MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 15 Mei 2018 21:38
Jam Kerja Berkurang Satu Jam

Kepala OPD Diberikan Wewenang Mengusulkan Sanksi

SELAMA RAMADAN: Seluruh ASN di Kaltara diberikan dispensasi saat Ramadan dengan pengurangan jam kerja. Foto Bank Data Radar Tarakan

PROKAL.CO, Seperti tahun-tahun sebelumnya selama bulan Ramadan jam kerja aparatur sipil negara (ASN) dikurangi sejam dari hari biasanya. Itu dilakukan agar ASN yang beragama Islam lebih maksimal dalam beribadah.

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie mengaku, telah mengeluarkan surat edaran (SE) untuk ASN di lingkungan Pemprov Kaltara yang juga ditujukan ke kepala bupati/wali kota se-Kaltara. "Sudah saya tandatangani saya harap ini ditaati sesuai ketentuan yang ada," jelas Irianto, Selasa (15/5).

Dalam SE nomor 060/640/BO/GUB tertanggal 11 Mei 2018 tersebut, jam kerja ASN berkurang satu jam. Jika di hari biasa Senin- Kamis, ASN masuk pukul 7.30 Wita dan pulang 16.00 Wita, maka selama Ramadhan masuk pukul 8.00 Wita dan pulang 15.30 Wita. Sedangkan untuk hari Jumat masuk pukul 8.00 pulang 11.00 Wita.

Ketentuan jam kerja itu mulai diberlakukan dari hari pertama puasa hingga hari terakhir, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Selanjutnya selama Ramadan pelaksanaan apel pagi ditiadakan, namun proses absensi tetap dilaksanakan di ruang kerja masing-masing. Dalam aturan ini pun sudah diatur terkait libur Idul Fitri yang dimulai tanggal 15-16 Juni. Sedangkan cuti bersama berakhir pada tanggal 21 Juni. "Setelah itu, ASN wajib masuk kembali masuk dengan jam kerja normal dan apel pagi akan diadakan kembali," kata lelaki yang pernah menjabat posisi Sekprov Kaltim ini.

Lebih lanjut Irianto menjelaskan, dia juga meminta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) mengawasi jajarannya masing-masing, terutama saat masuk hari pertama pasca cuti bersama. Termasuk menyerahkan absensi daftar kehadiran ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara.

Gubernur memastikan, akan memberikan sanksi bagi ASN yang tidak mentaati aturan yang telah dibuat dan sampaikan ke satuan kerja masing-masing. Hanya saja ia tidak menyebutkan apa sanksi yang akan diberikan. Dia memberikan wewenang itu ke masing-masing kepala OPD dalam menentukan sanski. Namun tetap dilakukan sesuai prosedur yaitu laporan kepala OPD ke BKD harus tertuang dalam berita acara. "Sanksi pasti ada. Atasan ASN bisa mengusulkannya," imbuh dia.

Walau begitu, Irianto menekankan terkait sanksi atasan juga punya tanggung jawab terhadap bawahannya. Artinya tidak hanya memberi sanksi namun sejauh mana proses pembinaan berjalan maksimal. "Mekanismenya kalau sekelas kepala seksi (kasi) maka kepala bidang (kabid) yang mengawasi. Namun keseluruhan tanggung jawab kepala OPD," tegasnya.

Ia menambahkan, menindak pegawai memang tidaklah mudah. Jangankan pemberian saksi untuk proses mutasi saja perlu waktu dan tahapan yang panjang sesuai ketentuan dan itu harus ditaati. "Sama halnya pengangkatan untuk jabatan harus menyesukan kepangkatan. Tidak bisa pangkatnya masih rendah langsung jadi kepala OPD. Minimal bisa Plt saja. Kalau dipaksakan dan ketahuan bisa diproses. Semua ada mekanisme dan tahapannya," pungkasnya. (isl/nri)


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 11:11

Korsleting Listrik, Satu Rumah Nyaris Terbakar

TANJUNG SELOR – Sebuah rumah di Jalan Perdamaian, nomor 49 RT 36 RW 06 Kelurahan Tanjung Selor…

Kamis, 19 Juli 2018 11:10

Disdikbud Usulkan DAK Rp 126 Miliar

TANJUNG SELOR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan berjuang ke pusat untuk menjalankan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:09

Jembatan Meranti Akan Difungsikan Tahun Depan

TANJUNG SELOR – Direncanakan 2019 mendatang,Jembatan Meranti yang selama ini hanya menjadi salah…

Kamis, 19 Juli 2018 11:07

Harga TBS Kembali Turun

TANJUNG SELOR – Harga Tandan Buah Segar (TBS) tiga bulan terakhir di Provinsi Kalimantan Utara…

Kamis, 19 Juli 2018 11:06

Supringgo Dituntut 15 Tahun Penjara

TANJUNG SELOR – Terdakwa kasus pembununahan AM (17), yakni Supringgo alias Pak Prenggo (73) kembali…

Kamis, 19 Juli 2018 09:55

Tinta Kosong, 264 Suket Diterbitkan

TANJUNG SELOR - Sejak salah satu material percetakan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satuan Lalu Lintas…

Rabu, 18 Juli 2018 19:50

Tahun Politik, Polisi ‘Patroli’ di Medsos

TANJUNG SELOR – Memasuki tahun politik, berbagai informasi hoaks ataupun ujaran kebencian dan…

Rabu, 18 Juli 2018 19:49

Satu Parpol Absen di Pesta Demokrasi

TANJUNG SELOR – Pendaftaran bakal calon legislatif (caleg) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara)…

Rabu, 18 Juli 2018 11:37

Satu Rumah Hangus, karena Lampu Tembok

TANJUNG SELOR – Satu unit rumah milik pasangan suami istri Asibel Udau dan Meri Longet, warga…

Rabu, 18 Juli 2018 11:37

Pemkot Tarakan Belum Taati Instruksi Gubernur

TANJUNG SELOR – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengingatkan Pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .