MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 24 Mei 2018 11:16
Setengah Tahun, Kejari Baru Tangani Dua Kasus Korupsi
KASUS KORUPSI: Salah satu kasus koruspi yang ditangani Kejari di pertengahan tahun 2018 ini. Tampak tersangka kasus korupsi yang akan dibawa ke Lapas dari Kejari Nunukan belum lama ini. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Selama periode Januari-Mei 2018, baru dua kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan. Hal ini menurun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2017, yang sudah menangani empat kasus.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Nunukan Rusli, mengaku tahun ini kasus korupsi memang menurun. “Kami kan bukan mencari perkara, Kalau memang tidak ada, tidak apa-apa. Kami tidak diberikan target per tahunnya,” ungkap Rusli

Rusli mengatakan, dua kasus yang ditanganinya tahun ini, satu kasusnya sudah menahan tersangkanya dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Nunukan. Sedangkan satu kasusnya lagi, masih dalam proses pemeriksaan terduga tersangka.

Kasus yang masih dilakukan pemeriksaan sejumlah saksi yakni kasus pasar mangkrak di Jalan Selisun. Kepala koperasi proyek tersebut tersangkanya. Namun, pemeriksaan masih terus dilakukan penyidik Pidsus.

Dalam kasus itu, sudah tujuh saksi yang dimintai keterangan. Namun dari sejumlah saksi, termasuk pemilik koperasi tak satupun berstatus tersangka. Dari tujuh saksi yang diperiksa beberapa di antaranya merupakan ASN yang sebelumnya bertugas di Disperindagkop Nunukan.

Sementara kasus yang satunya lagi, yakni menjerat Mantan Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Nunukan tahun 2013, berinisial NA. NA akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan atas dugaan kasus korupsi rehabilitasi kapal patroli KSOP Nunukan.

Beberapa pertimbangannya pihaknya langsung melakukan penahanan terhadap NA, karena dikhawatirkan akan melarikan diri kemudian menghilangkan barang bukti dan mempersulit proses penyidikan. Penahanan pun akan dilakukan hingga 20 hari ke depan.

Berdasarkan hasil perhitungan kerugian negara yang dilakukan pihak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Tarakan, total anggaran sebesar Rp 620 juta dari rehabilitasi kapal patroli KSOP tersebut, terbukti kerugian negara terhitung sebesar Rp 520 Juta. (raw/ash)


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 10:41

Narkoba Ancaman Terbesar di Perbatasan

NUNUKAN – Sebagai wilayah perbatasan, Kabupaten Nunukan menjadi salah satu…

Kamis, 21 Maret 2019 10:39

Masih Sering Terjadi, DLH Klaim Sudah Mengimbau

NUNUKAN – Menghadapi maraknya pembakaran hutan dan lahan, yang sebelumnya…

Rabu, 20 Maret 2019 17:12

Baku Tembak dengan KKSB, Anggota Brimob Asal Nunukan Gugur di Papua

NUNUKAN – Muhammad Aldy, Putra Kabupaten Nunukan berprofesi sebagai salah…

Rabu, 20 Maret 2019 10:55

SKPT Tidak Dimanfaatkan Masyarakat

NUNUKAN – Permasalahan nelayan di Sebatik tak pernah berhenti. Walaupun…

Rabu, 20 Maret 2019 10:46

25 Maret, Terbang Perdana ke Krayan

NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) penumpang tujuan Nunukan-Long Bawan,…

Rabu, 20 Maret 2019 10:43

Terlambat, Bupati Tegur ASN di Acara Musrenbang

NUNUKAN – Sikap dan tingkah laku aparatur sipil negara (ASN)…

Rabu, 20 Maret 2019 10:41

Data KPM Tak Menjadi Dasar Penyaluran LPG 3 Kg

NUNUKAN – Meskipun diklaim tak langka, keberadaan Liquefied Petroleum Gas…

Rabu, 20 Maret 2019 10:38

Persediaan Air Bersih PDAM Menipis

NUNUKAN – Persediaan air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum…

Selasa, 19 Maret 2019 11:02

Proyek Dihentikan, Dermaga Terancam Mangkrak?

NUNUKAN – Rute penyeberangan kapal feri ke dermaga feri Semaja,…

Selasa, 19 Maret 2019 11:00

Minta Segera Lunasi Utang Petani

NUNUKAN – Harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*