MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 03 Mei 2018 14:08
Pemilik Kepiting Ajukan Praperadilan

Tak Terima Ditangkap Polisi

DIDUGA EKSPOR ILEGAL: Kepiting milik Polres Tarakan di jalan Gajah Mada, Tarakan Barat beberapa hari lalu

PROKAL.CO, TARAKAN – Pemilik kepiting betina 88 koli berinisial ED tidak terima dengan penangkapan yang dilakukan oleh Kepolisian Resor (Polres) Tarakan bersama Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Malundung, Senin (30/4). ED mengaku jika kepiting tersebut bukan dikirim ke Tawau, Malaysia, melainkan ke Balai Besar Jepara dan Takalar, Sulawesi Selatan.

Penasihat hukum (PH) ED, Mangatur Nainggolan mengatakan, sebelum akan dikirim ke Balai Besar Jepara dan Takalar, kepiting tersebut rencananya dikumpulkan di salah satu dermaga di sekitar Jalan Gajah Mada, Tarakan Barat. Pengumpulan itu dilakukan anggota koperasi yang dikelola ED. “Kepiting ini dikumpulkan oleh sekretaris koperasi, semua ada tanda terimanya. Pada saat packing akan dikirim ke tambak, tiba-tiba polisi menggerebek di salah satu gudang koperasi kami,” tuturnya.

Ia mengklaim kepiting betina dalam 88 koli boks akan dibudidayakan. Anggota koperasi dan anak buah kapal (ABK) yang ada di lokasi kejadian menolak dilakukan penyitaan. “Padahal ini untuk kesinambungan kepiting untuk dibudidayakan, karena kami kesulitan untuk mencari benih kepiting yang baik,” bebernya.

Kepiting tersebut rencananya akan disortir dan dibenihkan dan dikirim ke Jepara untuk keperluan pembibitan. Dirinya mengaku bingung penegakan hukum yang dilakukan aparat Polres Tarakan. “Kami harapkan Kapolda Kaltara bisa menjembatani jangan sampai ini jadi satu polemik. Karena, bagaimana pun menjual kepiting bukan sebuah extra ordinary crime, kejahatan luar biasa. Ini kan hanya soal kepiting saja, kok sampai ada pemukulan dan ada penahanan kapal, ini kan sudah seolah-olah melakukan kejahatan yang luar biasa. Bahkan saya dengar sampai ada mengacungkan pistol,” ujarnya.

Mangatur menyayangkan adanya pemukulan. Sementara korban hingga sore kemarin masih menjalani visum untuk keperluan laporan dugaan penganiayaan maupun ke Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Tarakan. Selain itu, ia menegaskan, tak ada pasal dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 56/PERMEN-KP/2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Wilayah Negara Republik Indonesia yang menyebut jika speedboat atau angkutan yang digunakan harus disita.

“Kepiting itu akan mati akhirnya, bukankah penegakan hukum itu berdampak pada kerugian, kepiting itu akan disortir,” tegasnya.

Rencananya, selain upaya hukum ke Propam, dalam waktu dekat ia akan mengajukan praperadilan terhadap penyitaan yang dilakukan. “Penggeledahan itu pun tidak ada surat perintah penggeledahan. Ini kan jadi lucu, menegakkan hukum tapi di satu sisi prosedur belum dilengkapi. Ini yang perlu dicermati, apa yang menjadi tujuan penangkapan dan penyitaan ini,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Tarakan Umar menuturkan, bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan penyidik dari Polres Tarakan terkait alasan budidaya si pemilik barang.

“Kami sudah diskusi di ruang Kapolres. Tidak mungkin kalau kepiting ini untuk tujuan penelitian, karena dikemas dengan rapi, diikat dan dalam jumlah besar seperti ini. Kesimpulannya memang sudah jelas kepiting ini bukan untuk penelitian atau sengaja dibawa untuk dibudidaya benihnya,” tegasnya.

Polres Tarakan bersama KSKP Malundung berhasil mengagalkan upaya penyelundupan kepiting bertelur sebanyak 88 koli. Diketahui kepiting tersebut merupakan milik salah satu pengusaha kepiting di Tarakan, berinisial ED. Diduga kuat kepiting tersebut akan dikirim ke Tawau, Malaysia. (jnr/lim)

 


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:37

ITCC Kirim 34 Pelajar Kaltara ke Tiongkok

TARAKAN - Kejarlah ilmu sampai ke Negeri Cina. Ya, pepatah ini kerap kali menjadi tolok ukur seorang…

Jumat, 21 September 2018 11:35

Minim Anggaran, Cuma Periksa Kotoran

TARAKAN - Tiga ekor beruang madu di dua kandang besi di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 11:33

Dorong Peningkatan Vokasi

PENYEDIAAN lapangan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang dimiliki masih menimbulkan pertanyaan,…

Jumat, 21 September 2018 11:32

Hujan Lebat, Distribusi PDAM Belum Normal

TARAKAN – Meski beberapa hari ini hujan lebat, pendistribusian air Perusahaan Daerah Air Minum…

Jumat, 21 September 2018 10:52

200 Orang Asing Kerja di Kaltara

TARAKAN - Pengawasan orang asing atau warga negara asing (WNA) di Kota Tarakan saat ini melibatkan berbagai…

Jumat, 21 September 2018 10:51

Penantian Bertahun-tahun Akhirnya Terjawab

TARAKAN – Bertahun-tahun menantikan perbaikan, akhirnya jembatan di Gang Tudai RT 17, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 10:46

Desember, XC Race dan Jambore Sepeda

TARAKAN – Persiapan pelaksanaan XC race dan jambore sepeda terus berjalan, yang terbaru kini sudah…

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .