MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 25 April 2018 11:10
Sering Menerima Ancaman Saat Akan Memberi Tuntutan

Mengenal Evi Nurul Hidayati, Satu-satunya JPU Wanita di Kejari Bulungan

TAK GENTAR: Evi Nurul Hidayati satu-satunya JPU wanita di Kejari Bulungan yang mengabdikan dirinya untuk negara. PIJAI PASARIJA/Radar Kaltara

PROKAL.CO, Menjadi wanita karier tidak semudah yang dibayangkan, apalagi harus berpisah dengan keluarga demi tugas yang sudah diamanatkan. Hal itu dirasakan Evi Nurul Hidayati, jakasa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan, yang harus siap terpisah antarpulau dari kedua orang tua yang berada di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Berikut cerita selengkapnya.

PIJAI PASARIJA, Tanjung Selor

Memiliki karier yang cemerlang merupakan impian bagi semua orang, tak terkecuali Evi Nurul Hidayati. Terinspirasi dari profesi sang ayah yang bekerja di Pengadilan Agama, membuat Evi sapaan akrabnya juga tertarik ingin terjun sebagai praktisi hukum.

Konsekuensi harus berpindah-pindah tugas pun sudah dirasakan Evi sejak kecil. Sebab harus mengikuti kedua orang tua yang kerap kali berpindah tugas.

Namun bagi wanita yang berhijab itu, meskipun harus berpindah-pindah bukanlah hal yang dijadikan penghalang, sebab menurutnya tugas sebagai abdi negara tetap menjadi yang utama. “Jadi kapan pun harus dipindahkan kita harus siap,” ungkap Evi.

Sebelum menjabat sebagai JPU Kejari Bulungan, anak kedua dari empat bersaudara ini,  terlebih dahulu bertugas di Nusa Tengara TImur (NTT) sebagai calon jaksa.

“Tapi setelah sebelum saya ke Tanjung Selor saya terlebih dahulu mengikuti pelatihan di Jakarta selama 6 bulan untuk menjadi JPU,” ujarnya.

Setelah menempuh pendidikan selama 6 bulan, Evi yang sebelumnya menyelesaikan studi strata satunya di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta  Fakultas Hukum, langsung mendapatkan penugasan pertama sebagai JPU di Bulungan.

“Tentunya sebagai JPU banyak kisah-kisah yang tidak bisa dilupakan,” jelasnya.

Tak jarang Evi, karap kali merasa grogi saat akan memasuki ruang sidang. “Tapi berjalannya waktu dengan bimbingan senior dan juga sudah biasa menagani kasus akhirnya sekarang ini sudah terbiasa,” kata Evi

Apalagi wanita yang sudah 1 tahun lebih menjadi JPU itu, secara otomatis akan langsung berhubungan dengan terdakwa dan korban, di satu sisi simpati terhadap korban dan di sisi lain harus menuntut terdakwa.

“Saya pernah mengalami, ada keluaraga terdakwa yang memaksa dan mengancam agar tuntutan yang diberikan tidak tinggi, tapi saya tetap berikan yang sesuai dengan aturan,” jelasnya.

Tidak hanya itu saja, wanita kelahiran 29 Juli 1988 itu juga sempat mendapatkan ancaman dari pihak keluarga terdakwa dengan ancaman melalui short message service (SMS).

“Tapi saya tidak pernah mau menangapin hal seperti itu, saya tetap dengan aturan yang ada, meskipun diancam ataupun dimarai itu memang sudah menjadi tugas saya,” ujarnya.

Terlebih lagi kata Evi, terdapat kasus seperti pelecehan pada anak di bawah umur. Tidak ada ampun bagi terdakwa, dia  pasti akan diberikan tuntutan yang maksimal sesuai perbuatan terdakwa.

“Saya kasihan kalau anak kecil sudah kecil masa depannya sudah di rusak, apalagi kalau pelakunya itu orang tua. Saya tidak akan berikan ampun tetap saya berikan tuntutan yang tinggi,” Evi mengakhiri (***/nri)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 12:43

Gunakan Jalur Resmi, Perlu Sinergikan Puluhan Pengusaha

TANJUNG SELOR – Pekan lalu tepatnya Kamis (13/9), Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC)…

Kamis, 20 September 2018 12:40

Tingkatkan Ekonomi Warga, Bhabinkamtibmas Harus Berperan Aktif

TANJUNG SELOR – Tugas kepolisian sebagai abdi negara tak semata-mata menjaga keamanan dan ketertiban…

Kamis, 20 September 2018 12:37

Jalan 603,91 Kilometer Prioritas KemenPU-PR

TANJUNG SELOR - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim)…

Kamis, 20 September 2018 12:35

Modus Mengajari, Mawar Digauli Selama 3 Tahun

KASUS pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah hukum Kepolisian Resor…

Kamis, 20 September 2018 12:32

Dapati Bacaleg Curi Start Kampanye

TANJUNG SELOR – Setelah beberapa kali sempat terindikasi adanya beberapa bakal calon legislatif…

Rabu, 19 September 2018 21:27

Anggaran Disetujui, Jembatan Bulan Dikaji Lagi

TANJUNG SELOR – Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum,…

Rabu, 19 September 2018 21:24

BKD Tegaskan Tidak Terima Berkas Titipan

TANJUNG SELOR – Meski pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018  ditunda hingga…

Rabu, 19 September 2018 11:27

Terlambat Serahkan LADK, Caleg Dicoret

TANJUNG SELOR – Penyerahan laporan awal dana kampanye (LADK) dan rekening khusus dana kampanye…

Rabu, 19 September 2018 11:25

Pemerintah Tak Tanggung Biaya Pemulangan Pelacur

TANJUNG SELOR - Pemerintah menargetkan Indonesia bebas dari praktik prostitusi pada tahun 2019 mendatang.…

Rabu, 19 September 2018 11:24

Menyanggupi Pengembangan Hutan Kota

TANJUNG SELOR – Pengembangan Hutan Kota Bunda Hayati, Tanjung Selor bukan hanya sekedar wacana.Terbaru,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .