MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 03 Mei 2018 14:08
Pemilik Kepiting Ajukan Praperadilan

Tak Terima Ditangkap Polisi

DIDUGA EKSPOR ILEGAL: Kepiting milik Polres Tarakan di jalan Gajah Mada, Tarakan Barat beberapa hari lalu

PROKAL.CO, TARAKAN – Pemilik kepiting betina 88 koli berinisial ED tidak terima dengan penangkapan yang dilakukan oleh Kepolisian Resor (Polres) Tarakan bersama Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Malundung, Senin (30/4). ED mengaku jika kepiting tersebut bukan dikirim ke Tawau, Malaysia, melainkan ke Balai Besar Jepara dan Takalar, Sulawesi Selatan.

Penasihat hukum (PH) ED, Mangatur Nainggolan mengatakan, sebelum akan dikirim ke Balai Besar Jepara dan Takalar, kepiting tersebut rencananya dikumpulkan di salah satu dermaga di sekitar Jalan Gajah Mada, Tarakan Barat. Pengumpulan itu dilakukan anggota koperasi yang dikelola ED. “Kepiting ini dikumpulkan oleh sekretaris koperasi, semua ada tanda terimanya. Pada saat packing akan dikirim ke tambak, tiba-tiba polisi menggerebek di salah satu gudang koperasi kami,” tuturnya.

Ia mengklaim kepiting betina dalam 88 koli boks akan dibudidayakan. Anggota koperasi dan anak buah kapal (ABK) yang ada di lokasi kejadian menolak dilakukan penyitaan. “Padahal ini untuk kesinambungan kepiting untuk dibudidayakan, karena kami kesulitan untuk mencari benih kepiting yang baik,” bebernya.

Kepiting tersebut rencananya akan disortir dan dibenihkan dan dikirim ke Jepara untuk keperluan pembibitan. Dirinya mengaku bingung penegakan hukum yang dilakukan aparat Polres Tarakan. “Kami harapkan Kapolda Kaltara bisa menjembatani jangan sampai ini jadi satu polemik. Karena, bagaimana pun menjual kepiting bukan sebuah extra ordinary crime, kejahatan luar biasa. Ini kan hanya soal kepiting saja, kok sampai ada pemukulan dan ada penahanan kapal, ini kan sudah seolah-olah melakukan kejahatan yang luar biasa. Bahkan saya dengar sampai ada mengacungkan pistol,” ujarnya.

Mangatur menyayangkan adanya pemukulan. Sementara korban hingga sore kemarin masih menjalani visum untuk keperluan laporan dugaan penganiayaan maupun ke Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Tarakan. Selain itu, ia menegaskan, tak ada pasal dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 56/PERMEN-KP/2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Wilayah Negara Republik Indonesia yang menyebut jika speedboat atau angkutan yang digunakan harus disita.

“Kepiting itu akan mati akhirnya, bukankah penegakan hukum itu berdampak pada kerugian, kepiting itu akan disortir,” tegasnya.

Rencananya, selain upaya hukum ke Propam, dalam waktu dekat ia akan mengajukan praperadilan terhadap penyitaan yang dilakukan. “Penggeledahan itu pun tidak ada surat perintah penggeledahan. Ini kan jadi lucu, menegakkan hukum tapi di satu sisi prosedur belum dilengkapi. Ini yang perlu dicermati, apa yang menjadi tujuan penangkapan dan penyitaan ini,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Tarakan Umar menuturkan, bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan penyidik dari Polres Tarakan terkait alasan budidaya si pemilik barang.

“Kami sudah diskusi di ruang Kapolres. Tidak mungkin kalau kepiting ini untuk tujuan penelitian, karena dikemas dengan rapi, diikat dan dalam jumlah besar seperti ini. Kesimpulannya memang sudah jelas kepiting ini bukan untuk penelitian atau sengaja dibawa untuk dibudidaya benihnya,” tegasnya.

Polres Tarakan bersama KSKP Malundung berhasil mengagalkan upaya penyelundupan kepiting bertelur sebanyak 88 koli. Diketahui kepiting tersebut merupakan milik salah satu pengusaha kepiting di Tarakan, berinisial ED. Diduga kuat kepiting tersebut akan dikirim ke Tawau, Malaysia. (jnr/lim)

 


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 13:18

WASPADALAH..!! Kelompok Abu Sayyaf Berencana Lakukan Penculikan

TARAKAN – Status peningkatan kewaspadaan terhadap kapal yang akan berlayar menuju…

Kamis, 13 Desember 2018 13:14

Labkesda Berpeluang Terakreditasi

TARAKAN - Tahun ini Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Tarakan…

Kamis, 13 Desember 2018 13:13

Pemerintah Jepang Tawarkan Beasiswa

TARAKAN- Pemberian beasiswa kepada pelajar berprestasi kembali diberikan. Kali ini…

Kamis, 13 Desember 2018 13:11

Gas Sei Menggaris Mampu Bertahan 25 Tahun

TARAKAN - Pasokan gas di Sei Menggaris sampai saat ini…

Kamis, 13 Desember 2018 11:56

Ditsabhara dan Ditpamobvit Gelar Rakernis

TARAKAN - Menghadapi Pemilu 2019 Polda Kalimantan Utara terus meningkatkan…

Kamis, 13 Desember 2018 11:54

Masih Ada Parpol Tak Pasang APK

TARAKAN - Meski telah melakukan proses penyerahan alat peraga kampanye…

Kamis, 13 Desember 2018 11:49

Dua Terdakwa Sabu 3,9 Kg Saling Membantah dalam Persidangan

TARAKAN – Sidang lanjutan dua terdakwa perkara sabu 3,9 kg…

Rabu, 12 Desember 2018 13:06

Dana Transfer ke Kaltara 2019 Naik Rp 514 Miliar

JAKARTA - Alokasi dana transfer ke daerah pada 2019 untuk…

Rabu, 12 Desember 2018 13:04

Mengejar Materi, tapi Tak Sesuai Nurani

Titik terendah dalam kehidupan adalah sesuatu yang lumrah dialami manusia.…

Rabu, 12 Desember 2018 13:01

“Percuma Bicara, tapi Tanpa Tindakan”

TARAKAN – Belum ada langkah lebih jauh dari Pemerintah Kota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .