MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 16 Mei 2018 12:27
Pelayanan Parkir Belum Memuaskan

Gusher Harus Lakukan Perbaikan

Johanny/Radar Tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN - Penataan pasar tradisional Gusher Tarakan saat ini terlihat padat dan juga kumuh. Bahkan untuk akses parkirannya juga terlihat tidak nyaman karena sempit dengan berbagai kendaraan yang ada dan tidak tersusun rapi. Karena itu peremajaan Pasar Gusher saat ini sangat dibutuhkan, agar kenyamanan tercipta untuk pedagang dan pembeli.

Plt Wali Kota Tarakan, Khaeruddin Arief Hidayat menyatakan sudah seharusnya pelayanan Pasar Gusher berubah, baik untuk pedagang maupun pembeli. Karena peremajaan ini dilakukan juga untuk pedagang dan pembeli. Jika pembeli merasa nyaman dan bersih dalam berbelanja, tentu pedagang bisa mendapatkan keuntungan yang baik.

“Tentu pembeli juga ingin berada dalam suasana yang nyaman, bersih sehingga nyaman berbelanja dan jauh dari suasana kumuh,” katanya.

Untuk peremajaan juga tentu perlu waktu dan dana, karena itu berbagai keluhan yang dilontarkan pedagang mulai dari pencahayaan yang kurang, akses parkir yang kecil dan terkadang ada banjir. Maka pihaknya berusaha untuk membenahinya terlebih dahulu. Karena Arief ingin melakukan semua pekerjaan kecil tetapi berdampak luar biasa terlebih dahulu.

Setelah itu, secara bertahap akan dilakukan peremajaan keseluruhan seperti mengecat dinding pasar agar menjadi lebih indah dan tampak bersih. Karena diakuinya saat ini, Pasar Gusher terlihat kumuh dan kotor jauh dari kesan bersih dan terawat. Tentunya Pasar Gusher harus berbenah terlebih dahulu, walaupun semua pedagang bergabung di satu tempat tetapi tetap kebersihan harus dilakukan.

“Kesepakatan itu harus dilakukan, pembenahan harus ada untuk menjadi lebih baik. Ini sudah menjadi hal yang lama dan panjang, sehingga ketika akan membuat suatu perubahan itu memang sulit dan berat tetapi harus dilakukan,” jelasnya. 

Sementara itu, Pengelola Gusher, Agus Toni mengatakan untuk setiap kendala yang dialami Pasar Gusher tetap harus melihat dari semua unsur. Dan tetap harus mengutamakan kenyamanan dari konsumen. Ia mengakui juga pernah melakukan perluasan parkir untuk akses parkir setiap kendaraan, dan menjelang Ramadan juga terus berusaha untuk memperluas lahan parkir untuk akses perparkiran. Tetapi kenyataannya juga, pedagang tidak mengikuti aturan dengan parkir ditempat yang tidak disediakan.

“Parkir untuk pedagang sudah disiapkan di belakang, tetapi masih ada yang parkir di depan,” ujarnya.

Karena dari pantauannya sendiri, terlihat lebih banyak kendaraan pedagang dibandingkan pembeli. Sehingga diharapkannya semua bekerja sama dengan kesadaran masing-masing untuk menaruh kendaraan khusus pedagang di tempat yang telah disediakan. Karena kenyamanan pembeli harus diutamakan, agar pembeli merasa nyaman dan tidak lagi merasa resah.

“Kalau masih ada kekurangan, kami siap menerima kritikan. Dan mencoba tetap untuk terus membenahinya,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu penyewa ruko yang menjual alat-alat olahraga di Pasar Gusher, Johan Rusman menyampaikan untuk penataan yang masih menjadi kendala yakni akses parkir, karena Gusher tidak ada lahan untuk parkir. Sehingga lahan parkir sudah seharusnya segera dibuat, karena selama ini dilihat pembeli memarkirkan kendaraannya di depan toko tetapi berbelanja ditempat lain.

Apa lagi jika sudah mendekati Idul Fitri, maka parkir akan menjadi amburadul dan tidak tersusun. Karena itu, akses jalan dan parkir harus dibenahi agar pembeli banyak dan nyaman. Hal ini sudah sejak lama diusulkan, sehingga kendaraan bisa diparkir di tempatnya dan tidak membawa masuk ke Gusher tetapi dengan berjalan kaki.

Hal senada dikatakan oleh salah satu pedagang di blok B, Hj. Bakhri. Ia  mengatakan masalah parkir sudah sangat tidak teratur, dan adanya kendaraan roda empat yang bisa diparkir dua sampai tiga hari tidak diambil pemiliknya. Itu kendala yang paling terlihat di lapangan, karena Gusher bukanlah menjadi tempat parkir tetapi sebagai tempat berjualan.

Selain itu, yang memarkir kendaraan roda dua yang juga memarkir tidak beraturan sehingga menyebabkan kemacetan. Tidak tertib dan hanya memarkirkan dengan sembarangan bahkan ada dengan dua arah. Tetapi tidak ada tindakan yang dilakukan. 

“Selain itu juga masih terlihat cukup kotor, jadi pembeli dan pedagang menjadi tidak nyaman. Terlihat kuno dan sangat lusuh,” pungkasnya. (*/naa/udn)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 10:34

WOW..!! Rumah DP Nol Rupiah Ditargetkan Minimal 2.000 Unit Tahun Ini

TARAKAN - Perumahan tanpa uang muka atau DP 0 yang…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:29

Jargas dan BBM Satu Harga, Jika Kurang, Ini Kata Menteri Jonan

TARAKAN - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:26

Lima Sampel Diamankan dari Lokasi Kejadian

TARAKAN - Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tarakan lansung melakukan olah…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:25

Polres Kembalikan Rp 1,1 Miliar Anggaran Pengamanan

TARAKAN – Menghadapi tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Polres Tarakan…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:58

Dituntut Penjara Seumur Hidup

TARAKAN – Setelah beberapa kali tidak mengikuti persidangan, akhirnya Lukman…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:56

Impikan Jalan Mulus

TARAKAN – Minimnya drainase atau tidak memadai debit air, luapan…

Sabtu, 16 Februari 2019 00:14

Pertamina Realisasikan Titik ke-7 BBM Satu Harga di Kaltara

TARAKAN – Progres yang menggembirakan bagi warga Desa Long Ampung…

Jumat, 15 Februari 2019 15:32

Rumah DP Nol Sudah Oke

TARAKAN – Wali Kota Tarakan terpilih dr. Khairul tampaknya tak…

Jumat, 15 Februari 2019 15:29

Penyebab Kebakaran Diduga dari Dapur

TARAKAN - Sebanyak 7 rumah yang diketahui terdiri dari indekos,…

Jumat, 15 Februari 2019 15:25

Gubernur Minta Komisi II Kawal Kebutuhan PNS

TARAKAN - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*