MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 28 April 2018 10:31
Pernah Ditodong, Ditolak Pejabat hingga Tidur di Emperan

Masrani, Keliling Indonesia Demi Kesembuhan Anak

BERMODALKAN SEPEDA: Masrani bersama anaknya saat tiba di Ibu Kota Kaltara, Tanjung Selor. Ia berniat berkeliling Indonesia menggunakan sepeda demi kesembuhan anaknya yang menderita hipertensi. PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, Sebagai orang tua tentunya tidak akan ada yang ingin melihat anaknya tidak sehat atau sakit. Hal itulah yang dirasakan Masrani saat berjuang dengan sepedanya dalam misinya mengelilingi 34 provinsi di Indonesia guna mencari pengobatan untuk kesembuhan sang buah hati. Berikut kisahnya.

PIJAI PASARIJA

Sekitar pukul 11.50 Wita, Kamis (26/4), penulis mencari tahu keberadan Masrani. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit, penulis melihat sepeda tua yang terparkir tepat berada Lapangan Agatis Tanjung Selor.

Saat itu penulis tidak langsung bertemu dengan pemilik sepeda itu.  Namun, selang beberapa menit kemudian, muncul sesosok pria paro baya yang mengaku sepeda yang sedang terpakir di lapangan tersebut miliknya.

Kemudian, pria asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) itu membawa penulis duduk dan menceritakan kisahnya hingga berniat menjelajahi 34 provinsi di Indonesia. Dirinya sempat putus asa untuk kesembuhan Santi, anaknya yang mengalami penyakit hipertensi.

“Untuk biaya pengobatan anak, saya sampai menjual rumah saya dengan harga Rp 178 juta. Tapi sampai saat ini tidak juga ada perubahan,” kata Masrani dengan logat khasnya.

Karena sudah tidak memiliki tempat tinggal, dengan sisa uang hasil menjual rumah, Masrani bertekad bersepeda mengelilingi Indonesia mencari metode pengobatan berbeda untuk kesembuhan sang putri tercinta. Apalagi ayah dua orang anak ini, sejak Santi berusia 5 bulan sang istri sudah terlebih dulu dipangil Yang Maha Kuasa. Masrani pun hanya seorang diri mengurus Santi. “Anak saya yang pertama ada, tapi sudah menikah,” ujarnya.

Perjalanan pertama yang dilakukan di tahun 2000, Masrani dari Banjarmasin menuju ke Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Sesampainya di Samarinda, Masrani bertemu dengan seseorang yang bisa mengobati anaknya. Tapi, karena cara yang dilakukan menurutnya tidak masuk akal, akhirnya pengobatan itu tidak dilanjutkan.

“Cara pengobatanya tidak masuk akal, anak saya itu disuruh duduk lalu saya kencingin. Orang tua mana yang mau melakukan hal seperti itu,” ujarnya.

Hari kedua di Samarinda, pria kelahiran 27 Agustus 1969 kembali mengalami nasib yang nahas. Bagaimana tidak, selain anaknya diancam menggunakan pisau, barang berharga seperti uang dan handphone miliknya raib dibawa pencuri.

“Jadi selama ini hanya berharap dari pemberian saja, tapi saya tidak pernah meminta. Kalau ada yang memberikan uang saya terima, saya sangat berterima kasih,” ujarnya.

Dalam perjalanan tentunya banyak kisah yang tidak akan bisa dilupakan, bahkan ada juga beberapa provinsi yang menolak kehadiran Masrani dan anaknya.

“Saya dulu ditolak itu ketika bertemu dengan pemerintahan di Kalimantan Tangah. Saya masuk, pihak keamanan bilang kalau pejabatnya tidak ada di ruangan. Padahal saya melihat sendiri mobilnya terparkir di depan kantor,” jelasnya.

Tidak hanya itu saja, dalam perjalanan banyak kendala yang ditemukan mulai dari ban sepeda bocor dan perjalanan yang sangat melelahkan. Sebab, tak jarang ia harus melalui wilayah pegunungan dan berbukit. “Jadi sangat melelahkan sekali. Apalagi waktu jalan dari Bontang ke Samarinda, banyak gunung-gunung tinggi,” ujarnya.

Perjalanannya ditutup di provinsi ke 34 yaitu Kalimantan Utara, Masrani sempat kaget ketika sampai di Kaltara. Sebab kedatanganya bersamaan dengan perayaan HUT ke-5 Provinsi Kaltara. “Saya tidak pernah tahu kalau di sini sedang ada perayaan ulang tahun, saya sampai di sini sudah ramai saja,” ujarnya.

Selama berada di Kaltara, Masrani akan terus berusaha mencari orang yang bisa menyembuhkan putrinya. “Saya akan terus berusaha mencari orang yang bisa menyembuhkan anak. Saya siap lakukan apa saja, bahkan tangan saya dipotong sekalipun saya siap asalkan bisa sembuh,” ujarnya.

Selama berada di Kaltara, Masrani bersama anaknya akan menghabiskan waktu di Lapangan Agatis untuk istirahat. “Tapi baru dua malam saya di sini, anak saya dituduh mencuri handphone. Tapi saya bantah saya bilang silakan periksa tas saya kalau ada saya siap dipenjara, tapi tidak ada mereka menemukan handphone itu,” ujarnya.

Masrani sangat berharap kelak anaknya bisa menjadi orang yang sukses dan bisa bermanfaat untuk bangsa dan negara. “Saya juga berpesan kepada anak saya agar nanti ketika sukses jangan pernah membiarkan ada orang yang tidur di emperan. Sebab kita pernah mengalami itu semua,” ujarnya berpesan. (***/eza)


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 10:04

Jalan Banyak Rusak, Ini Loh Ternyata Penyebabnya...

TANJUNG SELOR - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Bulungan menyebutkan, banyaknya titik…

Rabu, 17 Oktober 2018 21:19

Jalan Sei Menggaris – Pos Gabma Dikucur Rp 562 M

TANJUNG SELOR – Pembangunan jalan di perbatasan dan pedalaman Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara)…

Rabu, 17 Oktober 2018 21:16

Masih Ada Warga Tak Terdaftar di DPT

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menemukan warga…

Rabu, 17 Oktober 2018 15:48

Gedung Metrologi Hampir Rampung

TANJUNG SELOR - Pembangunan gedung unit pelaksana teknis (UPT) Metrologi Dinas Perindustrian, Perdagangan,…

Rabu, 17 Oktober 2018 15:45

SYUKURLAH..!! Tahun Depan Runway Bandara Ini Diperpanjang

TANJUNG SELOR –  Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:48

Penipuan lewat Daring Kembali Terjadi

TANJUNG SELOR –Meski aparat kepolisian terus berupayamemberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:35

Selama 2018, Ungkap 905 Kasus Narkotika

TANJUNG SELOR – Sebagai wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara)…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:28

Larangan Kawasan Merokok Diabaikan

TANJUNG SELOR – Meski Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan telah menerbitkan Peraturan Bupati…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:26

Setahun Selesai, Pasar Belum Difungsikan

TANJUNG SELOR - Pasar rakyat di Desa Jelarai, Tanjung Selor, Bulungan tidak kunjung difungsikan sesuai…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:24

JPU Rata-Rata Ditunjuk Kejati

TANJUNG SELOR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan menyebutkan, penanganan perkara tindak pidana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .