MANAGED BY:
RABU
22 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 28 April 2018 11:28
Pemilik Beras Vietnam Ngawur

Sebut Tunon Taka Tak Cocok Disandari Kapal Besar

KLAIM SEPIHAK: Pemilik beras 2.900 ton yang merupakan pengusaha asal Malaysia menyebut Pelabuhan Tunon Taka tidak cocok untuk kapal Vietnam sandar, karena faktor kedalaman laut. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pemilik beras 2.900 ton yang merupakan pengusaha asal Malaysia tetap memaksakan pembongkaran beras dari kapal MV  Dong Thien Phu Golden ke kapal kayu Filipina. Bongkar muatan dilakukan di Pelabuhan Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara.

Noerdin yang tergabung di PT Sinar Dani Borneo malah balik menyoroti sikap TNI AL dengan KRI Untung Suropati memaksa kapal MV Dong Thien Phu Golden dibawa ke Pelabuhan Tunon Taka. Padahal, kata dia, ukuran kapal mencapai 6 meter kedalaman laut. Sedangkan Pelabuhan Tunon Taka laut hanya 5 meter, nilai dia. “Kapal itu sempat kandas di Pelabuhan Tunon Taka, karena dipaksa sandar. Padahal itu sebenarnya tidak layak,” kata Noerdin saat melakukan jumpa pers di Hotel Lenfin, Kamis (26/4).

Menurutnya, sebelum masuk ke Indonesia khususnya di Nunukan telah dilakukan kajian, bahwa Pelabuhan Tunon Taka tidak layak untuk kapal Vietnam itu sandar. Perairan yang layak hanya di Pelabuhan Sei Pancang, Sebatik Utara.

Kata dia, kapal MV  Dong Thien Phu Golden telah melayangkan protes ke International Maritime Organization (IMO). “Ukuran kapal ini kecil sekira 70 meter, namun ketinggian kapal di dasar laut mencapai 6 meter. Dipastikan kandas jika masuk ke Pelabuhan Tunon Taka,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelabuhan Sebatik sangat cocok untuk kapal MV  Dong Thien Phu Golden karena kedalaman laut paling terendah 9 meter. Walaupun air surut tetap kapal tersebut dapat sandar di Pelabuhan Sei Pancang. “Jika ini tetap masuk di IMO, Pelabuhan Tunon Taka ini akan tercemar di seluruh dunia,” tambahnya.

Kapal MV Dong Thien Phu Golden masih berada di Pelabuhan Sei Pancang. Ada 11 kapal dari Filipina yang akan mengangkut beras tersebut menuju Tawi-Tawi.

Sementara, General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Nunukan Muhammad Ilyas mengatakan, Pelabuhan Sei Pancang masih berstatus unit penyelenggara pelabuhan. Sedangkan, Pelabuhan Tunon Taka telah masuk pelabuhan regional internasional. Tiap status pelabuhan ditentukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“PT Pelindo ini belum masuk ke Sebatik, karena masih banyak pertimbangan,” kata Muhammad Ilyas, kemarin.

Disampaikan, bahwa kapal MV  Dong Thien Phu Golden tidak layak untuk sandar di Pelabuhan Tunon Taka. Ungkapan tersebut dianggap hanya mengada-ada. Karena kapal asing ini dapat masuk ke Pelabuhan Tunon Taka jika ukuran kapal sekira 5 meter.

Ia menyampaikan, seharusnya kapal yang mengangkut beras 2.900 ton sandar di Pelabuhan Tunon Taka. Karena kapal yang lebih besar dari kapal MV Dong Thien Phu Golden dapat sandar di Pelabuhan Tunon Taka, apalagi kapal tersebut hanya 1.600 GT. Kapal Pelni saja 15.000 GT dapat sandar di Pelabuhan Tunon Taka.

“Pengusaha Malaysia itu cerita saja, tidak benar itu. Kapal peti kemas saja sandar di Pelabuhan Tunon Taka. Bahkan saya senang jika kapal asing sandar di Pelabuhan Tunon Taka, namun harus memenuhi prosedur,” ujarnya.

Bahkan sebelumnya telah disampaikan, Perwira Seksi Operasi (Pasiops) Lanal Nunukan Kapten Deni Purwanto, berdasarkan arahan dari pimpinan Lanal Nunukan, untuk kegiatan ekonomi di Pelabuhan Sebatik tidak dilakukan dulu. Sebab, lokasi tersebut masih berstatus quo.

“Dari segi pertahanan harusnya tidak dilakukan di Sebatik. Disarankan ke Pelabuhan Tunon Taka Nunukan,” kata Deni Purwanto. (nal/lim)


BACA JUGA

Rabu, 22 Mei 2019 10:11

Penumpang Keluhkan Keberadaan Anjing Pelacak

NUNUKAN – Penumpang tujuan Tarakan di Pelabuhan Lintas Batas Laut…

Rabu, 22 Mei 2019 10:09

ALHAMDULILLAH..!! 417 Warga Binaan Terima Remisi Idulfitri

NUNUKAN – Total 417 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas…

Rabu, 22 Mei 2019 10:08

SAYANG SEKALI..!! Bangunan Baru Tak Kunjung Digunakan

NUNUKAN – Gedung baru Pelabuhan Tunon Taka, hingga saat ini…

Rabu, 22 Mei 2019 10:06

Sita Sejumlah Senpi dan Sabu

NUNUKAN – Personel Satuan Reserse Narkoba (Sat Reskoba) Polres Nunukan…

Selasa, 21 Mei 2019 11:25

PLN Akui Sulit Alih Kelola PLTMG Sebaung

NUNUKAN – Kerusakan beberapa unit mesin di Pembangkit Listrik Tenaga…

Selasa, 21 Mei 2019 11:23

Tukin Reguler ASN Cair, THR Honorer Nihil

NUNUKAN – Selain gaji, tunjangan kinerja (tukin) reguler aparatur sipil…

Selasa, 21 Mei 2019 11:19

Dimangsa Buaya, WNI Ditemukan Tanpa Kepala

NUNUKAN – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) diketahui kesehariannya  sebagai…

Selasa, 21 Mei 2019 11:18

Modal Silaturahmi, Dapat Anggaran Rp 40 Miliar

NUNUKAN – Sekolah di perbatasan kembali mendapatkan anggaran dari Kementerian…

Selasa, 21 Mei 2019 11:17

Petugas PPK Sebatik Utara Terancam Pidana Pemilu

NUNUKAN – Seorang anggota atau petugas Panitia Pemungutan Suara Kecamatan…

Senin, 20 Mei 2019 13:05

Empat Mesin PLTMG Sebaung Tak Beroperasi

NUNUKAN – Kekurangan daya listrik selama Ramadan kembali terjadi. Kekurangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*