MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 15 Mei 2018 21:38
Jam Kerja Berkurang Satu Jam

Kepala OPD Diberikan Wewenang Mengusulkan Sanksi

SELAMA RAMADAN: Seluruh ASN di Kaltara diberikan dispensasi saat Ramadan dengan pengurangan jam kerja. Foto Bank Data Radar Tarakan

PROKAL.CO, Seperti tahun-tahun sebelumnya selama bulan Ramadan jam kerja aparatur sipil negara (ASN) dikurangi sejam dari hari biasanya. Itu dilakukan agar ASN yang beragama Islam lebih maksimal dalam beribadah.

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie mengaku, telah mengeluarkan surat edaran (SE) untuk ASN di lingkungan Pemprov Kaltara yang juga ditujukan ke kepala bupati/wali kota se-Kaltara. "Sudah saya tandatangani saya harap ini ditaati sesuai ketentuan yang ada," jelas Irianto, Selasa (15/5).

Dalam SE nomor 060/640/BO/GUB tertanggal 11 Mei 2018 tersebut, jam kerja ASN berkurang satu jam. Jika di hari biasa Senin- Kamis, ASN masuk pukul 7.30 Wita dan pulang 16.00 Wita, maka selama Ramadhan masuk pukul 8.00 Wita dan pulang 15.30 Wita. Sedangkan untuk hari Jumat masuk pukul 8.00 pulang 11.00 Wita.

Ketentuan jam kerja itu mulai diberlakukan dari hari pertama puasa hingga hari terakhir, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Selanjutnya selama Ramadan pelaksanaan apel pagi ditiadakan, namun proses absensi tetap dilaksanakan di ruang kerja masing-masing. Dalam aturan ini pun sudah diatur terkait libur Idul Fitri yang dimulai tanggal 15-16 Juni. Sedangkan cuti bersama berakhir pada tanggal 21 Juni. "Setelah itu, ASN wajib masuk kembali masuk dengan jam kerja normal dan apel pagi akan diadakan kembali," kata lelaki yang pernah menjabat posisi Sekprov Kaltim ini.

Lebih lanjut Irianto menjelaskan, dia juga meminta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) mengawasi jajarannya masing-masing, terutama saat masuk hari pertama pasca cuti bersama. Termasuk menyerahkan absensi daftar kehadiran ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara.

Gubernur memastikan, akan memberikan sanksi bagi ASN yang tidak mentaati aturan yang telah dibuat dan sampaikan ke satuan kerja masing-masing. Hanya saja ia tidak menyebutkan apa sanksi yang akan diberikan. Dia memberikan wewenang itu ke masing-masing kepala OPD dalam menentukan sanski. Namun tetap dilakukan sesuai prosedur yaitu laporan kepala OPD ke BKD harus tertuang dalam berita acara. "Sanksi pasti ada. Atasan ASN bisa mengusulkannya," imbuh dia.

Walau begitu, Irianto menekankan terkait sanksi atasan juga punya tanggung jawab terhadap bawahannya. Artinya tidak hanya memberi sanksi namun sejauh mana proses pembinaan berjalan maksimal. "Mekanismenya kalau sekelas kepala seksi (kasi) maka kepala bidang (kabid) yang mengawasi. Namun keseluruhan tanggung jawab kepala OPD," tegasnya.

Ia menambahkan, menindak pegawai memang tidaklah mudah. Jangankan pemberian saksi untuk proses mutasi saja perlu waktu dan tahapan yang panjang sesuai ketentuan dan itu harus ditaati. "Sama halnya pengangkatan untuk jabatan harus menyesukan kepangkatan. Tidak bisa pangkatnya masih rendah langsung jadi kepala OPD. Minimal bisa Plt saja. Kalau dipaksakan dan ketahuan bisa diproses. Semua ada mekanisme dan tahapannya," pungkasnya. (isl/nri)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 11:25

KPU Diserang, Satu Demonstran Ditembak

TANJUNG SELOR – Massa tiba-tiba menyerbu kantor Komisi Pemilihan Umum…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:23

Ribuan Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Pemilu

TANJUNG SELOR - Ribuan personel siap dikerahkan guna mengamankan pelaksanaan…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:22

Tak Netral, ASN Dapat Dipidanakan

TANJUNG SELOR – Menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Sekretaris Provinsi (Sekprov)…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:21

Dua Bus Damri Akan Dikomersilkan

TANJUNG SELOR – Jika sesuai rencana, dalam waktu dekat ini…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:25

Mampu Jadi Penopang Ekonomi Indonesia

TANJUNG SELOR - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:23

SOA Barang Masih Proses Lelang

TANJUNG SELOR - Subsidi ongkos angkut (SOA) barang yang diprogramkan…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:23

Kaltara Miliki Prospek Pengembangan Transportasi Darat

Sejak 22 Februari 2019, Tri Wijono Djati resmi mengepalai jabatan …

Sabtu, 23 Maret 2019 10:22

Caleg Stres, RSD Siapkan Dokter Kejiwaan

TANJUNG SELOR - Meskipun di beberapa rumah sakit (RS) di…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:19

Tak Disiplin, Diskualifikasi Menanti

TANJUNG SELOR - Sebanyak 453 calon pegawai negeri sipil (CPNS)…

Kamis, 21 Maret 2019 11:07

Durasi ML Jadi Tujuh Jam Sehari

TANJUNG SELOR - Pemadaman listrik yang terjadi sejak Februari lalu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*