MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 26 April 2018 13:11
SUDAH DARI DULU..!! KP Pertamina EP Dikuasai Warga
BANK DATA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Mendirikan bangunan di atas wilayah kerja pertambangan (WKP) cukup berbahaya. Berisiko terjadi kebakaran. Maka di daerah WKP pun selalu diberi tanda larangan menyalakan api atau merokok.

Seperti kejadian terbakarnya sumur minyak di Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Rabu (25/4) yang menewaskan 10 orang. Melihat kejadian nahas ini, dapat menjadi peringatan dan pelajaran bagi warga Bumi Paguntaka yang tinggal di daerah WKP.

Asisten Manager Legal and Relation PT Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan Enriko R. E Hutasoit mengaku, sumur-sumur yang tersebar di Kelurahan Kampung Satu Skip, Kampung Enam dan Kampung Empat dikuasai dan dikelola sendiri warga secara ilegal atau illegal drilling.

Padahal dalam kegiatan minyak dan gas (migas) ditata dan dikelola dengan teknologi tinggi atau high technology, berisiko tinggi atau high risk dan membutuhkan biaya yang besar atau high cost.

“Itulah kenapa wajib dilaksanakan perusahaan yang terverifikasi secara baik oleh pemerintah,” tuturnya kepada Radar Tarakan.

Secara teknis bermukim di atas WKP sangat berisiko dan berbahaya. Apalagi harus tinggal di wilayah yang sangat dekat dengan sumur minyak. Oleh karena itu, pihaknya tak bosan-bosannya memberikan sosialisasi dan penyuluhan mengenai risiko berada di daerah WKP.

“Maka itu akan sangat baik apabila warga tidak melakukan upaya okupasi wilayah aset dan sumur-sumur migas,” jelasnya.

Ia pun tak mengetahui secara pasti jumlah rumah yang berdiri di daerah WKP Pertamina EP saat ini. Namun dalam 2016 tercatat sekitar 5.000 rumah warga yang masuk dalam kawasan WKP Pertamina EP.

Terdapat 1.440 titik sumur yang masih aktif di Tarakan. Selagi sumur-sumur yang belum dilakukan plug and abandon merupakan sumur aktif. Plug and abandon ini secara teknis dilakukan penyemanan dan penutupan saluran. “Di Tarakan belum ada yang dilakukan plug and abandon, hampir semua sumur masih aktif. Mungkin sumur yang sudah dilakukan plug and abandondi wilayah depan Islamic Center,” jelasnya.

Meski mengetahui risiko, warga pun enggan meninggalkan WKP dengan alasan lahan tersebut sudah diperjualbelikan. Sejak 2008 silam, Pertamina EP tak lagi melakukan pengeboran. Banyaknya bangunan rumah di kawasan WKP menjadi salah satu hambatan pengerjaan.

“Semua aset Pertamina baik yang diperoleh dari kekayaan BPM, sampai hari ini sebagian besar statusnya kekayaan negara. Tapi warga memaksa, dengan dalih dikeluarkan status Surat Izin Memanfaatkan Tanah Negara (SIMTN) dengan alasan sudah digarap sejak lama,” bebernya.

Karena berpotensi berbahaya, ia pun mengimbau sekiranya warga tidak bermukim di wilayah sekitar sumur migas. Berada di sekitar sumur, perlu menjaga safety atau mengenakan alat pelindung diri (APD) seperti helm, coverall, sarung tangan. Karena selain mengeluarkan minyak, juga gas yang tidak terlihat dan mudah terbakar.

“Kami (pekerja Pertamina) saja ke lokasi wajib pakai alat pelindung diri. Kami tidak menginginkan orang dalam bahaya, makanya kami terus mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah sumur migas itu berbahaya,” tutupnya. (*/one/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 22:43

Pawai Obor Semarakkan Kemerdekaan

SEMARAK Dirgahayu Republik Indonesia ke-73 masih terasa. Semangat perlombaan terus digelar masyarakat.…

Jumat, 17 Agustus 2018 23:17
Haji 2018

Doa dari Makkah, Damai dalam Politik

TARAKAN — Para jamaah calon haji (JCH) asal Tarakan turut memperingati Hari Kemerdekaan di Makkah,…

Jumat, 17 Agustus 2018 23:13

SUSAHNYA..!! Sampai-Sampai Harga Ayam Diatur HET

TARAKAN - Harga sembilan bahan pokok (sembako) yang fluktuatif dari waktu ke waktu memicu sejumlah persoalan.…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:37

Alasan Aset Berpolemik, PAD Terjun

TARAKAN – Pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD) yang dihimpun Badan Retribusi dan Pengelolaan…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:35

Kerajaan Ubur-Ubur Ada di Kaltara?

TARAKAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Utara (Kaltara) mengimbau kepada masyarakat…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:33

Siswa Kurang Mampu Malah di Swasta

TARAKAN - Sebanyak 24 anak yang tadinya ditolak sekolah negeri, menemui titik terang. Orang tua mereka…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:31

RSUD Diawasi Langsung Gubernur

TARAKAN- Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:06

Peraih Rekor MURI Melintasi Pulau Sadau

TARAKAN – Peristwa bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu, membuat…

Kamis, 16 Agustus 2018 10:55

Melalui Lomba, Harapkan Kesadaran Warga

Tarakan— Dalam rangka memperingati HUT RI ke-73, pada 17 Agustus mendatang beragam cara dilakukan…

Rabu, 15 Agustus 2018 23:53

Soal Ekspor Kepiting, Minta Menteri KKP Melunak

PERMINTAAN luar negeri tinggi akan kepiting. Harganya pun menjanjikan.  Komoditas kepiting Tarakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .