MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

ADV

Kamis, 26 April 2018 10:52
Berzakat ke Baznas Setelah Dengar Ceramah di Radio
PEDULI DUAFA: Tim kesehatan Baznas Tarakan saat membantu menjemput pasien dari daerah pesisir untuk dibawa ke RSUD. BAZNAS UNTUK RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Publikasi melalui media massa seperti koran, radio dan televisi menjadi bagian yang strategis dalam rangka menyosialisasikan zakat kepada masyarakat.  

Hal tersebut diakui oleh Ketua Pelaksana Baznas Tarakan Syamsi Sarman saat menjelaskan kepada awak media terkait dengan usaha-usaha peningkatan pengumpulan zakat mlalui Baznas Tarakan.  

"Kami sadar tidaklah mungkin Baznas bisa menyosialisasikan zakat ini kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa difasilitasi media massa,” ujar Syamsi Sarman. Disampaikan Syamsi, kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini, pihaknya bersama kawan-kawan mengelola zakat di Baznas Tarakan merasakan betul peranan penting media massa dalam membantu menginformasikan berbagai hal tentang zakat kepada masyarakat.

Bukan hanya sekadar informasi, ternyata melalui pemberitaan media massa juga bisa memotivasi seseorang untuk menunaikan zakatnya melalui Baznas.  Salah satunya adalah Muhammad Arsyad. Warga Kelurahan Juata Laut itu datang ke Baznas Tarakan untuk membayar zakat setelah mendengarkan ceramah di radio," urai Syamsi.

"Kemarin sore sekitar pukul 16.30 Wite, Muhammad Arsyad itu datang ke Kantor Baznas Tarakan di Selumit. Ia membayarkan zakat dari hasil panen tambaknya,” katanya.  Kepada petugas Baznas yang melayaninya, Muhammad Arsyad mengaku berzakat ke Baznas Tarakan setelah mendengar ceramah di radio yang mengatakan bahwa di daerah mana seseorang mencari nafkah atau berusaha maka di daerah itu juga ia berzakat.

“Arsyad baru tahu kalau harus seperti itu katanya, karena selama ini ia selalu mengirimkan zakatnya ke kampung kelahirannya," cerita Syamsi kepada awak media ini.

Pegiat zakat yang juga menjabat Wakil Ketua MUI Tarakan menyampaikan harapannya agar lebih banyak lagi masyarakat yang tahu dan sadar tentang kewajiban zakat.

"Mudah-mudahan lebih banyak lagi orang-orang yang seperti Muhammad Arsyad itu,” harapnya.  Di Tarakan ini masih banyak fakir miskin yang perlu dibantu. Dengan terkumpulnya zakat, infak dan sedekah dari para petambak, pedagang, pengusaha, pegawai dan karyawan, maka kaum duafa akan lebih banyak dibantu sehingga terentaskan dari kemiskinan. (adv/har)


BACA JUGA

Kamis, 17 September 2015 15:41

Upaya Ciptakan Ketahanan Pangan

<p><strong>MALINAU</strong> - Rembug tani guna mewujudkan program swasembada beras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .