MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 14 Mei 2018 20:48
Penyebaran Tenaga Guru Tak Maksimal

Terutama di Wilayah Pedalaman dan Terpencil

Hj. Asmin Laura Hafid. Foto: Bank Data/Radar Tarakan

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kondisi pendidikan di wilayah perbatasan hingga saat ini masih menuai persoalan. Selain mengenai sarana dan prasarana, penyebaran guru atau tenaga pendidik di setiap sekolah dianggap belum maksimal.

Hal ini terlihat masih adanya sekolah berstatus negeri, hanya memiliki seorang guru berstatus aparatur sipil negara (ASN). Sementara guru lainnya berstatus pegawai honorer. Utamanya sekolah di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan, seperti di Krayan, Lumbis dan Lumbis Ogong.

Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid tak menampik hal tersebut. Ia mengakui, penyebaran guru di Bumi Penekindi Debaya, khususnya di wilayah terpencil dan pedalaman tidak tersebar rata. Dan masih terbilang kurang.

“Misalnya guru agama Islam. Untuk di wilayah tiga itu ada sekolah yang memang mayoritas pelajarnya non muslim. Namun tetap membutuhkan tenaga guru agama Islam, karena beberapa pelajar ada yang muslim. Meski di wilayah yang sama terdapat guru agama, namun tidak bisa menjangkau sekolah itu karena akses jangkau yang sulit,” kata Hj. Asmin Laura Hafid usai menjadi pembina upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional yang digelar secara bersaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan di halaman kantor Bupati Nunukan, Senin (14/5).

Kendati demikian, untuk kebutuhan guru di setiap sekolah sudah terpenuhi. Karena semua sekolah negeri telah memiliki tenaga pendidik. Sudah tidak ada sekolah yang tidak memiliki guru. Meskipun di sekolah itu, hanya memiliki dua atau bahkan seorang guru saja. “Disdikbud Nunukan telah melakukan itu. Hasilnya, sudah tidak ada sekolah yang tak memiliki guru. Khususnya sekolah-sekolah berstatus negeri,” ungkapnya.

Memang keterbatasan jumlah pengajar di sekolah itu ada. Khususnya di wilayah yang jauh dari perkotaan. Akan tetapi, bantuan tenaga pendidikan dari pemerintah pusat melalui program Indonesia Mengajar, guru garis depan dan beberapa program pemerintah yang memang menempatkan tenaga pendidik di wilayah-wilayah yang sulit terjangkau. “Ada banyak bantuan seperti itu yang memang diusulkan untuk ditempatkan di wilayah pedalaman dan sulit dijangkau,” ungkapnya.

Persoalan tenaga pendidik ini memang pelik. Khususnya untuk tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Sebab, hingga saat ini belum pernah dilakukan pengkajian jumlah guru. Berbeda dengan tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang kini ditangani Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara).

Sebelumnya, Disdikbud Nunukan mengakui salah satu kekurangan yang ada didalam sistem pendidikan di Nunukan terdapat pada jumlah guru. Khususnya wilayah yang sulit dijangkau. Seperti di Krayan dan Lumbis Ogong. Sementara di untuk Pulau Nunukan dan Sebatik masih dapat diatasi.

Bahkan, saat ini masih ada sekolah di daerah terpencil yang memiliki seorang guru ASN dan merangkap sebagai kepala sekolah. Kemudian selebihnya hanya guru honorer. Namun untuk menjadi guru honorer saat ini harus memiliki pendidikan minimal sarjana. (oya/nri)


BACA JUGA

Jumat, 25 Mei 2018 11:49

Ramadan, Sementara Nihil Aksi Kriminal

NUNUKAN – Memasuki hari ke-8 bulan Ramadan kemarin, tindak kriminalitas di Nunukan selama Ramada…

Kamis, 24 Mei 2018 20:18

Dianggap Melanggar UU Adminduk

NUNUKAN - Pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)…

Kamis, 24 Mei 2018 11:16

Setengah Tahun, Kejari Baru Tangani Dua Kasus Korupsi

NUNUKAN – Selama periode Januari-Mei 2018, baru dua kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri…

Kamis, 24 Mei 2018 11:14

Diselundup dari Sebatik, Rokok asal Indonesia Diamankan Malaysia

NUNUKAN – Dikutip dari Berita Ekhwal Semasa (BES) Tawau FM, Selasa (22/5), Agensi Penguatkuasaan…

Kamis, 24 Mei 2018 11:08

Pengawasan Takjil Belum Dilakukan Dinas Terkait

NUNUKAN–Pengawasan penganan berbuka puasa hingga hari ketujuh Ramadan kemarin belum juga berjalan.…

Kamis, 24 Mei 2018 11:07

Pengawasan Takjil Belum Dilakukan Dinas Terkait

NUNUKAN–Pengawasan penganan berbuka puasa hingga hari ketujuh Ramadan kemarin belum juga berjalan.…

Rabu, 23 Mei 2018 11:49

Terkendala Daya Listrik, Ditunda Beroperasi

NUNUKAN – Pengoperasian Pasar Liem Hie Djung yang direncanakan awal Mei lalu terpaksa tertunda.…

Rabu, 23 Mei 2018 11:46

Jaringan Terganggu, Listrik PLN Padam Total

NUNUKAN – Sejak memasuk Ramadan, kondisi listrik di wilayah Nunukan terus bermasalah. Meskipun…

Selasa, 22 Mei 2018 12:58

Usulan Pembangunan Kantor Baru

NUNUKAN - Gedung obat dan alat kontrasepsi di belakang kantor gabungan dinas (gadis) I terkesan dibiarkan.…

Selasa, 22 Mei 2018 12:56

Target Hukuman Mati, Pelaku Kasus Narkoba

NUNUKAN – Saat ini setidaknya sudah ada 7 SPDP Surat Pemberitahuan Dimulainya Pemeriksaan (SPDP)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .