MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 28 April 2018 11:26
Boleh Transhipment, Asal Bukan Barang Terlarang
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, JAKARTA – Pengamanan kapal MV Dong Thien Phu Golden yang mengangkut 2.900 ton beras asal Vietnam dengan tujuan Labuan, Malaysia oleh KRI Untung Suropati saat bertambat di perairan Sebatik, Kamis (19/4) lalu menuai polemik panjang. Semula diketahui, kapal tersebut akan melakukan bongkat muat dengan empat kapal kayu asal Filipina.

Ada juga yang menduga kegiatan tersebut dilakukan secara tidak resmi, bahkan berkembang isu ada pejabat di daerah yang mendapat jatah dari setiap kilogram beras asal Vietnam tersebut.

Kasubdit Komunikasi dan Publikasi pada Direktorat Jenderal Bea Cukai Deni Surjantoro mengatakan, menyoal dugaan penyelundupan masih perlu mendudukkan aturan atas beras tersebut. Semua pihak harus melihat ketentuan yang berlaku terlebih dahulu.

Deni menjelaskan, berdasarkan data Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut (RKSP) dan manifesnya, kapal MV Dong Thien Phu Golden tersebut hanya melakukan kegiatan angkutan lanjut di perairan Sebatik, yakni dari Vietnam ke Filipina. “Jadi bukan melakukan kegiatan impor. Perlu dipahami prosedur angkutan lanjut dan prosedur impor sangatlah berbeda. Kalau prosedur angkut lanjut tidak perlu izin Bulog dan izin Kemendag,” jelasnya kepada Radar Tarakan, Jumat (27/4).

Untuk angkutan lanjut, prosedurnya diatur dalam undang-undang. Pada pelaksanaannya, kegiatan itu juga harus dapat memberikan multiplier effect bagi penduduk setempat, di antaranya seperti menyerap tenaga buruh dan adanya pembayaran biaya tambat ke Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
“Harapannya, ke depan ekspor ke Filipina dapat dilakukan secara direct (langsung). Sehingga barang ekspor Indonesia juga dapat bersaing,” katanya.
Jika dikatakan Bea Cukai Nunukan terkesan pasang badan, kata Deni, itu sudah menjadi komitmen dalam hal pelaksanaan salah satu fungsi Bea Cukai sebagai trade facilitator (fasilitator perdagangan) berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Disinggung mengenai apakah Sebatik termasuk salah satu yang ditetapkan sebagai pelabuhan transhipment, ia menegaskan bahwa kegiatan transshipment itu dapat dilakukan di mana saja. Yang penting petugas Bea Cukai dapat melakukan pengawasan.

Dibeberkan, Surat Persetujuan Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut nomor AL.203/2000/11042/10407/18 tanggal 14 April 2018 perihal Persetujuan Keagenan Kapal Asing (PKKA) dan Surat Persetujuan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Sungai Nyamuk nomor KL.202/1/10/UPP.SN-2018 tanggal 17 April 2018 perihal Bongkar/Muat di Kolam Pelabuhan dan di Luar Daerah Pelabuhan menunjuk dan memperbolehkan bongkar muat (loading point) di Pelabuhan Sungai Nyamuk (Sebatik-Checkpoint Nunukan).

Adapun komoditas yang boleh di-transhipment itu, pada prinsipnya dapat dikatakan tidak dibataskan, tapi bersyarat. Artinya, semua barang dapat di-transhipment, sepanjang itu bukan barang terlarang dan berbahaya bagi masyarakat dan lingkungan.

“Misalnya yang berbahaya, seperti narkotika, psikotropika, bahan peledak, senjata api, serta limbah berbahaya dan beracun. Jadi, jika seperti beras tidak ada masalah,” tuturnya.

Sementara dugaan adanya keterlibatan pejabat di daerah yang dalam hal ini dikatakan mendapat jatah dari beras asal Vietnam itu, ia mengaku hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan atau menerima informasi tersebut.

“Kami sangat mengharapkan kerja sama semua pihak, apabila ada informasi secara rinci terkait hal itu, maka Bea Cukai tentunya akan segera menindaklanjuti apabila informasi yang ada itu disampaikan secara rinci,” jelasnya. (iwk/lim)

loading...
BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 11:56

Perdana, 63 Ton Menuju Korea Selatan

NUNUKAN – Budidaya rumput laut yang menjadi unggulan masyarakat Nunukan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:55

Dua WNI Dapat Tindakan Kekerasan

NUNUKAN – Dua WNI yang bekerja di Sabah, Malaysia, mendapatkan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:54

WNI Dipulangkan Dari Kota Kinabalu

NUNUKAN – Sebanyak 150 orang buruh migran Indonesia (BMI) yang…

Jumat, 18 Januari 2019 11:53

Pilkades Batal Dilaksanakan

NUNUKAN – Pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Kades) terpaksa ditunda setelah…

Jumat, 18 Januari 2019 09:40

Usulkan Rp 134 Miliar untuk Pembangunan Bandara Krayan

NUNUKAN – Sejumlah Bandar Udara (Bandara) perintis di Krayan bakal…

Jumat, 18 Januari 2019 09:38

Jalan Poros Sebatik Bisa Dilewati Kembali

NUNUKAN – Jalan Bukit Keramat di Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik…

Jumat, 18 Januari 2019 09:36

Perlu Pertimbangan Tak Terima Guru Honorer

NUNUKAN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy telah…

Rabu, 16 Januari 2019 12:01

PLBN Butuh Lahan Tujuh Hektare

NUNUKAN – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) akan dibangun di…

Rabu, 16 Januari 2019 11:59

DPUPRPKP Bertahap Lakukan Perbaikan Jalan

NUNUKAN – Jalan menuju Pantai Wisata Kayu Angin, Desa Tanjung…

Rabu, 16 Januari 2019 11:58

Februari, Gedung Lama Puskesmas Nunukan Tutup

NUNUKAN – Akibat situasi dan kondisi yang tidak memadai lagi,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*