MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 26 April 2018 13:49
Batu Lokal Diminati, Sempat Diundang Datu Bandar Tawau

Melihat Kilau Batu Akik yang Kian Meredup

BERTAHAN: Adi di depan stannya di Pasar Wisata Batu Akik, Karang Rejo, Tarakan Barat. MEGA RETNO WULANDARI/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Empat tahun lalu tren batu akik melejit, diburu para kolektor. Harganya pun tak main-main, sebuah batu dengan jenis tertentu bisa mencapai jutaan rupiah. Saat itu masyarakat pun berbondong-bondong beralih perofesi menjadi penjajah batu akik, sepanjang jalan utama dihiasi penjual batu dengan aneka motif dan jenis. Bahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan membuat pasar khusus wisata belanja batu akik di wilayah Kelurahan Karang Rejo, Tarakan Barat. Seiring berjalannya waktu, eksistensi batu akik kian meredup. Mulai ditinggalkan hingga tidak banyak yang tersisa.

MEGA RETNO WULANDARI

ADI, salah satu pedagang yang masih bertahan. Pria asal Aceh ini menjadi satu dari tujuh pedagang yang masih setia menjajakan batu akiknya di Pasar Wisata Belanja Batu Akik Tarakan. Meski saat ini omzet penjualannya tidak lagi seperti dahulu, tapi Adi dengan konsistennya masih percaya batu-batu beranek aragam warna dan corak ini masih bisa menjadi mata pencaharian utamanya dalam menafkahi keluarga.

Meski saat ini pembeli tidak seramai empat tahun lalu, tapi dalam sehari Adi bisa menjual kurang lebih dua buah batu akik dengan variasi harga yang ditawarkannya mulai Rp 100 ribu, hingga Rp 2 juta. Setiap harinya Adi yang dulunya merupakan pengusaha obat-obatan herbal ini mulai membuka lapak batu akik pukul 09.00 Wita hingga 22.00 Wita. Meski terkadang waktu berjualan pun tidak menentu, maklum dalam hal menjual batu akik tidak ada yang mengatur jam bekerja, semua tergantung mood.

“Yah tergantung kalau mau bukanya pagi ya pagi, namanya usaha begini tidak ada yang ngatur kan. Tapi alhamdulilah, banyak sedikitnya yang penting kita syukuri,” ujarnya.

Kecintaannya dengan batu akik menjadi alasan Adi bertahan sampai saat ini, selain itu menurut pria dua anak ini potensi penjualan batu akik di Tarakan peluangnya cukup baik. Tarakan sebagai kota transit didatangi banyak orang luar kota.

“Batu ini kan sudah ada dari dulu, bahkan sebelum dia booming jadi apa salahnya sih kita pertahankan, apalagi di daerah kita ini kan transit ya jadi banyak yang singgah ke sini bukan hanya orang-orang kita, tapi seputaran wilayah Kaltara, dan luar negeri juga, nilai jualnya juga sampai saat ini masih bagus,” tambahnya.

Adi sendiri menjual bermacam-macam batu akik, baik batu akik khas Kaltara, maupun luar kota. Namun, Adi lebih mengutamakan batu akik lokal, sebab selain menjadi ciri khas Kota Tarakan menjual batu akik lokal juga lebih mudah karena banyak dicari sebagai cendera mata.

“Justru yang lokal itu lebih kami utamakan karena jadi ciri khas oleh-oleh khas kita kepada wisatawan yang berkunjung ke Tarakan, khususnya Kaltara. Kebanyakan tamu kunjungan pemerintahan, maupun swasta biasa, pasti mereka mencari cenderamata lokal dari Kaltara,” tambahnya.

Untuk batu akik khas Kaltara sendiri terdapat 15 jenis, di antaranya white paguntaka, lalu blue karsedony, red karsedony, kecubung ungu, kecubung air, gesper, dan masih banyak lagi. Saat ini jenis batu yang paling banyak diburu sebagai cenderamata yakni, bacan, red borneo, dan batu mulia.

“Semua batunya produksi sendiri, ada juga khusus perajin pasar kita tampung batu-batu hasil mereka, itu kita bantu karena mereka kan tidak bisa menjual langsung. Sekarang jenis batu yang termahal itu, bacan, bulu macan, dan red borneo, harganya bisa mencapai Rp 3 juta, karena batu ini pernah diberikan kepada Presiden Obama oleh Presiden SBY waktu itu,” ceritanya.

Sampai saat ini Adi sudah memiliki pelanggan tetap dari Malaysia, dan Filipina. Bahkan, beberapa waktu lalu dirinya pernah diundang oleh Datu Bandar Tawau untuk ikut serta dalam pameran batu akik. Itulah yang menjadi semangatnya untuk terus mempertahankan eksistensi batu akik hingga detik ini.

“Saya pribadi sangat bersyukur dengan menjual batu akik ini, banyak saudara, selama jual batu teman-teman bisa dari kalangan mana saja. Besar harapan saya, agar wisata belanja batu akik ini bisa lebih dipromosikan lagi, supaya pedagang yang lain bergabung ke sini. Meskipun bukan khusus batu akik aja, sehingga bisa dijadikan pusat oleh-oleh khas Tarakan, jadi terpusatlah,” tutupnya. (***/lim)


BACA JUGA

Jumat, 17 Agustus 2018 23:17
Haji 2018

Doa dari Makkah, Damai dalam Politik

TARAKAN — Para jamaah calon haji (JCH) asal Tarakan turut memperingati Hari Kemerdekaan di Makkah,…

Jumat, 17 Agustus 2018 23:13

SUSAHNYA..!! Sampai-Sampai Harga Ayam Diatur HET

TARAKAN - Harga sembilan bahan pokok (sembako) yang fluktuatif dari waktu ke waktu memicu sejumlah persoalan.…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:37

Alasan Aset Berpolemik, PAD Terjun

TARAKAN – Pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD) yang dihimpun Badan Retribusi dan Pengelolaan…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:35

Kerajaan Ubur-Ubur Ada di Kaltara?

TARAKAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Utara (Kaltara) mengimbau kepada masyarakat…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:33

Siswa Kurang Mampu Malah di Swasta

TARAKAN - Sebanyak 24 anak yang tadinya ditolak sekolah negeri, menemui titik terang. Orang tua mereka…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:31

RSUD Diawasi Langsung Gubernur

TARAKAN- Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:06

Peraih Rekor MURI Melintasi Pulau Sadau

TARAKAN – Peristwa bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu, membuat…

Kamis, 16 Agustus 2018 10:55

Melalui Lomba, Harapkan Kesadaran Warga

Tarakan— Dalam rangka memperingati HUT RI ke-73, pada 17 Agustus mendatang beragam cara dilakukan…

Rabu, 15 Agustus 2018 23:53

Soal Ekspor Kepiting, Minta Menteri KKP Melunak

PERMINTAAN luar negeri tinggi akan kepiting. Harganya pun menjanjikan.  Komoditas kepiting Tarakan…

Rabu, 15 Agustus 2018 23:51

Wawali Arief di Simpang Jalan

TARAKAN - Tak terdaftar dalam daftar calon sementara (DCS) calon legislatif 2019, Khaeruddin Arief Hidayat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .