MANAGED BY:
KAMIS
19 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 28 April 2018 10:31
Pernah Ditodong, Ditolak Pejabat hingga Tidur di Emperan

Masrani, Keliling Indonesia Demi Kesembuhan Anak

BERMODALKAN SEPEDA: Masrani bersama anaknya saat tiba di Ibu Kota Kaltara, Tanjung Selor. Ia berniat berkeliling Indonesia menggunakan sepeda demi kesembuhan anaknya yang menderita hipertensi. PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, Sebagai orang tua tentunya tidak akan ada yang ingin melihat anaknya tidak sehat atau sakit. Hal itulah yang dirasakan Masrani saat berjuang dengan sepedanya dalam misinya mengelilingi 34 provinsi di Indonesia guna mencari pengobatan untuk kesembuhan sang buah hati. Berikut kisahnya.

PIJAI PASARIJA

Sekitar pukul 11.50 Wita, Kamis (26/4), penulis mencari tahu keberadan Masrani. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit, penulis melihat sepeda tua yang terparkir tepat berada Lapangan Agatis Tanjung Selor.

Saat itu penulis tidak langsung bertemu dengan pemilik sepeda itu.  Namun, selang beberapa menit kemudian, muncul sesosok pria paro baya yang mengaku sepeda yang sedang terpakir di lapangan tersebut miliknya.

Kemudian, pria asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) itu membawa penulis duduk dan menceritakan kisahnya hingga berniat menjelajahi 34 provinsi di Indonesia. Dirinya sempat putus asa untuk kesembuhan Santi, anaknya yang mengalami penyakit hipertensi.

“Untuk biaya pengobatan anak, saya sampai menjual rumah saya dengan harga Rp 178 juta. Tapi sampai saat ini tidak juga ada perubahan,” kata Masrani dengan logat khasnya.

Karena sudah tidak memiliki tempat tinggal, dengan sisa uang hasil menjual rumah, Masrani bertekad bersepeda mengelilingi Indonesia mencari metode pengobatan berbeda untuk kesembuhan sang putri tercinta. Apalagi ayah dua orang anak ini, sejak Santi berusia 5 bulan sang istri sudah terlebih dulu dipangil Yang Maha Kuasa. Masrani pun hanya seorang diri mengurus Santi. “Anak saya yang pertama ada, tapi sudah menikah,” ujarnya.

Perjalanan pertama yang dilakukan di tahun 2000, Masrani dari Banjarmasin menuju ke Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Sesampainya di Samarinda, Masrani bertemu dengan seseorang yang bisa mengobati anaknya. Tapi, karena cara yang dilakukan menurutnya tidak masuk akal, akhirnya pengobatan itu tidak dilanjutkan.

“Cara pengobatanya tidak masuk akal, anak saya itu disuruh duduk lalu saya kencingin. Orang tua mana yang mau melakukan hal seperti itu,” ujarnya.

Hari kedua di Samarinda, pria kelahiran 27 Agustus 1969 kembali mengalami nasib yang nahas. Bagaimana tidak, selain anaknya diancam menggunakan pisau, barang berharga seperti uang dan handphone miliknya raib dibawa pencuri.

“Jadi selama ini hanya berharap dari pemberian saja, tapi saya tidak pernah meminta. Kalau ada yang memberikan uang saya terima, saya sangat berterima kasih,” ujarnya.

Dalam perjalanan tentunya banyak kisah yang tidak akan bisa dilupakan, bahkan ada juga beberapa provinsi yang menolak kehadiran Masrani dan anaknya.

“Saya dulu ditolak itu ketika bertemu dengan pemerintahan di Kalimantan Tangah. Saya masuk, pihak keamanan bilang kalau pejabatnya tidak ada di ruangan. Padahal saya melihat sendiri mobilnya terparkir di depan kantor,” jelasnya.

Tidak hanya itu saja, dalam perjalanan banyak kendala yang ditemukan mulai dari ban sepeda bocor dan perjalanan yang sangat melelahkan. Sebab, tak jarang ia harus melalui wilayah pegunungan dan berbukit. “Jadi sangat melelahkan sekali. Apalagi waktu jalan dari Bontang ke Samarinda, banyak gunung-gunung tinggi,” ujarnya.

Perjalanannya ditutup di provinsi ke 34 yaitu Kalimantan Utara, Masrani sempat kaget ketika sampai di Kaltara. Sebab kedatanganya bersamaan dengan perayaan HUT ke-5 Provinsi Kaltara. “Saya tidak pernah tahu kalau di sini sedang ada perayaan ulang tahun, saya sampai di sini sudah ramai saja,” ujarnya.

Selama berada di Kaltara, Masrani akan terus berusaha mencari orang yang bisa menyembuhkan putrinya. “Saya akan terus berusaha mencari orang yang bisa menyembuhkan anak. Saya siap lakukan apa saja, bahkan tangan saya dipotong sekalipun saya siap asalkan bisa sembuh,” ujarnya.

Selama berada di Kaltara, Masrani bersama anaknya akan menghabiskan waktu di Lapangan Agatis untuk istirahat. “Tapi baru dua malam saya di sini, anak saya dituduh mencuri handphone. Tapi saya bantah saya bilang silakan periksa tas saya kalau ada saya siap dipenjara, tapi tidak ada mereka menemukan handphone itu,” ujarnya.

Masrani sangat berharap kelak anaknya bisa menjadi orang yang sukses dan bisa bermanfaat untuk bangsa dan negara. “Saya juga berpesan kepada anak saya agar nanti ketika sukses jangan pernah membiarkan ada orang yang tidur di emperan. Sebab kita pernah mengalami itu semua,” ujarnya berpesan. (***/eza)


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 11:11

Korsleting Listrik, Satu Rumah Nyaris Terbakar

TANJUNG SELOR – Sebuah rumah di Jalan Perdamaian, nomor 49 RT 36 RW 06 Kelurahan Tanjung Selor…

Kamis, 19 Juli 2018 11:10

Disdikbud Usulkan DAK Rp 126 Miliar

TANJUNG SELOR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan berjuang ke pusat untuk menjalankan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:09

Jembatan Meranti Akan Difungsikan Tahun Depan

TANJUNG SELOR – Direncanakan 2019 mendatang,Jembatan Meranti yang selama ini hanya menjadi salah…

Kamis, 19 Juli 2018 11:07

Harga TBS Kembali Turun

TANJUNG SELOR – Harga Tandan Buah Segar (TBS) tiga bulan terakhir di Provinsi Kalimantan Utara…

Kamis, 19 Juli 2018 11:06

Supringgo Dituntut 15 Tahun Penjara

TANJUNG SELOR – Terdakwa kasus pembununahan AM (17), yakni Supringgo alias Pak Prenggo (73) kembali…

Kamis, 19 Juli 2018 09:55

Tinta Kosong, 264 Suket Diterbitkan

TANJUNG SELOR - Sejak salah satu material percetakan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satuan Lalu Lintas…

Rabu, 18 Juli 2018 19:50

Tahun Politik, Polisi ‘Patroli’ di Medsos

TANJUNG SELOR – Memasuki tahun politik, berbagai informasi hoaks ataupun ujaran kebencian dan…

Rabu, 18 Juli 2018 19:49

Satu Parpol Absen di Pesta Demokrasi

TANJUNG SELOR – Pendaftaran bakal calon legislatif (caleg) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara)…

Rabu, 18 Juli 2018 11:37

Satu Rumah Hangus, karena Lampu Tembok

TANJUNG SELOR – Satu unit rumah milik pasangan suami istri Asibel Udau dan Meri Longet, warga…

Rabu, 18 Juli 2018 11:37

Pemkot Tarakan Belum Taati Instruksi Gubernur

TANJUNG SELOR – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengingatkan Pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .