MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 26 April 2018 13:23
Stunting Serang 30 Persen Balita di Kaltara
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN - Kasus stunting yang menimpa 30 persen balita di Kalimantan Utara memang perlu segera ditangani. Pasalnya, jika tidak segera ditangani, kasus ini akan berpengaruh pada pertumbuhan sumber daya manusia (SDM) di Kaltara.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Utara Usman mengatakan menurut hasil pemantauan status gizi (PSG) yang dilakukan Dinkes Kaltara pada 2017 hingga 2018 ini, mendapatkan hasil bahwa sebanyak 40 persen balita penderita stunting yang terjadi di hampir semua kabupaten Katara.

Untuk diketahui, stunting merupakan sebuah kondisi di mana tinggi badan bayi tidak sesuai dengan usia, atau yang lebih dikenal dengan postur tubuh pendek.

Lantas bagaimana cara untuk mencegah terjadinya stunting pada balita? Usman menyatakan harus dimulai dari pemenuhan nutrisi ibu hamil sampai anak berusia 2 tahun. Tak hanya itu, mulai remaja seorang putri sudah harus mencegah terjadinya anemia, sebab anemia juga akan berpengaruh pada kehamilan seorang wanita kelak.

“Apalagi kalau sampai pada balita, ya harus diperhatikan pertumbuhan gizinya,” ujarnya.

Pada dasarnya, Kasus stunting sangat berhubungan erat dengan kemiskinan, sebab terkait dengan pola asuh, pola makan dan sanitasi. Sehingga bagi masyarakat miskin, secara otomatis memiliki asupan gizi yang kurang.

Namun yang menjadi persoalan, kasus stunting bersifat multi sektor. Sehingga tak hanya persoalan kesehatan saja, namun kasus stunting juga berhubungan dengan pendidikan dan ekonomi masyarakat.

“Kecukupan gizi itu kan tergantung dari pendapatan masyarakat. Kalau mau beli gizi baik tapi tidak ada uang, ya bermasalah,” tuturnya.

Usman menjelaskan, pada intervensi 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), kasus stunting tentu berdampak pada kecerdasan anak. Selain itu, penderita stunting juga berpotensi terkena penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes dan sebagainya. Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih memperhatikan pemenuhan gizi. Nah, khusus masyarakat miskin akan menjadi skala prioritas pemerintah Kaltara, seperti pemberian makanan tambahan (PMT) kepada ibu hamil sampai balita. “Ini (PMT) sudah ada kami siapkan lewat puskesmas,” bebernya. (*/shy/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 21:02

Selumit Membara, Dua Rumah Warga Diamuk Si Jago Merah

 TARAKAN - Kebakaran hebat terjadi di Kelurahan Selumit  perbatasan RT…

Jumat, 18 Januari 2019 12:23

Hasil Debat Pengaruhi Pilihan

TARAKAN – Aksi saling sindir mewarnai debat perdana pasangan calon…

Jumat, 18 Januari 2019 12:20

Lima Bulan Terakhir, Produksi Sampah Berkurang

TARAKAN - Meski Tempat Pembuangan Sampah (TPA) saat ini sangat…

Jumat, 18 Januari 2019 12:17

Ditemukan Dompeng, Diduga Milik Rustan

TARAKAN - Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian terhadap warga…

Jumat, 18 Januari 2019 12:15

Dahlan Iskan: Pers Itu Lembaga Perjuangan

SAMARINDA - Pers tak hanya sekadar pekerjaan yang dapat dijadikan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:13

Sembilan ASN Melanggar, Diberikan Pembinaan

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan telah melakukan pengawasan dan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:12

Jadwal Ujian Nasional Dimajukan

TARAKAN - Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang akan diselenggarakan pada…

Jumat, 18 Januari 2019 11:43

Terdakwa Mengaku Hanya Iseng Membuat Video

TARAKAN – Terdakwa terduga terorisme yaitu Agus Salim mengungkapkan alasan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:24

Beli Sabu, Petani Rumput Laut Diamankan Anggota Marinir

TARAKAN – Dua pria yang diketahui merupakan petani rumput laut…

Jumat, 18 Januari 2019 10:32

Ilmu Kepemimpinan Harus Dimiliki Kepala Sekolah

TARAKAN - Panggilan menjadi seorang pemimpin di sekolah bukanlah hal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*