MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 21 Mei 2018 21:04
Pemkot Pengin Mengadu ke Kemendagri
BELUM KLIR: Salah satu aset Pemkot yang belum diserahkan ke Pemprov Kaltara. FOTO: JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Rencana pengalihan sejumlah aset Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara diprediksi akan berproses panjang di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pemkot masih berupaya mempertahankan aset-asetnya.

Pemkot kekeh mempertahakan aset yang notabene sebagai lumbung pendapatan asli daerah (PAD). Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat mengatakan Pemkot telah menggelar sejumlah pertemuan, baik ke jajaran internal maupun bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan.

Dua lembaga itu sepakat, agar aset-aset yang diwacanakan dialihkan tetap dapat dipertahankan dan dikelola Pemkot.  “Kami yang harus menyepakati itu karena memang ada beberapa hal yang menjadi kewenangan provinsi. Kami juga akan melihat aset mana yang akan diambil dan regulasinya seperti apa, sehingga kalau memang wajib, ya kami akan memberikan itu,” jelasnya.

Arief menuturkan bahwa pihaknya masih mencari jalan tengah dalam memecahkan masalah ini. Sebab di satu sisi pihaknya menghormati segala aturan yang mengatur hak Pemprov Kaltara. Di sisi lain, Pemkot tak ingin kehilangan sumber PAD. “Dengan keterbatasan saya sebagai Plt, tentu nanti Pak Wali Kota yang bisa mengambil kebijakan itu,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Tarakan Salman Aradeng mengatakan, bahwa pihaknya beberapa menggelar rapat pembahasan aset. Pekan ini koordinasi akhir sebelum diambil keputusan dengan berkomunikasi langsung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Ini semua berkaitan dengan aturan, jadi sekiranya memang itu harus diserahkan, ya diserahkan. Tapi langkah terakhir yang kami tempuh agar tidak salah dalam hal aturan adalah melakukan koordinasi dengan Kemendagri,” tegasnya.

Secara pribadi, Salman mengaku bahwa kewenangan aset pelabuhan memang menjadi ranah Pemprov. Hanya, kondisi Tarakan saat ini defisit, sehingga diperlukan sumber tambahan anggaran melalui aset yang dianggap menjadi pendulang PAD. Jika seluruh aset kemudian diambil alih Pemprov Kaltara, maka Pemkot harus mencari sumber pendapatan baru.

“Bukan persoalan tidak rela, tapi intinya kami berkonsultasi ke Kemendagri,” tuturnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tarakan Hamid Amren merincikan, misalnya khusus Pelabuhan Tengkayu I, PAD yang dihasilkan setiap tahunnya ditargetkan meningkat.

Pada 2017 lalu, Pemkot membubukan pendapatan dari aset tersebut sebanyak Rp 3,1 miliar. Sedang pada 2016 lalu hanya Rp 2,6 miliar, sehingga sumber PAD yang didapat akan terus meningkat setiap tahunnya.

“Kalau masalah sumber pendapatan yang potensial, itu bukan tanya ke saya. Itu milik dinas lain,” singkatnya.

Sejak awal pembahasan pengalihan aset antara Pemkot dan Pemprov memang alot. DPRD Tarakan secara terbuka meminta Pemprov Kaltara membangun komitmen bersama. Kendati diakui berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 2003 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, beberapa aset pemerintah kabupaten/kota akan diambil alih kewenangannya oleh Pemprov.

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie awal April lalu menegaskan dalam pengalihan aset ke Pemprov Kaltara tidak ada komitmen seperti yang diinginkan Pemkot Tarakan dan DPRD Tarakan. Pengalihan aset itu berpijak pada regulasi yang tertuang dalam undang-undang (UU).

“Dalam UU perintahnya sudah seperti itu. Jadi tidak ada cerita komitmen yang diinginkan. Sebab kalau tidak mau diserahkan tentunya itu melanggar aturan,” kata Irianto, usai menghadiri pembentukan Komite Advokasi Daerah Provinsi Kaltara, di ruang Serbaguna Pemkot Tarakan Rabu 4 April lalu.

Menyoal pembagian dana bagi hasil dari pendapatan aset-aset yang dimaksud, Pemkot Tarakan dan DPRD diminta tidak perlu khawatir. Sebab nantinya akan diatur pembagian hasil yang dimaksud. “Hal seperti ini tidak perlu diperebutkan, lagian ini juga aset milik negara. Kalau nanti ada bagi hasil pajak daerah itu yah bisa diatur. Kalau daerah yang menghasilkan itu lebih banyak kami bagi 40 dan 60 persen. Jadi jangan khawatir bagi Pemkot Tarakan, sehingga tidak perlu memaksakan kita harus berkomitmen seperti itu,” ucap orang nomor satu di Kaltara ini.

Menurut Irianto, permintaan seperti mekanisme pembinaan terhadap masyarakat dan bantuan keuangan sudah tak patut disoal lagi. “Bagi hasil itu bisa dilakukan. Pengalihan pengelolaan aset itu harus dilakukan, karena itu perintah UU dan tujuan kita juga untuk memperbaiki pelayanan Pelabuhan Tengkayu I yang ada di Kota Tarakan. Coba saya tanya apakah selama dikelola Kota Tarakan ada perbaikan pelayanan di Pelabuhan Tengkayu I?” tanya lelaki yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Provinsi Kaltim ini.

Pemprov Kaltara berencana melakukan perbaikan pelayanan Pelabuhan Tengkayu I SDF Tarakan. Pengalihan aset menjadi mutlak akan tidak kemudian membantu Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) perwakilan Kaltara melakukan tugasnya. “Kita tidak mau pada saat kita melakukan perbaikan pelayanan Pelabuhan Tengkayu I menjadi temuan BPK. Nanti kalau diperiksa dan dilihat pengalihan pengelolaan aset belum dilakukan ya, itu menjadi temuan. Padahal tujuan kita untuk meningkatkan pelayanan kualitas ke masyarakat,” jelasnya.(*/shy/lim)

 

TIGA ASET MASIH ALOT

 1.          PELABUHAN TENGKAYU I/SDF TARAKAN

2016       : Rp 2 miliar

2017       : Rp 3 miliar

2018       : Rp 3,1 miliar (target)

Retribusi

•     Kendaraan masuk pelabuhan

•     Bongkar muat

•     Biaya berstandar speedboat

•     Kapal barang

•     Biaya pemakaian bangunan aset Pemkot

 

 2.          SMAN 1 TARAKAN

Status: Masih tersisa utang proyek

 

3.          SMAN 2 TARAKAN

Status: Masih tersisa utang proyek

 


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:37

ITCC Kirim 34 Pelajar Kaltara ke Tiongkok

TARAKAN - Kejarlah ilmu sampai ke Negeri Cina. Ya, pepatah ini kerap kali menjadi tolok ukur seorang…

Jumat, 21 September 2018 11:35

Minim Anggaran, Cuma Periksa Kotoran

TARAKAN - Tiga ekor beruang madu di dua kandang besi di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 11:33

Dorong Peningkatan Vokasi

PENYEDIAAN lapangan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang dimiliki masih menimbulkan pertanyaan,…

Jumat, 21 September 2018 11:32

Hujan Lebat, Distribusi PDAM Belum Normal

TARAKAN – Meski beberapa hari ini hujan lebat, pendistribusian air Perusahaan Daerah Air Minum…

Jumat, 21 September 2018 10:52

200 Orang Asing Kerja di Kaltara

TARAKAN - Pengawasan orang asing atau warga negara asing (WNA) di Kota Tarakan saat ini melibatkan berbagai…

Jumat, 21 September 2018 10:51

Penantian Bertahun-tahun Akhirnya Terjawab

TARAKAN – Bertahun-tahun menantikan perbaikan, akhirnya jembatan di Gang Tudai RT 17, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 10:46

Desember, XC Race dan Jambore Sepeda

TARAKAN – Persiapan pelaksanaan XC race dan jambore sepeda terus berjalan, yang terbaru kini sudah…

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .