MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 26 April 2018 13:11
SUDAH DARI DULU..!! KP Pertamina EP Dikuasai Warga
BANK DATA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Mendirikan bangunan di atas wilayah kerja pertambangan (WKP) cukup berbahaya. Berisiko terjadi kebakaran. Maka di daerah WKP pun selalu diberi tanda larangan menyalakan api atau merokok.

Seperti kejadian terbakarnya sumur minyak di Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Rabu (25/4) yang menewaskan 10 orang. Melihat kejadian nahas ini, dapat menjadi peringatan dan pelajaran bagi warga Bumi Paguntaka yang tinggal di daerah WKP.

Asisten Manager Legal and Relation PT Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan Enriko R. E Hutasoit mengaku, sumur-sumur yang tersebar di Kelurahan Kampung Satu Skip, Kampung Enam dan Kampung Empat dikuasai dan dikelola sendiri warga secara ilegal atau illegal drilling.

Padahal dalam kegiatan minyak dan gas (migas) ditata dan dikelola dengan teknologi tinggi atau high technology, berisiko tinggi atau high risk dan membutuhkan biaya yang besar atau high cost.

“Itulah kenapa wajib dilaksanakan perusahaan yang terverifikasi secara baik oleh pemerintah,” tuturnya kepada Radar Tarakan.

Secara teknis bermukim di atas WKP sangat berisiko dan berbahaya. Apalagi harus tinggal di wilayah yang sangat dekat dengan sumur minyak. Oleh karena itu, pihaknya tak bosan-bosannya memberikan sosialisasi dan penyuluhan mengenai risiko berada di daerah WKP.

“Maka itu akan sangat baik apabila warga tidak melakukan upaya okupasi wilayah aset dan sumur-sumur migas,” jelasnya.

Ia pun tak mengetahui secara pasti jumlah rumah yang berdiri di daerah WKP Pertamina EP saat ini. Namun dalam 2016 tercatat sekitar 5.000 rumah warga yang masuk dalam kawasan WKP Pertamina EP.

Terdapat 1.440 titik sumur yang masih aktif di Tarakan. Selagi sumur-sumur yang belum dilakukan plug and abandon merupakan sumur aktif. Plug and abandon ini secara teknis dilakukan penyemanan dan penutupan saluran. “Di Tarakan belum ada yang dilakukan plug and abandon, hampir semua sumur masih aktif. Mungkin sumur yang sudah dilakukan plug and abandondi wilayah depan Islamic Center,” jelasnya.

Meski mengetahui risiko, warga pun enggan meninggalkan WKP dengan alasan lahan tersebut sudah diperjualbelikan. Sejak 2008 silam, Pertamina EP tak lagi melakukan pengeboran. Banyaknya bangunan rumah di kawasan WKP menjadi salah satu hambatan pengerjaan.

“Semua aset Pertamina baik yang diperoleh dari kekayaan BPM, sampai hari ini sebagian besar statusnya kekayaan negara. Tapi warga memaksa, dengan dalih dikeluarkan status Surat Izin Memanfaatkan Tanah Negara (SIMTN) dengan alasan sudah digarap sejak lama,” bebernya.

Karena berpotensi berbahaya, ia pun mengimbau sekiranya warga tidak bermukim di wilayah sekitar sumur migas. Berada di sekitar sumur, perlu menjaga safety atau mengenakan alat pelindung diri (APD) seperti helm, coverall, sarung tangan. Karena selain mengeluarkan minyak, juga gas yang tidak terlihat dan mudah terbakar.

“Kami (pekerja Pertamina) saja ke lokasi wajib pakai alat pelindung diri. Kami tidak menginginkan orang dalam bahaya, makanya kami terus mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah sumur migas itu berbahaya,” tutupnya. (*/one/lim)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 10:38

Ustaz Abdul Somad Tiba di Bandara Juwata

TARAKAN - Senin (22/10) sekira pukul 08.00 Wita, Ustaz  Abdul Somad akhirnya tiba di Bandara Internasional…

Senin, 22 Oktober 2018 10:26

Sukiman, Hidup Sebatang Kara di Usia Senja

PERNAHKAH kita membayangkan, hidup sebatang kara di usia dengan penyakit yang membuat kita tak dapat…

Senin, 22 Oktober 2018 10:23

Tersangka Beber Keterangan Palsu

BADAN Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara melakukan penyelidikan terkait dugaan keterlibatan…

Senin, 22 Oktober 2018 10:20

Empat Pelanggan Setia Dapat Voucer STB

TARAKAN – Keseruan dari empat pelanggan Surat Kabar Harian (SKH) Radar Tarakan, berhasil memenangkan…

Senin, 22 Oktober 2018 10:03

Panitia Genjot Persiapan XC Race

TARAKAN - Meski masih memiliki waktu dua bulan sebelum melaksanakan XC race dan jambore sepeda di Bumi…

Senin, 22 Oktober 2018 10:02

TPA Overload, DLH Optimis Raih Adipura

TARAKAN- Penghargaan Adipura sampai saat ini belum diumumkan, meski penilaian telah berakhir beberapa…

Senin, 22 Oktober 2018 10:00

Politik Uang Ancaman Pemilu 2019

TARAKAN - Kursi legislatif memang sedang dalam incaran banyak orang saat ini. Tak jarang, untuk mendapatkan…

Senin, 22 Oktober 2018 09:59

Jalan Ditimbun Batu Semakin Parah

TARAKAN – Ketua RT 16, Kelurahan Karang Anyar, M. Noor mengatakan, banyak titik jalan yang dikeluhkan…

Senin, 22 Oktober 2018 09:57

Rusak, Penanganan Menunggu Dana

TARAKAN- Program sampah semesta yang sudah berjalan sampai saat ini masih menemukan kendala, dimulai…

Minggu, 21 Oktober 2018 22:24

Persatukan Keluarga hingga Menghibur Anak Petobo

RENTETAN gempa, tsunami dan likuefaksi yang melanda Kota Palu, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .