MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 21 April 2018 10:55
Tim Cuma Berharap Laporan

Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg Lemah

RAWAN PENYELEWENGAN: Kelangkaan elpiji hingga penjualan di atas HET belum juga menemui penyelesaian di tangan pemerintah. BANK DATA

PROKAL.CO, TARAKAN – Elpiji 3 kg langka. Itu sudah wajar di sejumlah wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara). Uniknya pemerintah sebagai bagian dari regulator program bahan bakar bersubsidi justru lebih banyak menduga-duga soal penyebab kelangkaan.

Dari dugaan penjualan ke luar daerah, penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET) hingga penimbunan. Kelangkaan bukan hal baru. Sejak lama. Sejak program ini diresmikan.

Menyoal kelangkaan seakan tak ada habisnya. Di samping upaya konversi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) berupa minyak tanah dalam rumah tangga itu, pemerintah juga sedang giat-giatnya menjalankan program jaringan gas (jargas). Tapi, kelangkaan elpiji 3 kg masih saja terjadi. Malah menjadi-jadi di tengah upaya Pertamina menambah kuota di masing-masing daerah.

Ke mana larinya elpiji 3 kg? Lantas siapa yang paling bertanggung jawab dalam pengawasan distribusinya? Masyarakat yang harusnya dilayani, justru harus bersusah payah demi sebuah tabung gas.

Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie pun telah melayangkan Surat Edaran (SE) nomor 500/40/B.Eko/GUB tentang Pengawasan Distribusi BBM dan LPG 3 kg. Ada empat hal penting dalam edaran itu. Salah satunya, Bupati dan Wali Kota diminta membentuk tim pengawasan, pengendalian dan evaluasi pendistribusian BBM dan LPG 3 kg. Kedua, melaksanakan pengawasan pendistribusian LPG tabung 3 kg dari agen ke pangkalan (sub agen) dan memaksimalkan penjualan dari pangkalan ke konsumen terakhir. Arahan lain menyebutkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di kabupaten/kota dan seluruh masyarakat yang mempunyai penghasilan lebih dari Rp 1,5 juta per bulan untuk tidak menggunakan LPG 3 kg yang bersubsidi dan beralih ke penggunaan bahan bakar yang lain.

Sementara Plt Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat mengatakan penekanan Gubernur untuk memperkuat aturan yang sudah ada. LPG 3 KG jangan sampai dimanfaatkan dan akhirnya sulit karena tidak sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah.

“Kami juga sudah memerintahkan dinas terkait untuk lebih intens untuk  melakukan pengawasan di lapangan,” katanya.

Selain itu, memang tidak bisa hanya mengandalkan tim saja, karenanya masyarakat juga harus ikut bekerjasama. Jika memang menemukan pangkalan yang menjual di atas HET, diimbau untuk melaporkannya. Bahkan jika ada yang terlihat menimbun juga diharapkan segera dilaporkan, jangan sampai diam dan takut.

Pihaknya memang membentuk tim pengawasan, sehingga tidak akan mempengaruhi anggaran. “Itu sudah tugasnya kan, jadi jalankan saja apa yang sudah menjadi kewajiban,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop-UKM) Tarakan Hidayat mengakui adanya tim pengawas, tetapi bukan hanya untuk mengawasi LPG saja, tetapi juga barang-barang yang beredar di masyarakat. “Jika kami temukan indikasi tentu kami langsung tindak, tetapi akan lebih efektif jika ada laporan masyarakat,” katanya.

Masyarakat sering diimbau untuk melaporkan jika ada yang melakukan hal yang bertentangan, jika memang konsumen merasa dirugikan, agar secepatnya melapor. “Kami juga membutuhkan pelapor, jangan sampai seolah-olah hanya mengarang saja. Pengawasan juga dilakukan lebih baik jika masyarakat temukan, lalu melaporkan,” jelasnya.

LPG 3 kg hanya resmi dijual di pangkalan saja. Sementara pengecer jelas-jelas ilegal. Pihaknya sendiri sudah sering mengimbau kepada pangkalan untuk menempelkan wilayah rukun tetangga (RT) mana saja yang dilayaninya. Karena setiap pangkalan akan memegang tiga RT dari lingkungannya.

“Sehingga masyarakat tahu di mana tempatnya harus membeli. Setiap warga sudah memiliki kuota tersendiri, jadi tidak bisa membeli di lingkungan lain,” ungkapnya.

Yang dikhawatirkan, ada warga yang membeli di setiap pangkalan lalu mengumpulkannya dan menjual kembali kepada masyarakat. Hal inilah yang menyebabkan warga yang seharusnya mendapatkan, malah kehabisan. Karena pangkalan yang menjual kepada orang lain. “Padahal sebagian masyarakat sudah mendapatkan jargas, seharusnya bukan kekurangan gas lagi. Tetapi ada yang memanfaatkan, itulah yang ditakutkan,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu agen LPG Iwan Setiawan mengatakan jika memang tim telah dibentuk tentunya menjadi atensi khusus. Karena diakuinya, agen mempunyai keterbatasan dalam pengawasan. Jika masyarakat juga mendapatkan adanya pangkalan yang nakal, seharusnya langsung melapor. “Laporkan saja, jadi ada kerjasamanya. Malah bagus jika ada tim pengawas juga,” ucapnya.

Selama ini, diakuinya pihaknya juga mengawasi, tetapi jika ada laporan dari masyarakat juga. Agar dapat langsung ditindaklanjuti. Sanksi juga dilakukan, jika melanggar pertama kali maka akan dihentikan penyalurannya selama dua minggu. Jika melanggar kembali maka dihentikan penyalurannya selama sebulan. Jika masih nakal, maka akan dilakukan pemutusan hubungan usaha (PHU).

“Selama perusahaan berdiri, sudah ada 72 pangkalan yang kami PHU. Itu memang risikonya jika sampai melanggar, jadi yang lainnya menjadi kapok,” tegasnya. (*/naa/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 26 Mei 2018 11:34

Terganjal Utang dan Kejelasan Aset

TARAKAN – Penyerahan laporan hasil pemeriksaan laporan keuangan pemerintah daerah tahun anggaran…

Sabtu, 26 Mei 2018 11:26

Terganjal Utang dan Kejelasan Aset

TARAKAN – Penyerahan laporan hasil pemeriksaan laporan keuangan pemerintah daerah tahun anggaran…

Sabtu, 26 Mei 2018 11:17

Air Panas dan Asupan Syaraf

Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie menggelar buka puasa bersama di rumah jabatannya di…

Sabtu, 26 Mei 2018 11:15

Hukuman Nakhoda Tergantung Kelalaian

KASUS kecelakaan tunggal kapal cepat Harapan Baru Express yang terjadi di perairan Kaltara, membawa…

Sabtu, 26 Mei 2018 11:10

Sembilan Tahun Menjanda, Kini Kembali Rasakan Sahur Bersama

Ada yang berbeda di subuh kesembilan, tim Asslamualaikum Sahur kali ini langsung menyambangi rumah Nenek…

Sabtu, 26 Mei 2018 10:56

Jembatan Miring, Warga Lebih Waspada

Tarakan—Kondisi semenisasi jalan yang berlubang,dan jembatan yang miring turut mengganggu kenyamanan…

Jumat, 25 Mei 2018 13:27

Bekali Anak-Anak dengan Pendidikan Formal-Bela Diri

Assalamualaikum Sahur Radar Tarakan kembali dilakukan, kali ini bersama tim Badan Pemeriksa Keuangan…

Jumat, 25 Mei 2018 12:31
Kecelakaan Speedboat Harapan Baru Express

Semua Ngaku Sudah Berupaya, Tapi Musibah Tak Terhindarkan

TARAKAN – Penyebab kecelakaan laut kapal cepat Harapan Baru Express Selasa (22/5) tujuan Malinau-Tarakan…

Jumat, 25 Mei 2018 12:22
Kecelakaan Speedboat Harapan Baru Express

Lima Korban Meninggal Tidak Diautopsi

TARAKAN - Lima korban meninggal akibat peristiwa kecelakaan kapal cepat Harapan Baru Express sudah dimakamkan.…

Jumat, 25 Mei 2018 12:02

Terduga Teroris di Tarakan Itu Dikenakan Tiga Pasal Sekaligus

TANJUNG SELOR – Terduga teroris yang diamankan beberapa waktu lalu oleh pihak Densus 88 berinisial…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .