MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 03 Mei 2018 14:08
Pemilik Kepiting Ajukan Praperadilan

Tak Terima Ditangkap Polisi

DIDUGA EKSPOR ILEGAL: Kepiting milik Polres Tarakan di jalan Gajah Mada, Tarakan Barat beberapa hari lalu

PROKAL.CO, TARAKAN – Pemilik kepiting betina 88 koli berinisial ED tidak terima dengan penangkapan yang dilakukan oleh Kepolisian Resor (Polres) Tarakan bersama Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Malundung, Senin (30/4). ED mengaku jika kepiting tersebut bukan dikirim ke Tawau, Malaysia, melainkan ke Balai Besar Jepara dan Takalar, Sulawesi Selatan.

Penasihat hukum (PH) ED, Mangatur Nainggolan mengatakan, sebelum akan dikirim ke Balai Besar Jepara dan Takalar, kepiting tersebut rencananya dikumpulkan di salah satu dermaga di sekitar Jalan Gajah Mada, Tarakan Barat. Pengumpulan itu dilakukan anggota koperasi yang dikelola ED. “Kepiting ini dikumpulkan oleh sekretaris koperasi, semua ada tanda terimanya. Pada saat packing akan dikirim ke tambak, tiba-tiba polisi menggerebek di salah satu gudang koperasi kami,” tuturnya.

Ia mengklaim kepiting betina dalam 88 koli boks akan dibudidayakan. Anggota koperasi dan anak buah kapal (ABK) yang ada di lokasi kejadian menolak dilakukan penyitaan. “Padahal ini untuk kesinambungan kepiting untuk dibudidayakan, karena kami kesulitan untuk mencari benih kepiting yang baik,” bebernya.

Kepiting tersebut rencananya akan disortir dan dibenihkan dan dikirim ke Jepara untuk keperluan pembibitan. Dirinya mengaku bingung penegakan hukum yang dilakukan aparat Polres Tarakan. “Kami harapkan Kapolda Kaltara bisa menjembatani jangan sampai ini jadi satu polemik. Karena, bagaimana pun menjual kepiting bukan sebuah extra ordinary crime, kejahatan luar biasa. Ini kan hanya soal kepiting saja, kok sampai ada pemukulan dan ada penahanan kapal, ini kan sudah seolah-olah melakukan kejahatan yang luar biasa. Bahkan saya dengar sampai ada mengacungkan pistol,” ujarnya.

Mangatur menyayangkan adanya pemukulan. Sementara korban hingga sore kemarin masih menjalani visum untuk keperluan laporan dugaan penganiayaan maupun ke Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Tarakan. Selain itu, ia menegaskan, tak ada pasal dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 56/PERMEN-KP/2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Wilayah Negara Republik Indonesia yang menyebut jika speedboat atau angkutan yang digunakan harus disita.

“Kepiting itu akan mati akhirnya, bukankah penegakan hukum itu berdampak pada kerugian, kepiting itu akan disortir,” tegasnya.

Rencananya, selain upaya hukum ke Propam, dalam waktu dekat ia akan mengajukan praperadilan terhadap penyitaan yang dilakukan. “Penggeledahan itu pun tidak ada surat perintah penggeledahan. Ini kan jadi lucu, menegakkan hukum tapi di satu sisi prosedur belum dilengkapi. Ini yang perlu dicermati, apa yang menjadi tujuan penangkapan dan penyitaan ini,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Tarakan Umar menuturkan, bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan penyidik dari Polres Tarakan terkait alasan budidaya si pemilik barang.

“Kami sudah diskusi di ruang Kapolres. Tidak mungkin kalau kepiting ini untuk tujuan penelitian, karena dikemas dengan rapi, diikat dan dalam jumlah besar seperti ini. Kesimpulannya memang sudah jelas kepiting ini bukan untuk penelitian atau sengaja dibawa untuk dibudidaya benihnya,” tegasnya.

Polres Tarakan bersama KSKP Malundung berhasil mengagalkan upaya penyelundupan kepiting bertelur sebanyak 88 koli. Diketahui kepiting tersebut merupakan milik salah satu pengusaha kepiting di Tarakan, berinisial ED. Diduga kuat kepiting tersebut akan dikirim ke Tawau, Malaysia. (jnr/lim)

 


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:14

ADA APA INI..?? Empat Sukhoi Mengudara di Perbatasan Kaltara

TARAKAN – Empat pesawat Sukhoi jenis SU-27 dan SU-30 dari…

Kamis, 21 Maret 2019 11:13

CIHUYY ..!! Ngga Lama Lagi di Tarakan Ada Cinema XXI

TARAKAN – Pertengahan tahun ini, Cinema XXI di lantai empat…

Kamis, 21 Maret 2019 11:11

4 ASN Mangkir Kerja, 2 Kampanye di Medsos

TARAKAN - Menjadi anggota aparatur sipil negara (ASN) diwajibkan untuk…

Kamis, 21 Maret 2019 10:37

Cabuli Anak di Bawah Umur, CK Diringkus Polisi

TARAKAN – Perbuatan yang dilakukan oleh pria berinsial CK (37)…

Kamis, 21 Maret 2019 10:31

Besi Bermunculan di Badan Jalan

TARAKAN – Minimnya perawatan jalan lingkungan, kerusakan semenisasi jalan pun…

Rabu, 20 Maret 2019 11:17

Pigging Klir, Listrik Berangsur Pulih

TARAKAN – PT Medco E&P Tarakan tengah berusaha merampungkan proses…

Rabu, 20 Maret 2019 11:15

Kelalaian Warga, Lahan Kembali Terbakar

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 05 Kelurahan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:13

“WTP Bukanlah Tanda Kelulusan, tapi Kewajiban”

Dalam kaitan membangun Indonesia, masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:12

Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia

JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak…

Rabu, 20 Maret 2019 11:11

PLTSa di Kunak, Kontribusi Rp 1 Miliar

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tarakan akhirnya memilih Kawasan Usaha Peternakan (Kunak)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*