MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 16 Mei 2018 10:19
Pantau Gerak Bekas Kombatan ISIS

Ketua RT Wajib Mengawasi Lingkungan

RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN PANTAU PINTU MASUK: Sejumlah petugas KSKP Nunukan bersama stakeholder terkait melakukan pemeriksaan barang dan penumpang di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Selasa (15/5).

PROKAL.CO, TARAKAN — Aksi bom bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur, Minggu 13 Mei lalu membawa kekhawatiran di tengah masyarakat. Terutama Tarakan, Kaltara yang sempat terdeteksi menjadi salah satu titik persembunyian teroris. 

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat meminta jajaran pengurus rukun tetangga (RT) agar mawas dengan kondisi lingkungannya. Upaya ini diyakini dapat mempersempit para pelaku kejahatan di tengah masyarakat. “Saya berpikir bahwa ada baiknya untuk kembali menggiatkan fungsi rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) sebagai alat pencegah dini. Hal ini dikarenakan RT dan RW merupakan struktur organisasi masyarakat yang berada di tingkat paling bawah, sehingga efektif untuk mendeteksi penyebaran paham terorisme secara dini,” ungkap Arief.

Salah satu alasan yang membuat RT dan RW dinilai efektif melalui fungsi pendataan warga. Baik dengan kewajiban tamu bermalam untuk melapor maupun warga yang berkunjung ke wilayah setiap RT. “Tidak menutup kemungkinan apa yang telah terjadi bisa terjadi di mana saja. Sehingga dalam waktu dekat Pemkot Tarakan akan mengumpukan seluruh ketua RT, TNI-Polri, dan stakeholder lainnya dalam rangka menyampaikan instruksi kepada setiap RT sekaligus mendengarkan langsung kendala apa yang dihadapi di lapangan baik dari siskamling maupun dan lain-lainnya,” bebernya.

Sementara itu, Dandim 0907 Tarakan Letkol Inf Hipni Maulana Farhat saat dikonfirmasi soal dampak teroris juga mengungkapkan rasa keprihatinannya. Dalam waktu dekat pihaknya pun juga bersama dengan Pemkot Tarakan akan ikut melakukan pendataan ulang terhadap orang yang tinggal di sejumlah kos-kosan, rumah sewa dan rumah susun sewa (rusunawa).

“Antisipasi kami, jangan sampai yang terjadi di Surabaya terjadi juga di daerah kita. Jadi lebih baik kita antisipasi sekarang, daripada nanti terjadi. Malah kita akan lebih capek. Lebih baik kita antisipasi dari sekarang,” ungkap Hipni.

Diakui Hipni, Tarakan pernah menjadi tempat persinggahan terduga teroris. “Tapi intinya lebih antisipasi. Jangan sampai apa yang terjadi di Surabaya terjadi juga di Tarakan. Makanya kita dengan Kapolres dan Plt Wali Kota kita sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mendata ulang warga pendatang,” kata Hipni.

Adapun soal informasi Tarakan pernah dijadikan jalur perpindahan teroris, dan ditemukannya ada salah satu keluarga bekas kombatan ISIS di Tarakan, kata dia, bahwa sampai sejauh ini belum ada ditemukan hal-hal yang mencurigakan. Hanya saja, untuk kegiatan yang diduga keluarga bekas kombatan ISIS dari pantauan intelijen sudah kembali berbaur dengan masyarakat. “Semua kami pantau mau di luar maupun di dalam kami pantau. Mau yang datang pun juga begitu,” tegasnya.

Deteksi bekas kombatan ISIS di Gunung Lingkas, Tarakan juga turut dipertegas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Tarakan. Terdapat dua kakak beradik pernah terjun langsung di Suriah, mengikuti gerakan ISIS. Kepala Bakesbangpol Tarakan Agus Sutanto mengatakan keduanya terungkap berafiliasi dengan jaringan ISIS pada 2016 yang lalu. Meski telah berselang dua tahun, keluarga terduga ISIS masih terus diawasi. “Dari info yang didapati, mereka berdua itu sudah meninggal. Dan sekarang hanya tinggal keluarganya saja,” katanya.

Bergabungnya dua kakak beradik ini diketahui bergabung pada saat setelah meninggal di Suriah. “Orang tua mereka tetap kami pantau, bersama keluarganya. Karena memang keluarga yang tertutup juga,” ujarnya.

Pihaknya juga mencoba untuk terus memantau pergerakan sahabat dan keluarga. Walau begitu, pengaruh ISIS tidak ditularkan ke lingkungan tempat tinggalnya. Masyarakat sekitar juga sudah diberikan pemahaman oleh tokoh agama. “Karena semua sudah diawasi dan mereka memang dikenal tidak aktif di masyarakat,” tambahnya.

Agus berharap agar keluarga tidak melakukan hal yang merugikan semua orang. “Waspada itu harus ada, kalau perlu setiap wilayah mengaktifkan poskamling,” ucapnya.

Bahkan untuk setiap RT harus selalu memantau dan mewaspadai setiap adanya pendatang baru di lingkungan masing-masing. Jadikan sebagai standar operasional prosedur (SOP).

“Kalau sekarang harus lebih diperketat lagi, 24 jam untuk tamu itu wajib untuk lapor, dan harus dijalankan. Karena ini menjadi salah satu usaha untuk menghindari kejadian serupa terulang kembali,” pintanya.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyawan mengimbau kepada masyarakat Tarakan apabila melihat orang asing di lingkungan sekitarnya dengan gerak-gerik mencurigakan sebaiknya dilaporkan kepada anggota kepolisian terdekat polsek maupun Polres Tarakan. “Kami juga berencana akan membuat aplikasi pengaduan dan saat ini aplikasinya masih dirancang. Untuk saat ini hubungi saja call center 112,” ujarnya

Sejak kejadian di Surabaya, Polres Tarakan telah memperketat pengamanan di sejumlah objek vital. Khusus Polres Tarakan anggota kepolisian sudah dibekali helm dan rumpi anti peluru, mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

 

IMIGRASI SELEKTIF PENGURUSAN PASPOR

Kepala Seksi (Kasi) Informasi dan Sarana Keimigrasian pada Kantor Imigrasi Kelas I Tarakan Fuad Azhari mengungkapkan Imigrasi semakin selektif menerbitkan paspor. Hal tersebut dilakukan guna melakukan pengawasan terhadap orang yang hendak membuat paspor memiliki tujuan yang jelas.

“Dalam menerbitkan paspor sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2011, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 31 Tahun 2013 serta Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 8 Tahun 2014 dan pada saat tahapan wawancara akan diajukan pertanyaan yang detail kepada pemohon,” ungkap Fuad.

Ia menambahkan, bila pemohon terindikasi mencurigakan saat tahap wawancara akan segera dikoordinasikan dengan kepolisian dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT). “Sampai saat ini belum ada permintaan atau daftar cekal. Terkait kepergian orang, baik masuk maupun keluar Tarakan,” jelasnya.

Dengan kian diperketatnya penerbitan paspor, Fuad berharap Tarakan tetap kondusif. “Kami juga selalu memantau. Namun, sejauh ini belum ada,” tegasnya lagi.

 

PEMERIKSAAN PELABUHAN DIPERKETAT

Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Nunukan beserta TNI melakukan antisipasi keluar masuknya barang terlarang yang dibawa penumpang kapal, baik yang baru berlabuh maupun yang akan berlayar dari Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Selasa (15/5). Bantuan satuan K-9 atau anjing pelacak dari Polres Nunukan juga diterjunkan. “Ya, setiap penumpang barangnya akan diperiksa terlebih dahulu oleh sejumlah personel khususnya tim K-9,” ujar Kepala KSKP Nunukan AKP I. Eka Berlin meneruskan perintah Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi, S.IK.

Tindakan pemeriksaan ini dilakukan juga bertujuan mengantisipasi keluar masuknya barang terlarang seperti minuman keras (miras), narkoba serta barang-barang bahan peledak. Belum lagi pelibatan anjing pelacak milik satuan K-9 tentunya akan memaksimalkan pemeriksaan. “Jadi penanganan harus maksimal. Pemeriksaan tidak boleh dilakukan asal-asalan,” ungkap Berlin.

Tak hanya menangani pemudik dari Nunukan saja, sejumlah pemudik dari Malaysia yang notabene tenaga kerja Indonesia (TKI) tidak luput dari pantauan pihaknya. Setiap penumpang dari Malaysia yang sudah berada di pelabuhan, sebelum meneruskan perjalanan juga harus melalui mesin X-ray. (eru/*/naa/raw/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 22:43

Pawai Obor Semarakkan Kemerdekaan

SEMARAK Dirgahayu Republik Indonesia ke-73 masih terasa. Semangat perlombaan terus digelar masyarakat.…

Jumat, 17 Agustus 2018 23:17
Haji 2018

Doa dari Makkah, Damai dalam Politik

TARAKAN — Para jamaah calon haji (JCH) asal Tarakan turut memperingati Hari Kemerdekaan di Makkah,…

Jumat, 17 Agustus 2018 23:13

SUSAHNYA..!! Sampai-Sampai Harga Ayam Diatur HET

TARAKAN - Harga sembilan bahan pokok (sembako) yang fluktuatif dari waktu ke waktu memicu sejumlah persoalan.…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:37

Alasan Aset Berpolemik, PAD Terjun

TARAKAN – Pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD) yang dihimpun Badan Retribusi dan Pengelolaan…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:35

Kerajaan Ubur-Ubur Ada di Kaltara?

TARAKAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Utara (Kaltara) mengimbau kepada masyarakat…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:33

Siswa Kurang Mampu Malah di Swasta

TARAKAN - Sebanyak 24 anak yang tadinya ditolak sekolah negeri, menemui titik terang. Orang tua mereka…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:31

RSUD Diawasi Langsung Gubernur

TARAKAN- Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:06

Peraih Rekor MURI Melintasi Pulau Sadau

TARAKAN – Peristwa bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu, membuat…

Kamis, 16 Agustus 2018 10:55

Melalui Lomba, Harapkan Kesadaran Warga

Tarakan— Dalam rangka memperingati HUT RI ke-73, pada 17 Agustus mendatang beragam cara dilakukan…

Rabu, 15 Agustus 2018 23:53

Soal Ekspor Kepiting, Minta Menteri KKP Melunak

PERMINTAAN luar negeri tinggi akan kepiting. Harganya pun menjanjikan.  Komoditas kepiting Tarakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .