MANAGED BY:
SENIN
16 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 16 Mei 2018 12:27
Pelayanan Parkir Belum Memuaskan

Gusher Harus Lakukan Perbaikan

Johanny/Radar Tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN - Penataan pasar tradisional Gusher Tarakan saat ini terlihat padat dan juga kumuh. Bahkan untuk akses parkirannya juga terlihat tidak nyaman karena sempit dengan berbagai kendaraan yang ada dan tidak tersusun rapi. Karena itu peremajaan Pasar Gusher saat ini sangat dibutuhkan, agar kenyamanan tercipta untuk pedagang dan pembeli.

Plt Wali Kota Tarakan, Khaeruddin Arief Hidayat menyatakan sudah seharusnya pelayanan Pasar Gusher berubah, baik untuk pedagang maupun pembeli. Karena peremajaan ini dilakukan juga untuk pedagang dan pembeli. Jika pembeli merasa nyaman dan bersih dalam berbelanja, tentu pedagang bisa mendapatkan keuntungan yang baik.

“Tentu pembeli juga ingin berada dalam suasana yang nyaman, bersih sehingga nyaman berbelanja dan jauh dari suasana kumuh,” katanya.

Untuk peremajaan juga tentu perlu waktu dan dana, karena itu berbagai keluhan yang dilontarkan pedagang mulai dari pencahayaan yang kurang, akses parkir yang kecil dan terkadang ada banjir. Maka pihaknya berusaha untuk membenahinya terlebih dahulu. Karena Arief ingin melakukan semua pekerjaan kecil tetapi berdampak luar biasa terlebih dahulu.

Setelah itu, secara bertahap akan dilakukan peremajaan keseluruhan seperti mengecat dinding pasar agar menjadi lebih indah dan tampak bersih. Karena diakuinya saat ini, Pasar Gusher terlihat kumuh dan kotor jauh dari kesan bersih dan terawat. Tentunya Pasar Gusher harus berbenah terlebih dahulu, walaupun semua pedagang bergabung di satu tempat tetapi tetap kebersihan harus dilakukan.

“Kesepakatan itu harus dilakukan, pembenahan harus ada untuk menjadi lebih baik. Ini sudah menjadi hal yang lama dan panjang, sehingga ketika akan membuat suatu perubahan itu memang sulit dan berat tetapi harus dilakukan,” jelasnya. 

Sementara itu, Pengelola Gusher, Agus Toni mengatakan untuk setiap kendala yang dialami Pasar Gusher tetap harus melihat dari semua unsur. Dan tetap harus mengutamakan kenyamanan dari konsumen. Ia mengakui juga pernah melakukan perluasan parkir untuk akses parkir setiap kendaraan, dan menjelang Ramadan juga terus berusaha untuk memperluas lahan parkir untuk akses perparkiran. Tetapi kenyataannya juga, pedagang tidak mengikuti aturan dengan parkir ditempat yang tidak disediakan.

“Parkir untuk pedagang sudah disiapkan di belakang, tetapi masih ada yang parkir di depan,” ujarnya.

Karena dari pantauannya sendiri, terlihat lebih banyak kendaraan pedagang dibandingkan pembeli. Sehingga diharapkannya semua bekerja sama dengan kesadaran masing-masing untuk menaruh kendaraan khusus pedagang di tempat yang telah disediakan. Karena kenyamanan pembeli harus diutamakan, agar pembeli merasa nyaman dan tidak lagi merasa resah.

“Kalau masih ada kekurangan, kami siap menerima kritikan. Dan mencoba tetap untuk terus membenahinya,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu penyewa ruko yang menjual alat-alat olahraga di Pasar Gusher, Johan Rusman menyampaikan untuk penataan yang masih menjadi kendala yakni akses parkir, karena Gusher tidak ada lahan untuk parkir. Sehingga lahan parkir sudah seharusnya segera dibuat, karena selama ini dilihat pembeli memarkirkan kendaraannya di depan toko tetapi berbelanja ditempat lain.

Apa lagi jika sudah mendekati Idul Fitri, maka parkir akan menjadi amburadul dan tidak tersusun. Karena itu, akses jalan dan parkir harus dibenahi agar pembeli banyak dan nyaman. Hal ini sudah sejak lama diusulkan, sehingga kendaraan bisa diparkir di tempatnya dan tidak membawa masuk ke Gusher tetapi dengan berjalan kaki.

Hal senada dikatakan oleh salah satu pedagang di blok B, Hj. Bakhri. Ia  mengatakan masalah parkir sudah sangat tidak teratur, dan adanya kendaraan roda empat yang bisa diparkir dua sampai tiga hari tidak diambil pemiliknya. Itu kendala yang paling terlihat di lapangan, karena Gusher bukanlah menjadi tempat parkir tetapi sebagai tempat berjualan.

Selain itu, yang memarkir kendaraan roda dua yang juga memarkir tidak beraturan sehingga menyebabkan kemacetan. Tidak tertib dan hanya memarkirkan dengan sembarangan bahkan ada dengan dua arah. Tetapi tidak ada tindakan yang dilakukan. 

“Selain itu juga masih terlihat cukup kotor, jadi pembeli dan pedagang menjadi tidak nyaman. Terlihat kuno dan sangat lusuh,” pungkasnya. (*/naa/udn)

loading...

BACA JUGA

Senin, 16 Juli 2018 20:22

Padahal Selalu Ada Pemeliharaan, Tapi Listrik Sering Padam

  TARAKAN - Masyarakat Tarakan mengeluh lantaran listrik PLN kembali padam hampir di seluruh wilayah,…

Senin, 16 Juli 2018 16:19

Arkanata Akram Menjadi Saksi Sportivitas Pecinta Sepakbola

Menyaksikan Final Piala Dunia Rusia 2018 asyiknya dengan nonton bareng (nobar). Seperti kemeriahan nobar…

Senin, 16 Juli 2018 16:17

BNNP Berharap Gedung Rehabilitasi Dihibahkan

TARAKAN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara berharap gedung rehabilitasi pengguna…

Senin, 16 Juli 2018 16:16

Pura-Pura Miskin Tidak Diterima

Jalur keluarga miskin (gakin) dengan kuota minimal 50 persen, dengan maskimal tidak terbatas dimanfaatkan…

Senin, 16 Juli 2018 16:15

Manipulasi SKTM, Tindak Tim Verifikasi

PENGGUNAAN surat keterangan tidak mampu (SKTM) oleh masyarakat yang tergolong mampu, membuat sistem…

Senin, 16 Juli 2018 16:13

Selamatkan Diri, Lempar Anak Lewat Jendela

TARAKAN - Apa pun pasti akan dilakukan seorang ibu saat mendapati buah hatinya dalam bahaya. Begitu…

Senin, 16 Juli 2018 09:14

Negosiasi Berjam-jam, Pelantikan FPI Batal

TARAKAN – Ratusan personel dari TNI dan Polri, Sabtu (14/7) melakukan pengamanan di terminal Bandara…

Senin, 16 Juli 2018 09:13

Pemkot Sampaikan Permintaan Maaf

Pemkot Sampaikan Permintaan Maaf KEDATANGAN Wakil Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) di Kota Tarakan,…

Senin, 16 Juli 2018 09:12

Wisata Asyik ke Embung Geomembran

SELAIN menawarkan banyak wisata budaya, masih ada satu wisata yang enggak kalah menarik dan wajib banget…

Senin, 16 Juli 2018 09:10

Jalan Gunung Selatan Jadi Lokasi TPS

TARAKAN– Jalan Gunung Selatan yang sebenarnya merupakan “paru-paru” bagi Bumi Paguntaka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .