dipersiapkan untuk biaya perawatan penumpang yang dirawat di rumah sakit.

“Ada surat jaminan biaya perawatan bagi penumpang luka-luka. Biaya penagihan yang dikeluarkan rumah sakit akan dibayarkan. Jadi, korban yang selamat ini tidak diberikan uang tunai Rp 20 juta,” jelasnya.

Apabila biaya perawatan itu masih ada sisa, maka bisa dipergunakan untuk korban dalam masa penyembuhan.

“Kami sudah memberikan bantuan dengan cepat dan tanggap bagi korban tanpa berbelit-belit. Kemarin kecelakaan besoknya juga sudah harus kami berikan bantuan dan ini sudah merupakan kebijakan dari manajemen untuk ditugaskan untuk fast respons ketika ada musibah kecelakaan,” jelasnya.

Menurut Dasrul, sepanjang itu pasien harus dirujuk tetap akan ditanggung Jasa Raharja, namun kalau melebihi batas maksimum pembiayaan mereka bekerja sama, dengan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, dan Asabri, tergantung dari profesi dari korban.

Salah seorang keluarga korban yang menerima bantuan itu, yakni Suyatno, Paman Almarhum dari korban Eko Prasetyo yang merupakan salah satu korban Meninggal dunia saat berada di dalam speedboat. Dia menceritakan, Eko merupakan tulang punggung keluarga yang mana juga bertanggung jawab, mengkuliahkan adiknya di Universitas Muhammadiya Surakarta, sehingga uang bantuan nantinya akan dialokasikan untuk biaya kulaih adik Almarhum Eko.

“Kalau ditanya uang santunan ini untuk apa, saya belum tahu karena masih berduka. Tetapi, karena Eko ini punya Adik mungkin untuk bisa membiayai adiknya untuk kuliah nantinya,” ungkap Suyatno.

Adapun soal untuk kebutuhan sehari-hari, lanjut Suyatno tetap berupaya mencarinya sendiri. “Sebenarnya Almarhum dari Malinau ingin ke Tarakan bertemu ibunya karena puasa pertama, lalu tidak sempat pulang, dan sekaligus juga ingin musyawarah terkait kuliah adiknya. Di samping itu juga almarhum ini baru saja kerja di KPUC Malinau,” katanya

Dengan adanya santunan itu, Suyatno pun mengaku, banyak berterimakasih kepada pemerintah melalui Jasa Raharja, yang langsung  turun menemui keluarga korban terkena musibah.

“Semoga ke depannya Jasa Raharja tetap mengutamakan kemanusiaan, selain itu bisa mengoptimalisasikan sebagai jembatan pemerintah dengan masyarakat, dan bisa lebih mengayomi, melindungi, dan memperhatikan masyarakat,” pungkasnya.

KORBAN DIRUJUK KE RSUD MALINAU

Setelah sempat mendapat perawatan di Puskesmas Sesayap Hilir, akhirnya 8 korban kecelakaan tunggal lalulintas laut yang terjadi di daerah Tanjung Urong, Sungai Sesayap, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tanah Tidung , Selasa (22/5) sudah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah  (RSUD) Malinau. 

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Malinau mengungkapkan, semua masih dalam perawatan medis. Satu pasien berada di ruang IGD dan lainnya berada di ruang teratai. Namun demikian, setelah dilihat dan diperiksa oleh dokter, ada kemungkinan 5 orang bisa pulang dan sambil menunggu perkembangan selanjutnya.

Tiga hari ke depan diwajibkan untuk melakukan kontrol kesehatan kembali. Sedangkan yang masih dalam proses perawatan intens medis ada tiga pasien.  Karena kondisinya ada yang mengalami patah tulang, luka berat bagian kaki dan harus mendapat pemantauan khusus oleh dokter spesialis bedah.”Sebagian sudah ditindak (secara medis) di Puskesmas KTT, terus di rujuk ke RSUD Malinau ini untuk pemeriksaan lanjutan,” terang Eltonjon.

Hingga kemarin, sambung Eltonjon, sudah dilakukan evaluasi oleh dokter bedah terhadap 3 pasien yang mengalami patah tulang dan luka tersebut. “Tindakan medisnya kita belum tahu, apakah ditindaklanjuti di Malinau atau di rujuk ke rumah sakit Tarakan,” ujarnya.

Sementara itu, dua korban meninggal anak-anak bernama Nandira Nayara Putri yang dibawa ke kediaman Sukiran, Tanjung Belimbing dan korban dewasa bernama Stefanus Lie yang di bawa langsung ke Desa Tanjung Keranjang tiba di Malinau sekitar pukul 11.30 dengan menggunakan speedboat.

Masyarakat, keluarga dan sanak saudara memenuhi pelabuhan speedboat ingin menyakisikan langsung jenazah korban yang sudah berada dalam peti dan langsung diangkut dengan mobil jenazah. Jenazah  diserahkan langsung oleh utusan RSUD Tarakan kepada pihak keluarga korban secara simbolis. (eru/ida/nri)


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 09:56

PPPK Menanti Kebijakan Pemimpin Baru

TARAKAN - Pemerintah pusat kembali mengeluarkan pernyataan bakal membuka lagi…

Senin, 10 Desember 2018 09:55

Dari Sepeda Mengenal Negara Lain dan Banyak Komunitas

Olahraga dapat menjadi hobi yang sehat bagi penikmatnya. Selain sehat…

Senin, 10 Desember 2018 09:53

Saling Susul di Rute Sepanjang 26 Km

TARAKAN - Sebanyak 180 goweser ikut berpartisipasi dalam Jambore Sepeda,…

Senin, 10 Desember 2018 09:52

Masih Ada Pengundian Sekali Lagi

TARAKAN - Surat kabar harian (SKH) Radar Tarakan dan Sinar…

Senin, 10 Desember 2018 09:50

Pengusaha Bertarung dengan Upah Tinggi

BESARNYA ketentuan upah di Kota Tarakan membuat para pengusaha harus…

Senin, 10 Desember 2018 09:30

Ada Sekolah, Tak Ada Jalan Utama

TARAKAN - Ketua RT 66, Kelurahan Karang Anyar, Saimun mengatakan,…

Senin, 10 Desember 2018 09:04

Barat dan Utara Rawan Longsor

TARAKAN – Masyarakat patut waspada seiring intensitas hujan yang tinggi.…

Senin, 10 Desember 2018 09:01

HUT, Tetap Mengundang Artis

TARAKAN – Hari Ulang Tahun ke-21 Kota Tarakan yang jatuh…

Senin, 10 Desember 2018 08:59

Jarak Pandang Terbatas, Speedboat Kandas

CUACA buruk juga berdampak pada pelayaran, kemarin (7/12). Sebuah speedboat…

Senin, 10 Desember 2018 08:57

Tidak Melapor atau Terlambat Bayar, Sanksi Menanti

TARAKAN – Pencapaian Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tarakan per…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .