MANAGED BY:
SELASA
21 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 26 April 2018 13:23
Stunting Serang 30 Persen Balita di Kaltara
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN - Kasus stunting yang menimpa 30 persen balita di Kalimantan Utara memang perlu segera ditangani. Pasalnya, jika tidak segera ditangani, kasus ini akan berpengaruh pada pertumbuhan sumber daya manusia (SDM) di Kaltara.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Utara Usman mengatakan menurut hasil pemantauan status gizi (PSG) yang dilakukan Dinkes Kaltara pada 2017 hingga 2018 ini, mendapatkan hasil bahwa sebanyak 40 persen balita penderita stunting yang terjadi di hampir semua kabupaten Katara.

Untuk diketahui, stunting merupakan sebuah kondisi di mana tinggi badan bayi tidak sesuai dengan usia, atau yang lebih dikenal dengan postur tubuh pendek.

Lantas bagaimana cara untuk mencegah terjadinya stunting pada balita? Usman menyatakan harus dimulai dari pemenuhan nutrisi ibu hamil sampai anak berusia 2 tahun. Tak hanya itu, mulai remaja seorang putri sudah harus mencegah terjadinya anemia, sebab anemia juga akan berpengaruh pada kehamilan seorang wanita kelak.

“Apalagi kalau sampai pada balita, ya harus diperhatikan pertumbuhan gizinya,” ujarnya.

Pada dasarnya, Kasus stunting sangat berhubungan erat dengan kemiskinan, sebab terkait dengan pola asuh, pola makan dan sanitasi. Sehingga bagi masyarakat miskin, secara otomatis memiliki asupan gizi yang kurang.

Namun yang menjadi persoalan, kasus stunting bersifat multi sektor. Sehingga tak hanya persoalan kesehatan saja, namun kasus stunting juga berhubungan dengan pendidikan dan ekonomi masyarakat.

“Kecukupan gizi itu kan tergantung dari pendapatan masyarakat. Kalau mau beli gizi baik tapi tidak ada uang, ya bermasalah,” tuturnya.

Usman menjelaskan, pada intervensi 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), kasus stunting tentu berdampak pada kecerdasan anak. Selain itu, penderita stunting juga berpotensi terkena penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes dan sebagainya. Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih memperhatikan pemenuhan gizi. Nah, khusus masyarakat miskin akan menjadi skala prioritas pemerintah Kaltara, seperti pemberian makanan tambahan (PMT) kepada ibu hamil sampai balita. “Ini (PMT) sudah ada kami siapkan lewat puskesmas,” bebernya. (*/shy/lim)


BACA JUGA

Selasa, 21 Mei 2019 12:39
Bursa pada Pilkada Kaltara

Undunsyah Cooling Down, Laura Dua Periode

TARAKAN - Bursa bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan…

Selasa, 21 Mei 2019 12:36

Dua Pemda WTP Lima Kali

TARAKAN – Pada 2018 lalu, opini wajar tanpa pengecualian (WTP)…

Selasa, 21 Mei 2019 12:33

Masjid Al-Amin Simbol Organisasi Muhammadiyah

Masjid Al-Amin merupakan salah satu masjid terbesar di Jalan Yos…

Selasa, 21 Mei 2019 11:44

Pertamina Isyaratkan Harus Ditertibkan

TARAKAN– Pertamina EP (PEP) harus menghentikan produksi salah satu sumurnya…

Selasa, 21 Mei 2019 11:39

Buka Bersama Nenek Ngatiah di Samping Pemakaman

Jika sebelumnya kegiatan Sahur dan Buka Bareng Yuk (SBY) Radar…

Selasa, 21 Mei 2019 11:38

JANGAN MOLOR LAGI..!! Waktu Pelunasan Jemaah Haji Ditambah Seminggu

TARAKAN – Dua tahap pelunasan biaya penyelenggara ibadah haji (BPIH)…

Selasa, 21 Mei 2019 11:31

Makin Dekat Lebaran, Calo Tiket Mulai Beraksi

TARAKAN – Memasuki H-15 Idulfitri, sebagian besar warga bersiap-siap melakukan…

Selasa, 21 Mei 2019 11:30

Kemenkes Instruksikan Tingkatkan Kewaspadaan Monkeypox

TARAKAN – Meski di Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya Tarakan belum…

Selasa, 21 Mei 2019 11:06

Mencoba Kabur, Kaki Pelaku Ditembak

NEKAT ingin melarikan diri saat diminta untuk menunjukkan barang bukti,…

Selasa, 21 Mei 2019 11:05

Tersangka Ajukan Praperadilan

TERSANGKA perkara sabu berinisial MR yang diamankan oleh Badan Narkotika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*