MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 11 Mei 2018 15:37
Pemilik APMS Diminta Tidak Jual BBM ke Pengecer
SULIT: Pengguna kendaraan roda dua maupun empat harus antre jika ingin melakukan pengisian BBM di sejumlah APMS di Nunukan. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan telah melakukan pertemuan dengan seluruh pemilik Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) yang ada di Kabupaten Nunukan. Dalam pertemuan tersebut, para pemilik APMS diminta untuk tidak menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) ke pengecer.

Diungkapkan Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disdag Nunukan, Hasan Basri Mursali, para pemilik APMS telah diminta untuk tidak memberikan ruang kepada pengecer untuk membeli BBM di APMS, karena para pengecer ini adalah ilegal. Apalagi tiap APMS mengetahui konsumen yang sering membeli BBM di APMS bisa jadi pengecer.

“Keluhan masyarakat berkali-kali disampaikan ke pemerintah daerah, karena tiap kali APMS buka yang banyak antre adalah para penjual BBM eceran. Sehingga BBM cepat habis, jika BBM habis di APMS maka masyarakat hanya dapat membeli BBM di pengecer dengar harga Rp 10 ribu per botol,” ungkapnya. “Jika perlu pengecer ini dihilangkan, karena telah ada sub penyalur BBM di Nunukan yang menjual di pinggir jalan,” lanjutnya.

Penindakan terhadap pengecer BBM mendapat dukungan dari pemilik APMS, seperti yang diungkapkan pemilik APMS Cahaya Soppeng, Hj. Yuliana, bahwa yang harus dibenahi adalah pengecer BBM, karena saat ini telah ada sub penyalur resmi. Sehingga masyarakat tidak sulit lagi untuk mendapatkan BBM. Jika habis di APMS, masyarakat dapat membeli di sub penyalur dengan harga yang tidak jauh berbeda. “Saya menginginkan penjualan BBM dilakukan sesuai aturan, jadi tidak ada lagi BBM dijual bebas,” kata Hj. Yuliana. (nal/ash)


BACA JUGA

Rabu, 26 September 2018 12:43

Kapal Filipina Sandar di Tunon Taka

KAPAL ML SMJ-2 asal Filipina sandar di Pelabuhan Tunon Taka, sejak Minggu (23/9). Kapal dengan 95,5…

Rabu, 26 September 2018 12:17

Terganggu Keberadaan Kabel

NUNUKAN - Kabel yang melintang di sepanjang jalan protokol di pusat perkotaan Nunukan, bahkan hingga…

Rabu, 26 September 2018 12:16

Sulit Lakukan Perbaikan Data Pemilih

NUNUKAN – Data pemilih yang masih banyak bermasalah menjadi pekerjaan berat bagi penyelenggara…

Rabu, 26 September 2018 12:10

Dua WNI Masih Disandera, Pelaku Minta Uang Tebusan 4 Juta Ringgit

NUNUKAN – Pelaku penculikan terhadap dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penculikan…

Rabu, 26 September 2018 12:00

Bawa Kabur Perahu Juragan, Nakhoda Perahu Masuk DPO

NUNUKAN – Salah seorang nakhoda perahu masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Nunukan,…

Selasa, 25 September 2018 14:19

Fokus CPNS, Rekrut P3K Belum Pasti

NUNUKAN – Pegawai honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan yang berusia di…

Selasa, 25 September 2018 14:14

Kampanye Harus Ikuti Aturan

NUNUKAN – Sebanyak 16 partai politik (parpol) yang mengikuti pemilihan umum (pemilu) di Nunukan,…

Selasa, 25 September 2018 14:06

Terdakwa Kecelakaan Speedboat Didakwa Empat Pasal

NUNUKAN – Dua terdakwa perkara kecelakaan speedboat pengangkut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal…

Selasa, 25 September 2018 14:04

Dua Pelaku Jambret Jadi Tersangka

NUNUKAN – Dua pelaku penjambretan handphone berinisial PY (19) dan SK (19), yang terjadi di depan…

Senin, 24 September 2018 13:50

Unggas Masih Dilarang Masuk

NUNUKAN – Flu burung yang menyerang ribuan unggas di Sabah, Malaysia membuat Balai Karantina Pertanian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .