MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 16 Mei 2018 11:57
Penjualan Masih di Atas HET

Hasil Pertemuan Tidak Diterapkan Pedagang

RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA STABILITAS HARGA: Tim Satgas saat menanyakan kepada salah seorang pedagang tentang penjualan sembako.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR — Antisipasi penjualan sembako di atas harga eceran tertinggi (HET) menjelang Ramadan yang dimulai pada Kamis (17/5), tim satuan tugas (Satgas) pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk dan beberapa distributor sembako di Tanjung Selor, Provinsi Kaltara, Selasa (15/5).

Tim terdiri dari Disperindagkop Kaltara, Disperindagkop Bulungan, Polres Bulungan dan Satpol PP Kaltara. Tim banyak menemukan pedagang di pasar yang menjual sembako di atas harga eceran tertinggi (HET).

Salah seorang pedagang di Pasar Induk, Tanjung Selor, Nasir kedapatan menjual beras medium di atas harga jual rata-rata yakni Rp 12 ribu. Padahal di dalam aturan Permendag untuk HET beras hanya diperbolehkan Rp 9.500.

“Saya memang beli dari distributor harganya sudah mahal. Jadi mau tak mau untuk menjualnya kembali kisaran harga Rp 12 ribu, ungkap Nasir, kepada tim satgas.

Tak hanya itu, tim juga menemukan penjualan harga bawang merah dan putih yang mulai meroket. Untuk bawang merah dari harga Rp 35 ribu menjadi Rp 43 ribu. Sedangkan, bawang putih dari Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu. “Ini sudah sepekan yang lalu naiknya,” ujar Nasir.

Senada dikatakan Asriani, pedagang lainnya yang juga menjual bawang merah dan putih. Dia mengakui saat ini untuk harga bumbu dapur itu cukup tinggi. Di mana kisaran harga jual sekitar Rp 40 ribu lebih.  Bahkan, menurutnya kenaikan harga khusus bawang itu akan terus terjadi.

“Untuk menyentuh harga hingga Rp 70 ribu pun bisa terjadi. Ini berkaca pada tahun-tahun sebelumnya kenaikan saat mendekati Hari Raya Idul Fitri, katanya.

Termasuk juga, penjualan daging beku. Seperti yang terjadi di salah satu distributor di Tanjung Selor. Di mana penjualannya menetapkan harga di atas HET, yang mana seharusnya konsumen cukup membayar Rp 80 ribu. Namun, kenyataannya saat ini harus membayar Rp 93 ribu.

“Cuma kalau ada saran seperti ini. Maka, nanti akan kami turunkan harganya, ungkap pedagang yang enggan disebutkan namanya.

Untuk diketahui,  berdasarkan pantauan media ini di lapangan, harga  daging sapi segar masih terbilang normal seperti hari-hari biasanya yakni berkisar Rp 150 ribu. Termasuk juga harga gula berkisar Rp 12.500 per kilogram (kg) dan telur kisaran Rp 50 — 55 ribu per piringnya.

Hal ini pun dibenarkan oleh Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindagkop dan UKM Kaltara Hj. Hasriani saat dikonfirmasi Radar Kaltara pasca digelarnya sidak.

Tingginya beberapa harga sembako hingga melebihi HET ini akan menjadi perhatian serius Disperindagkop Kaltara dan tim satgas lainnya. Dalam kesempatan ini juga, tim sudah mensosialisasikan tentang HET masing-masing komoditi yang dijual para pedagang dan distributor, agar bisa menjual dengan harga yang ditetapkan. 

“Jadi, kami hanya sekedar memberikan peringatan sekaligus mensosialisasikan bagi yang belum tahu tentang HET di masing-masing komoditi,” ungkapnya.

Diakui Hasriani, sebelum sidak ini digelar sejatinya pihak satgas pernah mengundang pedagang dan distributor untuk duduk bersama menjaga stabilitas harga dan ketersedian sembako menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

“Kita di lapangan ini sebenarnya untuk memastikan apakah hasil dari rapat sudah diterapkan. Namun, kita lihat banyak komoditi yang melebihi dari HET yang ditetapkan dalam Permendag, ujarnya.

Oleh karenanya, dikatakan wanita berhijab, ke depan agar stabilitas harga bisa diterapkan, pihaknya akan memberikan peringatan kepada pedagang dan distributor. Maka, nantinya akan membuat spanduk yang ditempel di tempat usaha pedagang. Tak lain, isi spanduk itu menjelaskan tentang HET dari komoditi yang ada.

“Jadi konsumen atau pembeli akan tahu juga jika harga yang ditetapkan oleh pemerintah seperti itu. Hanya, hasil dari sidak ini akan kami gelar rapat kembali nanti, ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Disperindagkop Kaltara Septi Yustina menambahkan, hasil dari sidak ini ada beberapa sampel dari beras yang dibawa. Hal itu bertujuan untuk melihat kualitas dari beras itu apakah sesuai dengan harga yang diterapkan ataupun tidak.

“Sampel beras tadi akan kami uji lab di Jakarta. Apakah dia masuk pada jenis beras medium ataupun premium, ungkapnya.

Ini dilakukan untuk mengantisipasi penjualan beras yang seharusnya berharga medium malah dijual dengan harga premium. Karena ini akan merugikan konsumen. “Nanti nanti akan dibeberkan setelah keluar hasil dari lab, pungkasnya. (omg/nri)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 11:07

Rekrutmen Transparan, Seleksi JPT Terbuka

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Gubernur Kaltara Dr.…

Rabu, 20 Maret 2019 11:04

ASN Dilarang Ikut Naik Panggung

TANJUNG SELOR - Berbagai upaya terus dilakukan Badan Pengawasan Pemilihan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:03

Utamakan Putra Daerah

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Kaltara mempersiapkan kuota…

Rabu, 20 Maret 2019 11:01

Pemprov Akan Bersurat ke KKP

TANJUNG SELOR - Kehadiran Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI…

Rabu, 20 Maret 2019 11:00

Aktivitas Sabung Ayam Terhenti

TANJUNG SELOR – Aktivitas judi sabung ayam di komplek perkebunan…

Rabu, 20 Maret 2019 10:53

Beri Klarifikasi, BPKAD Kaltara Minta Maaf

TANJUNG SELOR - Kondisi tidak menyenangkan kembali dialami wartawan. Kali…

Selasa, 19 Maret 2019 14:54

ASTAGA..!! Di OPD Ini, Samakan Wartawan dengan Peminta Sumbangan

TANJUNG SELOR - Kondisi tidak menyenangkan kembali dialami wartawan. Kali…

Selasa, 19 Maret 2019 11:16

Investasi Industri Metanol 700 Juta USD

TANJUNG SELOR - Sejauh ini Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan salah…

Selasa, 19 Maret 2019 11:15

BAKAL SURPLUS SETRUM..!! Sungai di Kaltara Mampu Hasilkan 10.060 MW

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto…

Selasa, 19 Maret 2019 11:12

Miliki Mapolda, SPN hingga RS Bhayangkara

Tepat 14 Maret 2018, Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol Drs. Indrajit,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*