MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 21 Mei 2018 12:49
Kadin Bingung Birokrasi Kewenangan di Laut

Menimbang Hubungan Ekonomi dengan Negara Tetangga

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, Beras 2.900 ton dari Vietnam. Begitu temuan aparat Kamis 19 April lalu. Kapal Vietnam Dong Thien Phu Golden yang membawa beras itu turut diamankan. Belakangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengklaim beras vietnam yang dibongkar muat di perairan Sebatik bagian dari kerjasama dalam forum Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philipina East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA).

 

----

KETUA Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tarakan Abdul Khaidir  menegaskan rumitnya birokrasi di laut soal kewenangan bisa membuat perdagangan di Kalimantan Utara (Kaltara) terhambat. Kadin bingung mengenai kewenangan pengamanan laut Kaltara.

“Banyak sebenarnya yang bisa dijual ke negara tetangga. Hanya birokrasi kita ini tidak menunjang dan agak terganggu. Yang kuasa siapa? Sampai sekarang tidak ada kejelasan,” ungkap Khaidir.

Dikatakan Khaidir pertumbuhan perdagangan antar negara semenjak dilaksanakannya pertemuan BIMP-EAGA di Tarakan beberapa waktu lalu masih stagnan. “Untuk perkembangan ada saja. Cuma tidak terlalu besar pengaruhnya,” bebernya.

Meski demikian, perdagangan antara negara akan terus dikembangkan. Terutama soal pariwisata. “Saat ini kami juga sedang jajaki kerjasama dengan Sabah, Malaysia soal kerjasama di bidang pariwisata. Dan tidak hanya itu, Juni nanti kami akan adanya MoU dengan Malaysia soal jalur transportasi laut perdagangan antar negara ini,” katanya.

Menurut Khaidir, Kaltara masih banyak memiliki hambatan kerjasama dengan negara tetangga. Sehingga perlu adanya aturan yang mendukung. “Saat ini perdagangan kita belum jalan, terhambat. Kami juga dari Kaltara sekarang sedang mendorong perda tentang kelautan dan pelayaran. Baru-baru ini sedang uji publik dan mudah-mudahan 24 Juni tahun ini juga sudah disahkan. Dan semoga kewenangan provinsi itu jelas,” katanya.

Adapun isi dalam perda tersebut, kata Khaidir, tentunya tentang kewenangan pemerintah dalam memberikan izin bergerak antar kapal dari satu pelabuhan kabupaten/kota. Begitupun juga dengan pelabuhan internasional.

“Perda ini bisa menjadi acuan kita. Dan tujuan perda ini keselamatan pelayaran. Namun kadang-kadang persepsi kita ini kan hanya untuk keselamatan penumpang, tapi kita kan juga perlu keselamatan pelayaran kargo dan lainnya. Biar jelas,” imbuhnya.

 

MASIH SEBATAS ANGAN

Hasil pertemuan forum kerjasama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philipina East Asean Growth Area (BIMP-EAGA) yang di Tarakan beberapa waktu lalu belum menunjukkan hasl yang signifikan. Padahal jika sejumlah rekomendasi dari forum itu dapat terealisasi, dipastikan akan membawa dampak yang besar bagi kemajuan Kalimantan Utara, khususnya Tarakan.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Suherman mengatakan kesepakatan dalam BIMP-EAGA masih jalan di tempat. Masih sebatas wacana.

Jadi sesuai dengan tujuan pertemuan itu, salah satunya mengharapkan inflasi semakin turun. “Kami dari Pelindo tentu mendukung penuh hal ini, ini bagus untuk semua. Pasti dana itu akan dikucurkan untuk membangun,” ujarnya.

Pelindo siap mendukung pemerintah baik dari segi sarana dan prasarana yang ada. Bahkan pihaknya membuka pintu lebar jika ada kunjungan pengusaha dari Filipina maupun negara lainnya. “Sudah seringkali Pelindo dikunjungi. Bahkan rapat sudah sering dilakukan, tetapi realisasinya belum ada juga. Kami ini hanya menunggu saja kerjasamanya terealisasi,” ungkapnya.

Diakuinya, dalam persiapan ini pihaknya telah menyiapkan apa yang dibutuhkan dalam wilayah pelabuhan. Seperti sarana bongkar muat  peti kemas, dan melakukan pembangunan reklamasi dengan mengucurkan dana sebesar Rp 134 miliar.

“Hanya kami menyiapkan segala fasilitas untuk ke depannya agar dapat mendukung pembangunan di Kaltara,” ungkapnya.

Pelindo bukan sebagai regulator, hanya bersifat mendukung pemerintah saja. Sehingga pihaknya hanya bisa menyiapkan segala yang dibutuhkan termasuk pada wilayah pelabuhan, sambil menunggu realisasi.

 

HARUS MENERAPKAN EKONOMI DIGITAL

Seiring perkembangan zaman, kecanggihan teknologi tidak bisa dipungkiri. Usaha-usaha pun mulai memanfaatkan perkembangan teknologi melalui aplikasi tertentu.

Penelitian Kepala Lembaga dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIE Bulungan Tarakan Dr. Ana Sriekaningsih, S.E, M.M, mengatakan, berdasarkan data statistik Tarakan, kondisi perekonomian pada 2016 tercatat tumbuh sebesar 5,8 persen. Ini lebih cepat dibandingkan 2015 yang tercatat hanya sebesar 4,86 persen.

“Untuk ke depannya tentu berharap terus meningkat. Karena dikatakan daerah itu maju jika pertumbuhan ekonominya meningkat,” terangnya kepada Radar Tarakan.

Bagaimana untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian? Ana melanjutkan, dalam hal ini pemerintah memberikan sarana dan prasarana  untuk menjembatani pengusaha-pengusaha, baik lokal maupun regional bahkan antar negara. “Jembatani atau dimediasi pertemuan untuk kerja sama dengan pengusaha-pengusaha itu,” katanya.

Berbicara mengenai pertumbuhan perekonomian, sempat disinggung mengenai ekonomi digital. Ia mengatakan, Presiden Joko Widodo mencanangkan ekonomi digital dalam 2020 mendatang. Ekonomi digital ini menjadi alternatif dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

“Pada saat itu, Pak Joko Widodo memberikan banyak sarana dan prasarana. Karena percuma kalau visinya meningkatkan perekonomian tapi sarananya tidak ada, jadi sama saja sia-sia,” bebernya.

Tak terkecuali Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya Kota Tarakan. Ekonomi digital lebih ke arah penggunaan teknologi, yang terkait industri electronic commerce (e-commerce), demand of consumer, dan transaksi non tunai.

“Jadi tiga jenis usaha itu pertumbuhannya sangat tinggi di Indonesia. E-commerce itu sudah marak, seperti di Tarakan kuliner-kuliner online sudah banyak,” jelasnya.

Kemudian tingginya permintaan konsumen atau demand of consumer terhadap aplikasi-aplikasi online. Sehingga usaha-usaha yang tidak memanfaatkan teknologi, seperti ojek tradisional, mulai tertinggal.

“Gojek, Grab itu sudah masuk ekonomi digital. Konsumen merasa nyaman jika melalui aplikasi-aplikasi. Jadi perekonomian yang seperti itu,” terangnya.

Seiring perkembangan zaman, kecanggihan teknologi pun semakin berkembang. Kaltara harus mampu mengikuti tren ekonomi digital, sebab kemajuan teknologi tidak bisa dihindari. “Karena kalau tidak, justru memperlambat diri sendiri dan kita bisa ketinggalan. Soal teknologi terkait banyak hal, kita harus bisa kalau mau masuk dalam ekonomi digital, karena semuanya serba digital,” lanjutnya.

Apabila mengajak kerja sama antar negara, tentu dengan mempertimbangkan kemampuan daerah agar tidak tertinggal jauh. Seperti wacana meningkatkan pertumbahan ekonomi di ASEAN antar (BIMP-EAGA).

“Lagi-lagi kita mampu enggak atau hanya sekadar tergabung di dalamnya. Jadi kita tidak hanya menempatkan diri tergabung tetapi bagaimana kita berusaha, bagaimana usahanya pemerintah turut andil,” tutupnya. (eru/*/naa/*/one/lim)


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 11:34

Ratusan Sopir Angkot Demo Tolak Grab

TARAKAN - Ratusan sopirĀ  angkot yang tergabung dalam SPTI dan sopir angkutan konvensional lainnya, Kamis…

Kamis, 19 Juli 2018 11:21

Presiden Jokowi Belum Dipastikan Datang

TARAKAN – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi)…

Kamis, 19 Juli 2018 11:19

200 Pelanggan Alami Gangguan Token Listrik

TARAKAN – Tak hanya merasakan pemadaman listrik saja, masyarakat Tarakan juga sempat tidak bisa…

Kamis, 19 Juli 2018 11:17

Tiga Daerah Raih WDP

TARAKAN -  Tiga dari lima kabupaten di Provinsi Kalimantan Utara mendapat opini Wajar Dengan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:16

Tak Penuhi Kuota, Selektif Pilih Bacaleg

TARAKAN – Bertambahnya jumlah daerah pemilihan (dapil) di Bumi Paguntaka membuat para legislator…

Kamis, 19 Juli 2018 09:56

Lapas Penuh, Hak Tahanan Tak Terpenuhi

TARAKAN - Kondisi lembaga pemasyarakatan (lapas) cukup memprihatinkan. Tak hanya kapasitasnya, namun…

Kamis, 19 Juli 2018 09:48

Drainase Minim, Percepat Kerusakan Jalan

TARAKAN – Ketua RT 63, Kelurahan Karang Anyar, Maria Renius mengatakan, belum lama ini beberapa…

Rabu, 18 Juli 2018 23:06

Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

TARAKAN – Mengatasi lonjakan harga kebutuhan pokok di Bumi Paguntaka, terutama menjelang pelaksanaan…

Rabu, 18 Juli 2018 11:50

Tambah Flight di Rakernas Apeksi

TARAKAN – Jelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi)…

Rabu, 18 Juli 2018 11:47

Karena Rindu Orang Tua, Pulang ke Tarakan Bermalam

Rasa kaget dan tidak percaya, ketika mendengar kabar bahwa Muhammad Riharja sudah berpulang menghadap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .