MANAGED BY:
SELASA
26 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 03 Mei 2018 14:08
Pemilik Kepiting Ajukan Praperadilan

Tak Terima Ditangkap Polisi

DIDUGA EKSPOR ILEGAL: Kepiting milik Polres Tarakan di jalan Gajah Mada, Tarakan Barat beberapa hari lalu

PROKAL.CO, TARAKAN – Pemilik kepiting betina 88 koli berinisial ED tidak terima dengan penangkapan yang dilakukan oleh Kepolisian Resor (Polres) Tarakan bersama Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Malundung, Senin (30/4). ED mengaku jika kepiting tersebut bukan dikirim ke Tawau, Malaysia, melainkan ke Balai Besar Jepara dan Takalar, Sulawesi Selatan.

Penasihat hukum (PH) ED, Mangatur Nainggolan mengatakan, sebelum akan dikirim ke Balai Besar Jepara dan Takalar, kepiting tersebut rencananya dikumpulkan di salah satu dermaga di sekitar Jalan Gajah Mada, Tarakan Barat. Pengumpulan itu dilakukan anggota koperasi yang dikelola ED. “Kepiting ini dikumpulkan oleh sekretaris koperasi, semua ada tanda terimanya. Pada saat packing akan dikirim ke tambak, tiba-tiba polisi menggerebek di salah satu gudang koperasi kami,” tuturnya.

Ia mengklaim kepiting betina dalam 88 koli boks akan dibudidayakan. Anggota koperasi dan anak buah kapal (ABK) yang ada di lokasi kejadian menolak dilakukan penyitaan. “Padahal ini untuk kesinambungan kepiting untuk dibudidayakan, karena kami kesulitan untuk mencari benih kepiting yang baik,” bebernya.

Kepiting tersebut rencananya akan disortir dan dibenihkan dan dikirim ke Jepara untuk keperluan pembibitan. Dirinya mengaku bingung penegakan hukum yang dilakukan aparat Polres Tarakan. “Kami harapkan Kapolda Kaltara bisa menjembatani jangan sampai ini jadi satu polemik. Karena, bagaimana pun menjual kepiting bukan sebuah extra ordinary crime, kejahatan luar biasa. Ini kan hanya soal kepiting saja, kok sampai ada pemukulan dan ada penahanan kapal, ini kan sudah seolah-olah melakukan kejahatan yang luar biasa. Bahkan saya dengar sampai ada mengacungkan pistol,” ujarnya.

Mangatur menyayangkan adanya pemukulan. Sementara korban hingga sore kemarin masih menjalani visum untuk keperluan laporan dugaan penganiayaan maupun ke Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Tarakan. Selain itu, ia menegaskan, tak ada pasal dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 56/PERMEN-KP/2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Wilayah Negara Republik Indonesia yang menyebut jika speedboat atau angkutan yang digunakan harus disita.

“Kepiting itu akan mati akhirnya, bukankah penegakan hukum itu berdampak pada kerugian, kepiting itu akan disortir,” tegasnya.

Rencananya, selain upaya hukum ke Propam, dalam waktu dekat ia akan mengajukan praperadilan terhadap penyitaan yang dilakukan. “Penggeledahan itu pun tidak ada surat perintah penggeledahan. Ini kan jadi lucu, menegakkan hukum tapi di satu sisi prosedur belum dilengkapi. Ini yang perlu dicermati, apa yang menjadi tujuan penangkapan dan penyitaan ini,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Tarakan Umar menuturkan, bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan penyidik dari Polres Tarakan terkait alasan budidaya si pemilik barang.

“Kami sudah diskusi di ruang Kapolres. Tidak mungkin kalau kepiting ini untuk tujuan penelitian, karena dikemas dengan rapi, diikat dan dalam jumlah besar seperti ini. Kesimpulannya memang sudah jelas kepiting ini bukan untuk penelitian atau sengaja dibawa untuk dibudidaya benihnya,” tegasnya.

Polres Tarakan bersama KSKP Malundung berhasil mengagalkan upaya penyelundupan kepiting bertelur sebanyak 88 koli. Diketahui kepiting tersebut merupakan milik salah satu pengusaha kepiting di Tarakan, berinisial ED. Diduga kuat kepiting tersebut akan dikirim ke Tawau, Malaysia. (jnr/lim)

 


BACA JUGA

Senin, 25 Juni 2018 23:04

Ringgit di Teras Utara

Ringgit tak bisa dilepaskan dari masyarakat Pulau Sebatik, di ujung Utara Provinsi Kalimantan Utara.…

Senin, 25 Juni 2018 14:52

Jangan Menggadai Harga Dirimu!

Kontestasi Pilkada seharusnya menjadi ajang dan kompetisi yang sehat. Pemimpin yang bersih tak menghalalkan…

Senin, 25 Juni 2018 14:42

Dugaan Money Politic Harus Dibuktikan

KEPADA Radar Tarakan, tim pemenangan pasangan calon nomor urut 1 Herman mengatakan, bahwa pihaknya berkomitmen…

Senin, 25 Juni 2018 14:28

Sofian Raga Kembali Bertugas

USAI pelaksanaan masa kampanye ini, Ir. Sofian Raga harus kembali menjalankan tugasnya sebagai Wali…

Senin, 25 Juni 2018 14:24

Animo Tinggi, Buka Pelayanan Tambahan Dua Hari

TARAKAN – Tingginya animo masyarakat yang melakukan perekaman KTP elektronik dan legalisir kartu…

Senin, 25 Juni 2018 13:38

Nikmati Indahnya Air Terjun Setinggi 17 Meter

PENAT sama sibuknya suasana perkotaan serta tugas yang menumpuk yuk refreshing ke Air Terjun Sulok.…

Senin, 25 Juni 2018 13:36

Kuota Keluarga Miskin Cenderung Sepi

TARAKAN - Memasuki hari kedua atau hari terakhir penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk jalur prestasi…

Minggu, 24 Juni 2018 00:19

Masing-Masing TPS Diawasi Bawaslu

TARAKAN – Sebanyak 300 pengawas tempat pemungutan suara (TPS) akan disebar di Kota Tarakan. Untuk…

Sabtu, 23 Juni 2018 12:47

Gowes Santai Usai Ramadan

TARAKAN - Goweser Bumi Paguntaka diharapkan kehadirannya dalam kegiatan gowes yang dilaksanakan pada…

Sabtu, 23 Juni 2018 12:39

Gowes Santai Usai Ramadan

TARAKAN - Goweser Bumi Paguntaka diharapkan kehadirannya dalam kegiatan gowes yang dilaksanakan pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .