MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 11 Mei 2018 15:37
Pemilik APMS Diminta Tidak Jual BBM ke Pengecer
SULIT: Pengguna kendaraan roda dua maupun empat harus antre jika ingin melakukan pengisian BBM di sejumlah APMS di Nunukan. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan telah melakukan pertemuan dengan seluruh pemilik Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) yang ada di Kabupaten Nunukan. Dalam pertemuan tersebut, para pemilik APMS diminta untuk tidak menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) ke pengecer.

Diungkapkan Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disdag Nunukan, Hasan Basri Mursali, para pemilik APMS telah diminta untuk tidak memberikan ruang kepada pengecer untuk membeli BBM di APMS, karena para pengecer ini adalah ilegal. Apalagi tiap APMS mengetahui konsumen yang sering membeli BBM di APMS bisa jadi pengecer.

“Keluhan masyarakat berkali-kali disampaikan ke pemerintah daerah, karena tiap kali APMS buka yang banyak antre adalah para penjual BBM eceran. Sehingga BBM cepat habis, jika BBM habis di APMS maka masyarakat hanya dapat membeli BBM di pengecer dengar harga Rp 10 ribu per botol,” ungkapnya. “Jika perlu pengecer ini dihilangkan, karena telah ada sub penyalur BBM di Nunukan yang menjual di pinggir jalan,” lanjutnya.

Penindakan terhadap pengecer BBM mendapat dukungan dari pemilik APMS, seperti yang diungkapkan pemilik APMS Cahaya Soppeng, Hj. Yuliana, bahwa yang harus dibenahi adalah pengecer BBM, karena saat ini telah ada sub penyalur resmi. Sehingga masyarakat tidak sulit lagi untuk mendapatkan BBM. Jika habis di APMS, masyarakat dapat membeli di sub penyalur dengan harga yang tidak jauh berbeda. “Saya menginginkan penjualan BBM dilakukan sesuai aturan, jadi tidak ada lagi BBM dijual bebas,” kata Hj. Yuliana. (nal/ash)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 17:12

Baku Tembak dengan KKSB, Anggota Brimob Asal Nunukan Gugur di Papua

NUNUKAN – Muhammad Aldy, Putra Kabupaten Nunukan berprofesi sebagai salah…

Rabu, 20 Maret 2019 10:55

SKPT Tidak Dimanfaatkan Masyarakat

NUNUKAN – Permasalahan nelayan di Sebatik tak pernah berhenti. Walaupun…

Rabu, 20 Maret 2019 10:46

25 Maret, Terbang Perdana ke Krayan

NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) penumpang tujuan Nunukan-Long Bawan,…

Rabu, 20 Maret 2019 10:43

Terlambat, Bupati Tegur ASN di Acara Musrenbang

NUNUKAN – Sikap dan tingkah laku aparatur sipil negara (ASN)…

Rabu, 20 Maret 2019 10:41

Data KPM Tak Menjadi Dasar Penyaluran LPG 3 Kg

NUNUKAN – Meskipun diklaim tak langka, keberadaan Liquefied Petroleum Gas…

Rabu, 20 Maret 2019 10:38

Persediaan Air Bersih PDAM Menipis

NUNUKAN – Persediaan air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum…

Selasa, 19 Maret 2019 11:02

Proyek Dihentikan, Dermaga Terancam Mangkrak?

NUNUKAN – Rute penyeberangan kapal feri ke dermaga feri Semaja,…

Selasa, 19 Maret 2019 11:00

Minta Segera Lunasi Utang Petani

NUNUKAN – Harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit masih…

Selasa, 19 Maret 2019 10:44

Terkendala SDM, Banyak Warga Tak Membayar Retribusi

NUNUKAN – Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nunukan belum maksimal…

Selasa, 19 Maret 2019 10:43

Administrasi Nelayan Ribet Banget, Begini Reaksi Nelayan

NUNUKAN – Para nelayan di Sebatik mengeluhkan proses administrasi atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*