MANAGED BY:
SENIN
16 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 11 Mei 2018 15:37
Pemilik APMS Diminta Tidak Jual BBM ke Pengecer
SULIT: Pengguna kendaraan roda dua maupun empat harus antre jika ingin melakukan pengisian BBM di sejumlah APMS di Nunukan. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan telah melakukan pertemuan dengan seluruh pemilik Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) yang ada di Kabupaten Nunukan. Dalam pertemuan tersebut, para pemilik APMS diminta untuk tidak menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) ke pengecer.

Diungkapkan Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disdag Nunukan, Hasan Basri Mursali, para pemilik APMS telah diminta untuk tidak memberikan ruang kepada pengecer untuk membeli BBM di APMS, karena para pengecer ini adalah ilegal. Apalagi tiap APMS mengetahui konsumen yang sering membeli BBM di APMS bisa jadi pengecer.

“Keluhan masyarakat berkali-kali disampaikan ke pemerintah daerah, karena tiap kali APMS buka yang banyak antre adalah para penjual BBM eceran. Sehingga BBM cepat habis, jika BBM habis di APMS maka masyarakat hanya dapat membeli BBM di pengecer dengar harga Rp 10 ribu per botol,” ungkapnya. “Jika perlu pengecer ini dihilangkan, karena telah ada sub penyalur BBM di Nunukan yang menjual di pinggir jalan,” lanjutnya.

Penindakan terhadap pengecer BBM mendapat dukungan dari pemilik APMS, seperti yang diungkapkan pemilik APMS Cahaya Soppeng, Hj. Yuliana, bahwa yang harus dibenahi adalah pengecer BBM, karena saat ini telah ada sub penyalur resmi. Sehingga masyarakat tidak sulit lagi untuk mendapatkan BBM. Jika habis di APMS, masyarakat dapat membeli di sub penyalur dengan harga yang tidak jauh berbeda. “Saya menginginkan penjualan BBM dilakukan sesuai aturan, jadi tidak ada lagi BBM dijual bebas,” kata Hj. Yuliana. (nal/ash)


BACA JUGA

Senin, 16 Juli 2018 16:03

Pemerintah Rencana Siapkan Bangunan Baru

NUNUKAN – Pembagian lapak jualan di Pasar Tradisional Terpadu Liem Hie Djung, tidak semua diterima…

Senin, 16 Juli 2018 16:02

AC Isi Kotak Permen dengan Sabu

NUNUKAN – Salah seorang pria paruh baya diamankan pihak kepolisian setelah diketahui memiliki…

Senin, 16 Juli 2018 16:01

Soroti Kinerja Aparat

NUNUKAN – Selain menyoroti kondisi listrik di Kabupaten Nunukan, Aliansi Mahasiswa Pembela Rakyat…

Senin, 16 Juli 2018 09:00

Nakhoda Laka Speedboat DPO Sabu

NUNUKAN – Nakhoda kecelakaan laut speeboat di perairan Sebatik beberapa waktu lalu yakni Olong…

Senin, 16 Juli 2018 08:58

ANJING BIKIN RESAH..!! Satpol PP Terkendala Alat Tangkap

NUNUKAN – Keluhan masyarakat mengenai keberadaan anjing liar yang menggangu pengguna jalan tampaknya…

Minggu, 15 Juli 2018 15:25

Tak Tertolong karena Tidak Ada Biaya Operasi

M. Raffa, balita tanpa lubang anus yang lahir pada Kamis (5/7) lalu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)…

Minggu, 15 Juli 2018 15:24

Diduga Bawa Barang Ini, Satu Kapal Ditahan

NUNUKAN – Salah satu kapal bermuatan sembilan bahan pokok (sembako) yang diduga ilegal, diamankan…

Minggu, 15 Juli 2018 15:15

Pedagang Enggan Menempati Kios

NUNUKAN – Para pedagang yang mendapatkan tempat di pasar Tradisional Terpadu Liem Hie Djung, tidak…

Minggu, 15 Juli 2018 15:14

Fasilitas Pemerintah Kurang Dimanfaatkan

NUNUKAN – Jalur ilegal yang sering digunakan masyarakat masuk maupun keluar ke Tawau, Malaysia…

Minggu, 15 Juli 2018 15:13

Abaikan Sementara Penindakan Hukum

NUNUKAN – Ketidaktahuan masyarakat terhadap dampak narkotika dan obat berbahaya (Narkoba) menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .