MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 26 April 2018 13:16
Penertiban Allana, Prospek Cerah Daging Lokal
CEK: Kementerian Perdagangan Republik Indonesia bersama instansi terkait melakukan sidak ketersediaan dan harga pangan di Pasar Gusher dan Pasar Tenguyun, Tarakan, Rabu (25/4). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Daging beku saat ini tidak semua ilegal. Tetapi karena banyaknya daging beku ilegal yang beredar, membuat distributor merugi. Harga daging ilegal jauh lebih murah.

Pimpinan PT Sri Kencana Lestari Sri Sulartiningsih mengatakan, daging ilegal yang masuk menghambat peredaan daging legal. Sri sendiri menjual berbagai varian jenis daging dengan berbagai harga.

Mulai dari Rp 60 ribu hingga Rp 82 ribu tergantung dari jenisnya. Jika daging ilegal, malah akan lebih murah dibandingkan harga pasaran dan bisa mencapai Rp 58 ribu per kilogram. Sehingga tentu masyarakat akan lebih memilih yang lebih murah.

“Jelas mempengaruhi untuk daging yang resmi, karena memang tidak ada yang membeli dan juga tempat olahan daging yang belum ada,” ujarnya.

Dikatakan, hanya ada beberapa jenis saja yang dapat didistribusikan di Kalimantan Utara. Beberapa jenis daging tidak laku di pasaran dan tidak akan dapat diolah. Karena tidak adanya industri pengolahan daging, berbeda dengan di kota besar yang bisa mengolah daging tidak laku menjadi sosis, daging burger atau kornet. “Di sini tidak ada, jadi pengaruhnya sangat besar untuk kami,” ujarnya.

Diakuinya juga, saat ini belum bisa memberlakukan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 80 ribu.

“Kalau ilegal lagi banyak, yah saya menonton saja. Karena pasti penjualan ilegal akan lebih murah dan lebih laku di pasaran,” ungkapnya.

Dikatakan, biasanya daging legal miliknya sekali pasok bisa mencapai satu kontainer atau 28 ton. Dengan adanya daging ilegal, maka biasanya satu kontainer bisa habis dalam waktu tiga bulan.

Berbeda dengan tahun ini, walaupun masih ada daging ilegal yang beredar tetapi sudah banyak yang ditertibkan. Sehingga satu kontainer bisa habis dalam waktu sebulan saja. “Yah lumayanlah, dibandingkan tahun lalu, kasihan sekali,” ungkapnya.

Mendekati Ramadandan Idulfitri, Sri berharap stok tidak dibatasi. Dengan begitu bisa menghambat daging ilegal. Biasanya memang mendekati bulan puasa, maka petugas akan lebih gencar menindak daging ilegal. Sehingga stok sudah seharusnya tidak dibatasi.

“Jangan dibatasilah, kami juga mengambil dari Bulog pusat. Biasanya memang daging yang paling disukai itu kode 44, 41, dan 11. Karena di sini memang menggunakan kode, beda di kota lain pakai nama,” urainya. (*/naa/lim)


BACA JUGA

Senin, 21 Mei 2018 21:04

Pemkot Pengin Mengadu ke Kemendagri

TARAKAN - Rencana pengalihan sejumlah aset Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov)…

Senin, 21 Mei 2018 17:43

Terduga Jaringan ISIS Sebut Dirinya Iseng

TANJUNG SELOR – Terduga teroris AS (22) yang beberapa waktu lalu diamankan Densus 88 Antiteror,…

Senin, 21 Mei 2018 12:49

Kadin Bingung Birokrasi Kewenangan di Laut

Beras 2.900 ton dari Vietnam. Begitu temuan aparat Kamis 19 April lalu. Kapal Vietnam Dong Thien Phu…

Senin, 21 Mei 2018 12:45

Hidup dari Pecahan Batu Kerikil

Tidak selamanya kehidupan layak dan dinikmati dengan nyaman. Sennang, nenek berusia 72 tahun di RT 61…

Senin, 21 Mei 2018 12:32

Tak Ada Bom, EF Dipulangkan

PRIA berinisial EF yang sempat membuat heboh Bandara Internasional Juwata Tarakan pada Jumat (18/5),…

Senin, 21 Mei 2018 12:29

Perketat Lingkungan, Poskamling Harus Aktif

TARAKAN – Mengantisipasi tindak kriminal di lingkungan rukun tetangga (RT), masing-masing Ketua…

Senin, 21 Mei 2018 11:16

Waspada Indekos dan Kontrakan

SEJAK penangkapan AS, terduga kelompok ISIS di Karang Anyar, Tarakan Barat, Kamis 17 Mei lalu, Pemerintah…

Senin, 21 Mei 2018 11:11

Pelunasan Tahap Kedua Menunggu Dua CJH

GELOMBANG kedua tahap pelunasan biaya haji kembali dibuka sejak 16 Mei lalu hingga 25 Mei mendatang.…

Senin, 21 Mei 2018 11:08

Jeli dan Perketat TPS

TARAKAN - Penggunaan lilin pada jari kelingking saat pemilihan memang harus dicegah. Pasalnya, jika…

Senin, 21 Mei 2018 11:02

Prioritaskan Dua Item di Musrenbang

TARAKAN – Di lingkungan RT 1, Kelurahan Kampung Enam memprioritaskan dua item dalam usulan Musyawarah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .