MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 24 April 2018 11:53
Peringati Hari Bumi, Tanam 2000 Bibit Mangrove

Banyak Dirambah, Hutan Mangrove Beralih Fungsi

AKSI NYATA: Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Lingkungan, melakukan aksi menanam 2000 bibit mangrove, Minggu (22/4). MEGA RETNO WULANDARI/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Peringatan Hari Bumi Sedunia yang jatuh pada 22 April lalu, menjadi momentum masyarakat dunia untuk menghargai kelestarian lingkungan di bumi. Salah satu usaha menjaga kelestarian lingkungan yang dilakukan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Lingkungan Kota Tarakan, yakni menanam pohon mangrove di wilayah pesisir RT 8 Kelurahan Lingkas Ujung.

Tak tanggung-tanggung,  2.000 bibit mangrove ditanam dalam aksi yang melibatkan kalangan mahasiswa, pelajar, masyarakat setempat, dan pemerintah. Anggota Peduli Lingkungan Kota Tarakan, Fajar Ngewa menyebut kegiatan menanam pohon kali ini dilakukan di dua titik lokasi, selain wilayah pesisir Kelurahan  Lingkas Ujung, kegiatan yang sama juga  dilakukan di wilayah wisata Pantai Amal.

“Untuk di Pantai Amal difokuskan tempat wisata Binalatung Beach. Karena itu salah satu tempat wisata makanya perlu kita lestarikan mangrove di sana agar tidak terjadi abrasi, selain itu wisatawan dan warga di sana juga bisa menikmati udaranya yang segar,” ujarnya.

LSM Peduli Lingkungan yang terbentuk sejak 2010 lalu ini, tidak hanya melakukan penanam pohon untuk pelestarian lingkungan, tapi juga cukup aktif dalam melakukan kampanye peduli lingkungan baik di daerah pelosok, pesisir, maupun perkotaan.

Lebih lanjut ia mengatakan,  semua lini harus bekerja sama mendorong program pemerintah dalam pelestarian lingkungan. Karena dampak dari kerusakan lingkungan sudah kelihatan baik dari longsor, banjir, angin kencang yang sering kali terjadi. Seperti data yang terjadi 2012 lalu hampir 100 rumah rusak diakibatkan angin puting beliung. “Makanya kita harus melestarikan hutan mangrove salah satu fungsinya dapat menahan kecepatan angin,  satu hektar hutan mangrove dewasa bisa menahan kecepatan 100km/jam, jadi sangat bermanfaat sekali ini,” tambahnya.

Turut diakuinya kepedulian masyarakat pesisir akan pentingnya hutan mangrove sudah mulai terwujud, hal itu terbukti dengan adanya penanaman bibit mangrove beberapa tahun silam bisa terkawal dan tumbuh dengan baik.

“Kalau bicara masalah kesadaran tidak bisa sekaligus. Harus perlahan. Pohon mangrove yang sudah pernah kita tanam tumbuh dengan baik, ini menandakan masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya pelestarian lingkungan yang ada di lingkungan tempat tinggal mereka,” ungkapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan, Budi Setiawan yang tak luput dari media ini mengapresiasi setiap kelompok organisasi maupun masyarakat yang memberikan perhatian lebih pada pelestarian lingkungan. Menurut rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kota Tarakan 2012, lanjut Budi Setiawan, hutan mangrove memiliki luas 1.200 hektare, namun jika angka tersebut dibandingkan dengan luas Kota Tarakan, masih perlu lebih menambah lagi luasan hutan mangrove untuk mempertahankan kondisi alam khususnya di wilayah pesisir.

“Dari empat wilayah, yang lebih sedikit mangrovenya itu di daerah timur seperti Pantai Amal. Karena di sana berhadapan dengan laut lepas Selat Makassar sehingga deburan ombakmya lebih besar dari daerah lain, jadi cukup sulit untuk menanam bibit mangrove,” sebutnya.

Selain karena faktor alam, faktor kerusakan mangrove juga turut disebabkan oleh manusia. Berkurangnya luas hutan mangrove karena beberapa titik hutan mangrove dialihfungsikan menjadi wilayah permukiman masyarakat. Tambahnya lagi, faktor kerusakan hutan mangrove juga disebabkan manusia. Biasanya ditemukan wilayah hutan mangrove yang sudah beralih fungsi menjadi permukiman masyarakat. “Harusnya kan izin dulu. Makanya kalau ada kesepakatan dari warga dalam melestarikan lingkungan, saya yakin kurang dari sepuluh tahun luas hutan magrove yang hilang bisa terpenuhi lagi. Asal konsisten dalam merawat dan menanamnya, bibit juga kita sudah sediakan saat ini masih ada sekitar 15 ribu bibit mangrove lagi,” sebutnya.

Lurah Lingkas Ujung, Endi Kurniawan menambahkan,  saat ini wilayah Kelurahan Lingkas Ujung memiliki luas 184 hektare, 93 hektare merupakan kawasan hutan mangrove. Dirinya menyebut pada 93 hektar tersebut merupakan wilayah yang wajib dijaga dan tidak boleh berbangun. Meski memiliki luasan wilayah yang cukup sempit, jumlah penduduk Kelurahan Lingkas Ujung terbilang padat.

Menurutnya wilayah tersebut yang paling kecil. Perkiraan ada 2 hektare lahan hutan mangrove sudah beralih fungsi jadi perumahan warga. Salah satunya digunakan penjemuran rumput laut. “Ini baru yang baru kelihatan. Beberapa waktu yang lalu dari provinsi meninjau ternyata di dalam hutan mangrove yang tersisa itu masih banyak yang rusak, bisa disebabkan faktor alam, atau perambahan, kita belum bisa pastikan karena untuk pengawasan kita masih terkendala prasarana,” ungkapnya.

Endi menambahkan, sering kali ditemukan oli bekas dibuang langsung ke laut, tentu hal itu dapat mengganggu ekosistem dan biota laut yang ada. Oleh karenanya, pihaknya sudah mengusulkan pengadaan TPS 3R pada dinas terkait.

“Kita juga sudah mengusulkan TPS 3R agar masyarakat tidak buang oli bekasnya ke laut kalau hanya melarang sulit kalau tidak kita fasilitasi. Untungnya kalau sampah rumah tangga kita berjalan dengan baik dengan adanya program Sampah Semesta,” akunya. (ega/zia)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 22:43

Pawai Obor Semarakkan Kemerdekaan

SEMARAK Dirgahayu Republik Indonesia ke-73 masih terasa. Semangat perlombaan terus digelar masyarakat.…

Jumat, 17 Agustus 2018 23:17
Haji 2018

Doa dari Makkah, Damai dalam Politik

TARAKAN — Para jamaah calon haji (JCH) asal Tarakan turut memperingati Hari Kemerdekaan di Makkah,…

Jumat, 17 Agustus 2018 23:13

SUSAHNYA..!! Sampai-Sampai Harga Ayam Diatur HET

TARAKAN - Harga sembilan bahan pokok (sembako) yang fluktuatif dari waktu ke waktu memicu sejumlah persoalan.…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:37

Alasan Aset Berpolemik, PAD Terjun

TARAKAN – Pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD) yang dihimpun Badan Retribusi dan Pengelolaan…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:35

Kerajaan Ubur-Ubur Ada di Kaltara?

TARAKAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Utara (Kaltara) mengimbau kepada masyarakat…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:33

Siswa Kurang Mampu Malah di Swasta

TARAKAN - Sebanyak 24 anak yang tadinya ditolak sekolah negeri, menemui titik terang. Orang tua mereka…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:31

RSUD Diawasi Langsung Gubernur

TARAKAN- Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:06

Peraih Rekor MURI Melintasi Pulau Sadau

TARAKAN – Peristwa bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu, membuat…

Kamis, 16 Agustus 2018 10:55

Melalui Lomba, Harapkan Kesadaran Warga

Tarakan— Dalam rangka memperingati HUT RI ke-73, pada 17 Agustus mendatang beragam cara dilakukan…

Rabu, 15 Agustus 2018 23:53

Soal Ekspor Kepiting, Minta Menteri KKP Melunak

PERMINTAAN luar negeri tinggi akan kepiting. Harganya pun menjanjikan.  Komoditas kepiting Tarakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .