MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 25 April 2018 11:07
Harga Rumput Laut Anjlok

Dari Rp 20 Ribu Turun ke Rp 9 Ribu Per Kilogram

ANJLOK: Harga rumput laut kering kembali anjlok di tingkat pembudidaya saat ini. Tampak seorang pembudidaya sedang melakukan penjemuran agar mendapat hasil yang baik. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sempat berada di harga Rp 20 ribu per kilogram, kini harga rumput laut kering anjlok menjadi Rp 9 ribu per kilogramnya. Anjloknya harga ini kembali dikeluhkan sejumlah pembudiaya rumput laut di Kabupaten Nunukan.

Akibat hal ini, sejumlah pembudidaya rumput laut terancam akan menggantung tali bentangan mereka lagi. Sebab, biaya yang dikeluarkan untuk memasang bibit rumput laut cukup tinggi. Belum lagi bahan bakar dan keperluan lainnya yang saban hari mengalami kenaikan harga. “Benar-benar anjlok. Tiba-tiba Rp 9 ribu. Meskipun pernah terjadi lebih di bawah itu lagi,” kata Yusuf, seorang pembudidaya rumput laut yang ditemui media ini saat sedang memantau penjemuran rumput laut miliknya kemarin.

Dikatakannya, kondisi ini sudah terjadi sejak sepekan lalu. Beberapa pembudidaya rumput laut saat ini sedang melakukan panen. Sehingga sangat kecewa dengan kondisi harga yang saat ini terjadi. “Semoga saja tidak turun lagi. Karena kalau sampai di harga Rp 5 ribu per kilogram lagi, maka usaha ini akan mati dan perekonomian semakin turun,” harapnya.      

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Nunukan Suhadi membenarkan kondisi harga rumput luat tersebut. Ia mengatakan, turunnya harga komoditi unggulan masyarakat Nunukan itu terjadi karena faktor melimpahnya rumput laut kering, karena dari daerah-daerah penghasil rumput saat ini juga sedang panen. “Informasinya daerah penghasil rumput laut di Indonesia sedang panen. Bahkan juga di Filipina,” kata Suhadi saat dikonfirmasi media ini kemarin.

Suhardi pun menegaskan turunnya harga rumput laut ini bukan karena adanya oknum-oknum yang memainkan harga seperti yang dicurigai sebagian masyarakat. Khususnya pembudidaya rumput laut selama ini.

Sementara itu, Ketua Koperasi Serba Usaha Mamolo Sejahtera Kamaruddin menuturkan turunnya harga rumput laut bisa dibilang wajar karena merupakan barang ekspor. Namun, saat ini sedikit meresahkan para pelaku usaha karena turunnya begitu banyak dan langsung anjlok.

Menurutnya, yang namanya barang ekspor memang harganya fluktuatif, terkadang naik, terkadang turun. Tapi, yang terjadi terhadap rumput laut kering di Nunukan ini dikatakannya tidak sesuai, karena turunnya cukup drastis. “Bahasanya, harganya di pabrik belum turun, tapi di Nunukan sudah diturunkan. Misalnya, di pabrik turun Rp 2 ribu, di Nunukan sudah Rp 5 ribu,” sebutnya.

Menurutnya, persoalan ini seharusnya dapat diatasi . Hanya saja tidak dimanfaatkan pemerintah setempat. Salah satu solusi mengatasi anjloknya harga ini adalah keberadaan eksportir. Selama ini yang dimiliki hanya pengepul yang juga berharap modal dari eksportil dari luar daerah. Jika Kabupaten Nunukan memiliki eksportir ini, maka harga rumput laut kering menurut Kamaruddin, dapat stabil. Minimal tidak anjlok seperti saat ini. “Namanya barang jualan, naik-turun itu sudah biasa. Apalagi barang impor seperti ini. Tapi, turunnya tidak drastis seperti ini,” kata Kamaruddin.

Kamaruddin yang juga pengusaha rumput laut ini mengakui sejak 10 tahun keberadaan rumput laut di Nunukan ini, belum ada satupun eksportir lokal. Semuanya hanya sebagai pengepul yang menggunakan modal dari eksportil luar daerah. Sehingga perbedaan harga sangat terlihat.

Menurutnya, keberadaan eksportir ini sangat memengaruhi harga jual rumput laut kering pembudidaya rumput laut. Eksportir ini harus dijalankan orang-orang atau sebuah badan usaha yang memiliki modal besar. Misalnya berbentuk koperasi atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang modalnya dibantu dari pemerintah setempat. “Karena modalnya besar, makanya belum ada masyarakat yang mampu. Makanya, perusahaan daerah diharapkan menjadi eksportir itu karena modalnya bisa diberikan pemerintah daerah,” tuturnya. (oya/ash)


BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 11:56

Perdana, 63 Ton Menuju Korea Selatan

NUNUKAN – Budidaya rumput laut yang menjadi unggulan masyarakat Nunukan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:55

Dua WNI Dapat Tindakan Kekerasan

NUNUKAN – Dua WNI yang bekerja di Sabah, Malaysia, mendapatkan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:54

WNI Dipulangkan Dari Kota Kinabalu

NUNUKAN – Sebanyak 150 orang buruh migran Indonesia (BMI) yang…

Jumat, 18 Januari 2019 11:53

Pilkades Batal Dilaksanakan

NUNUKAN – Pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Kades) terpaksa ditunda setelah…

Jumat, 18 Januari 2019 09:40

Usulkan Rp 134 Miliar untuk Pembangunan Bandara Krayan

NUNUKAN – Sejumlah Bandar Udara (Bandara) perintis di Krayan bakal…

Jumat, 18 Januari 2019 09:38

Jalan Poros Sebatik Bisa Dilewati Kembali

NUNUKAN – Jalan Bukit Keramat di Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik…

Jumat, 18 Januari 2019 09:36

Perlu Pertimbangan Tak Terima Guru Honorer

NUNUKAN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy telah…

Rabu, 16 Januari 2019 12:01

PLBN Butuh Lahan Tujuh Hektare

NUNUKAN – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) akan dibangun di…

Rabu, 16 Januari 2019 11:59

DPUPRPKP Bertahap Lakukan Perbaikan Jalan

NUNUKAN – Jalan menuju Pantai Wisata Kayu Angin, Desa Tanjung…

Rabu, 16 Januari 2019 11:58

Februari, Gedung Lama Puskesmas Nunukan Tutup

NUNUKAN – Akibat situasi dan kondisi yang tidak memadai lagi,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*