MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 16 Mei 2018 11:38
ANJING LIAR MENGGILA..!! Korban Gigitan Bertambah, Penindakan Stagnan
Syamsul/Radar Nunukan

PROKAL.CO, NUNUKAN — Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Nunukan dr. Ika Bihandayani tak menampik jika keberadaan anjing liar mengganggu warga. Sebab banyaknya warga yang menjadi korban anjing liar. Baik mengganggu pengguna jalan maupun yang digigit. 

Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan yang membidangi persoalan hewan tersebut. “Bahkan, ketika pasien ditemukan digigit anjing, langsung ada tim yang memantau korban dan anjing. Apakah tidak terjangkit rabies,” kata dr. Ika, sapaan akrabnya saat ditemui kemarin.

Ia mengatakan, koordinas antar organisasi perangkat daerah (OPD) telah dilakukan. Pihaknya telah mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan jika menemukan korban gigitan anjing dan membawanya ke Puskesmas Nunukan untuk segera ditangani. “Penanganan luka dan penyakit sudah jadi tugas kami. Di samping itu, kami juga telah menyampaikan ke masyarakat agar koperatif jika mengalami hal tersebut,” ujarnya. 

Menurutnya, jumlah korban anjing liar ini memang banyak. Khususnya di Puskesmas Nunukan, sudah ada belasan orang yang ditangani. Memang sebaiknya kembali diperkuat melalui surat edaran lagi kepada masyarakat untuk menjaga binatang peliharaannya agar tidak menggaung pengguna jalan dan mengkandangkan atau mengikat agar tidak berkeliaran bebas. 

“Dengan surat edaran itu kami dan petugas di lapangan juga dapat meminta langsung masyarakat mengkandangkan atau mengikat anjing milik mereka agar tidak berkeliaran,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Peternakan DPKP Nunukan Alim Bakri mengatakan, masalah penanganan hewan peliharaan ini dapat dilihat dari dua hal yang ditimbulkannya . Seperti, masalah kesehatan dan sosial. Jika masalah kesehatan tentu urusan DPKP dan Dinkes Nunukan untuk pencegahan penyakit zoonosis. Sedangkan masalah sosial maka lebih tepatnya di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan untuk penanganannya. Seperti halnya penanganan anjing liar, sapi yang berkeliaran. 

“Pada dinas pertanian kami selalu melakukan surveyland dan edukasi ke masyarakat dalam hal penanganan hewan peliharaan termasuk anjing,” katanya saat dikonfirmasi.

Pihaknya kini terus melakukan koordinasi dengan sejumlah OPD yang terkait. Termasuk Satpol PP Nunukan. Khususnya mengenai penegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor 5/2017 tentang ketertiban umum. “Saya sudah koordinasi dengan Satpol PP mengenai perda ketertiban umu. Khususnya untuk pasal 43 dan 44 mengenai penanganan hewan liar yang mengganggu ketertiban umum,” jelasnya. 

Sementara itu, Sekretaris Satpol PP Nunukan Drs. Abdul Kadir mengaku tidak dapat bertindakan lantaran terbentur alat tangkap. Sebab, menangkap anjing liar ini membutuhkan keahlian tersendiri dan didukung alat yang memadai. Selain itu, dalam proses penindakan, pihaknya harus didampingi OPD teknis. Sebab, mereka yang lebih memahami tujuan dari perda itu ada. 

“Memang kami penegak perda. Tapi, ketika di lapangan nanti ada yang menanyakannya, instansi teknis dapat menjelaskan lebih rinci. Karena kami hanya melakukan penindakan sesuai perda saja,” jelasnya.

Ia mengutarakan, dalam proses penindakan, memang sudah harusnya diambil tindakan tegas. Sebab, keberadaan perda ini telah disosialisasikan ke masyarakat. Pihaknya telah menyosialisasikan Perda nomor 5/2017 tentang penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. 

Khususnya pada pasal 43 huruf a dan b yang menyampaikan agar setiap warga wajib mengawasi hewan peliharaannya untuk tidak mengganggu ketertiban umum. Makanya, pemilik hewan peliharaan, khususnya anjing untuk dikandangkan atau diikat. “Jadi, kalau ada anjing yang ditemukan berkeliaran di jalan maka akan ditembak atau ditangkap saja,” pungkasnya. (oya/nri)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 26 Mei 2018 10:47
Lagi, Puluhan BMI Dihalau Malaysia

Pulang Kampung atau Kembali Secara Legal

NUNUKAN – Pemerintah Malaysia tak berhenti melakukan pemulangan Buruh Migran Indonesia (BMI) yang…

Sabtu, 26 Mei 2018 10:46

Berantas Balapan Liar, Ini yang Dilakukan Pak Polisi

NUNUKAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nunukan kembali menurunkan tim untuk mencegah…

Jumat, 25 Mei 2018 11:49

Ramadan, Sementara Nihil Aksi Kriminal

NUNUKAN – Memasuki hari ke-8 bulan Ramadan kemarin, tindak kriminalitas di Nunukan selama Ramada…

Kamis, 24 Mei 2018 20:18

Dianggap Melanggar UU Adminduk

NUNUKAN - Pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)…

Kamis, 24 Mei 2018 11:16

Setengah Tahun, Kejari Baru Tangani Dua Kasus Korupsi

NUNUKAN – Selama periode Januari-Mei 2018, baru dua kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri…

Kamis, 24 Mei 2018 11:14

Diselundup dari Sebatik, Rokok asal Indonesia Diamankan Malaysia

NUNUKAN – Dikutip dari Berita Ekhwal Semasa (BES) Tawau FM, Selasa (22/5), Agensi Penguatkuasaan…

Kamis, 24 Mei 2018 11:08

Pengawasan Takjil Belum Dilakukan Dinas Terkait

NUNUKAN–Pengawasan penganan berbuka puasa hingga hari ketujuh Ramadan kemarin belum juga berjalan.…

Kamis, 24 Mei 2018 11:07

Pengawasan Takjil Belum Dilakukan Dinas Terkait

NUNUKAN–Pengawasan penganan berbuka puasa hingga hari ketujuh Ramadan kemarin belum juga berjalan.…

Rabu, 23 Mei 2018 11:49

Terkendala Daya Listrik, Ditunda Beroperasi

NUNUKAN – Pengoperasian Pasar Liem Hie Djung yang direncanakan awal Mei lalu terpaksa tertunda.…

Rabu, 23 Mei 2018 11:46

Jaringan Terganggu, Listrik PLN Padam Total

NUNUKAN – Sejak memasuk Ramadan, kondisi listrik di wilayah Nunukan terus bermasalah. Meskipun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .