MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 14 Mei 2018 11:29
Ramadan, Penumpang di Sini Diprediksi Tak Berubah
AKTIVITAS: Calon punumpang di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan jelang Ramadan dipastikan tak ada lonjakan penumpang. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Aktivitas calon penumpang di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan jelang Ramadan hingga Idul Fitri 1439 Hijriah diprediksi sama seperti tahun sebelumnya. Walaupun calon penumpang nantinya merupakan Buruh Migran Indonesia (BMI) yang ingin kembali ke kampung halaman.

Kepala Kantor PT Pelni Cabang Nunukan Musli mengatakan, aktivitas di Pelabuhan Tunon Takan Nunukan diprediksi tak jauh berbeda dengan tahun sebelum. Hal ini dinilai mengalami penurunan jumlah penungpang jika dibanding dua tahun lalu.

“Diprediksi tidak ada perubahan dengan tahun lalu sekira 11 ribu penumpang. Dua tahun terakhir mengalami penurunan,” ujar Musli kepada Radar Nunukan, Sabtu (12/5).

Sehingga, ke depannya mengantisipasi lonjakan penumpang lantanran BMI berbondong-bondong pulang kampung pihaknya memastikan tidak akan menambah armada. Sebab, dua armada milik PT Pelni dan dua swasta dipastikan mampu mengakut penumpang walaupun mengalami lonjakan.

“Tidak ada penambahan (kapal). Karena, dua Kapal Motor (KM) Bukit Siguntang dan Lambelu masuk setiap minggu,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Tempat Pemeriksaa Imigrasi (TPI) Nunukan, Nasution menjelaskan, para BMI yang ada di Tawau, Malaysia akan berbondong-bondong pulang ke kampung halaman. Namun dipastikan sepi menggunakan jalur resmi.

Menurutnya, kondisi 2017 tetap akan sama dengan 2016 lalu.

“Sepertinya sepi ini yang mudik melalui jalur resmi. Dipastikan sama seperti tahun sebelumnya,” Kata Nasution.

Aktivitas penumpang yang datang datang dari Tawau, Malaysia tidak ada peningkatan. Kecuali yang menggunakan jalur lain. Sebab, berkaca tahun sebelumnya sebagian besar pemudik yang melalui Pelabuhan Tunon Taka, adalah mayoritas BMI.

Namun jalur yang digunakan bukan jalur resmi. Hal tersebut dilihat dari pelayanan cap paspor oleh TPI Nunukan yang sangat minim.

“Para BMI ini memang melalui pelabuhan Tunon Taka, tapi tidak melakukan cap paspor masuk ke Indonesia, kalau yang menggunakan jalur resmi sangat minim,” ujarnya. (akz/nri)


BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 11:56

Perdana, 63 Ton Menuju Korea Selatan

NUNUKAN – Budidaya rumput laut yang menjadi unggulan masyarakat Nunukan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:55

Dua WNI Dapat Tindakan Kekerasan

NUNUKAN – Dua WNI yang bekerja di Sabah, Malaysia, mendapatkan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:54

WNI Dipulangkan Dari Kota Kinabalu

NUNUKAN – Sebanyak 150 orang buruh migran Indonesia (BMI) yang…

Jumat, 18 Januari 2019 11:53

Pilkades Batal Dilaksanakan

NUNUKAN – Pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Kades) terpaksa ditunda setelah…

Jumat, 18 Januari 2019 09:40

Usulkan Rp 134 Miliar untuk Pembangunan Bandara Krayan

NUNUKAN – Sejumlah Bandar Udara (Bandara) perintis di Krayan bakal…

Jumat, 18 Januari 2019 09:38

Jalan Poros Sebatik Bisa Dilewati Kembali

NUNUKAN – Jalan Bukit Keramat di Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik…

Jumat, 18 Januari 2019 09:36

Perlu Pertimbangan Tak Terima Guru Honorer

NUNUKAN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy telah…

Rabu, 16 Januari 2019 12:01

PLBN Butuh Lahan Tujuh Hektare

NUNUKAN – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) akan dibangun di…

Rabu, 16 Januari 2019 11:59

DPUPRPKP Bertahap Lakukan Perbaikan Jalan

NUNUKAN – Jalan menuju Pantai Wisata Kayu Angin, Desa Tanjung…

Rabu, 16 Januari 2019 11:58

Februari, Gedung Lama Puskesmas Nunukan Tutup

NUNUKAN – Akibat situasi dan kondisi yang tidak memadai lagi,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*