MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 16 Mei 2018 21:36
Perketat Pengawasan Jalur Laut
DIPERKETAT: Jalur laut di wilayah Kabupaten Nunukan diperketat. Mulai dari pemeriksaan hingga orang terus dilakukan. Bank Data/ Radar Tarakan

PROKAL.CO,  

SERANGAN oleh terduga teroris yang sudah berafiliasi dengan ISIS belum terhenti. Mereka terus melancarkan aksi teror. Terakhir Mapolda Riau menjadi sasaran dalam serangan Rabu (16/5). Tidak kurang lima orang terduga teroris menyerang markas polisi di Pekanbaru. Meski tidak sampai meledakan bom, sejumlah korban berjatuhan. 

Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menjelaskan, serangan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, beberapa personel Polda Riau tengah menyiapkan agenda ekspose pengungkapan kasus narkotika yang rencananya disampaikan langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Nandang. ”Ada sebuah mobil yang menerobos ke Mapolda Riau,” kata dia di kantor Divisi Humas Polri, Jakarta kemarin.

Berdasar data yang dikantongi oleh Setyo, mobil yang digunakan oleh lima terduga teroris itu bernomor polisi BM 1192 RQ. Ketika hendak masuk ke dalam komplek Mapolda Riau, seorang petugas menghalangi laju mobil tersebut. Lantaran diadang petugas, empat dari lima orang terduga teroris itu keluar dari mobil. ”Kemudian menyerang anggota (Polda Riau) menggunakan samurai atau senjata tajam,” imbuhnya.

Akibatnya anggota Polda Riau yang tengah bertugas terluka. Mereka yang terluka adalah Kompol Faridz. Dia terluka akibat kena bacok samurai yang diayunkan oleh salah seorang terduga teroris. Merespons serangan tersebut, sejumlah anggota Polda Riau langsung mengambil tindakan tegas. Mereka menembaki empat terduga teroris itu. ”Dan akhirnya empat orang tewas,” imbuhnya.

Melihat empat rekannya sudah terkapar dalam kondisi tidak bernyawa, satu orang terduga teroris yang masih berada di dalam mobil berusaha melarikan diri. Dia tancap gas sampai menabrak salah seorang anggota Polda Riau. ”Yang akhirnya gugur,” imbuh Setyo. Anggota Polda Riau itu adalah Ipda Auzar. Sebelum meninggal dunia, dia sempat di bawa ke RS Bhayangkara Riau. 

Namun nyawa Auzar, tidak tertolong dan dinyatakan meningal dunia pada pukul 10.00 WIB. Selain menabrak seorang anggota Polda Riau, mobil yang dipakai untuk melarikan diri juga menyenggol dua orang wartawan dari dua televisi swasta nasional. Keduanya terluka akibat jatuh setelah terserempet. Beruntung upaya melarikan diri itu berhasil digagalkan oleh petugas. ”Sudah dapat ditangkap,” ujar Setyo.

Yang bersangkutan lantas diamankan di Mapolresta Pekanbaru. Pun demikian kendaraan yang dipakai dalam penyerangan Mapolda Riau. Aparat kepolsian sudah mengamankan kendaraan tersebut.

Untuk mengantisipasi aksis teror yang sudah terjadi di beberapa titik di wilayah Indonesia, maka semua stakeholder di Bumi Benuanta getol melakukan pengawasan terutama di jalur laut.

Komandan Lanal Nunukan, Letkol Laut (P) Machri Makdagow, M. Tr.Hanla mengatakan, kondisi perairan Kaltara khususnya Nunukan  sangat strategis, yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipina belum lagi banyaknya dermaga tradisional di Nunukan dan Sebatik.

“Ada banyak kemungkinan. Sehingga, pengawasan ketat kapal yang keluar negeri maupun ke daerah diperiksa. Barang bawaan hingga orang juga ikut diperiksa,” ujar Letkol Laut (P) Machri Makdagow, M. Tr.Hanla.

Dia memastikan secara spesifik, yakni permasalahan pelabuhan serta jalur tikus untuk menjadi kewaspadaan ilegal. Apalagi hal itu juga menjadi atensi. 

“Pada intinya yang menjadi perhatian di sini utamanya adalah jalan tikus yang belum termonitor. Itu perlu menjadi prioritas, dan nantinya termasuk juga permasalahan lain seperti penyelundupan TKI, narkoba, ke depannya perlu kita dalami,” ucap Machri.

“Ya, saya juga berharap kerja samanya baik instansi terkait bahkan teman-teman media untuk saling berkoordinasi guna berantas permasalahan yang ada di Nunukan,” bebernya.

Selain mengerahkan personel melakukan pengawasan di perairan. Personel di sejumlah PO TNI AL yang ada juga ikut dikerahkan. Sebab, menjelang Ramadan aktivitas keluar masuknya TKI yang ingin kembali ke kampung halamannya begitu padat. Kondisi ini juga menjadi atensi khusus.

Pemeriksaan dokumen bagi penumpang untuk mengetahui pasti tujuan. Sehingga, ia berharap kerja sama masyarakat yang mengetahui adanya aktivtias yang mencurigakan agar segera melaporkan. “Momen jelang Ramadan hingga Idul Fitri diprediksi penumpang padat. Dan umumnya merupakan TKI yang pulang kampung,” tambahnya.

Hal ini pun dilakukan sebab, di awal tahun lalu Reza Nurjamil (26) sempat diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 setelah diduga terlibat dalam jaringan teroris. Pria yang berbadan kecil itu dinilai pendiam di mata temannya dan rajin melaksanakan ibadah, puasa pun tak pernah ditinggalkan.

Reza merupakan anggota  Jamaah Anshorud Daulah  (JAD) Tasikmalaya, yang bertugas sebagai agen panitia hijrah Filipina dengan wilayah pos 2 Nunukan. Diduga melakukan pengiriman sejumlah orang anggota jaringan teror.  Lelaki yang memiliki tinggi 165 centimeter (cm), kulit sawo matang, rambut pendek, hidung mancung dan berbadan ini ternyata tidak asing di kalangan warga sekitar Gang Fisibalillah, Kelurahan Nunukan Utara.

Sebelumnya, Dandim 0907 Tarakan Letkol Inf Hipni Maulana Farhat saat dikonfirmasi soal dampak teroris juga mengungkapkan rasa keprihatinannya. Diakui Hipni, Tarakan pernah menjadi tempat persinggahan terduga teroris.

 “Tapi intinya lebih antisipasi. Jangan sampai apa yang terjadi di Surabaya terjadi juga di Tarakan. Makanya kita dengan Kapolres dan Plt Wali Kota kita sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mendata ulang warga pendatang,” kata Hipni.

Adapun soal informasi Tarakan pernah dijadikan jalur perpindahan teroris, dan ditemukannya ada salah satu keluarga bekas kombatan ISIS di Tarakan, kata dia, bahwa sampai sejauh ini belum ada ditemukan hal-hal yang mencurigakan. Hanya saja, untuk kegiatan yang diduga keluarga bekas kombatan ISIS dari pantauan intelijen sudah kembali berbaur dengan masyarakat. “Semua kami pantau mau di luar maupun di dalam kami pantau. Mau yang datang pun juga begitu,” tegasnya.

Deteksi bekas kombatan ISIS di Gunung Lingkas, Tarakan juga turut dipertegas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Tarakan. Terdapat dua kakak beradik pernah terjun langsung di Suriah, mengikuti gerakan ISIS.

Kepala Bakesbangpol Tarakan Agus Sutanto mengatakan keduanya terungkap berafiliasi dengan jaringan ISIS pada 2016 yang lalu. Meski telah berselang dua tahun, keluarga terduga ISIS masih terus diawasi. “Dari info yang didapati, mereka berdua itu sudah meninggal. Dan sekarang hanya tinggal keluarganya saja,” katanya.

Bergabungnya dua kakak beradik ini diketahui bergabung pada saat setelah meninggal di Suriah. “Orang tua mereka tetap kami pantau, bersama keluarganya. Karena memang keluarga yang tertutup juga,” ujarnya. (jpg/akz/nri)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 23:57

BKSDA Sarankan Diserahkan ke LK

TARAKAN – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menyarankan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan…

Selasa, 18 September 2018 23:44

Sehari Penukaran, Tembus 1.142 Kartu GPN

TARAKAN – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Kalimantan Utara terus mendorong penggunaan sistem…

Selasa, 18 September 2018 12:24

KASIHAN..!! Beruang Madu Kurus di Kandang Besi

TARAKAN – Sedih rasanya melihat nasib tiga ekor beruang madu di dua kandang di dalam Hutan Kota…

Selasa, 18 September 2018 12:22

Potensi PAD, Investasi dan Libatkan Pihak Ketiga

KRITIK datang dari pemerhati lingkungan di Kalimantan Timur (Kaltim). Mantan Direktur Kawasan Wisata…

Selasa, 18 September 2018 12:19

Dibatasi, Dolar Naik, hingga Kompetitor Menguat

Semarak Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, tidak berdampak signifikan bagi usaha jasa percetakan seperti…

Selasa, 18 September 2018 12:13

DPT Dicermati untuk Kali Kedua

TARAKAN- Imbauan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI agar dilakukan pencermatan ulang terhadap jumlah…

Selasa, 18 September 2018 12:11

Imunisasi MR Masih 46 Persen

TARAKAN – Pencapaian imunisasi measles rubella (MR) di Kalimantan Utara (Kaltara) masih cukup…

Selasa, 18 September 2018 11:59

Dua Spesialis Congkel Jok Motor Terciduk

TARAKAN - Dua pelaku pencurian spesialis merusak jok motor berhasil diamankan pihak kepolisian dari…

Selasa, 18 September 2018 11:51

Dolar Naik, Material KPR Ikut Naik

TARAKAN- Naiknya kurs dolar masih menjadi polemik. Pasalnya berbagai usaha juga mengalami imbasnya,…

Selasa, 18 September 2018 11:48

Akses Menuju Pemakaman Rusak Parah

TARAKAN - Jalan lingkungan menuju ke arah Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus Nasrani, Kelurahan Juata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .