MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 24 April 2018 12:31
Tolak FPI, FKUB Sarankan Diskusi Bersama
MENOLAK: Puluhan orang yang tergabung melakukan aksi damai menolak FPI di depan Kantor Pemkot Tarakan, Senin (23/4). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN –  Organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI) di Bumi Paguntaka memang belum resmi dibentuk. Namun, rencana itu menuai reaksi penolakan dari sejumlah kalangan masyarakat yang melakukan aksi damai kemarin.

Paur Subbag Humas Ipda Taharman mengatakan, aksi damai penolakan FPI di Tarakan yang dilaksanakan pada Senin (23/4) sekitar pukul 09.00 Wita oleh sejumlah oramas di Tarakan.

“Aksinya diikuti sekitar 150 orang yang tergabung dari LPADKT, PMDKT, PUSAKA, IKAT, KTU dan Ikatan Pemuda Toraja,” tutur Taharman meneruskan arahan Kapolres Tarakan, AKBP Dearystone Supit.

Mereka meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, tidak menerbitkan surat keterangan terdaftar (SKT) FPI. Apabila tetap diberikan dan terbentuk, maka massa akan melakukan aksi yang sama.

“Sekitar pukul 10.30 Wita perwakilan massa melakukan hearing di ruang rapat wali kota dengan Pemkot Tarakan. Mereka juga meminta pemerintah menindaklanjuti hasil kesepakatan hari ini (kemarin),” ungkapnya.

“Dalam Aksi Dama kali ini semuanya berjalan aman dan terkendali,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Agus Sutanto mengatakan keberadaan FPI secara legal formal ini sudah mendapatkan surat keterangan terdaftar (SKT) dari Menteri Dalam Negeri. Untuk itu, dengan keluarnya UU Ormas no 2 tahun 2017, maka Pemkot Tarakan tidak perlu mengeluarkan SKT.  

“Yang belum berbadan hukum itu wajib mendaftarkan di kementerian dalam negeri atau daerah di mana ormas itu berada. Tetapi penerbitannya tetap satu pintu,” jelasnya.

Nantinya daerah, akan memfasilitasi kelengkapan berkas, verifikasi tetapi tetap diteruskan ke kemendagri untuk tindak lanjutnya. Ormas FPI memang telah mendapatkan SKT, tetapi untuk pengawasan pembinaan, justru memang memiliki kewajiban melaporkan keberadaannya di daerah.

“Kalau tidak melaporkan, kami tidak akan bisa mengawasi dan membina. Nanti kalau ada kegiatan tanpa sepengetahuan malah jadi masalah,” ujarnya.

Karenanya harus ada laporan, untuk mengetahui keberadaan kepengurusannya, tempat dan program kerjanya. Menyoal adanya penolakan dari bebrapa ormas, dikarenakan dalam berita nasional yang dikhawatirkan akan membuat masalah. Padahal di daerah juga sampai saat ini belum ada kegiatan sama sekali, bahkan secara resmi juga belum melaporkan keberadaannya di Tarakan.

“Hanya karena dibayangi kekhawatiran yang dilihat dalam berita, makanya banyak yang menolak. Di Tarakan, ormas ini sendiri belum ada melapor secara resmi,” ungkapnya.

Kesbangpol Tarakan saat ini belum bisa mengambil sikap, karena memang pihaknya masih harus menindaklanjuti kembali dengan forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda). Untuk diketahui, saat ini ormas di Tarakan sudah mencapai 400, tetapi yang masih aktif hingga sekarang ada 100 lebih.

“Yang pasti kami masih akan melakukan rapat lagi, bagaimana baiknya,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Hendra Arfandi mengatakan terkait penyampaian aspirasi yang dilakukan masyarakat yang tergabung dalam beberapa ormas di Tarakan, pihaknya masih akan melakukan beberapa diskusi kembali.

“Memang adanya penolakan yang dilakukan oleh beberapa ormas, untuk pembentukan FPI di Tarakan,” ujarnya.

Untuk penindaklanjutannya sendiri memang harus dibahas lebih dalam lagi. Karena menyangkut masalah yang cukup sensitive bagi keamanan Tarakan. pemikiran secara matang untuk dampak dan aksesnya, agar tidak terjadi perpecahan yang ada di Tarakan.

“Kami belum bisa memutuskan, harus ada rapat lanjutan lagi. Yang pasti akan dicari bagaimana baiknya,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kaltara, KH Zainuddin Dalila mengatakan, hingga kini pihaknya belum menerima laporan akan dibentuknya organisasi tersebut.

Meski ada penolakan, Zainuddin mengakui, jika pihaknya tidak bisa menentukan sikap sebelum ada musyawarah bersama kepada pihak-pihak yang terlibat dalam hal ini pemerintah, pemuka agama, dan organisasi masyarakat yang merasa keberatan dengan hadirnya FPI.

“Kalau misalnya ada yang ingin mendirikan FPI di Tarakan, lalu ada yang menolak itu pasti ada alasannya masing-masing. Makanya sebaiknya kita duduk bersama untuk membicarakan ini, kita saling dengar pendapat, kita rundingkan semua,” ujarnya.

Ditambahkannya, saat ini di Kota Tarakan kurukunan antar umat beragama sudah sangat baik. Sehingga jangan sampai masyarakat mudah terpengaruh dengan hal-hal yang belum dapat dipastikan kebenarannya yang berujung dapat memecah persaudaraan yang sudah terjalin dengan baik.

“Kalau bisa minta waktu kumpul bersama untuk dengar pendapat. Saya kira Tarakan sudah sangat aman, kalau hanya persoalan agama FKUB sudah cukup. Kan Allah SWT menciptakan semua makhluknya berbeda-beda, baik suku, dan agama. Inilah yang harus dijaga jangan sampai lah kita mudah terpengaruh dengan isu-isu yang merugikan,” akhir Zainuddin. (jnr/*/naa/ega/nri)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 22:43

Pawai Obor Semarakkan Kemerdekaan

SEMARAK Dirgahayu Republik Indonesia ke-73 masih terasa. Semangat perlombaan terus digelar masyarakat.…

Jumat, 17 Agustus 2018 23:17
Haji 2018

Doa dari Makkah, Damai dalam Politik

TARAKAN — Para jamaah calon haji (JCH) asal Tarakan turut memperingati Hari Kemerdekaan di Makkah,…

Jumat, 17 Agustus 2018 23:13

SUSAHNYA..!! Sampai-Sampai Harga Ayam Diatur HET

TARAKAN - Harga sembilan bahan pokok (sembako) yang fluktuatif dari waktu ke waktu memicu sejumlah persoalan.…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:37

Alasan Aset Berpolemik, PAD Terjun

TARAKAN – Pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD) yang dihimpun Badan Retribusi dan Pengelolaan…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:35

Kerajaan Ubur-Ubur Ada di Kaltara?

TARAKAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Utara (Kaltara) mengimbau kepada masyarakat…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:33

Siswa Kurang Mampu Malah di Swasta

TARAKAN - Sebanyak 24 anak yang tadinya ditolak sekolah negeri, menemui titik terang. Orang tua mereka…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:31

RSUD Diawasi Langsung Gubernur

TARAKAN- Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:06

Peraih Rekor MURI Melintasi Pulau Sadau

TARAKAN – Peristwa bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu, membuat…

Kamis, 16 Agustus 2018 10:55

Melalui Lomba, Harapkan Kesadaran Warga

Tarakan— Dalam rangka memperingati HUT RI ke-73, pada 17 Agustus mendatang beragam cara dilakukan…

Rabu, 15 Agustus 2018 23:53

Soal Ekspor Kepiting, Minta Menteri KKP Melunak

PERMINTAAN luar negeri tinggi akan kepiting. Harganya pun menjanjikan.  Komoditas kepiting Tarakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .