MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 18 Mei 2018 12:13
Pengecer Gas Melon Ilegal Segera Ditangani Tim Satgas
DOK/RADAR TARAKAN : DIBURU: Gas melon menjadi langka dengan banyaknya pengecer

PROKAL.CO, NUNUKAN – Persoalan gas melon 3 kilogram (kg) di wilayah perbatasan belum berakhir. Sampai saat ini, masalah pendistribusian yang tak tepat sasaran dan harga jual yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) masih terus terjadi dan belum menemukan solusi tepat.

Keberadaan pengecer ilegal yang saban hari terus bersaing dengan sub agen atau pangkalan resmi yang mengambil hak warga miskin masih sulit dibendung. Padahal, imbauan yang bersifat sosialisasi langsung ke warga telah dilakukan selama ini.

Untuk memastikan persoalan tersebut, Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan telah melakukan pemantauan dan pengawasan Liequefied Potroloum Gas (LPG) 3 kg, Rabu (16/5) kemarin.

Dari hasil pemantauan dan pengawasan di sejumlah pangkalan resmi, disimpulkan tak satupun pangkalan yang menjual di atas HET yang ditentukan. “Tidak ada yang kami temukan menjual di atas HET. Pemiliknya sudah mengaku semuanya dan bejanji tidak menjual di atas HET,” jelasnya.

Selain itu, kata Hasan Basri Mursali, ketersediaan LPG 3 kg di pangkalan resmi memang cepat habis. Sebab, banyak masyarakat yang membutuhkannya. Sementara pihak agen diminta untuk tidak menimbun dan terus memberikan ke warga selama stok masih ada. “Ketersediaannya terbatas sementara kebutuhan banyak,” kata Hasan.

Kemudian, lanjutnya, yang menjadi persoalan adanya pengecer menjual di atas HET. Sehingga, persoalan tersebut senantiasa dikaitkan jika gas melon di Nunukan tidak sesuai HET. Padahal, yang menjual itu dari pengecer ilegal. “Banyak pengecer yang menjual di atas HET. Tapi, tidak ada tindakan,” ujarnya.

Dikatakan, tabung kosong mudah didapat di pasaran menjadi salah satu penyebab terjadinya kelangkaan. Tabung kosong ini kebanyakan didatangkan dari wilayah luar Kalimantan Utara (Kaltara) seperti Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Jawa. “Ini juga menjadi masalah. Masyarakat mudah menjadi pengecer ilegal. Karena mendapatkan tabung kosong sangat mudah,” jelasnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan pihaknya dengan mendatangi sejumlah pangkalan resmi merupakan tahap identifikasi sekaligus sosialisasi mengenai HET dan penyaluran gas melon yang telah disubsidi pemerintah. Selain itu, kegiatan tersebut juga memantau titi-titik keberadaan pengecer ilegal untuk nantinya diserahkan ke tim satuan tugas (satgas) pengawasan BBM dan LPG 3 Kg. “Intinya, ini baru tahap identifikasi dan sosialisasi. Nanti sepenuhnya satgas yang akan bergerak. Termasuk penindakan,” pungkasnya. (oya/ash)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 11:59

Usul Mutasi Minimal 10 Tahun

NUNUKAN – Peserta seleksi yang sudah dinyatakan lulus wajib membuat…

Jumat, 07 Desember 2018 11:59

Izin Usaha Terbentur Andalalin

NUNUKAN – Akibat tak memiliki analisis dampak lalu lintas (Andalalin),…

Jumat, 07 Desember 2018 11:54

Kali Kedua Mangkir dari Panggilan

NUNUKAN - Seorang Apatatur Sipil Negara (ASN) yang telah dilaporkan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:53

Petani Butuh Tambahan Angkutan

NUNUKAN – Produksi rumput laut semakin berlimpah, namun tak sebanding…

Jumat, 07 Desember 2018 11:52

Fasilitasi Warga Lengkapi Dokumen

NUNUKAN – Agar warga Desa Balansiku tertib administrasi dan meningkatkan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:47

Kendaraan Pelat Merah Terlibat Kecelakaan Maut

NUNUKAN – Dua kendaraan bermotor terlibat kecelakaan maut di Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:45

Demi Berfoya-foya, Pria Nekat Curi Tas

NUNUKAN – Pria paruh baya nekat melakukan aksi pencurian di…

Kamis, 06 Desember 2018 12:58

Pekan Depan, SKB Digelar

NUNUKAN – Tahapan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018…

Kamis, 06 Desember 2018 12:57

Perkara Narkotika Meningkat

NUNUKAN – Periode Januari hingga November, Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan…

Kamis, 06 Desember 2018 12:55

Minim Penarikan Pajak Restoran

NUNUKAN – Pajak restoran 10 persen yang dibebankan ke konsumen…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .