MANAGED BY:
SELASA
18 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 08 Mei 2018 10:12
Sabu-Sabu Disimpan di Dalaman

IRT Asal Pinrang Dibekuk Satreskoba

PROKAL.CO, NUNUKAN — Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan kembali mengamankan seorang ibu rumah tangga (IRT) NU (45) asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Saat diamankan, NU terbukti membawa narkotika golongan satu jenis sabu-sabu ketika berada di Dermaga Sungai Pancang, Sebatik Utara.

Kasubag Humas Polres Nunukan, Iptu M. Karyadi menyampaikan, diamankannya NU apda Sabtu (5/5) sekira pukul 14.30 Wita. Itu bermula dari informasi masyarakat yang mencurigai penumpang dari Sebatik dengan tujuan Tarakan.

Pemeriksaan pun dilakukan, Satreskoba Polres Nunukan melakukan koordinasi dengan personel Polsek Sebatik Timur yang bertugas di dermaga.   

“Dicurigai seorang wanita yang membawa sabu-sabu dengan tujuan Tarakan dengan menumpangi speedboat,” ujar Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi. SIK melalui Kasubag Humas Polres Nunukan, Iptu M. Karyadi, Senin (7/5).

Saat dilakukan pemeriksaan benar saja sabu-sabu, yang dikemas dalam plastik ukuran besar berwarna cokelat yang disimpan di kursi tempat duduk NU saat berada di speedboat. Benar saja sabu-sabu yang dibawa NU sebanyak dua bungkus usai diperiksa.

“Pelaku sempat mengeluarkan satu bungkus sabu-sabu yang telah dilakban dari tas miliknya saat diperiksa. Ketika dibuka ada dua bungkus paket sabu yang dikemas dengan plastik transparan,” tambahnya.

Pelaku dan barang bukti kemudian diamankan Polsek Sebatik untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hasilnya, satu bungkus sabu-sabu kembali ditemukan di dalam pakaian dalam yang dikenakan NU. Selain sabu dengan berat 125 gram, barang bukti juga turut diamankan paspor milik pelaku, dua ponsel berbagai merek, Kartu Tanda Pendudukan (KTP) dan uang tunai Rp 700 ribu dan Rm 20 ringgit.

“Penggeledahan badan dilakukan Polwan. Dari hasil pengeledahan badan ditemukan satu bungkus plastik yang dilakban warna cokelat disimpan di badan atau di dalam bra,” pungkasnya.

Pelaku bakal dikenakan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Subsider Pasar 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) nomor 35/2009 tentang narkotika. Dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar. (akz/nri) 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*