MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 14 Mei 2018 20:48
Penyebaran Tenaga Guru Tak Maksimal

Terutama di Wilayah Pedalaman dan Terpencil

Hj. Asmin Laura Hafid. Foto: Bank Data/Radar Tarakan

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kondisi pendidikan di wilayah perbatasan hingga saat ini masih menuai persoalan. Selain mengenai sarana dan prasarana, penyebaran guru atau tenaga pendidik di setiap sekolah dianggap belum maksimal.

Hal ini terlihat masih adanya sekolah berstatus negeri, hanya memiliki seorang guru berstatus aparatur sipil negara (ASN). Sementara guru lainnya berstatus pegawai honorer. Utamanya sekolah di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan, seperti di Krayan, Lumbis dan Lumbis Ogong.

Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid tak menampik hal tersebut. Ia mengakui, penyebaran guru di Bumi Penekindi Debaya, khususnya di wilayah terpencil dan pedalaman tidak tersebar rata. Dan masih terbilang kurang.

“Misalnya guru agama Islam. Untuk di wilayah tiga itu ada sekolah yang memang mayoritas pelajarnya non muslim. Namun tetap membutuhkan tenaga guru agama Islam, karena beberapa pelajar ada yang muslim. Meski di wilayah yang sama terdapat guru agama, namun tidak bisa menjangkau sekolah itu karena akses jangkau yang sulit,” kata Hj. Asmin Laura Hafid usai menjadi pembina upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional yang digelar secara bersaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan di halaman kantor Bupati Nunukan, Senin (14/5).

Kendati demikian, untuk kebutuhan guru di setiap sekolah sudah terpenuhi. Karena semua sekolah negeri telah memiliki tenaga pendidik. Sudah tidak ada sekolah yang tidak memiliki guru. Meskipun di sekolah itu, hanya memiliki dua atau bahkan seorang guru saja. “Disdikbud Nunukan telah melakukan itu. Hasilnya, sudah tidak ada sekolah yang tak memiliki guru. Khususnya sekolah-sekolah berstatus negeri,” ungkapnya.

Memang keterbatasan jumlah pengajar di sekolah itu ada. Khususnya di wilayah yang jauh dari perkotaan. Akan tetapi, bantuan tenaga pendidikan dari pemerintah pusat melalui program Indonesia Mengajar, guru garis depan dan beberapa program pemerintah yang memang menempatkan tenaga pendidik di wilayah-wilayah yang sulit terjangkau. “Ada banyak bantuan seperti itu yang memang diusulkan untuk ditempatkan di wilayah pedalaman dan sulit dijangkau,” ungkapnya.

Persoalan tenaga pendidik ini memang pelik. Khususnya untuk tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Sebab, hingga saat ini belum pernah dilakukan pengkajian jumlah guru. Berbeda dengan tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang kini ditangani Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara).

Sebelumnya, Disdikbud Nunukan mengakui salah satu kekurangan yang ada didalam sistem pendidikan di Nunukan terdapat pada jumlah guru. Khususnya wilayah yang sulit dijangkau. Seperti di Krayan dan Lumbis Ogong. Sementara di untuk Pulau Nunukan dan Sebatik masih dapat diatasi.

Bahkan, saat ini masih ada sekolah di daerah terpencil yang memiliki seorang guru ASN dan merangkap sebagai kepala sekolah. Kemudian selebihnya hanya guru honorer. Namun untuk menjadi guru honorer saat ini harus memiliki pendidikan minimal sarjana. (oya/nri)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 22:36

Di Sebatik, Bersantap Durian di Bawah Pohon

MUSIM durian di Sebatik telah berlangsung sejak Juli lalu. Sejumlah masyarakat dari daerah lain di Kaltara…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:22

Biaya Bervariasi, Tergantung Kebutuhan Caleg

NUNUKAN – Pertarungan pemilihan umum (pemilu) 2019 mulai terasa, aroma pesta demokrasi mulai panas.…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:13

Swasembada Ayam, Pemerintah Tak Mampu Hentikan Pasokan Luar

NUNUKAN – Meskipun merasa telah swasembada ayam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan ternyata…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:10

Kasus Pungli Sebatik Dilimpahkan ke Kejari

NUNUKAN – Setelah setahun dilakukan penyidikan, kasus dugaan pungli agen pelayaran di Sebatik…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:08

Pakai Listrik Ilegal, Bayar Rp 19,4 Juta

NUNUKAN – Operasi Penerbitan Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:07

BAHAYA..!! Wabah Flu Burung Kembali Mengancam

NUNUKAN – Wabah flu burung kembali mengancam wilayah Sabah, Malaysia. Saat ini mulai diantisipasi…

Rabu, 15 Agustus 2018 12:56

Penanganan Abrasi Tanggung Jawab Kemen PUPR

NUNUKAN – Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ari Yusnita mengaku telah menyampaikan…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:57

Cuaca di Tanah Suci Mencapai 44 Derajat

NUNUKAN - Cuaca panas yang terjadi di Tanah Suci saat ini mencapai 44 derajat selsius. Sehingga, jamaah…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:52

Menuju Lumbis Ogong, Perahu Karam

NUNUKAN – Rencana anggota legislator Nunukan yang ingin melakukan reses bersama masyarakat di…

Selasa, 14 Agustus 2018 16:26

Calo TKI Diduga Lindungi Tersangka

NUNUKAN – Kepolisian dan petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .