MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 21 April 2018 10:55
Tim Cuma Berharap Laporan

Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg Lemah

RAWAN PENYELEWENGAN: Kelangkaan elpiji hingga penjualan di atas HET belum juga menemui penyelesaian di tangan pemerintah. BANK DATA

PROKAL.CO, TARAKAN – Elpiji 3 kg langka. Itu sudah wajar di sejumlah wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara). Uniknya pemerintah sebagai bagian dari regulator program bahan bakar bersubsidi justru lebih banyak menduga-duga soal penyebab kelangkaan.

Dari dugaan penjualan ke luar daerah, penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET) hingga penimbunan. Kelangkaan bukan hal baru. Sejak lama. Sejak program ini diresmikan.

Menyoal kelangkaan seakan tak ada habisnya. Di samping upaya konversi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) berupa minyak tanah dalam rumah tangga itu, pemerintah juga sedang giat-giatnya menjalankan program jaringan gas (jargas). Tapi, kelangkaan elpiji 3 kg masih saja terjadi. Malah menjadi-jadi di tengah upaya Pertamina menambah kuota di masing-masing daerah.

Ke mana larinya elpiji 3 kg? Lantas siapa yang paling bertanggung jawab dalam pengawasan distribusinya? Masyarakat yang harusnya dilayani, justru harus bersusah payah demi sebuah tabung gas.

Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie pun telah melayangkan Surat Edaran (SE) nomor 500/40/B.Eko/GUB tentang Pengawasan Distribusi BBM dan LPG 3 kg. Ada empat hal penting dalam edaran itu. Salah satunya, Bupati dan Wali Kota diminta membentuk tim pengawasan, pengendalian dan evaluasi pendistribusian BBM dan LPG 3 kg. Kedua, melaksanakan pengawasan pendistribusian LPG tabung 3 kg dari agen ke pangkalan (sub agen) dan memaksimalkan penjualan dari pangkalan ke konsumen terakhir. Arahan lain menyebutkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di kabupaten/kota dan seluruh masyarakat yang mempunyai penghasilan lebih dari Rp 1,5 juta per bulan untuk tidak menggunakan LPG 3 kg yang bersubsidi dan beralih ke penggunaan bahan bakar yang lain.

Sementara Plt Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat mengatakan penekanan Gubernur untuk memperkuat aturan yang sudah ada. LPG 3 KG jangan sampai dimanfaatkan dan akhirnya sulit karena tidak sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah.

“Kami juga sudah memerintahkan dinas terkait untuk lebih intens untuk  melakukan pengawasan di lapangan,” katanya.

Selain itu, memang tidak bisa hanya mengandalkan tim saja, karenanya masyarakat juga harus ikut bekerjasama. Jika memang menemukan pangkalan yang menjual di atas HET, diimbau untuk melaporkannya. Bahkan jika ada yang terlihat menimbun juga diharapkan segera dilaporkan, jangan sampai diam dan takut.

Pihaknya memang membentuk tim pengawasan, sehingga tidak akan mempengaruhi anggaran. “Itu sudah tugasnya kan, jadi jalankan saja apa yang sudah menjadi kewajiban,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop-UKM) Tarakan Hidayat mengakui adanya tim pengawas, tetapi bukan hanya untuk mengawasi LPG saja, tetapi juga barang-barang yang beredar di masyarakat. “Jika kami temukan indikasi tentu kami langsung tindak, tetapi akan lebih efektif jika ada laporan masyarakat,” katanya.

Masyarakat sering diimbau untuk melaporkan jika ada yang melakukan hal yang bertentangan, jika memang konsumen merasa dirugikan, agar secepatnya melapor. “Kami juga membutuhkan pelapor, jangan sampai seolah-olah hanya mengarang saja. Pengawasan juga dilakukan lebih baik jika masyarakat temukan, lalu melaporkan,” jelasnya.

LPG 3 kg hanya resmi dijual di pangkalan saja. Sementara pengecer jelas-jelas ilegal. Pihaknya sendiri sudah sering mengimbau kepada pangkalan untuk menempelkan wilayah rukun tetangga (RT) mana saja yang dilayaninya. Karena setiap pangkalan akan memegang tiga RT dari lingkungannya.

“Sehingga masyarakat tahu di mana tempatnya harus membeli. Setiap warga sudah memiliki kuota tersendiri, jadi tidak bisa membeli di lingkungan lain,” ungkapnya.

Yang dikhawatirkan, ada warga yang membeli di setiap pangkalan lalu mengumpulkannya dan menjual kembali kepada masyarakat. Hal inilah yang menyebabkan warga yang seharusnya mendapatkan, malah kehabisan. Karena pangkalan yang menjual kepada orang lain. “Padahal sebagian masyarakat sudah mendapatkan jargas, seharusnya bukan kekurangan gas lagi. Tetapi ada yang memanfaatkan, itulah yang ditakutkan,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu agen LPG Iwan Setiawan mengatakan jika memang tim telah dibentuk tentunya menjadi atensi khusus. Karena diakuinya, agen mempunyai keterbatasan dalam pengawasan. Jika masyarakat juga mendapatkan adanya pangkalan yang nakal, seharusnya langsung melapor. “Laporkan saja, jadi ada kerjasamanya. Malah bagus jika ada tim pengawas juga,” ucapnya.

Selama ini, diakuinya pihaknya juga mengawasi, tetapi jika ada laporan dari masyarakat juga. Agar dapat langsung ditindaklanjuti. Sanksi juga dilakukan, jika melanggar pertama kali maka akan dihentikan penyalurannya selama dua minggu. Jika melanggar kembali maka dihentikan penyalurannya selama sebulan. Jika masih nakal, maka akan dilakukan pemutusan hubungan usaha (PHU).

“Selama perusahaan berdiri, sudah ada 72 pangkalan yang kami PHU. Itu memang risikonya jika sampai melanggar, jadi yang lainnya menjadi kapok,” tegasnya. (*/naa/lim)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 10:38

Ustaz Abdul Somad Tiba di Bandara Juwata

TARAKAN - Senin (22/10) sekira pukul 08.00 Wita, Ustaz  Abdul Somad akhirnya tiba di Bandara Internasional…

Senin, 22 Oktober 2018 10:26

Sukiman, Hidup Sebatang Kara di Usia Senja

PERNAHKAH kita membayangkan, hidup sebatang kara di usia dengan penyakit yang membuat kita tak dapat…

Senin, 22 Oktober 2018 10:23

Tersangka Beber Keterangan Palsu

BADAN Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara melakukan penyelidikan terkait dugaan keterlibatan…

Senin, 22 Oktober 2018 10:20

Empat Pelanggan Setia Dapat Voucer STB

TARAKAN – Keseruan dari empat pelanggan Surat Kabar Harian (SKH) Radar Tarakan, berhasil memenangkan…

Senin, 22 Oktober 2018 10:03

Panitia Genjot Persiapan XC Race

TARAKAN - Meski masih memiliki waktu dua bulan sebelum melaksanakan XC race dan jambore sepeda di Bumi…

Senin, 22 Oktober 2018 10:02

TPA Overload, DLH Optimis Raih Adipura

TARAKAN- Penghargaan Adipura sampai saat ini belum diumumkan, meski penilaian telah berakhir beberapa…

Senin, 22 Oktober 2018 10:00

Politik Uang Ancaman Pemilu 2019

TARAKAN - Kursi legislatif memang sedang dalam incaran banyak orang saat ini. Tak jarang, untuk mendapatkan…

Senin, 22 Oktober 2018 09:59

Jalan Ditimbun Batu Semakin Parah

TARAKAN – Ketua RT 16, Kelurahan Karang Anyar, M. Noor mengatakan, banyak titik jalan yang dikeluhkan…

Senin, 22 Oktober 2018 09:57

Rusak, Penanganan Menunggu Dana

TARAKAN- Program sampah semesta yang sudah berjalan sampai saat ini masih menemukan kendala, dimulai…

Minggu, 21 Oktober 2018 22:24

Persatukan Keluarga hingga Menghibur Anak Petobo

RENTETAN gempa, tsunami dan likuefaksi yang melanda Kota Palu, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .