MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 14 Mei 2018 20:48
Penyebaran Tenaga Guru Tak Maksimal

Terutama di Wilayah Pedalaman dan Terpencil

Hj. Asmin Laura Hafid. Foto: Bank Data/Radar Tarakan

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kondisi pendidikan di wilayah perbatasan hingga saat ini masih menuai persoalan. Selain mengenai sarana dan prasarana, penyebaran guru atau tenaga pendidik di setiap sekolah dianggap belum maksimal.

Hal ini terlihat masih adanya sekolah berstatus negeri, hanya memiliki seorang guru berstatus aparatur sipil negara (ASN). Sementara guru lainnya berstatus pegawai honorer. Utamanya sekolah di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan, seperti di Krayan, Lumbis dan Lumbis Ogong.

Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid tak menampik hal tersebut. Ia mengakui, penyebaran guru di Bumi Penekindi Debaya, khususnya di wilayah terpencil dan pedalaman tidak tersebar rata. Dan masih terbilang kurang.

“Misalnya guru agama Islam. Untuk di wilayah tiga itu ada sekolah yang memang mayoritas pelajarnya non muslim. Namun tetap membutuhkan tenaga guru agama Islam, karena beberapa pelajar ada yang muslim. Meski di wilayah yang sama terdapat guru agama, namun tidak bisa menjangkau sekolah itu karena akses jangkau yang sulit,” kata Hj. Asmin Laura Hafid usai menjadi pembina upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional yang digelar secara bersaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan di halaman kantor Bupati Nunukan, Senin (14/5).

Kendati demikian, untuk kebutuhan guru di setiap sekolah sudah terpenuhi. Karena semua sekolah negeri telah memiliki tenaga pendidik. Sudah tidak ada sekolah yang tidak memiliki guru. Meskipun di sekolah itu, hanya memiliki dua atau bahkan seorang guru saja. “Disdikbud Nunukan telah melakukan itu. Hasilnya, sudah tidak ada sekolah yang tak memiliki guru. Khususnya sekolah-sekolah berstatus negeri,” ungkapnya.

Memang keterbatasan jumlah pengajar di sekolah itu ada. Khususnya di wilayah yang jauh dari perkotaan. Akan tetapi, bantuan tenaga pendidikan dari pemerintah pusat melalui program Indonesia Mengajar, guru garis depan dan beberapa program pemerintah yang memang menempatkan tenaga pendidik di wilayah-wilayah yang sulit terjangkau. “Ada banyak bantuan seperti itu yang memang diusulkan untuk ditempatkan di wilayah pedalaman dan sulit dijangkau,” ungkapnya.

Persoalan tenaga pendidik ini memang pelik. Khususnya untuk tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Sebab, hingga saat ini belum pernah dilakukan pengkajian jumlah guru. Berbeda dengan tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang kini ditangani Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara).

Sebelumnya, Disdikbud Nunukan mengakui salah satu kekurangan yang ada didalam sistem pendidikan di Nunukan terdapat pada jumlah guru. Khususnya wilayah yang sulit dijangkau. Seperti di Krayan dan Lumbis Ogong. Sementara di untuk Pulau Nunukan dan Sebatik masih dapat diatasi.

Bahkan, saat ini masih ada sekolah di daerah terpencil yang memiliki seorang guru ASN dan merangkap sebagai kepala sekolah. Kemudian selebihnya hanya guru honorer. Namun untuk menjadi guru honorer saat ini harus memiliki pendidikan minimal sarjana. (oya/nri)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 13:51

Netralitas ASN di Politik Pengaruhi Birokrasi

NUNUKAN – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan Serfianus mengaku telah mendapat laporan mengenai…

Senin, 22 Oktober 2018 13:48

BB Miras Dilimpahkan ke Kejari

NUNUKAN - Ribuan barang bukti minuman keras (miras) dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan.…

Senin, 22 Oktober 2018 10:35

Dua ASN Belum Penuhi Panggilan

NUNUKAN - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Nunukan akhirnya memanggil empat aparatur sipil negara…

Senin, 22 Oktober 2018 10:34

Pawai Tematik, Ada Tuna Sebesar Minibus

NUNUKAN – Setidaknya ada ribuan warga yang ikut memeriahkan pawai tematik yang dilakukan Dinas…

Senin, 22 Oktober 2018 10:06

Gara-Gara Kasus Ini, Kepala UPP Sebatik Ikut Jadi Tersangka

NUNUKAN – Kasus dugaan pungli di kantor Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Sei…

Senin, 22 Oktober 2018 09:55

Honorer Berpolitik Akan Dipantau

NUNUKAN – Tak hanya aparatur sipil negara (ASN), pegawai honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:38

Pengusaha Elektronik Keluhkan Kenaikan Dolar

NUNUKAN – Melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika yang kini menyentuh Rp 15.145 per USD 1 cukup…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:37

Jalan Lingkar Sebatik Tunggu Perbaikan

NUNUKAN – Jalan lingkar Pulau Sebatik yang menghubungkan dua Kecamatan Sebatik Tengah dan Sebatik…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:10

Daging Alana Ilegal Masih Sulit Dibendung

NUNUKAN – Daging kerbau jenis alana yang beredar di Nunukan, masih banyak yang didatangkan secara…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:21

Polisi Beri Dua Penyidik ke BNNK

NUNUKAN – Polres Nunukan akhirnya memberikan dua orang penyidik ke Badan Narkotika Nasional (BNN)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .