MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 28 April 2018 11:19
Kenyang Pengalaman, di Kaltim Ungkap Illegal Logging

Mengenal Karyadi, Kepala BPK Perwakilan Kalimantan Utara

Karyadi S.E, M.M, Ak. CA.

PROKAL.CO, Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) telah berganti sejak 21 Februari 2018 lalu. Karyadi, mengisi posisi tertinggi di salah satu lembaga tinggi negara itu. Pria yang lahir di Sukoharjo, 29 November 1971 ini mengaku siap memberikan sentuhan baru pada Kaltara.

YUSTINA LUMBAA

MENJADI Kepala Perwakilan di Kaltara merupakan misi sekaligus tugas baru yang harus diemban Karyadi. Di provinsi yang barus berusia lima tahun ini, Karyadi memiliki kesan yang baik. Terutama satu-satunya kota di provinsi ini, Tarakan.

Di matanya, Tarakan kota yang menjanjikan, kekuatan ekonomi karena berlatar belakang kota minyak. Sumber daya alamnya cukup tinggi. “Saya merasa nyaman berada di sini, saya merasa bisa bekerja secara maksimal dengan ditempatkan di sini,” katanya.

Pria yang hobi bermusik sejak kecil ini menginginkan adanya peran aktif dari masyarakat dan juga pemerintah daerah. Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi bersama-sama mendorong untuk tercapainya pemerintahan yang baik dan sesuai dengan yang diamanatkan. Menjadi Kepala BPK Perwakilan Provinsi Kaltara, saat ini dirinya ingin melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh kepala perwakilan yang dahulu. “Saya yakin BPK di sini telah dibangun dengan baik oleh perwakilan sebelumnya, jadi saya hanya tinggal meneruskan saja,” ungkapnya.

Di Kaltara diakui pemerintahannya masih terlihat individual, dan pengelolaannya yang belum berjalan baik. Memang dilihatnya banyak pejabat yang hebat di Kaltara, hanya masih kurang fokus dalam menyelesaikan suatu tugas. Seharusnya tidak semua harus dikerjakan, tetapi fokus pada satu hingga penyelesaiannya. Jika sudah selesai satu, maka pekerjaan lainnya dapat dikerjakan. Sehingga fokus utama dalam mengejar target dan deadline dapat dilakukan dengan baik.

“Sebenarnya hanya masalah fokus saja, kalau masalah bisa, saya yakin bisa dikerjakan. Apalagi di zaman serba digital, semuanya tersedia,” ungkapnya.

Apalagi di Kaltara masih ada tiga kabupaten dan kota yang belum mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) sehingga perlu sinergitas. WTP sebuah kewajiban yang harus dilakukan. Seperti Tarakan yang masih belum mendapatkan WTP karena permasalahan aset. Walaupun masalah aset merupakan permasalahan nasional.

Tetapi memang aset-aset di Kaltara ini bermasalah karena adanya peleburan organisasi, baik terpisah maupun bergabung, maupun melakukan hibah. Melakukan pencatatan aset sudah seharusnya dibahas bersama dalam pertemuan antar pemerintah. Pihaknya mendorong dan terus mendukung, karena itu jika mendapatkan WTP memang benar-benar bekerja dengan baik dan benar sesuai dnegan aturan yang ditetapkan.

“Saya melihat memang ada satu atau dua daerah yang masih butuh banyak bimbingan yang tinggi,” ujarnya.

Tentu Karyadi juga ingin memberikan solusi, mulai dari rekomitmen masing-masing kepala dinas dan kepala daerah, lalu penginputan SDM dan pemberdayaan masyarakat, serta sisi pendekatan hukumnya. Memang sebenarnya ada pemerintah daerah yang karena ketidaktahuannya sehingga laporan keuangannya tidak sesuai yang diharapkan. Sehingga harus ada harmonisasi secara positif.

“Memang terkadang karena ketidaktahuan menjadikan mereka menjadi bermasalah,  padahal ketidaksengajaan,” ujarnya.

Dikatakan, dalam BPK sendiri memang ada pilar-pilar yang diterapkan yakni integritas, independen dan profesional. Dengan berbagai pengalaman jabatan yang dimilikinya, dirinya berharap dapat melakukan dengan baik. Bahkan ia berkomitmen membangun BPK menjadi lebih baik lagi, karena saat ini sudah menjadi kokoh dan menjamin wilayah bebas dari korupsi.

Bicara pengalaman, Karyadi cukup lama bertugas di bidang audit keuangan. Mulai bekerja sebagai PNS di Jakarta, di tahun 1998. Selama 8 tahun pertama bekerja, Karyadi sudah mendapatkan penghargaan wirakarya di tahun 2005.

Penghargaan ini diberikan sebagai prestasi yang diberikan oleh Presiden, padahal saat itu masih zaman di mana sulit untuk mendapatkan penghargaan. Setelah itu, dipromosikan sebagai kepala sub bagian di Provinsi Riau. Tetapi memang sebelum mendapatkan promosi jabatan, dirinya juga sempat berada di Papua. Bahkan bukan pertama kalinya menjadi pejabat di Kalimantan, Karyadi juga menyelami pedalaman Kalimantan.

“Saya mendapatkan penghargaan karena mengungkap illegal logging di Kalimantan Timur. Jadi memang pengalaman yang luar biasa,” ujarnya.

Di Kaltara sendiri pemerintahannya masih terlihat individual, dan pengelolaannya yang belum berjalan baik. Memang dilihatnya banyak pejabat yang pintar dan hebat yang berada di Kaltara, hanya saja fokusnya yang masih kurang dalam menyelesaikan sesuatu. Seharusnya tidak semua harus dikerjakan, tetapi fokus pada satu hingga penyelesaiannya. Jika sudah selesai satu, maka pekerjaan lainnya dapat dikerjakan. Sehingga fokus utama dalam mengejar target dan deadline dapat dilakukan dengan baik. “Sebenarnya hanya masalah fokus saja, kalau masalah bisa, saya yakin bisa dikerjakan. Apalagi di zaman serba digital, semuanya tersedia,” ungkapnya.

Berada di BPK membawa pengalaman berharga dan menyenangkan untuknya. Dengan itu, komitmen menjadikan BPK terdepan dengan bantuan seluruh stakeholder terkait. Mendorong pertumbuhan dan pemerintahan yang baik dari segi keuangan. (***/lim)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:37

ITCC Kirim 34 Pelajar Kaltara ke Tiongkok

TARAKAN - Kejarlah ilmu sampai ke Negeri Cina. Ya, pepatah ini kerap kali menjadi tolok ukur seorang…

Jumat, 21 September 2018 11:35

Minim Anggaran, Cuma Periksa Kotoran

TARAKAN - Tiga ekor beruang madu di dua kandang besi di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 11:33

Dorong Peningkatan Vokasi

PENYEDIAAN lapangan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang dimiliki masih menimbulkan pertanyaan,…

Jumat, 21 September 2018 11:32

Hujan Lebat, Distribusi PDAM Belum Normal

TARAKAN – Meski beberapa hari ini hujan lebat, pendistribusian air Perusahaan Daerah Air Minum…

Jumat, 21 September 2018 10:52

200 Orang Asing Kerja di Kaltara

TARAKAN - Pengawasan orang asing atau warga negara asing (WNA) di Kota Tarakan saat ini melibatkan berbagai…

Jumat, 21 September 2018 10:51

Penantian Bertahun-tahun Akhirnya Terjawab

TARAKAN – Bertahun-tahun menantikan perbaikan, akhirnya jembatan di Gang Tudai RT 17, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 10:46

Desember, XC Race dan Jambore Sepeda

TARAKAN – Persiapan pelaksanaan XC race dan jambore sepeda terus berjalan, yang terbaru kini sudah…

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .