MANAGED BY:
SENIN
16 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 26 April 2018 13:16
Penertiban Allana, Prospek Cerah Daging Lokal
CEK: Kementerian Perdagangan Republik Indonesia bersama instansi terkait melakukan sidak ketersediaan dan harga pangan di Pasar Gusher dan Pasar Tenguyun, Tarakan, Rabu (25/4). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Daging beku saat ini tidak semua ilegal. Tetapi karena banyaknya daging beku ilegal yang beredar, membuat distributor merugi. Harga daging ilegal jauh lebih murah.

Pimpinan PT Sri Kencana Lestari Sri Sulartiningsih mengatakan, daging ilegal yang masuk menghambat peredaan daging legal. Sri sendiri menjual berbagai varian jenis daging dengan berbagai harga.

Mulai dari Rp 60 ribu hingga Rp 82 ribu tergantung dari jenisnya. Jika daging ilegal, malah akan lebih murah dibandingkan harga pasaran dan bisa mencapai Rp 58 ribu per kilogram. Sehingga tentu masyarakat akan lebih memilih yang lebih murah.

“Jelas mempengaruhi untuk daging yang resmi, karena memang tidak ada yang membeli dan juga tempat olahan daging yang belum ada,” ujarnya.

Dikatakan, hanya ada beberapa jenis saja yang dapat didistribusikan di Kalimantan Utara. Beberapa jenis daging tidak laku di pasaran dan tidak akan dapat diolah. Karena tidak adanya industri pengolahan daging, berbeda dengan di kota besar yang bisa mengolah daging tidak laku menjadi sosis, daging burger atau kornet. “Di sini tidak ada, jadi pengaruhnya sangat besar untuk kami,” ujarnya.

Diakuinya juga, saat ini belum bisa memberlakukan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 80 ribu.

“Kalau ilegal lagi banyak, yah saya menonton saja. Karena pasti penjualan ilegal akan lebih murah dan lebih laku di pasaran,” ungkapnya.

Dikatakan, biasanya daging legal miliknya sekali pasok bisa mencapai satu kontainer atau 28 ton. Dengan adanya daging ilegal, maka biasanya satu kontainer bisa habis dalam waktu tiga bulan.

Berbeda dengan tahun ini, walaupun masih ada daging ilegal yang beredar tetapi sudah banyak yang ditertibkan. Sehingga satu kontainer bisa habis dalam waktu sebulan saja. “Yah lumayanlah, dibandingkan tahun lalu, kasihan sekali,” ungkapnya.

Mendekati Ramadandan Idulfitri, Sri berharap stok tidak dibatasi. Dengan begitu bisa menghambat daging ilegal. Biasanya memang mendekati bulan puasa, maka petugas akan lebih gencar menindak daging ilegal. Sehingga stok sudah seharusnya tidak dibatasi.

“Jangan dibatasilah, kami juga mengambil dari Bulog pusat. Biasanya memang daging yang paling disukai itu kode 44, 41, dan 11. Karena di sini memang menggunakan kode, beda di kota lain pakai nama,” urainya. (*/naa/lim)


BACA JUGA

Senin, 16 Juli 2018 16:19

Arkanata Akram Menjadi Saksi Sportivitas Pecinta Sepakbola

Menyaksikan Final Piala Dunia Rusia 2018 asyiknya dengan nonton bareng (nobar). Seperti kemeriahan nobar…

Senin, 16 Juli 2018 16:17

BNNP Berharap Gedung Rehabilitasi Dihibahkan

TARAKAN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara berharap gedung rehabilitasi pengguna…

Senin, 16 Juli 2018 16:16

Pura-Pura Miskin Tidak Diterima

Jalur keluarga miskin (gakin) dengan kuota minimal 50 persen, dengan maskimal tidak terbatas dimanfaatkan…

Senin, 16 Juli 2018 16:15

Manipulasi SKTM, Tindak Tim Verifikasi

PENGGUNAAN surat keterangan tidak mampu (SKTM) oleh masyarakat yang tergolong mampu, membuat sistem…

Senin, 16 Juli 2018 16:13

Selamatkan Diri, Lempar Anak Lewat Jendela

TARAKAN - Apa pun pasti akan dilakukan seorang ibu saat mendapati buah hatinya dalam bahaya. Begitu…

Senin, 16 Juli 2018 09:14

Negosiasi Berjam-jam, Pelantikan FPI Batal

TARAKAN – Ratusan personel dari TNI dan Polri, Sabtu (14/7) melakukan pengamanan di terminal Bandara…

Senin, 16 Juli 2018 09:13

Pemkot Sampaikan Permintaan Maaf

Pemkot Sampaikan Permintaan Maaf KEDATANGAN Wakil Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) di Kota Tarakan,…

Senin, 16 Juli 2018 09:12

Wisata Asyik ke Embung Geomembran

SELAIN menawarkan banyak wisata budaya, masih ada satu wisata yang enggak kalah menarik dan wajib banget…

Senin, 16 Juli 2018 09:10

Jalan Gunung Selatan Jadi Lokasi TPS

TARAKAN– Jalan Gunung Selatan yang sebenarnya merupakan “paru-paru” bagi Bumi Paguntaka…

Senin, 16 Juli 2018 08:57

INGAT..!! Beras Sachet untuk Masyarakat Kecil

PENDISTRIBUSIAN beras sachet dari Perum Bulog telah tersebar di sebagian wilayah Jawa, sebagai uji coba.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .