MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 21 Mei 2018 10:48
SDA di Perbatasan Dijual Ilegal ke Malaysia
MELIMPAH: Hasil perikanan dan kelautan di Kaltara masih banyak yang dijual ke Tawau, Malaysia secara resmi. Tampak salah satu pedagang di Pasar Induk Tanjung Selor yang hanya menjual hasil SDA untuk kebutuhan di dalam daerah saja. SAMSUL UMARDHANY/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Meski memiliki sumber daya alam (SDA) yang berlimpah, tak menjamin akan dijual di daerah sendiri. Hal tersebut banyak terjadi di wilayah perbatasan Kaltara dengan menjual hasil alam negara tetangga, Malaysia.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Kaltara, Yetna Widiyani. Ia menilai kondisi itu cukup miris apa yang terjadi di beberapa daerah perbatasan Provinsi Kaltara. Hal tersebut kata dia tentu memberikan dampak yang buruk bagi daerah, utamanya pada sektor pendapatan asli daerah (PAD). Sebab ia katakan sudah tentu hasil penjualan itu tidak tercatat sebagai ekspor dari beberapa komoditi SDA yang ada di Kaltara.

“Miris sebenarnya, SDA kita yang berlimpah justru dinikmati negara lain, terlebih itu seharusnya menjadi sumber PAD (pendapatan asli daerah) kita,” ucapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Namun ia mengakui, kondisi itu terjadi disebabkan tidak adanya pangsa pasar yang tersedia di beberapa wilayah di Kaltara. Ditambah dengan daya beli masyarakat perbatasan juga kurang. “Sehingga kemudian penjualan terpaksa harus menuju ke negara tetangga, paling dekat yaitu Tawau,” sebutnya.

“Nah ini sebenarnya sudah terjadi sejak dulu hingga sekarang, baik itu terang-terangan hingga diam-diam,” sambungnya.

Kemudian ia mencontohkan, adanya beberapa SDA di Kabupaten Nunukan, baik sektor perkebunan, perikanan, pertanian yang dijual secara ilegal menuju Tawau, Malaysia. Sebab dikatakan para pedagang yang biasa menjual hasil alam Indonesia itu  ke Malaysia, karena jarak yang ditempuh lebih dekat. “Sementara mereka mau jual di Nunukan juga pangsa pasarnya tidak ada,” sebutnya.

Selain itu, dijelaskannya bahwa pangsa pasar tersebut bisa berkurang dikarenakan daya beli yang semakin menurun. Banyak faktor yang membuat persoalan itu terjadi, misalnya faktor defisit anggaran yang terus terjadi saat ini hingga berpengaruh pada sektor ekonomi.

“Akhirnya, mau tidak mau mereka jual ke Tawau. Apalagi ikan, di sana memang lebih dekat menuju Tawau dibandingkan daerah Indonesia lainnya,” jelasnya.

Hanya saja ia katakan, hal tersebut bertentangan dengan aturan pemerintah yang ada, untuk itu dirinya juga meminta agar warga masyarakat perbatasan yang menjual hasil SDA yang ada menuju Tawau baiknya mengurus izin melalui karantina setempat. “Hal ini bertujuan agar penjualan yang dilakukan bisa dilaksanakan secara resmi dan tercatat sebagai ekspor,” ucapnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga diminta untuk berperan untuk memberikan solusi mengenai penjualan secara ilegal yang sejak dulu lagi terjadi di perbatasan Kaltara. “Misal ada penjual yang ingin menjual ke luar, difasilitasi minta surat izinnya ke karantina. Sehingga bisa tercatat sebagai ekspor atau setidaknya menyiapkan pangsa pasar yang memiliki daya jual yang tinggi agar tidak lagi SDA kita dijual ke luar secara ilegal,” pungkasnya. (sny/eza)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:29

Caleg Tak Boleh Lamar CPNS

TANJUNG SELOR – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara, menegaskan masyarakat yang sudah terdaftar…

Jumat, 21 September 2018 11:24

Oknum PNS Terlibat Judi Togel

TANJUNG SELOR – Kepolisian Resort (Polres) Bulungan melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim)…

Jumat, 21 September 2018 11:21

Informasi Teknis CPNS Harus Valid

PEMPROV Kalimantan Utara (Kaltara) diingatkan secepatnya mematangkan persiapan rekrutmen calon pegawai…

Jumat, 21 September 2018 11:16

Kaltara Rawan KLB Campak dan Rubella

TANJUNG SELOR – Batas waktu pemberian vaksin Measles-Rubella (MR) di Kalimantan Utara (Kaltara)…

Jumat, 21 September 2018 11:12

Tiga Parpol Bersengketa Lolos ke DCT

TANJUNG SELOR  - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengumumkan daftar…

Jumat, 21 September 2018 11:04

DPRD Harus Tahu Peruntukkan Anggaran

ANGGARAN Pendapatan Belanja Daerah-Perubahan (APBD-P) Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) tahun 2018…

Kamis, 20 September 2018 12:43

Gunakan Jalur Resmi, Perlu Sinergikan Puluhan Pengusaha

TANJUNG SELOR – Pekan lalu tepatnya Kamis (13/9), Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC)…

Kamis, 20 September 2018 12:40

Tingkatkan Ekonomi Warga, Bhabinkamtibmas Harus Berperan Aktif

TANJUNG SELOR – Tugas kepolisian sebagai abdi negara tak semata-mata menjaga keamanan dan ketertiban…

Kamis, 20 September 2018 12:37

Jalan 603,91 Kilometer Prioritas KemenPU-PR

TANJUNG SELOR - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim)…

Kamis, 20 September 2018 12:35

Modus Mengajari, Mawar Digauli Selama 3 Tahun

KASUS pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah hukum Kepolisian Resor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .