MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 24 Mei 2018 10:47
11 Kecamatan Miliki TPP di Bawah Angka 2
dr John Felix. DOK

PROKAL.CO, MALINAU - Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Malinau, dr. John Felix Rundupadang M.P.H mengungkapkan,  beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Malinau mengalami Tingkat Pertumbuhan Penduduk (TPP) ada yang dibawah angka dua dan ada juga yang angka 2 lebih.

“Yakni ada 11 wilayah kecamatan pedalaman dan perbatasan itu tingkat pertumbuhannya masih di bawah angka 2. Yang 4 kecamatan itu di Ibu Kota Kabupaten yaitu Malinau Barat, Malinau Utara, Malinau Kota dan Mentarang ada yang angka 2 dan ada yang dua lebih,” sebut dr John Felix Rundupadang kepada media ini.

Dijelaskan, bahwa tingginya angka TPP di wilayah ibu kota Kabupaten Malinau tersebut karena ada “gula” di situ. Yakni, tidak saja karena orang mau bermigrasi, tetapi juga orang mau melahirkan karena merasa mampu membiayai kehidupan keluarga nantinya. “Orang sekarang konsepnya seperti itu. kita orang takut-takut punya anak banyak karena biaya sekolah sekarang mahal dan segala macamnya,” ujarnya.

Bahkan, sambung dia, di zaman sekarang ini sebagian besar masyarakat sudah tidak lagi menganggap rasional pemikiran orang tua zaman dulu tentang banyak anak, banyak rezeki. Karena semua orang itu pada dasarnya sudah membawa rezekinya masing-masing ketika lahir. Secara logika berpikir saat ini, hal itu sudah dianggap sebagai sesuatu yang tidak benar.

Kemudian mencoba untuk tidak percaya pada sesuatu yang bernilai spiritual yang sebenarnya tetap juga harus diyakini.  Pada yang spiritual ini tetap menjadi sesuatu yang mungkin. Jika ekonomi keluarganya sudah bagus, pasti mau memiliki anak banyak. "Karena dia yakin bisa menghidupi dan merasa  melihat orang-orang yang sekarang punya anak satu  atau dua, baru berusia 40 lebih saja, sudah tidak ada anak di rumah, mereka sepi. Ini yang perlu di antisipasi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, sambung John Felix, setiap kelahiran atau persalinan itu harus termonitor yang di mulai dari pendataan setiap kehamilan.  Jangan sampai  kehamilan itu beresiko meninggal. Kemudian,  calon bayi atau janin juga harus mendapatkan pelayanan paripurna. "Sehingga dia menjadi bayi yang lahir dengan kualitas yang baik dan sehat. Karena kita menyakini, jika bibitnya (keluarga) yang bagus, pasti bayi yang dilahirkan ini juga akan berkembang dengan bagus,” tukasnya. (ida/fly)


BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 11:50

Lima Target Kinerja 2018 Akan Dievaluasi

MALINAU – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si akhir bulan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:47

Harapkan Pasar Feruyung Dikelola dengan Baik

MALINAU – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si mempunyai harapan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:45

Mentarang Hulu Punya Pasar Tradisional

MALINAU – Masyarakat Kecamatan Mentarang Hulu kini memiliki pasar dan…

Jumat, 18 Januari 2019 09:34

Bupati: Pembangunan Bukan Datang dari Satu Arah

MALINAU – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si menegaskan, membangun…

Jumat, 18 Januari 2019 09:32

LPG Jadi Kebutuhan Pokok Masyarakat Malinau

MALINAU – Dengan adanya agen Liquified Petroleum Gas (LPG) yang…

Jumat, 18 Januari 2019 09:31

Pemprov Sulteng Ucapkan Terima Kasih

MALINAU – Melihat saudara sedang tertimpa musibah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Rabu, 16 Januari 2019 11:47

Bupati Resmikan Kantor Agen LPG

MALINAU – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si, Senin (14/1)…

Rabu, 16 Januari 2019 11:46

Manajemen Diharapkan Profesional

MALINAU – Dengan beroperasinya agen Liquified Petroleum Gas (LPG) 3…

Rabu, 16 Januari 2019 11:44

Utamakan Kebersamaan Walau Beda Pilihan

MALINAU – Dalam perayaan Natal Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kabupaten…

Selasa, 15 Januari 2019 13:19

Yansen TP: Boleh Tua, Rasanya Muda!

MALINAU - Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si bersyukur mempunyai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*