MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 26 April 2018 12:51
Stok Barang Aman, Harga Masih Normal
TRANSAKSI: Harga sembako dan kebutuhan lainnya di pasaran masih terpantau aman hingga kini. Hal itu diharapkan bertahan hingga Ramadan dan Idul Fitri. AYU LYSNA/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Kementerian Perdagangan melakukan sidak ke beberapa pasar. Di Tarakan sendiri dilakukan sidak kesejumlah pasar tradisional dan juga distributor.

Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional, Kementerian Perdagangan, Dody Edward mengatakan menyikapi masuknya Ramadan dan Idul Fitri, pihaknya ingin melihat kesiapan dari daerah terhadap pasokan dan juga harga barang yang ada.

Dari kunjungan di pasar tradisional yakni Gusher dan Tenguyun tidak ditemukan permasalahan. Stok cukup, persediaan banyak dan harga juga stabil. Momen Ramadan dan Idul Fitri memang sangat penting, tetapi tidak diinginkan untuk mengambil keuntungan atapun melakukan timbunan atau menaikkan harga.

“Karena itu kami menggandeng satgas pangan, agar benar-benar bisa mengawasi pasokan dan distribusinya,” katanya.

Dody mengimbau kepada masyarakat khususnya para pedagang, apabila kekurangan stok dapat berkoordinasi dengan Bulog. Bulog sendiri siap untuk mensuplai beras, minyak, maupun gula. Operasi pasar sendiri diharapkan bersifat berkesinambungan dan terus menerus untuk diglontorkan.

“Sehingga jika barang ada, pasokan ada. Maka harga bisa lebih stabil dan terjamin,” ungkapnya.

Selain itu juga, pihaknya juga berharap agar pedagang memasang papan harga diseluruh barang yang ada, terutama beras. Hal ini penting karena memang beras sendiri memiliki banyak jenis dan berbeda harga. agar memudahkan masyarakat untuk memilih beras. Beras medium sendiri saat ini sesuai HET Rp 9.950, premium Rp 13.300. Sedangkan minyak goreng per liter Rp 11.000 , sedangkan gula Rp 12.500.

Sementara itu, Kepala Kantor Bulog Sub Divre Tarakan, Pengadilan Lubis mengatakan jika ingin membeli barang yang murah, dan sehat dapat membeli di bulog. Seperti beras premium bulog Rp 11.500, minyak Rp 12.500, gula kiloan Rp 11.500. Dan memang jika dijual kembali oleh pedagang maka harganya akan menjadi bervariasi. Sehingga memang lebih baik jika membeli di bulog.

“Kami punya stok, dan harganya murah. Bisa langsung dibeli di bulog,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Tarakan, Tajuddin Tuwo mengatakan harga dan stok masih stabil, bahkan ada beberapa komoditi yang cenderung turun seperti bawang merah dan bawang putih. Karena Tarakan merupakan daerah konsumen, sehingga tergantung dari barang yang masuk.

“Kalau stok stabil maka harga juga akan stabil, jadi memang semuanya tergantung dari stok barang. Dan memang saat ini masih aman,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Manager Ramayana, Dedi Widarmanto mengatakan pihaknya akan berusaha memperbaiki apa saja yang telah diintruksikan oleh kementerian, Bulog, maupun Disperindag untuk mensuplai barang yang sudah diajukan.  “Adanya kekurangan, akan kami perbaiki ke depannya,” ungkapnya.

Saran dari Kemendag sendiri, memang harus memasukkan prodak yang lebih untuk konsumen menengah kebawah seperti minyak bantalan yang satu liter dengan harga Rp 11.000. Lalu untuk harga promosi seperti gula dan juga minyak.

“Rencana kami kerja sama dengan Bulog, nanti dilihat kembali dari segi harga dan koordinasinya agar lebih mudah masuk barang saat puasa,” ucapnya.

BBM dan Biaya Bongkar Muat Pengaruhi Harga

Salah seorang pedagang sembako di pasar Gusher Tarakan bilangan Jalan Gajah Mada, Agustina mengatakan harga beras sempat mengalami penurunan rata-rata sekira Rp 1.000 per-kilogramnya. Namun jika per-karung turun hingga lima ribu rupiah.

“Ini karena baru musim panen (padi) raya, nanti kalau baru musim tanam barulah harganya naik,” ujarnya.

Namun bukan hanya panen yang mempengaruhi harga beras, biaya bahan bakar minyak (bbm) atau bongkaran muatan di pelabuhan juga mempengaruhi besaran naik turunnya harga beras. Ia mengungkapkan, harga beras sempat naik sekitar bulan Desember 2017 hingga Maret 2018.

“Baru awal bulan ini harga kenaikan beras sudah turun. Untuk harga sembako lainnya ini tidak ada naik dan turun, stabil,” tuturnya.

Ia mengharapkan, untuk harga sembako tetap stabil hingga bulan Ramadan tiba. Hal ini dikarenakan agar modalnya tidak bertambah dan masyarakat tidak kesusahan. Berkaca pada kejadian pada tahun-tahun sebelumnya, memang sebagian besar bahan pokok jika memasuki bulan puasa pasti ada perubahan. Apalagi memasuki hari lebaran hampir semua bahan akan mengalami peningkatan harga.

“Masalahnya kalau harga naikkan, nambah lagi modal (untuk berjualan),” beber pedagang yang sudah berjualan selama 15 tahun tersebut.

Sementara itu, pedagang barang sembako di Gusher, Ayu (35) mengatakan pihaknya memiliki berbagai jenis barang dan memang stoknya masih banyak hingga Ramadan nanti. Untuk gula sendiri memiliki dua macam, satu diambil dari Surabaya dan menjual seharga Rp 14 ribu. Untuk gula curah dipatok harga Rp 12.500, minyak Rp 13 ribu.

“Beras juga ada dan bermacam-macam, jadi semua stok siap dan aman sampai hari raya,” ungkapnya.

Hal senada di ucapkan penjual daging di Gusher, Hamzah (74) yang menjual berbagai jenis daging. daging yang dijual ada dari lokal, Tawau, dan daging Alana yang dibungkus. Daging lokal dipatok harga Rp 130.000 per kilo, daging tawau Rp 90.000 dan daging beku Alana Rp 70.000.

“Ini bervariasi, dan stok aman saja. Harganya berbeda tergantung jenisnya. Untuk harga juga tidak ada kenaikan. Tetapi yang paling banyak dicari yakni daging lokal,” jelasnya. (*/naa/ays/udn)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 22:43

Pawai Obor Semarakkan Kemerdekaan

SEMARAK Dirgahayu Republik Indonesia ke-73 masih terasa. Semangat perlombaan terus digelar masyarakat.…

Jumat, 17 Agustus 2018 23:17
Haji 2018

Doa dari Makkah, Damai dalam Politik

TARAKAN — Para jamaah calon haji (JCH) asal Tarakan turut memperingati Hari Kemerdekaan di Makkah,…

Jumat, 17 Agustus 2018 23:13

SUSAHNYA..!! Sampai-Sampai Harga Ayam Diatur HET

TARAKAN - Harga sembilan bahan pokok (sembako) yang fluktuatif dari waktu ke waktu memicu sejumlah persoalan.…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:37

Alasan Aset Berpolemik, PAD Terjun

TARAKAN – Pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD) yang dihimpun Badan Retribusi dan Pengelolaan…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:35

Kerajaan Ubur-Ubur Ada di Kaltara?

TARAKAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Utara (Kaltara) mengimbau kepada masyarakat…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:33

Siswa Kurang Mampu Malah di Swasta

TARAKAN - Sebanyak 24 anak yang tadinya ditolak sekolah negeri, menemui titik terang. Orang tua mereka…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:31

RSUD Diawasi Langsung Gubernur

TARAKAN- Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:06

Peraih Rekor MURI Melintasi Pulau Sadau

TARAKAN – Peristwa bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu, membuat…

Kamis, 16 Agustus 2018 10:55

Melalui Lomba, Harapkan Kesadaran Warga

Tarakan— Dalam rangka memperingati HUT RI ke-73, pada 17 Agustus mendatang beragam cara dilakukan…

Rabu, 15 Agustus 2018 23:53

Soal Ekspor Kepiting, Minta Menteri KKP Melunak

PERMINTAAN luar negeri tinggi akan kepiting. Harganya pun menjanjikan.  Komoditas kepiting Tarakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .