MANAGED BY:
SENIN
16 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 14 Mei 2018 14:53
Alasan Stok Tak Mencukupi

50 Karung Pupuk Malaysia Diamankan

DIPERIKSA: Personel Bea Cukai Nunukan melakukan pemeriksaan terhadap pupuk asal Tawau yang masuk melalui Dermaga Lalasalo, Sebatik. BEA CUKAI UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sebanyak 50 karung pupuk asal Tawau Sabah, Malaysia diamankan saat diangkut dari Pelabuhan Ferry Liang Bunyu, Kecamatan  Sebatik Barat, menuju Nunukan. Pupuk dengan merek Activa 40 karung dan Muriate Of Potash (MOP) 10 karung ini diangkut menggunakan truk dengan nomor polisi B 9328 YH, sebelum menumpangi KM Manta menuju Nunukan.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Nunukan, Muhammad Mahzun menyampaikan, 50 karung pupuk kini telah diamankan di kantor Bea Cukai yang ada di Sebatik. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui BA (41) warga Desa Tanjung aru, Sebatik Timur sebagai pemilik pupuk tersebut.

“Informasi dari Bais terkait adanya pupuk yang bakal dibawa ke Nunukan. Dan saat ini pupuk tersebut sudah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Muhammad Mahzun kepada Radar Nunukan, Minggu (13/5).

Dijelaskan, pihaknya segera berkoordinasi dengan instansi terkait dengan adanya pupuk yang masuk melalui Dermaga Lalasalo, Sebatik Utara menggunakan perahu kayu. Dari pengakuan BA pupuk tersebut bakal digunakan untuk tanaman sawit miliknya sendiri.

Pupuk tersebut dibeli dengan harga RM 2 ribu ringgit, jika dirupiahkan senilai Rp 7 juta, 50 karung. BA beralasan, harus membeli pupuk di Tawau lantaran pupuk yang ada di Nunukan tidak mencukupi.

“Untuk mamastikan seperti apa masih menunggu hasil pemeriksaan bersama instansi terkait,” tegasnya.

Untuk diketahui, pupuk tersebut diamankan pada Jumat (11/5) sekira pukul 14.20 Wita. Saat diperiksa BA tidak dapat memperlihatkan dokumen resmi atas pupuk yang ia miliki. Sehingga, Bais berkoordinasi dengan Bea Cukai Nunukan. Sehingga diputuskan pupuk tersebut diangkut menuju Kantor Bea Cukai Sebatik untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (akz/nri)

loading...

BACA JUGA

Senin, 16 Juli 2018 16:03

Pemerintah Rencana Siapkan Bangunan Baru

NUNUKAN – Pembagian lapak jualan di Pasar Tradisional Terpadu Liem Hie Djung, tidak semua diterima…

Senin, 16 Juli 2018 16:02

AC Isi Kotak Permen dengan Sabu

NUNUKAN – Salah seorang pria paruh baya diamankan pihak kepolisian setelah diketahui memiliki…

Senin, 16 Juli 2018 16:01

Soroti Kinerja Aparat

NUNUKAN – Selain menyoroti kondisi listrik di Kabupaten Nunukan, Aliansi Mahasiswa Pembela Rakyat…

Senin, 16 Juli 2018 09:00

Nakhoda Laka Speedboat DPO Sabu

NUNUKAN – Nakhoda kecelakaan laut speeboat di perairan Sebatik beberapa waktu lalu yakni Olong…

Senin, 16 Juli 2018 08:58

ANJING BIKIN RESAH..!! Satpol PP Terkendala Alat Tangkap

NUNUKAN – Keluhan masyarakat mengenai keberadaan anjing liar yang menggangu pengguna jalan tampaknya…

Minggu, 15 Juli 2018 15:25

Tak Tertolong karena Tidak Ada Biaya Operasi

M. Raffa, balita tanpa lubang anus yang lahir pada Kamis (5/7) lalu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)…

Minggu, 15 Juli 2018 15:24

Diduga Bawa Barang Ini, Satu Kapal Ditahan

NUNUKAN – Salah satu kapal bermuatan sembilan bahan pokok (sembako) yang diduga ilegal, diamankan…

Minggu, 15 Juli 2018 15:15

Pedagang Enggan Menempati Kios

NUNUKAN – Para pedagang yang mendapatkan tempat di pasar Tradisional Terpadu Liem Hie Djung, tidak…

Minggu, 15 Juli 2018 15:14

Fasilitas Pemerintah Kurang Dimanfaatkan

NUNUKAN – Jalur ilegal yang sering digunakan masyarakat masuk maupun keluar ke Tawau, Malaysia…

Minggu, 15 Juli 2018 15:13

Abaikan Sementara Penindakan Hukum

NUNUKAN – Ketidaktahuan masyarakat terhadap dampak narkotika dan obat berbahaya (Narkoba) menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .