MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 26 April 2018 13:16
Penertiban Allana, Prospek Cerah Daging Lokal
CEK: Kementerian Perdagangan Republik Indonesia bersama instansi terkait melakukan sidak ketersediaan dan harga pangan di Pasar Gusher dan Pasar Tenguyun, Tarakan, Rabu (25/4). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Daging beku saat ini tidak semua ilegal. Tetapi karena banyaknya daging beku ilegal yang beredar, membuat distributor merugi. Harga daging ilegal jauh lebih murah.

Pimpinan PT Sri Kencana Lestari Sri Sulartiningsih mengatakan, daging ilegal yang masuk menghambat peredaan daging legal. Sri sendiri menjual berbagai varian jenis daging dengan berbagai harga.

Mulai dari Rp 60 ribu hingga Rp 82 ribu tergantung dari jenisnya. Jika daging ilegal, malah akan lebih murah dibandingkan harga pasaran dan bisa mencapai Rp 58 ribu per kilogram. Sehingga tentu masyarakat akan lebih memilih yang lebih murah.

“Jelas mempengaruhi untuk daging yang resmi, karena memang tidak ada yang membeli dan juga tempat olahan daging yang belum ada,” ujarnya.

Dikatakan, hanya ada beberapa jenis saja yang dapat didistribusikan di Kalimantan Utara. Beberapa jenis daging tidak laku di pasaran dan tidak akan dapat diolah. Karena tidak adanya industri pengolahan daging, berbeda dengan di kota besar yang bisa mengolah daging tidak laku menjadi sosis, daging burger atau kornet. “Di sini tidak ada, jadi pengaruhnya sangat besar untuk kami,” ujarnya.

Diakuinya juga, saat ini belum bisa memberlakukan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 80 ribu.

“Kalau ilegal lagi banyak, yah saya menonton saja. Karena pasti penjualan ilegal akan lebih murah dan lebih laku di pasaran,” ungkapnya.

Dikatakan, biasanya daging legal miliknya sekali pasok bisa mencapai satu kontainer atau 28 ton. Dengan adanya daging ilegal, maka biasanya satu kontainer bisa habis dalam waktu tiga bulan.

Berbeda dengan tahun ini, walaupun masih ada daging ilegal yang beredar tetapi sudah banyak yang ditertibkan. Sehingga satu kontainer bisa habis dalam waktu sebulan saja. “Yah lumayanlah, dibandingkan tahun lalu, kasihan sekali,” ungkapnya.

Mendekati Ramadandan Idulfitri, Sri berharap stok tidak dibatasi. Dengan begitu bisa menghambat daging ilegal. Biasanya memang mendekati bulan puasa, maka petugas akan lebih gencar menindak daging ilegal. Sehingga stok sudah seharusnya tidak dibatasi.

“Jangan dibatasilah, kami juga mengambil dari Bulog pusat. Biasanya memang daging yang paling disukai itu kode 44, 41, dan 11. Karena di sini memang menggunakan kode, beda di kota lain pakai nama,” urainya. (*/naa/lim)


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 13:06

Dana Transfer ke Kaltara 2019 Naik Rp 514 Miliar

JAKARTA - Alokasi dana transfer ke daerah pada 2019 untuk…

Rabu, 12 Desember 2018 13:04

Mengejar Materi, tapi Tak Sesuai Nurani

Titik terendah dalam kehidupan adalah sesuatu yang lumrah dialami manusia.…

Rabu, 12 Desember 2018 13:01

“Percuma Bicara, tapi Tanpa Tindakan”

TARAKAN – Belum ada langkah lebih jauh dari Pemerintah Kota…

Rabu, 12 Desember 2018 12:59

Jumlah DPTHP Berkurang 442 Pemilih

TARAKAN- Meski telah dilakukan penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan…

Rabu, 12 Desember 2018 12:41

Mulyawati Divonis Delapan Tahun Penjara

TARAKAN - Majelis hakim menjatuhkan vonis delapan tahun penjara kepada…

Rabu, 12 Desember 2018 12:38

Pelaku Curanmor dan Spesialis Jambret Berhasil Dibekuk

TARAKAN - Spesialis jambret dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil…

Rabu, 12 Desember 2018 12:34

Pemilih di Lapas Dibagi Dua Kategori

TARAKAN - Pemilihan umum yang akan digelar pada April mendatang…

Rabu, 12 Desember 2018 12:33

Tiga Puskesmas Tunda Reakreditasi

TARAKAN – Banyaknya kegiatan menjelang akhir tahun menjadi salah satu…

Rabu, 12 Desember 2018 12:31

Nelayan Tuntut Pemerataan BBM

TARAKAN - Tak tahan dengan pembagian BBM bersubsidi yang diduga…

Rabu, 12 Desember 2018 12:30

Tiga Minggu Tak Diangkut, Sampah Menumpuk

TARAKAN - Pemandangan tidak sedap terlihat di RT 03 Jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .