MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 26 April 2018 13:49
Batu Lokal Diminati, Sempat Diundang Datu Bandar Tawau

Melihat Kilau Batu Akik yang Kian Meredup

BERTAHAN: Adi di depan stannya di Pasar Wisata Batu Akik, Karang Rejo, Tarakan Barat. MEGA RETNO WULANDARI/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Empat tahun lalu tren batu akik melejit, diburu para kolektor. Harganya pun tak main-main, sebuah batu dengan jenis tertentu bisa mencapai jutaan rupiah. Saat itu masyarakat pun berbondong-bondong beralih perofesi menjadi penjajah batu akik, sepanjang jalan utama dihiasi penjual batu dengan aneka motif dan jenis. Bahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan membuat pasar khusus wisata belanja batu akik di wilayah Kelurahan Karang Rejo, Tarakan Barat. Seiring berjalannya waktu, eksistensi batu akik kian meredup. Mulai ditinggalkan hingga tidak banyak yang tersisa.

MEGA RETNO WULANDARI

ADI, salah satu pedagang yang masih bertahan. Pria asal Aceh ini menjadi satu dari tujuh pedagang yang masih setia menjajakan batu akiknya di Pasar Wisata Belanja Batu Akik Tarakan. Meski saat ini omzet penjualannya tidak lagi seperti dahulu, tapi Adi dengan konsistennya masih percaya batu-batu beranek aragam warna dan corak ini masih bisa menjadi mata pencaharian utamanya dalam menafkahi keluarga.

Meski saat ini pembeli tidak seramai empat tahun lalu, tapi dalam sehari Adi bisa menjual kurang lebih dua buah batu akik dengan variasi harga yang ditawarkannya mulai Rp 100 ribu, hingga Rp 2 juta. Setiap harinya Adi yang dulunya merupakan pengusaha obat-obatan herbal ini mulai membuka lapak batu akik pukul 09.00 Wita hingga 22.00 Wita. Meski terkadang waktu berjualan pun tidak menentu, maklum dalam hal menjual batu akik tidak ada yang mengatur jam bekerja, semua tergantung mood.

“Yah tergantung kalau mau bukanya pagi ya pagi, namanya usaha begini tidak ada yang ngatur kan. Tapi alhamdulilah, banyak sedikitnya yang penting kita syukuri,” ujarnya.

Kecintaannya dengan batu akik menjadi alasan Adi bertahan sampai saat ini, selain itu menurut pria dua anak ini potensi penjualan batu akik di Tarakan peluangnya cukup baik. Tarakan sebagai kota transit didatangi banyak orang luar kota.

“Batu ini kan sudah ada dari dulu, bahkan sebelum dia booming jadi apa salahnya sih kita pertahankan, apalagi di daerah kita ini kan transit ya jadi banyak yang singgah ke sini bukan hanya orang-orang kita, tapi seputaran wilayah Kaltara, dan luar negeri juga, nilai jualnya juga sampai saat ini masih bagus,” tambahnya.

Adi sendiri menjual bermacam-macam batu akik, baik batu akik khas Kaltara, maupun luar kota. Namun, Adi lebih mengutamakan batu akik lokal, sebab selain menjadi ciri khas Kota Tarakan menjual batu akik lokal juga lebih mudah karena banyak dicari sebagai cendera mata.

“Justru yang lokal itu lebih kami utamakan karena jadi ciri khas oleh-oleh khas kita kepada wisatawan yang berkunjung ke Tarakan, khususnya Kaltara. Kebanyakan tamu kunjungan pemerintahan, maupun swasta biasa, pasti mereka mencari cenderamata lokal dari Kaltara,” tambahnya.

Untuk batu akik khas Kaltara sendiri terdapat 15 jenis, di antaranya white paguntaka, lalu blue karsedony, red karsedony, kecubung ungu, kecubung air, gesper, dan masih banyak lagi. Saat ini jenis batu yang paling banyak diburu sebagai cenderamata yakni, bacan, red borneo, dan batu mulia.

“Semua batunya produksi sendiri, ada juga khusus perajin pasar kita tampung batu-batu hasil mereka, itu kita bantu karena mereka kan tidak bisa menjual langsung. Sekarang jenis batu yang termahal itu, bacan, bulu macan, dan red borneo, harganya bisa mencapai Rp 3 juta, karena batu ini pernah diberikan kepada Presiden Obama oleh Presiden SBY waktu itu,” ceritanya.

Sampai saat ini Adi sudah memiliki pelanggan tetap dari Malaysia, dan Filipina. Bahkan, beberapa waktu lalu dirinya pernah diundang oleh Datu Bandar Tawau untuk ikut serta dalam pameran batu akik. Itulah yang menjadi semangatnya untuk terus mempertahankan eksistensi batu akik hingga detik ini.

“Saya pribadi sangat bersyukur dengan menjual batu akik ini, banyak saudara, selama jual batu teman-teman bisa dari kalangan mana saja. Besar harapan saya, agar wisata belanja batu akik ini bisa lebih dipromosikan lagi, supaya pedagang yang lain bergabung ke sini. Meskipun bukan khusus batu akik aja, sehingga bisa dijadikan pusat oleh-oleh khas Tarakan, jadi terpusatlah,” tutupnya. (***/lim)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 13:49

Oknum Polres Terancam Dipecat

TARAKAN- Akibat terjerat kasus narkotika, salah seorang oknum Polres Tarakan berinisial SS saat ini…

Senin, 22 Oktober 2018 13:45

Enam Speedboat Disiagakan

TARAKAN - Jelang tahapan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dilakukan oleh Pemprov Kaltara,…

Senin, 22 Oktober 2018 13:40

Krisis SMP Negeri

TARAKAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tarakan nampaknya masih memikirkan krisisnya…

Senin, 22 Oktober 2018 13:37

Jembatan Alternatif Terancam Putus

TARAKAN – Tak hanya jalan di Gang Punti yang disoroti warga RT 16, Kelurahan Karang Harapan. Melainkan…

Senin, 22 Oktober 2018 13:34

Solar Tumpah, Jalan Licin Makan Korban

TARAKAN – Kemarin (21/10) pagi sekira pukul 09.00 Wita masyarakat RT 13 Kelurahan Kampung Empat…

Senin, 22 Oktober 2018 13:31

Bantuan Terakhir dari Kaltara Akhirnya Dikirim

TARAKAN - Sebanyak 19 ton bantuan masyarakat Kaltara yang terdiri atas sembako dan pakaian dikirim pada…

Senin, 22 Oktober 2018 10:38

Ustaz Abdul Somad Tiba di Bandara Juwata

TARAKAN - Senin (22/10) sekira pukul 08.00 Wita, Ustaz  Abdul Somad akhirnya tiba di Bandara Internasional…

Senin, 22 Oktober 2018 10:26

Sukiman, Hidup Sebatang Kara di Usia Senja

PERNAHKAH kita membayangkan, hidup sebatang kara di usia dengan penyakit yang membuat kita tak dapat…

Senin, 22 Oktober 2018 10:23

Tersangka Beber Keterangan Palsu

BADAN Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara melakukan penyelidikan terkait dugaan keterlibatan…

Senin, 22 Oktober 2018 10:20

Empat Pelanggan Setia Dapat Voucer STB

TARAKAN – Keseruan dari empat pelanggan Surat Kabar Harian (SKH) Radar Tarakan, berhasil memenangkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .