MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 16 Mei 2018 10:49
GILA BAH..!! Jelang Ramadan, Gas Melon Tembus Rp 50 Ribu
INT

PROKAL.CO, NUNUKAN — Antisipasi pemerintah terhadap kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) telah dimulai sejak pekan lalu. Saat ini dinyatakan berhasil lantaran tak terjadi kenaikan signifikan di lapangan. Khususnya di tingkat agen dan distributor sembako.

Kendati demikian, kenaikan harga justru terjadi pada tabung gas melon 3 kilogram yang tak terpantau. Menjelang Ramadan, kini harga per tabung tembus Rp 35 hingga 50 ribu. Harga itu diperoleh warga dari para pengecer. Sebab, untuk mendapatkan di sub agen atau pangkalan resmi saat ini sedang kosong.

Sejumlah warga mulai gerah dan geram. Sebab, harganya sangat jauh berbeda dengan yang disebut pemerintah. Harganya berselisih jauh. Dari Rp 16.500 menjadi Rp 35 ribu. Terdapat selisih Rp 18.500. “Terpaksa saja belinya. Walaupun harganya bisa dapat dua tabung kalau belinya di pangkalan resmi,” ujar Ariani, warga Kelurahan Nunukan Utara saat ditemui media ini, usai menukarkan gas melonya di salah satu pengecer kemarin.

Ia mengaku heran dengan tindakan pengawasan dari instansi terkait. Karena hal tersebut seakan dibiarkan berlangsung. Padahal, kejadian itu hampir terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara). Ia mengatakan, dirinya hanya dapat membeli gas subsidi pemerintah itu di pengecer saja. Sebab, di pangkalan resmi sudah tidak bisa. Sebab, stoknya kosong dan sedang menunggu suplai dari agen. “Mau beli di mana lagi. Di pangkalan habis. Mau tidak mau beli di pengecer saja,” bebernya. 

Seorang pemilik sub agen membenarkan adanya keterlambatan kedatangan stok LPG 3 kg saat ini. Masyarakat yang membutuhkan diharapkan bersabar karena saat ini sedang dalam proses perjalanan ke Nunukan. “Informasi agen begitu. Tapi, memang lagi kosong kalau di tempat kami. Tidak tahu kalau di tempat lain. Seperti di pengecer,” ujar Aco kepada media ini. 

Diakuinya terjadinya kelangkaan ini karena murni keterlambatan stok dari Balikpapan saja. Ia yakin alasan keterlambatan tersebut setelah mengkonfirmasi hal ini ke pihak agen. “Memang terlambat. Bisa saja cuaca atau ada hal lain. Yang jelas, kalau diantarkan berarti sudah datang,” ujarnya. 

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan Hasan Basri Mursali membenarkan jika stok di pangkalan resmi saat ini sedang kosong. Jadi, penyaluran tidak bisa dilakukan. “Insya Allah, besok masuk. Kalau jadwalnya, Kamis lalu sudah masuk. Tapi, mungkin cepat habis,” kata Hasan Basri Mursali saat dikonfirmasi kemarin.

Kendati demikian, mengenai harganya, hanya di tingkat pangkalan resmi saja yang dapat dipantaunya. Sebab, pangkalan resmi merupakan tempat penyaluran langsung ke masyarakat. Bukan untuk dijual lagi. Makanya, harganya sesuai HET yang ditentukan. “Kalau di pangkalan resmi yang menjual Rp 35 ribu per tabung, ada bukti langsung kami tindak. Tapi, kalau di pengecer itu yang susah. Harusnya ada tindakan aparat hukum,” jelasnya. (oya/ash)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 10:09

Anggota PPK Terancam Disanksi

NUNUKAN – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang bertugas di Kecamatan…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:06

Apa Kabar Pengerjaan Terminal Baru Pelabuhan Tunon Taka..??

NUNUKAN – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Nunukan menargetkan pengerjaan…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:03

Lahan Tidur Disulap Kebun Jagung

NUNUKAN – Untuk membantu menambah penghasilan para petani, perlu ada…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:02

Waspada! Penipu Online Catut Foto ASN

NUNUKAN – Belum lama ini, beredar foto dari salah seorang…

Jumat, 15 Februari 2019 15:14

BPK Beraksi, Bupati Akui Gelisah

NUNUKAN – Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Republi Indonesia (RI) Provinsi…

Jumat, 15 Februari 2019 15:12

Pemerintah Malaysia Kembali Deportasi 153 WNI

NUNUKAN – Sebanyak 153 warga negara Indonesia (WNI), terpaksa dipulangkan…

Jumat, 15 Februari 2019 14:57

Dewan Pusat Malaysia Pantau Sektor Perikanan di Sebatik

NUNUKAN – Dewan Pusat Malaysia berkunjung ke Pulau Sebatik, melihat…

Jumat, 15 Februari 2019 14:55

Perusahaan Tetap Akan Bayar Hutang

NUNUKAN – PT Sempurna yang berlokasi di Desa Bambangan, Kecamatan…

Kamis, 14 Februari 2019 10:18

Utang Rp 10 M, Perusahaan Berhenti Beroperasi, Petani Sawit Menuntut Pelunasan

NUNUKAN – Perusahaaan yang mengelola tanda buah sawit menjadi minyak…

Kamis, 14 Februari 2019 10:16

Penarikan Retribusi Alun-Alun Terbentur Aturan

NUNUKAN – Tuntutan pemerintah daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*