MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA
Selasa, 08 Mei 2018 10:25
Umrah Dilarang Pakai Dana Talangan

Kemenag Imbau Jamaah Menabung Sebelum Berangkat --SUB

UMRAH: Dirjen PHU Nizer

PROKAL.CO, JAKARTA — Larangan dana talangan atau pinjaman maupun utang tidak hanya untuk berhaji. Kementerian Agama (Kemenag) juga tidak membolehkan berangkat umrah menggunakan dana talangan. Seluruh penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) resmi diwajibkan menaati larangan itu.

Ketentuan larangan penggunaan dana talangan untuk umrah tertuang dalam Surat Edaran Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag bernomor B-27.221/DJ.II/Hj.09/04/2018 yang diteken oleh Dirjen PHU Nizar. Di dalam surat edaran tersebut, terdapat sepuluh butir larangan dan kewajiban PPIU resmi. Di antaranya adalah PPIU dilarang memfasilitasi keberangkatan jamaah menggunakan biaya penyelenggaraan ibadah umrah (BPIU) yang berasal dari dana talangan. Sistem pembayaran biaya umrah dengan membayar uang muka (down payment/DP) tidak dilarang. Namun dengan catatan pelunasannya dilakukan paling lambat tiga bulan sebelum keberangkatan.

Kepala Seksi Bina PPIU Ditjen PHU Kemenag Zakaria Anshori mengatakan, seluruh biro perjalanan dilarang memfasilitasi keberangkatan jamaah dengan dana talangan atau cicilan. “Meskipun (travel umrah, Red) menjalin kerjasama dengan perusahaan pembiayaan yang bertindak sebagai pemilik dana,” jelasnya kemarin (7/5).

Larangan penggunaan dana talangan ini merujuk pada aturan bahwa PPIU atau travel umrah bukan sebuah lembaga keuangan yang mengelola dana dari masyarakat. Sehingga mereka dilarang untuk menghimpun dana dari masyarakat, kemudian dikelola atau diinvestasikan.

Menurut Zaki, alasan pelarangan karena sistem dana talangan berpotensi menghidupkan skema ponzi. Misalnya uang muka jamaah yang mendaftar periode 2018, digunakan untuk memberangkatkan jamaah periode 2017 atau sebelumnya. Pemilik uang tidak pernah tahu uang setoran awal yang mengendap itu digunakan untuk apa saja oleh travel.

Pertimbangan Kemenag melarang skema talangan berikutnya adalah terkait dengan status ibadah umrah sendiri. Zaki menjelaskan telah ada kesepakatan di antara ulama bahwa umrah itu bukan ibadah yang wajib. “Sebaiknya jamaah menabung. Setelah uangnya terkumpul baru mendaftar umrah,” tuturnya.

Zaki menjelaskan, skema dana talangan itu masih bisa lolos ketika jamaah meminjam uang di bank atau jasa keuangan lain yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebab di perbankan atau jasa keuangan ada fasilitas kredit multiguna. Fasilitas kredit ini bisa digunakan untuk berwisata, termasuk melakukan perjalanan umrah. “Kita sudah minta OJK untuk mengeluarkan larangan kepada lembaga keuangan menawarkan pembiayaan umrah,” jelasnya. Pada intinya Zaki mengatur dan mengawasi PPIU dalam layanan umrah. Sementara terkait pembiayaan mereka harus berkoordinasi dengan OJK.

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan In-Bound Indonesia (Asphurindo) Syam Resfiadi mengaku sudah menerima informasi terkait dengan larangan penggunaan dana talangan untuk umrah. Dia menjelaskan mendukung larangan dari Kemenag itu. Apalagi jika dana talangan itu disediakan sendiri oleh travel umrah. “Karena bisa menunda keberangkatan jamaahnya. Sebab uangnya mau dilipatgandakan (diinvestasikan, Red) dahulu,” jelasnya.

Namun Syam mengatakan jika dana talangan itu didapatkan jamaah dari perbankan tidak ada larangan. Sebab hutang itu adalah urusan antara jamaah umrah dengan bank pemberi pinjaman. Pihak travel tempat mendaftar umrah, tidak mengetahui uang yang dipakai jamaah untuk adalah uang sendiri atau pinjaman dari bank.

Skema dana talangan yang disediakan oleh travel, contohnya pernah dilakukan oleh Solusi Balad Lumampah (SBL). Paket umrah dengan hotel bintang empat dipatok Rp 22,5 juta. Paket ini bisa dicicil dengan DP Rp 1 juta. Kemudian sisanya dicicil selama 12 bulan dengan besaran angsuran Rp 1.792.000/bulan.

Program dana talangan umrah juga sempat ditawarkan oleh Elhasana Wisata Utama. Untuk paket umrah quad ditawarkan tahun lalu dan berangkat 2018, dipatok seharga Rp 20 juta. Paket ini bisa dicicil selama sepuluh bulan dengan uang muka Rp 3 juta. Kemudian sisanya diangsur Rp 1,9 juta/bulan. (wan/agm/jpg/lim)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 18 Mei 2018 12:00

Suka Bagi Video ISIS

MENILIK kehidupan AS, terduga teroris selama di Tarakan, ia diketahui pernah bersekolah di salah satu…

Kamis, 10 Mei 2018 00:45
Kasus Korupsi Pengadaan Lahan di Nunukan

Budiman Divonis Bebas, Tak Ada Bukti Kuat

SAMARINDA – Usai Ketua Majelis Hakim Abdul Rahman Karim, di Pengadilan Tipikor Samarinda mengetuk…

Rabu, 09 Mei 2018 00:08

Demi Juara Umum, Datangkan Pelatih Bertaraf Internasional

TARAKAN - Para peserta MTQ ke-III tingkat Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (8/5) sudah tiba di Kota…

Selasa, 08 Mei 2018 12:13

Motor Mahasiswi UINSA Dicuri Ibu-ibu

SURABAYA - Musibah menimpa Nur Wahidatus (21), mahasiswi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA)…

Selasa, 08 Mei 2018 11:59

Oknum Satpol PP Dituduh Memeras

      SAMARINDA – Sukiman, oknum guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) yang…

Selasa, 08 Mei 2018 11:06

Hindari Aksi Politik Jelang Pilpres 2019

JAKARTA - Polri dan TNI didorong sejak dini untuk mengantisipasi dan mewaspadai berbagai potensi yang…

Selasa, 08 Mei 2018 10:55

Dirjen Hubud Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga

JAKARTA - Kementerian Perhubungan menyarankan mudik menggunakan kendaraan umum. Sebab, jalur tol diprediksi…

Selasa, 08 Mei 2018 09:42

Money Changer Resmi Berdiri di Sebatik

SEBATIK - Tahun ini bagi warga perbatasan khususnya daerah Sebatik, Kabupaten Nunukan terasa spesialis…

Jumat, 04 Mei 2018 21:25

Rilis Migrant Care, TPPO Incar Perempuan dan Anak

NUNUKAN - Kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) semakin kompleks. Mereka yang menjadi korban…

Jumat, 04 Mei 2018 21:15

Wow, 24 Perwakilan Provinsi Berkumpul di Sebatik

NUNUKAN – Kemah bela negara tingkat nasional berlangsung di Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .