MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA
Selasa, 08 Mei 2018 10:55
Dirjen Hubud Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga
INT. SIAPKAN ARMADA: Mudik lebaran tahun ini, Kemenhub menyarankan masyarakat menggunakan kendaraan umum.

PROKAL.CO, JAKARTA - Kementerian Perhubungan menyarankan mudik menggunakan kendaraan umum. Sebab, jalur tol diprediksi akan naik 85 persen dari hari biasa. Sementara mudik menggunakan kendaraan roda dua berbahaya. Salah satu transportasi umum yang dianjurkan adalah bus.

Rampcheck bus regular dan pariwisata terus dilakukan oleh Kemenhub bekerja sama dengan Polri dan pemerintah daerah menjelang mudik lebaran. “Kurang lebih 30-40 persen yang kurang layak jalan,” tutur Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi saat dihubungi Jawa Pos (induk Radar Tarakan) kemarin (7/5). Menurut data Kemenhub, total bus yang ada di Indonesia sekitar 49.613 kendaraan. Mereka yang tidak layak jalan menurut Budi akan menjadi prioritas untuk dilakukan pengecekan.

Sementara menurut prediksi Kemenhub, jumlah penumpang pada saat angkutan mudik lebaran tahun ini bertambah jika dibandingkan 2017. Pada 2018 diprediksi akan ada 8,09 juta penumpang bus atau naik 1,76 persen. Tahun lalu pemudik yang memanfaatkan bus hanya 7,95 juta penumpang.

Rampcheck ini diharapkan akan meningkatkan keamanan saat mudik. Budi menjelaskan jika bus umum melakukan pengecekan saat masuk di terminal. Menurutnya yang susah justru bus pariwisata. Sebab bus tersebut tidak masuk terminal sehingga sulit dalam pengawasan.

Ada berbagai aspek yang dilakukan saat rampcheck. Pertama adalah administrasi. Dilanjutkan dengan kondisi fisik kendaraan. “Lampu, ban gundul atau tidak,” kata Budi mencontohkan bagian fisik kendaraan yang dicek.

Lanjutnya, Kemenhub juga telah mengontrol harga. Dalam surat keputusan Dirjen Perhubungan Darat nomor 1917fAJ.801/DRDJ/2016 sudah diatur berdasarkan kelas dan jarak tempuh bus. Budi mengatakan, jika para pengusaha bus harus mematuhi peraturan tersebut. “Tidak ada kenaikan harga,” ungkapnya.

Dia pun mengajak agar masyarakat menggunakan aplikasi bosbis ataupun traveloka untuk memesan tiket. Tujuannya untuk menghindari adanya kecurangan seperti calo. “Operator kendaraan kami ajak satu persatu untuk bekerja sama. Sehingga memudahkan untuk pembelian tiket,” ujarnya. Dengan cara ini, harga yang asal-asalan saat di terminal pun menurutnya bisa ditekan.

Untuk mempermudah, di beberapa terminal sudah dipasang alat pembelian tiket. Budi mencontohkan di Terminal Pulo Gadung, Jakarta, dan Terminal Tirtonadi Solo. “Ke depan terminal akan seperti bandara. Akan dipisahkan mana yang sudah punya tiket dan belum,” ujarnya.

 

Sistem ini sekaligus akan memberikan dampak penataan terminal ke depannya. Terminal tipe A yang sudah dipindahkan ke pusat akan dilakukan penataan menajemen, administrasi, maupun operasionalnya.  Namun menurut Budi, hal ini menjadi sulit karena ada beberapa terminal tipe A yang masih bermasalah, misalnya karena belum diserahkan ke pusat ataupun tanah dan bangunan yang masih sengketa. “Bagi terminal yang sudah baik, akan kami tawarkan ke swasta untuk pengelolaannya,” ujarnya. (lyn/sis/eza)


BACA JUGA

Minggu, 14 Oktober 2018 21:59
0

0

Senin, 01 Oktober 2018 02:20

Beringin Dua Membara

TARAKAN - Puluhan rumah pada Senin (1/10) dini hari menjadi korban ganasnya si jago merah yang berada…

Jumat, 14 September 2018 10:52

Harapkan Bantuan Semenisasi Jalan

Tarakan— Kondisi jalan yang berlubang dan rusak tentu mengganggu mobilitas warga yang melewatinya.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .