MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 24 Mei 2018 11:16
Setengah Tahun, Kejari Baru Tangani Dua Kasus Korupsi
KASUS KORUPSI: Salah satu kasus koruspi yang ditangani Kejari di pertengahan tahun 2018 ini. Tampak tersangka kasus korupsi yang akan dibawa ke Lapas dari Kejari Nunukan belum lama ini. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Selama periode Januari-Mei 2018, baru dua kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan. Hal ini menurun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2017, yang sudah menangani empat kasus.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Nunukan Rusli, mengaku tahun ini kasus korupsi memang menurun. “Kami kan bukan mencari perkara, Kalau memang tidak ada, tidak apa-apa. Kami tidak diberikan target per tahunnya,” ungkap Rusli

Rusli mengatakan, dua kasus yang ditanganinya tahun ini, satu kasusnya sudah menahan tersangkanya dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Nunukan. Sedangkan satu kasusnya lagi, masih dalam proses pemeriksaan terduga tersangka.

Kasus yang masih dilakukan pemeriksaan sejumlah saksi yakni kasus pasar mangkrak di Jalan Selisun. Kepala koperasi proyek tersebut tersangkanya. Namun, pemeriksaan masih terus dilakukan penyidik Pidsus.

Dalam kasus itu, sudah tujuh saksi yang dimintai keterangan. Namun dari sejumlah saksi, termasuk pemilik koperasi tak satupun berstatus tersangka. Dari tujuh saksi yang diperiksa beberapa di antaranya merupakan ASN yang sebelumnya bertugas di Disperindagkop Nunukan.

Sementara kasus yang satunya lagi, yakni menjerat Mantan Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Nunukan tahun 2013, berinisial NA. NA akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan atas dugaan kasus korupsi rehabilitasi kapal patroli KSOP Nunukan.

Beberapa pertimbangannya pihaknya langsung melakukan penahanan terhadap NA, karena dikhawatirkan akan melarikan diri kemudian menghilangkan barang bukti dan mempersulit proses penyidikan. Penahanan pun akan dilakukan hingga 20 hari ke depan.

Berdasarkan hasil perhitungan kerugian negara yang dilakukan pihak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Tarakan, total anggaran sebesar Rp 620 juta dari rehabilitasi kapal patroli KSOP tersebut, terbukti kerugian negara terhitung sebesar Rp 520 Juta. (raw/ash)


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 12:16

Pengoperasian RS Pratama Tertunda

NUNUKAN – Rencana pemerintah untuk meresmikan Rumah Sakit Pratama Sebatik…

Kamis, 13 Desember 2018 12:15

Stok Melimpah, Peternak Rebutan Pelanggan

NUNUKAN – Melimpahnya stok daging ayam belakangan ini membuat harga…

Kamis, 13 Desember 2018 12:14

Bandara Siap Terima Maskapai Baru

NUNUKAN - Pemberian tali asih atas tanaman tumbuh warga setempat…

Kamis, 13 Desember 2018 12:12

Cabuli Kekasih, Divonis 8 Tahun Penjara

NUNUKAN –  Terdakwa DD atas perkara perselingkuhan dan mencabuli anak…

Kamis, 13 Desember 2018 11:52

Siswa Magang Lakukan Pencurian

NUNUKAN – Kepolisian terpaksa mengamankan siswa salah satu Sekolah Menengah…

Rabu, 12 Desember 2018 12:48

Minim Suntikan PAD

NUNUKAN – Kontribusi PT Nusa Serambi Persada (NSP) kepada pemerintah…

Rabu, 12 Desember 2018 12:47

Puluhan Algaka Ditertibkan

NUNUKAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan lakukan penertiban Alat…

Rabu, 12 Desember 2018 12:46

Pemerintah Buru Wajib Pajak Restoran

NUNUKAN – Pemerintah kini getol memburu pelaku wajib pajak yang…

Rabu, 12 Desember 2018 12:43

Operasi Kembali, Mengutang Kantong Darah

NUNUKAN – Setelah sempat terhenti, pelayanan donor darah di Palang…

Rabu, 12 Desember 2018 12:36

Pelaku dan Barang Bukti Penyelundup Kayu Dilimpahkan ke Polres

NUNUKAN – Pangkalan TNI AL (Lanal) Nunukan melimpahkan berkas perkara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .