MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 28 April 2018 11:19
Kenyang Pengalaman, di Kaltim Ungkap Illegal Logging

Mengenal Karyadi, Kepala BPK Perwakilan Kalimantan Utara

Karyadi S.E, M.M, Ak. CA.

PROKAL.CO, Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) telah berganti sejak 21 Februari 2018 lalu. Karyadi, mengisi posisi tertinggi di salah satu lembaga tinggi negara itu. Pria yang lahir di Sukoharjo, 29 November 1971 ini mengaku siap memberikan sentuhan baru pada Kaltara.

YUSTINA LUMBAA

MENJADI Kepala Perwakilan di Kaltara merupakan misi sekaligus tugas baru yang harus diemban Karyadi. Di provinsi yang barus berusia lima tahun ini, Karyadi memiliki kesan yang baik. Terutama satu-satunya kota di provinsi ini, Tarakan.

Di matanya, Tarakan kota yang menjanjikan, kekuatan ekonomi karena berlatar belakang kota minyak. Sumber daya alamnya cukup tinggi. “Saya merasa nyaman berada di sini, saya merasa bisa bekerja secara maksimal dengan ditempatkan di sini,” katanya.

Pria yang hobi bermusik sejak kecil ini menginginkan adanya peran aktif dari masyarakat dan juga pemerintah daerah. Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi bersama-sama mendorong untuk tercapainya pemerintahan yang baik dan sesuai dengan yang diamanatkan. Menjadi Kepala BPK Perwakilan Provinsi Kaltara, saat ini dirinya ingin melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh kepala perwakilan yang dahulu. “Saya yakin BPK di sini telah dibangun dengan baik oleh perwakilan sebelumnya, jadi saya hanya tinggal meneruskan saja,” ungkapnya.

Di Kaltara diakui pemerintahannya masih terlihat individual, dan pengelolaannya yang belum berjalan baik. Memang dilihatnya banyak pejabat yang hebat di Kaltara, hanya masih kurang fokus dalam menyelesaikan suatu tugas. Seharusnya tidak semua harus dikerjakan, tetapi fokus pada satu hingga penyelesaiannya. Jika sudah selesai satu, maka pekerjaan lainnya dapat dikerjakan. Sehingga fokus utama dalam mengejar target dan deadline dapat dilakukan dengan baik.

“Sebenarnya hanya masalah fokus saja, kalau masalah bisa, saya yakin bisa dikerjakan. Apalagi di zaman serba digital, semuanya tersedia,” ungkapnya.

Apalagi di Kaltara masih ada tiga kabupaten dan kota yang belum mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) sehingga perlu sinergitas. WTP sebuah kewajiban yang harus dilakukan. Seperti Tarakan yang masih belum mendapatkan WTP karena permasalahan aset. Walaupun masalah aset merupakan permasalahan nasional.

Tetapi memang aset-aset di Kaltara ini bermasalah karena adanya peleburan organisasi, baik terpisah maupun bergabung, maupun melakukan hibah. Melakukan pencatatan aset sudah seharusnya dibahas bersama dalam pertemuan antar pemerintah. Pihaknya mendorong dan terus mendukung, karena itu jika mendapatkan WTP memang benar-benar bekerja dengan baik dan benar sesuai dnegan aturan yang ditetapkan.

“Saya melihat memang ada satu atau dua daerah yang masih butuh banyak bimbingan yang tinggi,” ujarnya.

Tentu Karyadi juga ingin memberikan solusi, mulai dari rekomitmen masing-masing kepala dinas dan kepala daerah, lalu penginputan SDM dan pemberdayaan masyarakat, serta sisi pendekatan hukumnya. Memang sebenarnya ada pemerintah daerah yang karena ketidaktahuannya sehingga laporan keuangannya tidak sesuai yang diharapkan. Sehingga harus ada harmonisasi secara positif.

“Memang terkadang karena ketidaktahuan menjadikan mereka menjadi bermasalah,  padahal ketidaksengajaan,” ujarnya.

Dikatakan, dalam BPK sendiri memang ada pilar-pilar yang diterapkan yakni integritas, independen dan profesional. Dengan berbagai pengalaman jabatan yang dimilikinya, dirinya berharap dapat melakukan dengan baik. Bahkan ia berkomitmen membangun BPK menjadi lebih baik lagi, karena saat ini sudah menjadi kokoh dan menjamin wilayah bebas dari korupsi.

Bicara pengalaman, Karyadi cukup lama bertugas di bidang audit keuangan. Mulai bekerja sebagai PNS di Jakarta, di tahun 1998. Selama 8 tahun pertama bekerja, Karyadi sudah mendapatkan penghargaan wirakarya di tahun 2005.

Penghargaan ini diberikan sebagai prestasi yang diberikan oleh Presiden, padahal saat itu masih zaman di mana sulit untuk mendapatkan penghargaan. Setelah itu, dipromosikan sebagai kepala sub bagian di Provinsi Riau. Tetapi memang sebelum mendapatkan promosi jabatan, dirinya juga sempat berada di Papua. Bahkan bukan pertama kalinya menjadi pejabat di Kalimantan, Karyadi juga menyelami pedalaman Kalimantan.

“Saya mendapatkan penghargaan karena mengungkap illegal logging di Kalimantan Timur. Jadi memang pengalaman yang luar biasa,” ujarnya.

Di Kaltara sendiri pemerintahannya masih terlihat individual, dan pengelolaannya yang belum berjalan baik. Memang dilihatnya banyak pejabat yang pintar dan hebat yang berada di Kaltara, hanya saja fokusnya yang masih kurang dalam menyelesaikan sesuatu. Seharusnya tidak semua harus dikerjakan, tetapi fokus pada satu hingga penyelesaiannya. Jika sudah selesai satu, maka pekerjaan lainnya dapat dikerjakan. Sehingga fokus utama dalam mengejar target dan deadline dapat dilakukan dengan baik. “Sebenarnya hanya masalah fokus saja, kalau masalah bisa, saya yakin bisa dikerjakan. Apalagi di zaman serba digital, semuanya tersedia,” ungkapnya.

Berada di BPK membawa pengalaman berharga dan menyenangkan untuknya. Dengan itu, komitmen menjadikan BPK terdepan dengan bantuan seluruh stakeholder terkait. Mendorong pertumbuhan dan pemerintahan yang baik dari segi keuangan. (***/lim)


BACA JUGA

Jumat, 25 Mei 2018 13:27

Bekali Anak-Anak dengan Pendidikan Formal-Bela Diri

Assalamualaikum Sahur Radar Tarakan kembali dilakukan, kali ini bersama tim Badan Pemeriksa Keuangan…

Jumat, 25 Mei 2018 12:31
Kecelakaan Speedboat Harapan Baru Express

Semua Ngaku Sudah Berupaya, Tapi Musibah Tak Terhindarkan

TARAKAN – Penyebab kecelakaan laut kapal cepat Harapan Baru Express Selasa (22/5) tujuan Malinau-Tarakan…

Jumat, 25 Mei 2018 12:22
Kecelakaan Speedboat Harapan Baru Express

Lima Korban Meninggal Tidak Diautopsi

TARAKAN - Lima korban meninggal akibat peristiwa kecelakaan kapal cepat Harapan Baru Express sudah dimakamkan.…

Jumat, 25 Mei 2018 12:02

Terduga Teroris di Tarakan Itu Dikenakan Tiga Pasal Sekaligus

TANJUNG SELOR – Terduga teroris yang diamankan beberapa waktu lalu oleh pihak Densus 88 berinisial…

Jumat, 25 Mei 2018 11:59

Pajak Sektor Badan Belum Sampai Target

TARAKAN - Laporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) bagi wajib pajak dari sektor badan di 2018 ditutup…

Jumat, 25 Mei 2018 11:57

Dari Warga, untuk Warga

TARAKAN – Merasa pembangunannya tertinggal jauh dengan lingkungan rukun tetangga (RT) lainnya,…

Jumat, 25 Mei 2018 11:55

ASTAGAA..!! Ada Tengkorak di Juata Kerikil, SIAPA?

TARAKAN – Adanya penemuan tengkorak manusia, Rabu (23/5) sekitar pukul 16.00 Wita di RT 3 Kelurahan…

Kamis, 24 Mei 2018 14:30

Kecelakaan Laut Terjadi Lagi, Pejabat Dishub Terancam Dicopot

TARAKAN – Selang empat bulan pasca terbaliknya speedboat Anugerah Express di Sungai Kayan, kini…

Kamis, 24 Mei 2018 11:52

Keluarga Korban Terima Santunan

LIMA korban meninggal dunia atas kecelakaan kapal cepat Harapan Baru Express akhirnya diberi santunan…

Kamis, 24 Mei 2018 11:43

Perbaiki Dulu, PAD Diatur Kemudian

TARAKAN – Aset-aset Pemkot Tarakan hingga kini masih dipertahankan, yang tak kunjung dialihkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .