MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 28 April 2018 11:28
Pemilik Beras Vietnam Ngawur

Sebut Tunon Taka Tak Cocok Disandari Kapal Besar

KLAIM SEPIHAK: Pemilik beras 2.900 ton yang merupakan pengusaha asal Malaysia menyebut Pelabuhan Tunon Taka tidak cocok untuk kapal Vietnam sandar, karena faktor kedalaman laut. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pemilik beras 2.900 ton yang merupakan pengusaha asal Malaysia tetap memaksakan pembongkaran beras dari kapal MV  Dong Thien Phu Golden ke kapal kayu Filipina. Bongkar muatan dilakukan di Pelabuhan Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara.

Noerdin yang tergabung di PT Sinar Dani Borneo malah balik menyoroti sikap TNI AL dengan KRI Untung Suropati memaksa kapal MV Dong Thien Phu Golden dibawa ke Pelabuhan Tunon Taka. Padahal, kata dia, ukuran kapal mencapai 6 meter kedalaman laut. Sedangkan Pelabuhan Tunon Taka laut hanya 5 meter, nilai dia. “Kapal itu sempat kandas di Pelabuhan Tunon Taka, karena dipaksa sandar. Padahal itu sebenarnya tidak layak,” kata Noerdin saat melakukan jumpa pers di Hotel Lenfin, Kamis (26/4).

Menurutnya, sebelum masuk ke Indonesia khususnya di Nunukan telah dilakukan kajian, bahwa Pelabuhan Tunon Taka tidak layak untuk kapal Vietnam itu sandar. Perairan yang layak hanya di Pelabuhan Sei Pancang, Sebatik Utara.

Kata dia, kapal MV  Dong Thien Phu Golden telah melayangkan protes ke International Maritime Organization (IMO). “Ukuran kapal ini kecil sekira 70 meter, namun ketinggian kapal di dasar laut mencapai 6 meter. Dipastikan kandas jika masuk ke Pelabuhan Tunon Taka,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelabuhan Sebatik sangat cocok untuk kapal MV  Dong Thien Phu Golden karena kedalaman laut paling terendah 9 meter. Walaupun air surut tetap kapal tersebut dapat sandar di Pelabuhan Sei Pancang. “Jika ini tetap masuk di IMO, Pelabuhan Tunon Taka ini akan tercemar di seluruh dunia,” tambahnya.

Kapal MV Dong Thien Phu Golden masih berada di Pelabuhan Sei Pancang. Ada 11 kapal dari Filipina yang akan mengangkut beras tersebut menuju Tawi-Tawi.

Sementara, General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Nunukan Muhammad Ilyas mengatakan, Pelabuhan Sei Pancang masih berstatus unit penyelenggara pelabuhan. Sedangkan, Pelabuhan Tunon Taka telah masuk pelabuhan regional internasional. Tiap status pelabuhan ditentukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“PT Pelindo ini belum masuk ke Sebatik, karena masih banyak pertimbangan,” kata Muhammad Ilyas, kemarin.

Disampaikan, bahwa kapal MV  Dong Thien Phu Golden tidak layak untuk sandar di Pelabuhan Tunon Taka. Ungkapan tersebut dianggap hanya mengada-ada. Karena kapal asing ini dapat masuk ke Pelabuhan Tunon Taka jika ukuran kapal sekira 5 meter.

Ia menyampaikan, seharusnya kapal yang mengangkut beras 2.900 ton sandar di Pelabuhan Tunon Taka. Karena kapal yang lebih besar dari kapal MV Dong Thien Phu Golden dapat sandar di Pelabuhan Tunon Taka, apalagi kapal tersebut hanya 1.600 GT. Kapal Pelni saja 15.000 GT dapat sandar di Pelabuhan Tunon Taka.

“Pengusaha Malaysia itu cerita saja, tidak benar itu. Kapal peti kemas saja sandar di Pelabuhan Tunon Taka. Bahkan saya senang jika kapal asing sandar di Pelabuhan Tunon Taka, namun harus memenuhi prosedur,” ujarnya.

Bahkan sebelumnya telah disampaikan, Perwira Seksi Operasi (Pasiops) Lanal Nunukan Kapten Deni Purwanto, berdasarkan arahan dari pimpinan Lanal Nunukan, untuk kegiatan ekonomi di Pelabuhan Sebatik tidak dilakukan dulu. Sebab, lokasi tersebut masih berstatus quo.

“Dari segi pertahanan harusnya tidak dilakukan di Sebatik. Disarankan ke Pelabuhan Tunon Taka Nunukan,” kata Deni Purwanto. (nal/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 10:06

Apa Kabar Pengerjaan Terminal Baru Pelabuhan Tunon Taka..??

NUNUKAN – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Nunukan menargetkan pengerjaan…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:03

Lahan Tidur Disulap Kebun Jagung

NUNUKAN – Untuk membantu menambah penghasilan para petani, perlu ada…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:02

Waspada! Penipu Online Catut Foto ASN

NUNUKAN – Belum lama ini, beredar foto dari salah seorang…

Jumat, 15 Februari 2019 15:14

BPK Beraksi, Bupati Akui Gelisah

NUNUKAN – Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Republi Indonesia (RI) Provinsi…

Jumat, 15 Februari 2019 15:12

Pemerintah Malaysia Kembali Deportasi 153 WNI

NUNUKAN – Sebanyak 153 warga negara Indonesia (WNI), terpaksa dipulangkan…

Jumat, 15 Februari 2019 14:57

Dewan Pusat Malaysia Pantau Sektor Perikanan di Sebatik

NUNUKAN – Dewan Pusat Malaysia berkunjung ke Pulau Sebatik, melihat…

Jumat, 15 Februari 2019 14:55

Perusahaan Tetap Akan Bayar Hutang

NUNUKAN – PT Sempurna yang berlokasi di Desa Bambangan, Kecamatan…

Kamis, 14 Februari 2019 10:18

Utang Rp 10 M, Perusahaan Berhenti Beroperasi, Petani Sawit Menuntut Pelunasan

NUNUKAN – Perusahaaan yang mengelola tanda buah sawit menjadi minyak…

Kamis, 14 Februari 2019 10:16

Penarikan Retribusi Alun-Alun Terbentur Aturan

NUNUKAN – Tuntutan pemerintah daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah…

Rabu, 13 Februari 2019 13:59

Pembangunan PLBN di Krayan Berjalan Mulus

NUNUKAN – Jika pembangunan pos lintas batas negara (PLBN) di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*