MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 21 Mei 2018 10:48
SDA di Perbatasan Dijual Ilegal ke Malaysia
MELIMPAH: Hasil perikanan dan kelautan di Kaltara masih banyak yang dijual ke Tawau, Malaysia secara resmi. Tampak salah satu pedagang di Pasar Induk Tanjung Selor yang hanya menjual hasil SDA untuk kebutuhan di dalam daerah saja. SAMSUL UMARDHANY/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Meski memiliki sumber daya alam (SDA) yang berlimpah, tak menjamin akan dijual di daerah sendiri. Hal tersebut banyak terjadi di wilayah perbatasan Kaltara dengan menjual hasil alam negara tetangga, Malaysia.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Kaltara, Yetna Widiyani. Ia menilai kondisi itu cukup miris apa yang terjadi di beberapa daerah perbatasan Provinsi Kaltara. Hal tersebut kata dia tentu memberikan dampak yang buruk bagi daerah, utamanya pada sektor pendapatan asli daerah (PAD). Sebab ia katakan sudah tentu hasil penjualan itu tidak tercatat sebagai ekspor dari beberapa komoditi SDA yang ada di Kaltara.

“Miris sebenarnya, SDA kita yang berlimpah justru dinikmati negara lain, terlebih itu seharusnya menjadi sumber PAD (pendapatan asli daerah) kita,” ucapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Namun ia mengakui, kondisi itu terjadi disebabkan tidak adanya pangsa pasar yang tersedia di beberapa wilayah di Kaltara. Ditambah dengan daya beli masyarakat perbatasan juga kurang. “Sehingga kemudian penjualan terpaksa harus menuju ke negara tetangga, paling dekat yaitu Tawau,” sebutnya.

“Nah ini sebenarnya sudah terjadi sejak dulu hingga sekarang, baik itu terang-terangan hingga diam-diam,” sambungnya.

Kemudian ia mencontohkan, adanya beberapa SDA di Kabupaten Nunukan, baik sektor perkebunan, perikanan, pertanian yang dijual secara ilegal menuju Tawau, Malaysia. Sebab dikatakan para pedagang yang biasa menjual hasil alam Indonesia itu  ke Malaysia, karena jarak yang ditempuh lebih dekat. “Sementara mereka mau jual di Nunukan juga pangsa pasarnya tidak ada,” sebutnya.

Selain itu, dijelaskannya bahwa pangsa pasar tersebut bisa berkurang dikarenakan daya beli yang semakin menurun. Banyak faktor yang membuat persoalan itu terjadi, misalnya faktor defisit anggaran yang terus terjadi saat ini hingga berpengaruh pada sektor ekonomi.

“Akhirnya, mau tidak mau mereka jual ke Tawau. Apalagi ikan, di sana memang lebih dekat menuju Tawau dibandingkan daerah Indonesia lainnya,” jelasnya.

Hanya saja ia katakan, hal tersebut bertentangan dengan aturan pemerintah yang ada, untuk itu dirinya juga meminta agar warga masyarakat perbatasan yang menjual hasil SDA yang ada menuju Tawau baiknya mengurus izin melalui karantina setempat. “Hal ini bertujuan agar penjualan yang dilakukan bisa dilaksanakan secara resmi dan tercatat sebagai ekspor,” ucapnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga diminta untuk berperan untuk memberikan solusi mengenai penjualan secara ilegal yang sejak dulu lagi terjadi di perbatasan Kaltara. “Misal ada penjual yang ingin menjual ke luar, difasilitasi minta surat izinnya ke karantina. Sehingga bisa tercatat sebagai ekspor atau setidaknya menyiapkan pangsa pasar yang memiliki daya jual yang tinggi agar tidak lagi SDA kita dijual ke luar secara ilegal,” pungkasnya. (sny/eza)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 11:25

KPU Diserang, Satu Demonstran Ditembak

TANJUNG SELOR – Massa tiba-tiba menyerbu kantor Komisi Pemilihan Umum…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:23

Ribuan Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Pemilu

TANJUNG SELOR - Ribuan personel siap dikerahkan guna mengamankan pelaksanaan…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:22

Tak Netral, ASN Dapat Dipidanakan

TANJUNG SELOR – Menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Sekretaris Provinsi (Sekprov)…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:21

Dua Bus Damri Akan Dikomersilkan

TANJUNG SELOR – Jika sesuai rencana, dalam waktu dekat ini…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:25

Mampu Jadi Penopang Ekonomi Indonesia

TANJUNG SELOR - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:23

SOA Barang Masih Proses Lelang

TANJUNG SELOR - Subsidi ongkos angkut (SOA) barang yang diprogramkan…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:23

Kaltara Miliki Prospek Pengembangan Transportasi Darat

Sejak 22 Februari 2019, Tri Wijono Djati resmi mengepalai jabatan …

Sabtu, 23 Maret 2019 10:22

Caleg Stres, RSD Siapkan Dokter Kejiwaan

TANJUNG SELOR - Meskipun di beberapa rumah sakit (RS) di…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:19

Tak Disiplin, Diskualifikasi Menanti

TANJUNG SELOR - Sebanyak 453 calon pegawai negeri sipil (CPNS)…

Kamis, 21 Maret 2019 11:07

Durasi ML Jadi Tujuh Jam Sehari

TANJUNG SELOR - Pemadaman listrik yang terjadi sejak Februari lalu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*