MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 23 April 2018 12:22
PR Kedua Negara Perbatasan

Persoalan Narkoba, TKI hingga Teroris

PATROLI BERSAMA: Polisi Air (Polair) Polres Nunukan bersama Polisi Diraja Malaysia (PDRM) saat melakukan patroli bersama di Perairan Sungai Melayu, Nunukan, Jumat (20/4). POLRES UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI), penyelundupan barang haram hingga teroris menjadi pembahasan utama dalam pertemuan antara Polisi Air (Polair) Polres Nunukan dan Polisi Diraja Malaysia (PDRM), di Perairan Sungai Melayu, Nunukan, Jumat (20/4) lalu.

Kepala Satuan (Kasat) Polair Polres Nunukan, AKP Marsunu mengatakan, TKI memang menjadi atensi pembahasan dalam pertemuan itu. Sebab, hingga kini masih saja ada TKI yang tertangkap petugas lantaran ingin bekerja dan pulang dari Malaysia, melalui jalur ilegal.

“Ya, tidak bisa kita pungkiri. Kejadian itu masih saja terjadi di sejumlah daerah di Nunukan. Tentu ini menjadi PR semua pihak,” ungkap Marsunu, meneruskan perintah Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi SIK.

Untuk itu, pembahasan ini menjadi perhatian seluruh pihak untuk dibahas bersama PDRM. Terjalin hubungan serta membangun koordinasi yang kuat wajib dilakukan untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

Senada dengan Marsunu, Ketua Tim PDRM, Inspektur Ahmad Puad pun mengatakan demikian. Daerahnya yang memang berbatasan langsung dengan Sebatik, Indonesia, membuat TKI banyak menggunakan jalur ilegal untuk keluar masuk Malaysia.

“Harus dilakukan kerja sama dalam hal koordinasi. Jika ada informasi segera infokan ke kami untuk action di lokasi,” kata Marsunu.

Pembahasan penting selanjutnya adalah persoalan narkoba. Sejauh ini, jalur paling empuk yang digunakan sejumlah pelaku penyalahgunaan narkotika memang selalu menggunakan jalur laut. Menghilangkan jalur ini pun menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi keduanya.

Koneksi kedua pihak pun kunci dalam pemberantasan narkoba yang masuk ke wilayah Indonesia, apalagi notabennya berasal dari Malaysia. “Ya, jadi inti dari pertemuan kita tetap mengutamakan koordinasi dan kerja sama. Hal ini terus kita lakukan untuk perlahan meminimaliris semua kasus yang telah bahas,” beber Marsunu. (raw/nri)


BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 11:56

Perdana, 63 Ton Menuju Korea Selatan

NUNUKAN – Budidaya rumput laut yang menjadi unggulan masyarakat Nunukan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:55

Dua WNI Dapat Tindakan Kekerasan

NUNUKAN – Dua WNI yang bekerja di Sabah, Malaysia, mendapatkan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:54

WNI Dipulangkan Dari Kota Kinabalu

NUNUKAN – Sebanyak 150 orang buruh migran Indonesia (BMI) yang…

Jumat, 18 Januari 2019 11:53

Pilkades Batal Dilaksanakan

NUNUKAN – Pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Kades) terpaksa ditunda setelah…

Jumat, 18 Januari 2019 09:40

Usulkan Rp 134 Miliar untuk Pembangunan Bandara Krayan

NUNUKAN – Sejumlah Bandar Udara (Bandara) perintis di Krayan bakal…

Jumat, 18 Januari 2019 09:38

Jalan Poros Sebatik Bisa Dilewati Kembali

NUNUKAN – Jalan Bukit Keramat di Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik…

Jumat, 18 Januari 2019 09:36

Perlu Pertimbangan Tak Terima Guru Honorer

NUNUKAN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy telah…

Rabu, 16 Januari 2019 12:01

PLBN Butuh Lahan Tujuh Hektare

NUNUKAN – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) akan dibangun di…

Rabu, 16 Januari 2019 11:59

DPUPRPKP Bertahap Lakukan Perbaikan Jalan

NUNUKAN – Jalan menuju Pantai Wisata Kayu Angin, Desa Tanjung…

Rabu, 16 Januari 2019 11:58

Februari, Gedung Lama Puskesmas Nunukan Tutup

NUNUKAN – Akibat situasi dan kondisi yang tidak memadai lagi,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*