MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 17 Mei 2018 11:31
Berlatih Dua Tahun, Raih Nilai Hampir Sempurna

Mengenal Fikri Ferdiansyah, Qari dengan Napas Terpanjang se- Kaltara

SABET PIALA: Fikri Ferdiansyah (12) berhasil menyandang sebagai qari tilawah tingkat anak-anak dengan napas terpanjang se- Kaltara. RURY JAMIANTO/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MESKIMusabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-III Tingkat Provinsi Kaltara telah usai. Namun euforia kemenangan masih sangat terasa, terkhususnya bagi Kabupaten Bulungan. Bagaimana tidak, selain menyabet juara umum, salah seorang peserta dari tingkat qari tilawah anak-anak. Fikri Ferdiansyah (12) berhasil dinobatkan sebagai napas terpanjang se-Kaltara dalam sepanjang sejarah perhelatan MTQ untuk pertama kalinya. Berikut kisah selengkapnya.

Rury Jamianto

USIANYA baru menginjak 12 tahun. Tapi, Fikri Ferdiansyah sudah bisa mengharumkan nama Kabupaten Bulungan ditingkat Provinsi Kaltara. Fikri berhasil mendapatkan nilai hampir sempurna, yakni 284.5 dan mampu menggeser posisi peserta dari Kabupeten Malinau dan Kota Tarakan.

Qari cilik ini pun kembali dijagokan, menjadi juara pada kategori cabang  tilawah anak-anak tingkat nasional, yang akan diadakan di Provinsi Medan, Sumatera Utara, Oktober mendatang.

Fikri memang mempunyai kemampuan yang luar biasa, dalam membaca maupun melantunkan  ayat suci Alquran. Prestasi membanggakan yang pernah ditorehnya pun bukan tiba-tiba begitu saja. Berkat kesungguhan dan kerja kerasnya selama kurang lebih dua tahun, hanya untuk berlatih bernapas dan melafalkan ayat suci Alquran.

Fikri yang dikenal sebagai anak yang aktif, ternyata kerap berwara-wiri mewakili Provinsi Kaltara dalam ajang tilawatil quran. Bahkan sebelumnya, Fikri pernah mewakili Kaltara dalam ajang Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat nasional di Tarakan tahun lalu. Dan juga pernah mewakili Kaltara di Festival Anak Saleh Islami (FASI) tingkat nasional di Banjarmasin kategori tilawah.

Fikri yang ditemui Radar Tarakan, terlihat begitu semangat. Terutama saat ia memegang piala hasil usaha kerja kerasnya selama ini. “Senang banget. Ini demi orang tua saya,” ungkap Fikri.

Selama ini kata Fikri. Ia selalu optimis dan selalu menyiapkan mental. Terutama soal pernapasan dan suara. Maka dari itu, setiap bangun dari tidur, ia selalu berlatih menarik napas setiap harinya.

“Kalau mau tidur dan saat bangun tidur. Selalu berlatih narik napas. Gitu aja. Nggak perlu nyelam-nyelam dalam air untuk melatih napas. Karena saya juga kalau  menyelam nggak kuat. Jadi latihannya saat mau tidur dan bangun tidur aja,” kata fikri.

Adapun soal suara. Fikri juga tak muluk-muluk. Layaknya anak biasa, ia juga kerap kali menyantap gorengan maupun minuman dingin. Meski tidak terlalu banyak. “Minum es dan makan yang berminyak juga, tapi tidak terlalu banyak-banyak,” bebernya.

Fikri mengaku, kesuksesannya meraih prestasi merupakan bimbingan gurunya serta dukungan kedua orang tuanya. “Tidak ada paksaan. Saya juga senang untuk berlatih,” katanya.

Mendengar salah seorang muridnya berhasi menyabet juara satu. H. M Najib (48), guru mengaji sekaligus pelatih Fikri sangat bangga terhadap muridnya itu.  “Fikri ini memiliki daya tangkap yang cepat. Dan mentalnya sangat bagus. Apalagi dia anaknya selalu berlatih. Dan tidak salah jika ia berhasil dinobatkan sebagai napas terpanjang se-Kaltara ini,” ungkap H. M Najib.

15 tahun berkecimpung sebagai guru mengaji. H. M Najib sangat paham betul bagaimana untuk mendidik anak-anak seusia Fikri. Baik dalam hal melafalkan ayat suci Alquran ataupun soal mengatur napas murid-muridnya agar bisa melantunkan ayat suci Alquran dengan indah tanpa hambatan.

Adapun metode bimbingan dan pengajaran yang diterapkan. Lanjut Najib, sapaan akrabnya. Tidak pernah memaksa dan menentukan waktu untuk berlatih. “Dia (Fikri) harus latihan napas dulu minimal tiga kali hitung detik. Satu kali bernapas berapa detik, kedua berapa detik. Alhamdulillah bisa sampai 50 detik,” jelasnya.

Menjadi perwakilan untuk tingkat nasional. Najib pun meminta kepada murid-muridnya untuk tidak menargetkan juara. Tapi, semaksimal mungkin bisa memberikan penampilan terbaik di kancah Nasional dengan mengharumkan nama Provinsi Kaltara.

“Semoga Fikri dan anak-anak lainnya yang mewakili Kaltara, bisa melakukan yang terbaik untuk tahun ini,” harapnya.

Tak hanya itu, Najib pun berharap muridnya itu bisa berlatih lebih tinggi lagi dengan melakukan pelatihan di Jakarta untuk meningkatkan kemampuan membaca Alquran dalam persiapan menuju MTQ di Medan.

“Semoga berhasil itu saja,” pungkasnya. (***/nri)


BACA JUGA

Sabtu, 26 Mei 2018 11:34

Terganjal Utang dan Kejelasan Aset

TARAKAN – Penyerahan laporan hasil pemeriksaan laporan keuangan pemerintah daerah tahun anggaran…

Sabtu, 26 Mei 2018 11:26

Terganjal Utang dan Kejelasan Aset

TARAKAN – Penyerahan laporan hasil pemeriksaan laporan keuangan pemerintah daerah tahun anggaran…

Sabtu, 26 Mei 2018 11:17

Air Panas dan Asupan Syaraf

Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie menggelar buka puasa bersama di rumah jabatannya di…

Sabtu, 26 Mei 2018 11:15

Hukuman Nakhoda Tergantung Kelalaian

KASUS kecelakaan tunggal kapal cepat Harapan Baru Express yang terjadi di perairan Kaltara, membawa…

Sabtu, 26 Mei 2018 11:10

Sembilan Tahun Menjanda, Kini Kembali Rasakan Sahur Bersama

Ada yang berbeda di subuh kesembilan, tim Asslamualaikum Sahur kali ini langsung menyambangi rumah Nenek…

Sabtu, 26 Mei 2018 10:56

Jembatan Miring, Warga Lebih Waspada

Tarakan—Kondisi semenisasi jalan yang berlubang,dan jembatan yang miring turut mengganggu kenyamanan…

Jumat, 25 Mei 2018 13:27

Bekali Anak-Anak dengan Pendidikan Formal-Bela Diri

Assalamualaikum Sahur Radar Tarakan kembali dilakukan, kali ini bersama tim Badan Pemeriksa Keuangan…

Jumat, 25 Mei 2018 12:31
Kecelakaan Speedboat Harapan Baru Express

Semua Ngaku Sudah Berupaya, Tapi Musibah Tak Terhindarkan

TARAKAN – Penyebab kecelakaan laut kapal cepat Harapan Baru Express Selasa (22/5) tujuan Malinau-Tarakan…

Jumat, 25 Mei 2018 12:22
Kecelakaan Speedboat Harapan Baru Express

Lima Korban Meninggal Tidak Diautopsi

TARAKAN - Lima korban meninggal akibat peristiwa kecelakaan kapal cepat Harapan Baru Express sudah dimakamkan.…

Jumat, 25 Mei 2018 12:02

Terduga Teroris di Tarakan Itu Dikenakan Tiga Pasal Sekaligus

TANJUNG SELOR – Terduga teroris yang diamankan beberapa waktu lalu oleh pihak Densus 88 berinisial…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .