MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA
Selasa, 08 Mei 2018 12:13
Motor Mahasiswi UINSA Dicuri Ibu-ibu
MAHRUS/RADAR SURABAYA: TKP: Rumah kos yang ditempati korban. Di lokasi ini motor korban digondol maling meski sudah parkir di dalam rumah kos.

PROKAL.CO, SURABAYA - Musibah menimpa Nur Wahidatus (21), mahasiswi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) asal Mojokerto. Motor Honda Beat dengan nomor polisi (nopol) S 3982 SL yang baru dibelinya tiga bulan lalu raib.

Motor tersebut hilang dicuri saat parkir di area parkir dalam rumah kosnya di Jalan Pabrik Kulit Wonocolo nomor 61 A, Surabaya, Minggu (6/5) sore. Nur mengatakan, awal mula sebelum kejadian pencurian tersebut, dirinya keluar kos bersama seorang temannya. Waktu itu dia ada pekerjaan untuk melakukan survei di kawasan Jalan Darmo.

Setelah pulang dan sampai rumah kos, korban sudah memarkir motor di garasi kos dengan kondisi sudah dikunci setir. Sekitar pukul 15.00, saat salah satu teman korban keluar kos, dia masih melihat motor terpakir di garasi kos. "Saya berangkat survei sekitar pukul 14.00, kemudian sepulang kerja sekitar pukul 16.00 motor saya sudah tidak ada," ujar Nur kepada Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Senin (7/5).

Mahasiswi semester enam jurusan Manajemen Dakwah itu kaget karena motornya tidak ada di garasi. Awalnya sebelum menuju kamar kos, ia menduga motor dipinjam temannya. Namun setelah masuk kamar kos, korban langsung tercengang. Sebab kunci motor masih ada di dalam kamar. "Saat itu saya balik lagi ke bawah dan mencari motor bersama teman-teman saya," sambungnya.

Setelah ditanyakan kepada pengunjung warung kopi di depan rumah kos yang ditinggali korban, ada beberapa pemuda yang mengatakan melihat ibu-ibu keluar mengendarai motor Beat dari dalam garasi kos. "Dari keterangan pengunjung warkop pelaku diduga ibu-ibu memakai kerudung. Pelaku membawa motor saya ngebut ke arah utara," jelasnya.

Korban lalu berusaha mencari motor barunya tersebut. Namun lagi-lagi usahanya masih belum membuahkan hasil. Korban pun lantas melaporkan kasus tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Wonocolo.

Usai melapor ke polisi, korban mendapat telepon dari seseorang yang membawa motornya. Dalam percakapan tersebut, korban diminta menebus motor. Sebab dari keterangan penelepon yang mengaku bernama Agus tersebut, motor korban itu baru digadaikan oleh seseorang kepadanya. Namun ketika ditanya alamat, Agus selalu berkilah dan tidak mau memberikan alamat jelas. "Penelepon mengaku bernama Agus mengajak ketemuan sekitar pukul 00.00. Tapi saya menolak. Dan Jumat pagi, saya hubungi nomornya sudah tidak aktif," tuturnya.

Terpisah Kanit Reskrim Polsek Wonocolo Ipda Mudjiani saat dikonfirmasi terkait kasus tersebut, pihaknya mengaku masih mengecek laporan korban. "Masih saya cek. Tentu jika sudah masuk (laporan) segera akan ditindaklanjuti," ujar Ipda Mudjiani. (rus/rud/ash)


BACA JUGA

Minggu, 14 Oktober 2018 21:59
0

0

Senin, 01 Oktober 2018 02:20

Beringin Dua Membara

TARAKAN - Puluhan rumah pada Senin (1/10) dini hari menjadi korban ganasnya si jago merah yang berada…

Jumat, 14 September 2018 10:52

Harapkan Bantuan Semenisasi Jalan

Tarakan— Kondisi jalan yang berlubang dan rusak tentu mengganggu mobilitas warga yang melewatinya.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .