MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 28 April 2018 11:28
Pemilik Beras Vietnam Ngawur

Sebut Tunon Taka Tak Cocok Disandari Kapal Besar

KLAIM SEPIHAK: Pemilik beras 2.900 ton yang merupakan pengusaha asal Malaysia menyebut Pelabuhan Tunon Taka tidak cocok untuk kapal Vietnam sandar, karena faktor kedalaman laut. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pemilik beras 2.900 ton yang merupakan pengusaha asal Malaysia tetap memaksakan pembongkaran beras dari kapal MV  Dong Thien Phu Golden ke kapal kayu Filipina. Bongkar muatan dilakukan di Pelabuhan Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara.

Noerdin yang tergabung di PT Sinar Dani Borneo malah balik menyoroti sikap TNI AL dengan KRI Untung Suropati memaksa kapal MV Dong Thien Phu Golden dibawa ke Pelabuhan Tunon Taka. Padahal, kata dia, ukuran kapal mencapai 6 meter kedalaman laut. Sedangkan Pelabuhan Tunon Taka laut hanya 5 meter, nilai dia. “Kapal itu sempat kandas di Pelabuhan Tunon Taka, karena dipaksa sandar. Padahal itu sebenarnya tidak layak,” kata Noerdin saat melakukan jumpa pers di Hotel Lenfin, Kamis (26/4).

Menurutnya, sebelum masuk ke Indonesia khususnya di Nunukan telah dilakukan kajian, bahwa Pelabuhan Tunon Taka tidak layak untuk kapal Vietnam itu sandar. Perairan yang layak hanya di Pelabuhan Sei Pancang, Sebatik Utara.

Kata dia, kapal MV  Dong Thien Phu Golden telah melayangkan protes ke International Maritime Organization (IMO). “Ukuran kapal ini kecil sekira 70 meter, namun ketinggian kapal di dasar laut mencapai 6 meter. Dipastikan kandas jika masuk ke Pelabuhan Tunon Taka,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelabuhan Sebatik sangat cocok untuk kapal MV  Dong Thien Phu Golden karena kedalaman laut paling terendah 9 meter. Walaupun air surut tetap kapal tersebut dapat sandar di Pelabuhan Sei Pancang. “Jika ini tetap masuk di IMO, Pelabuhan Tunon Taka ini akan tercemar di seluruh dunia,” tambahnya.

Kapal MV Dong Thien Phu Golden masih berada di Pelabuhan Sei Pancang. Ada 11 kapal dari Filipina yang akan mengangkut beras tersebut menuju Tawi-Tawi.

Sementara, General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Nunukan Muhammad Ilyas mengatakan, Pelabuhan Sei Pancang masih berstatus unit penyelenggara pelabuhan. Sedangkan, Pelabuhan Tunon Taka telah masuk pelabuhan regional internasional. Tiap status pelabuhan ditentukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“PT Pelindo ini belum masuk ke Sebatik, karena masih banyak pertimbangan,” kata Muhammad Ilyas, kemarin.

Disampaikan, bahwa kapal MV  Dong Thien Phu Golden tidak layak untuk sandar di Pelabuhan Tunon Taka. Ungkapan tersebut dianggap hanya mengada-ada. Karena kapal asing ini dapat masuk ke Pelabuhan Tunon Taka jika ukuran kapal sekira 5 meter.

Ia menyampaikan, seharusnya kapal yang mengangkut beras 2.900 ton sandar di Pelabuhan Tunon Taka. Karena kapal yang lebih besar dari kapal MV Dong Thien Phu Golden dapat sandar di Pelabuhan Tunon Taka, apalagi kapal tersebut hanya 1.600 GT. Kapal Pelni saja 15.000 GT dapat sandar di Pelabuhan Tunon Taka.

“Pengusaha Malaysia itu cerita saja, tidak benar itu. Kapal peti kemas saja sandar di Pelabuhan Tunon Taka. Bahkan saya senang jika kapal asing sandar di Pelabuhan Tunon Taka, namun harus memenuhi prosedur,” ujarnya.

Bahkan sebelumnya telah disampaikan, Perwira Seksi Operasi (Pasiops) Lanal Nunukan Kapten Deni Purwanto, berdasarkan arahan dari pimpinan Lanal Nunukan, untuk kegiatan ekonomi di Pelabuhan Sebatik tidak dilakukan dulu. Sebab, lokasi tersebut masih berstatus quo.

“Dari segi pertahanan harusnya tidak dilakukan di Sebatik. Disarankan ke Pelabuhan Tunon Taka Nunukan,” kata Deni Purwanto. (nal/lim)


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 09:38

WNI Nyaris Jadi Korban Perampokan Kelompok Radikal Filipina Selatan

NUNUKAN – Kapal Magtrans 2 berbendera Malaysia yang dikethaui membawa…

Senin, 10 Desember 2018 09:36

Berantas Miras, Satpol PP Akan Lakukan Sidak

NUNUKAN – Tingginya aktivitas bongkar muat barang di sejumlah pelabuhan…

Senin, 10 Desember 2018 09:35

Pelajar Tabrak Penyeberang Jalan hingga Meninggal

NUNUKAN – Kecelakaan akibat tidak dapat mengontrol kecepatan kendaraan kembali…

Senin, 10 Desember 2018 08:45

Pengusiran WNI Didominasi Masalah Ini....

NUNUKAN – Sepertinya setiap sepekan sekali, menjadi agenda rutin pemerintah…

Senin, 10 Desember 2018 08:44

Dapat Kucuran Dana Desa Rp 1 Miliar

NUNUKAN – Tercatat total Rp 1 miliar Dana Desa (DD)…

Senin, 10 Desember 2018 08:43

Akses Jalan Petani Butuh Perhatian

NUNUKAN – Selain jalan utama di Sebatik yang ingin diperbaiki,…

Senin, 10 Desember 2018 08:42

Lepas Kendali, AB Tewas Tabrak Trotoar

NUNUKAN - Kecelakaan berujung meninggal dunia kembali terjadi. Kali ini…

Jumat, 07 Desember 2018 11:59

Usul Mutasi Minimal 10 Tahun

NUNUKAN – Peserta seleksi yang sudah dinyatakan lulus wajib membuat…

Jumat, 07 Desember 2018 11:59

Izin Usaha Terbentur Andalalin

NUNUKAN – Akibat tak memiliki analisis dampak lalu lintas (Andalalin),…

Jumat, 07 Desember 2018 11:54

Kali Kedua Mangkir dari Panggilan

NUNUKAN - Seorang Apatatur Sipil Negara (ASN) yang telah dilaporkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .